Rabu, 26 November 2014

Mandiri atau mandiri?

November 26, 2014 2 Comments

Bocah lucu itu berlari kesana kemari. Umurnya belum genap 1.5 tahun. Celotehnya riang sambil sesekali memegang apa saja yang dia temukan. Tanpa alas kaki, dia bergerak kemana saja dia suka.

Pagi-pagi, masuk ke rumah kami, tanpa permisi. Ya iyalah namanya juga bocah. Hehehe.. :D
Kesibukan pagi membuat saya tak sempat memperdulikan si bocah. Cucian piring menunggu. Saya pun harus segera bersiap pergi ngaji. Maafkan.. bukan maksud hati tak peduli.

Bosan dirumah kami, dia keluar lagi. Ke warung sebelah. Ngikutin anak-anak beli jajanan. Sayang tidak ada orang dewasa yang mengikuti di belakangnya.

Si mbak warung teriak memanggil ibu si bocah.
"Y*** ... ki lho, anake.... njaluk jajan..."
Sepi tidak ada sahutan..

Si bocah masih berjalan kesana kemari. Masih tidak ada yang mengikuti.

Di ujung jalan, seorang bocah lucu lain berlari riang. Cepat sekali. Sandal cit cit dan celotehnya membuat langkahnya semakin berisik.

Sang ibu mengikuti sambil berlari kecil. Mencomot tubuh si bocah ketika hampir memasuki pagar rumah orang lain. Dilepaskan lagi di tempat yang aman. Lari lagi. Di comot lagi. Lari lagi. Di comot lagi. Kali ini digendong masuk rumah. Si bocah berontak. Nangis. Ibu nya tertawa.
"Ayo masuk..."

Hmmm beda ya..
Beda ibu, beda cara.
Oiya, umur dua bocah itu hampir sama. Unda-undi kalau orang jawa bilang. Apanya yang diundi? Entahlah..

O.. indahnya hidup bertetangga.. :D

Pondok Wage, 26 Nov 2014

Selasa, 04 November 2014

Pengen jadi blogger terkenal?

November 04, 2014 0 Comments

Kenapa tiba2 saya pengen blog ini rame dikunjungi orang ya?
Mungkin gegara ikut-ikutan stalk blognya Kaesang putra bungsu pak Jokowi. Blog itu  jadi rame setelah Bapaknya dilantik jadi presiden. Satu artikel setelah 20 Oktober dapat komentar 400 lebih. Nulis apapun pasti ada yang komen :D

Lucu-lucu memang artikelnya. Bikin senyum - senyum sendiri. Tapi secara gaya bahasa, menurut saya di beberapa tempat ada yang kurang sopan. Banyak umpatan-umpatan seperti t*i dan an**ng. Atau itu hal yang lumrah dikalangan blogger muda ya?  Hmmm...

Secara personal, saya mengagumi kesederhanaannya. Sangat tidak sombong. Mm apa ya istilahya?  Down to earth mungkin ya..

Balik lagi ke mimpi saya. Kenapa tiba-tiba pengen blog ini rame? Pengen jadi emak blogger terkenal seperti Mira Sahid ? Hihihi... jauuh bingiits... ^^
Niat awal saya nge blog itu supaya punya diary online. Bisa mengabadikan kronologis perkembangan anak-anak. Kan bisa pakai FB?  Beda... ! Kalau fb uda jelas ada teman. Posting sesuatu bakalan dilihat banyak orang. Di komen macem-macem. Eh di blog juga bisa kan di komen?  tapi kan lain... kalau blog nya ngga beken ya ngga ada yang komen lah.. :D
Jadi gimana sih?  Nulis online tapi ngga pengen keliatan? Jadi bingung kan? $$&"&'^@"^&)_$£€#@

Lagipula blog saya isinya kan cerita tingkah anak-anak. Ngga ada yang bakalan nyari di mesin pencari. Hehehe..
Lain kalau isi nya topik populer.

Jadi  ?
Back to be myself. Tak usah bermimpi menjadi siapapun. Menulis bukan untuk dikenal. Tapi untuk lebih mengenal diri sendiri.

^_^

Grup WA Ummi

November 04, 2014 0 Comments

Lagi berasyik masyuk sama setrikaan,  tiba-tiba... fiuufuuufufufu bunyi siulan si andro ngagetin saya. Ternyata ada pesan masuk di grup whatsapp ummi. Dari Ummu Akhtar

"Umm... afwan malam-malam.. kalau gondongan itu obatnya apa ya? "

Saya melirik jam dinding di pojokan. Eiya, sudah hampir jam 12. Ga terasa, kirain masih jam 10 aja. Gosokan saya geser dulu. Nyempetin balas wa nya ummu Akhtar.

Tapi sebelum balas saya ngobrol dulu sama mbah Gugel. Nge klopin pengetahuan saya sama ilmu kedokteran nya si mbah. Oke, udah klop. Sekarang bisa kasih masukkan ke ummu Akhtar. Beneran to, selain saya gak ada ummahat lain yang kasih respon. Maklum.. jam-jam segini mata lagi kelet-keletnya. Respon dari ibu-ibu lain paling cepet masuk menjelang subuh. Mungkin habis pada QL. Saya sendiri, habis lelah menyetrika trus ketiduran sampai hampir setengah 6... huwaaaa......  ><

Grup chatting, bukan hal baru lagi buat kita. Semua orang pasti punya. Entah itu grup alumni sekolah, grup pekerjaan, grup keluarga besar, grup teman antar jemput anak sekolah atau grup online shop. Hari gini... siapa coba yang ngga punya grup di smartphone nya?

Tapi ngomongin grup, entah itu BB grup, WA grup atau yang lainnya, biasanya hanya anget-anget kotoran ayam ( saya sih belum pernah pegang kotoran ayam, ini cuma ikut-ikutan istilah doang :D ). Rame di awal habis itu sepi, antara ada dan tiada. Contohnya nih, grup saya dengan teman-teman kuliah. Awal grup dibentuk rame. The big 3 pertanyaan yang saling  dilontarkan adalah :

○ tinggal dimana?
○ kerja dimana?
○ anak berapa?

Pertanyaan, sudah merid apa belum,  tidak lolos the big 3 karena pertanyaan ini termasuk jarang ditanyakan. Penyebabnya (kemungkinan) adalah semua sudah sadar umur. Rata-rata umur seginian kan sudah pada merid. Kalau lulus D3 tahun 2001 , waktu itu umur 21-23 , maka tahun 2013-2014an kira-kira umur berapa ya?  *ambilkalkulator*

Udah deh ngomongin umurnya. Pamali katanya. Perempuan paling ngga suka kalau dibahas soal umur.

Balik tentang grup chat tadi, setelah puas tanya-tanya hal pribadi, biasanya grup hanya akan berfungsi untuk kirim-kirim gambar dan cerita lucu ( kadang-kadang menjurus p*rn*) . Betuulll  ?
Lalu satu persatu anggota meninggalkan grup dengan alasan hp error lah, lemot lah dsb. Betuulll lagi?

Tapii ..  Grup wa UMMI ini beda sodara-sodara! Boleh deh, semua grup saya dihapus asal jangan grup yang ini. Apa bedanya? Di grup ini, dijamin tidak ada postingan yang sia-sia. Tidak ada gambar-gambar tidak sopan. Tidak ada gibah menggibah. Dan setiap hari selalu diisi dengan motivasi perbaikan diri. Saling bertanya dan memberi informasi.

Banyak ilmu dan manfaat yang saya dapat setiap hari melalui grup Ummi. Begitupun saya rasa dengan member yang lain. Pernah kejadian nih.. dulunya grup ummi ini kan di bbm grup, berhubung salah satu anggota yang "dituakan" bermasalah dengan bbm dan hanya memakai whatsapp, serta merta grup pindahan juga,  dari bbm ke whatsapp. Beberapa teman yang belum pakai whatsapp pun bela-belain download supaya bisa tetap tersambung di grup Ummi.
Subhanallah... 
Terbukti ya bahwa media sosial tak sepenuhnya negatif. Semua tergantung dari siapa dan bagaimana menggunakannya.


Sabtu, 04 Oktober 2014

Belajar Dari Anak-anak

Oktober 04, 2014 2 Comments
Siapa bilang anak-anak harus selalu mencontoh orang dewasa?  Lebih sering,  orang dewasa lah yang harus mencontoh anak-anak.
Coba kita simak cerita berikut.
Siang di hari Minggu,  Ayah yang lelah bekerja selama satu minggu kerapkali memilih menghabiskan waktu dengan tidur sepanjang hari. Walaupun sesekali diganggu anak-anak yang ingin bermain dengannya, namun tak sanggup membuat sang Ayah membatalkan tidurnya.
Sang Ibu pun tak kuasa lagi mengingatkan waktu sholat yang terlewat. Hanya bisa menelan kekecewaan.
Suara adzan Dhuhur lamat-lamat menghilang di kejauhan. Si sulung yang shalihah, bergegas mengambil wudhu. Setelah bermukena rapih,  niat sholat berjamaah dengan sang Ibu. Namun tiba-tiba anak shalihah itu keluar dari kamar sholat dan menghampiri sang Ayah.
"Ayah... ayah masih capek ya? "
"Hmmm... kenapa? " sang Ayah menjawab malas-malasan
"Kakak lama lho ngga pernah lagi sholat sama Ayah.. ayo kita sholat...? " ujarnya penuh harap
Sang Ayah tak bergeming. Si shalihah pun kembali berkata
"Nanti malam ya... janji lho.."
Hening tak ada jawaban. Namun si shalihah yang ceria tak berputus asa.
Pembaca yang budiman, seorang istri (termasuk saya) kadang-kadang tidak terfikirkan trik komunikasi seperti yang dilakukan si anak shalihah dalam cerita tersebut. Mungkin yang pertama terucap dari lisan kita adalah..
"Ayah ini, tidur aja... ayo sholat Yah...!"
Pastinya dengan nada memerintah. Masih mending kalau tak ditambah dengan berkacak pinggang dan ekspresi yang tak sedap dilihat.
Namun si anak dalam cerita tersebut, secara spontan menghampiri ayahnya dan berkata seperti itu. Subhanalloh..
Mungkin tidak sekarang, tapi besok atau lusa. In shaa Allah, kelembutan si anak bagaikan tetes air yang mampu membuat cekungan di batu besar.
Aamiin..

Jumat, 03 Oktober 2014

Tidak masuk akal

Oktober 03, 2014 0 Comments

Sule sama Andre lagi ngocol di Ini Talkshow Net TV. Saya yang biasanya jarang mantengin acara tv ngakak juga dengar banyolan pelawak Sunda itu :D
Si anak mbarep ikut2an ketawa...
"Hahahaa... tidak masuk akal ya Ma" katanya mengomentari banyolan Sule
"Iya..  " jawab saya
"Eh tapi kakak mau tanya,  tidak masuk akal itu artinya apa siih? " polos modeON
Duarrr... wkwkwkwkkwkkk..... :D

Kamis, 02 Oktober 2014

Weca sekolah

Oktober 02, 2014 0 Comments

Alhamdulillah..
Setelah sekian kali pertemuan akhirnya saya bisa duduk manis menunggu di luar kelas selama proses kegiatan sekolah di kelas Toddler nya Weca. 

Ini prestasi luar biasa... ^_^  Berkat ketelatenan Bunda-bunda pengajar yang  sabar dan tidak kenal lelah akhirnya satu per satu anak imut ini bisa lepas dari Mama nya. Namun dari sekitar 8 siswa, masih ada 4 Mama yang masih harus berjuang memupuk kemandirian si kecil nya agar berani sekolah sendiri.

Sedikit berbeda dengan kakaknya, Weca memang lebih sulit lepas dari saya. Mungkin efek jadi anak SAHM  :-)
Tapi.. memang semua anak kan istimewa.. ;)

Kamis baiiik...

Oktober 02, 2014 0 Comments

Hari kamis adalah hari favorit ^_^
Kenapa siih?
Soalnya, dua cantik ini sama-sama sekolah dan sama-sama pakai baju olahraga...
Ehehehe...*mamalebay*


Kesibukan kamis pagi, Subhanalloh.. dua-dua nya sibuk bersiap sendiri-sendiri. Saya tinggal cek cek aja..
"Kakak minumnya? "
"Udah !"
"Baju seragam hijau?"
"Udah! "

Kalau si adek berhubung masih kelas Toddler bawaannya cuma air minum, susu kotak sama bekal cemilan. 

Selesai sarapan, semua pakai kaos kaki dan sepatu masing-masing..
Yuuk.. berangkuuuut.....!!

Eitt foto dulu di depan rumah ^_^

Senin, 22 September 2014

Icha Menulis

September 22, 2014 0 Comments

Ceritanya nih,  si kakak Icha (6.5t) lagi gemar menulis. Sebenarnya banyak "karya" nya yang belum sempat saya dokumentasikan. Kadang-kadang nulisnya juga asal, di kertas bekas atau sobekan. Asal nemu kertas aja.. -_-*

Nah, kali ini saya berhasil mendokumentasikan tulisan Icha dengan judul... "Ariyel dan Kucing Istana"

Teks yang saya tulis di bawah gambar saya tulis ulang dari original version nya :)

"Ariyel dan Kucing Istana"


Putri Ariyel ingin punya kucing. Lalu Putri Ariyel membeli kucing dengan satu lembar dolar.


Putri Ariyel sangat senang bisa membeli kucing itu. Kucing itu diberi nama Charmykitty


Setiap hari Putri Ariyel memberi makan.


Sudah dulu ya..
 kapan-kapan kubawain cerita seru lagi

Ettt.. gitu doang..:D nanggung ya.. hehehe.. Lucu, seru dan unik walau masih banyak sekali kekurangan di sana-sini. Namun kemampuannya membuat cerita dan gambar sebagai visualisasi nya sangat saya apresiasi.

Sekarang ini, Icha mengikuti ekstra kurikuler menulis di sekolahnya. Mudah-mudahan seiring bertambahnya usia kemampuannya semakin terarah dan terasah.

Minggu, 21 September 2014

Jembatan Penyeberangan

September 21, 2014 0 Comments

31 maret 2011

Untuk pertama kali nya, mengajak icha menggunakan fasilitas umum jembatan penyeberangan. Agak deg-degan juga, soalnya saya sebenarnya sedikit phobia dengan fasilitas ini. Kondisi sudah agak tua, karat besi dimana-mana. Mau nginjak takut ambrol, mau pegangan takut tetanus. Belum lagi kondisi yang sepi, karena jarang yang menggunakan. Terbayang seandainya ada orang yang berniat jahat, mengganggu di atas jembatan penyeberangan, mau minta tolong ke siapa ? Sementara di bawah suara deru mobil sangat keras, suara minta tolong dari atas jembatan pasti hanya tertelan angin saja. Anyway, berhubung tidak ada pilihan lain, daripada saya nekat melintasi jalan super raya yang posisi nya tepat di tikungan, dengan mobil-mobil yang melaju kencang seolah tak memberi kesempatan kepada penyeberang jalan, saya bawa icha ke jembatan penyeberangan.Membuat suasana ''seolah-olah'' mengasyikan, menghitung tangga naik.. One,two, three.. Ups baru 3 tangga icha udah mutung minta gendong. Wadoh, naik sendiri aja udah ngos-ngosan, apalagi sambil nggendong? Apa boleh buat, tidak ada pilihan yang bisa saya pilih. Setelah habis tangga, saya bujuk icha supaya turun. setelah itu melewati tangga turun.. Mulai berhitung lagi.. One, two, three... Ten... Twenty.. Twenty five.. Twenty six... Thirty.. Fuuuh, akhirnya sampai juga kami di bawah. Saya atur nafas sebentar, hosh hosh... Tapi sok jaim, masa kalah sama anak 3 tahun :D Alhamdulillah, lancar juga perjalanan kami menyeberangi jalan raya.

Dalam perjalanan pulang, kami asyik bercerita tentang jembatan penyeberangan. First time for her. Semoga berkesan.

Celoteh

September 21, 2014 0 Comments

4 jan 2011

Icha : mama,knp koq plgnya malam-malam?Mama : mama kerja sayang...Icha : knp kerja? Cari uang ‎​ya (dijawab sendiri) kasian ‎​ya mama...Mama :*agak speechless dgr''kasian ‎​ya mama''* makanya,Icha jd anak pinter,kl mama krj jgn rewel ‎​ya Icha : iya,kl Icha rewel mama marah ‎​yaMama :*ngeles ga mau dibilang marah* kalau icha rewel mama sedihIcha : sedih sama marah ‎​ya,kaya kak Ros

Nakal - part two

September 21, 2014 0 Comments

Weca : kakak nakal...besok aku ngga mau maen sama kakak ahh...
(Ekspresi nya lucuuuu banget sumpah.. ga bs di tulis disini, kadang2 sambil berurai air mata dan nangis sesenggukan)

Hari lain
Mama : iiih nyamuknya nakal...!! (Sambil mites nyamuk)
Weca  : iya... nyamuknya nakal.. besok aku ngga mau maen sama nyamuk aahh...
( siapa jugaaa yg mau maen sama nyamuk... hehhehehe)

Kamis, 18 September 2014

Icha berkacamata

September 18, 2014 0 Comments

Icha berkacamata

Minus 0.5 kanan kiri

Silinder 1.25 untuk mata kiri 

Silinder 1.50 untuk mata kanan.

Kacamata nya request warna ungu.. hmmm.. akhirnya dapat Nike ungu tua yang imut2 ini.. 


Si adek ngga mau ketinggalan Ikutan pakai capata (kacamata) jugaak...



Hmm.. cantik juga anak Mama pakai kacamata ^_^ . Mudah2an cepat terbiasa  ya nak... 

Sabtu, 06 September 2014

Hari Pertama Sekolah (icha)

September 06, 2014 0 Comments

Senin 14 Juli 2014
05.00

Ada kesibukan yang tak biasa :)
Menyiapkan seragam merah putih, sarapan lebih awal dan berangkat ke sekolah di pukul 06.30
Yaa, hari ini hari pertama Icha masuk sekolah dasar.
Terharu juga rasanya melihat anak mbarep dalam seragam merah putihnya. Rasanya baru kemaren ngantar sekolah Paud.. :')

Sampai di sekolah, anak-anak kelas 1 atau murid baru berbaris di halaman untuk melaksanakan ikrar yang pertama kali. Beberapa sesi ice breaking diberikan oleh ustadz dan ustadzahnya. Mungkin mereka tahu wajah-wajah tegang anak-anak ini butuh dicairkan, hehe :D

Sekitar pukul 9.30 anak-anak dipersilakan masuk ke kelas masing-masing. Yang mengejutkan, kami para pengantar juga diperbolehkan masuk ke kelas untuk melihat bagaimana suasana first day school di dalam kelas. Baguslah, kalau tidak, biasanya emak2 kepo ini akan mengintip ke dalam kelas melalui jendela. Pihak sekolah rupanya sudah menerapkan aturan yang antisipatif.

Sayangnya, suasana tidak kondusif bagi saya untuk tetap berada di dalam kelas. Si adek yang tantrum (mungkin karena terpaksa bangun terlalu pagi) membuat saya memilih untuk menunggu di luar kelas.
Tapi tidak lama, wajah-wajah ceria itu juga keluar kelas. Sambil membawa selembar kertas dan perlengkapan mewarna, mereka di persilakan mencari tempat yang nyaman untuk berkreasi membuat kartu ucapan selamat hari raya idul fitri.

Setelah selesai, mereka kembali ke kelas sementara kami para orangtua di kumpulkan di tempat yang telah disediakan untuk diberikan semacam ceramah pengantar oleh salah seorang ustadzah. Sekitar 10.30 ceramah selesai, anak-anak pun waktunya pulang.. \(^^)/
Sebelum pulang, foto sesyen dulu yaa.. sayangnya lupa gak foto di bawah spanduk 'selamat datang siswa baru' hehehe...

Rabu, 23 April 2014

Hari Kartini 21 April 2014

April 23, 2014 0 Comments


Ketika umur 4 tahun, Icha bilang cita-cita nya adalah dapat piala dan masuk tv. Sebuah keinginan yang tidak pernah terbersit di benak saya sewaktu saya seusia nya :D
Sering ikut lomba , tapi belum berhasil dapat juara sempat bikin Icha hopeless. Alhamdulillah, saya bisa menyemangati nya sampai dia bilang ,"Kakak yakin, suatu saat kakak akan dapat piala !!"

Dan akhirnya tahun ini sekolah menyelenggarakan Lomba Bercerita. Dengan membawakan cerita Gadis Kecil Berkerudung Merah, Icha berhasil menjadi juara 2. Alhamdulillah, piala pertama dong..

Dan tepat di hari dia mendapatkan piala, Icha bertanya lagi pada saya ," Ma, kakak harus menang lomba apa supaya bisa masuk tv ?"
Ternyata dia tidak melupakan keinginannya untuk masuk tv. Seperti sebuah keinginan yang terekam di alam bawah sadarnya. Insya Alloh nak, suatu saat kamu bisa masuk tv, Aamiin...

Minggu, 13 April 2014

Sesi Foto - Menjadi Princess Rapunzel

April 13, 2014 0 Comments
Tanggal 9 April 2014 ini menjadi tanggal yang sangat ditunggu-tunggu si sulung kami. Apa pasal ? Libur Pemilu ? bukan itu.. hehe. Selain karena tanggal 9 April adalah ulang tahunnya, hal yang paling ditunggunya adalah kesempatan berfoto menjadi princess di studio foto instant ‘Athalia’ yang ada di Royal Plaza. Beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya, saya berucap nanti kalau ulang tahun, boleh kakak foto jadi princess lagi. Setelah usai kami menunaikan kewajiban di TPS terdekat, segeralah kami meluncur ke lokasi.
Berhubung ini adalah kali kedua kami ke studio ini, jadi tak banyak yang saya tanyakan kepada mbak operator foto nya. Langsung duduk antri di kursi yang telah disediakan sambil pilih-pilih kostum. Awalnya Icha memilih kostum Keira si bintang pop dalam film Barbie The Princess and Pop Star. Namun ternyata, kostum Keira disediakan untuk dijual bukan untuk disewa / berfoto. Batal deh jadi pop star :D akhirnya pilihan kostum jatuh ke Rapunzel, si putri cantik berambut panjang.
Akhirnya giliran difoto tiba. Dengan ramah mbak pengarah gaya nya membantu kami bersiap. Saya sendiri hanya kebagian untuk make up sederhana, sementara pemakaian kostum langsung ditangani oleh si mbak. Oiya, staf studio ini terdiri dari dua orang perempuan. Satu sebagai kasir merangkap operator kamera, sedangkan yang satu lagi sebagai pengarah gaya dan membantu memakai kostum. Kamera yang digunakan seperti kamera pada Photo Box, lensa nya dipasang di cermin, sementara tombol capture nya dari komputer.
Sebelum mulai take, saya wanti-wanti ke mbak-mbaknya, agar background foto nya jangan sampai sama seperti dulu. Olala, ternyata setiap karakter princess sudah mereka siapkan background sendiri-sendiri. Hehhehe.
Setelah beberapa kali take, akhirnya selesai juga sesi foto Princess. Sambil kami melepas kostum, mbak operator mengedit gambar untuk di masukkan ke dalam background sesuai karakter Princess Rapunzel. Tak menunggu terlalu lama, akhirnya... tadaaa ! Foto impian pun jadilah.. ^^
Dengan membayar 50.000 rupiah, kami membawa pulang sebuah CD berisi foto baik yang sudah diedit maupun yang belum beserta  foto dalam 4 pose yang berbeda. Dikemas dalam sampul kertas yang cantik. Tidak terlalu mahal bukan ?
Sayangnya , hasil foto yang dicetak terlihat kurang besar resolusinya. Gambarnya agak blur dan kurang fokus. Tapi buat anak-anak pasti hal itu tak jadi soal, yang penting jadi princess aja :D
Bagi yang ingin mencoba, Studio Athalia ada di Royal Plaza LT G C1-5. Masuk lewat pintu lobby dekat Pizza Hut, tepat di depan arena bermain. Selain itu, Athalia juga ada di PTC Lt G C7-35 dan di ITC Lt G C1-1. Sesuai tagline nya, The House of Princess and Prince, Athalia tempat yang tepat mewujudkan impian si cantik menjadi Princess.


Selasa, 07 Januari 2014

Harta Karun Icha

Januari 07, 2014 0 Comments

Harta karun Icha ^^ begitu saya menyebut lembar2 kertas ini. Kumpulan gambar yang dibuat dengan penuh cinta. Sungguh tak sanggup saya membuangnya. Biar icha sendiri kelak yang menentukan mau diapakan harta karun ini :)
Tapi diam-diam saya sortir. Biar ngga nyusuh. Yang kertasnya jelek banget saya kategorikan layak buang, itu juga kalau gambarnya ngga bagus. Kadang2 gambarnya lucu tapi kertasnya cuma sesobek. Ahay, saya menemukan beberapa diantaranya yang khusus dibuat untuk kami. Saya, abi,  dan adeknya.

Follow Us @soratemplates