Selasa, 18 April 2017

[ ALIRAN RASA ] Akhir Program Matrikulasi IIP

April 18, 2017 2 Comments


Mengakhiri perkuliahan matrikulasi IIP setiap peserta diminta membuat aliran rasa. Ya, bukan hanya air, rasa pun perlu dialirkan. Supaya tidak nyesek, dan menyumbat pori-pori jadi jerawat.. *eh itu rasa apa sebum?

Tapi ternyata tidak mudah, memilih kalimat yang tepat untuk mewakili perasaan setelah 9 minggu lebih melewati hari-hari bersama di kelas matriks. Dari tidak kenal menjadi kenal, curhat-curhatan, baik sesama peserta maupun dengan fasilitator yang telah dengan sabar mendampingi selama ini. Kalau mau dialirkan semua rasa yang ada, kayaknya bisa jadi cerita bersambung deh.. :D

Bagi saya pribadi, MIIP ini semacam kawah untuk menuntut ilmu. Memposisikan diri sebagai  spon atau gelas kosong, agar bisa menyerap dan menampung ilmu sebanyak-banyaknya. Terkadang godaannya muncul rasa minder, merasa saya mah apatuh..  Belum lagi jika kedatangan bintang tamu, yang rata-rata masih muda, tapi dengan prestasi yang luar biasa.. hikss, makin merasa siapalah daku ini. Tetapi di sisi lain, di MIIP ini saya bisa menemukan siapa sesungguhnya diri saya, dan bisa lebih memahami peran saya di kehidupan yang dianugrahkan Allah kepada saya.

Banyak nilai-nilai hidup positif yang ajarkan di program ini.  NHW-NHW nya yang membuat deg-degan dan penasaran. Pernah ada rasa ingin menyerah, tapi.. masa iya kalah? Harus berubah dong ! Karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH..!


Selanjutnya adalah.. pengumuman kelulusan! Tapi sejujurnya, bagi saya lebih deg-degan menunggu NHW keluar dibandingkan menunggu pengumuman kelulusan. Sudah yakin lulus ? hihihi.. iya doms.. karena, kelulusan kelas matrikulasi ini dtentukan oleh pengerjaan NHW sebesar 80% atau mengerjakan 7 dari 9 NHW, dan saya, 100 % mengerjakan pastinya! Cumaaa...  bobot atau kualitas pengerjaan NHW nya, peserta sendiri yang bisa menilai. Memang NHW  tidak ada ukuran benar atau salahnya. Tapi bisa kita rasakan sendiri apakah sudah mengerjakan dengan sungguh-sungguh atau sekedar menggugurkan kewajiban untuk  memenuhi prosentase syarat lulus dari pengerjaan NHW. Atau sudah bersungguh-sungguh tetapi memang belum paham apa yang diharapkan dari NHW tersebut. Jangan berkecil hati, lakukan saja Allah yang akan memahamkan *hiburdirisendiri


Tuh kan, beneran lulus..! Alhamdulillah...

Dua tahapan belajar di Institut Ibu Profesional telah saya lewati. Yaitu kelas Foundation dan kelas Matrikulasi.  Sekarang bersiap menuju kelas Bunda Sayang. Jalan masih panjang, masih banyak tahapan dan tantangan di depan. In syaa Allah semakin memantabkan langkah menuju cita-cita menjadi Ibu Profesional.

Senin, 03 April 2017

Percaya Diri Melepas Si Kecil Bereksplorasi

April 03, 2017 24 Comments
Sejujurnya saya  mengakui, bahwa sebelum ini saya lebih  sering mengatakan ‘jangan’ kepada  anak-anak. Sampai suatu hari, saya berniat  merombak mindset saya, dan mencoba memberi ruang lebih untuk anak-anak bereksplorasi.  Faisya (5 tahun)  keheranan ketika saya mengijinkan dia bermain hujan di halaman rumah.

“Bener boleh, Mi ?” tanya Faisya. “Enggak sakit?”
“Iya boleh,” saya mengangguk. Padahal dalam hati agak deg-degan, “Insya Allah enggak, selesai main langsung mandi yaa..” kata saya
Sorenya, setelah kakaknya pulang sekolah, dia tidak sabar menceritakan pengalaman pertamanya bermain hujan. Si kakak Icha menjawab kalem.
“Hujan itu shower yang paling besar”

Belakangan saya tahu, ternyata itu menirukan iklan Dancow yang terbaru. Wah, Umi nya kudet! Maklum jarang nonton televisi.
Dan, ketika iklan acara peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+ mulai tayang di televisi, mereka sudah menandai tanggal berapa acara digelar di Surabaya. Hari Sabtu  1 April 2017 saya, suami dan anak-anak menuju Royal Plaza Surabaya tempat diselenggarakannya acara.


Seperti yang saya duga, animo masyarakat untuk acara ini sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya pengunjung  di atrium Royal Plaza Surabaya. Padatnya antrian tidak menyurutkan niat Bunda dan Ayah yang ingin menyaksikan dari dekat peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+.  Karena disana tidak hanya peluncuran produk, tetapi juga ada talkshow dan disediakan empat area bermain yang semuanya  bertujuan untuk mengasah eksplorasi si Kecil. Mulai dari kemampuan kognitif meliputi berbahasa, atensi / memperhatikan, memori / mengingat, menyelesaikan masalah dan melatih psikomotorik si Kecil.

keramaian acara Peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+ di atrium Royal Plaza Surabaya

Faisya sudah tidak sabar ingin bermain, sementara saya masih ingin mengikuti talk show. Akhirnya terpaksa berbagi tugas dengan suami. Sementara saya menyimak talk show, suami menemani anak-anak bermain. Thank you, hubb !

Acara talkshow dibuka oleh moderator cantik bunda Shahnaz Haque. Menghadirkan 3 (tiga ) narasumber yaitu  Senior Brand Manager DANCOW Advanced Excelnutri+ ayah Riza Nopalas, dokter spesialis tumbuh kembang anak DR.dr. Roedi Irawan, M.Kes, SpA(K) dan psikolog bunda Ratih Ibrahim.

Disampaikan oleh Ayah Riza Nopalas, Nestle DANCOW sebagai mitra terpercaya orang tua dalam memastikan tumbuh kembang si Kecil, meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Nestle DANCOW Advanced Excelnutri+ yang memiliki kandungan Lactobacillus Rhamnosus tiga kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya. Nestle DANCOW berharap inovasi terbaru ini dapat membantu si Kecil mencapai tumbuh kembang optimal dari sisi nutrisi. Selain dua elemen lainnya  yang juga harus diberikan oleh  Bunda dan Ayah yaitu stimulasi dan cinta dari Bunda dan Ayah.
Narasumber ikut bermain bersama anak-anak
Sementara itu, DR.dr.Roedi Irawan, M.Kes, SpA(K) juga menambahkan bahwa Lactobacillus Rhamnosus adalah  bakteri baik yang dapat membantu menjaga saluran pernafasan dan saluran cerna si Kecil. Sehingga asupan bakteri baik sangatlah penting untuk mendukung proses belajar dan pertumbuhan di Kecil. Senada dengan  ayah Riza dan dokter Roedi, bunda Ratih Ibrahim juga menyampaikan adanya tiga elemen penting dalam tumbuh kembang anak, beliau menekankan pentingnya cinta Bunda dan Ayah pada masa eksplorasi untuk melengkapi nutrisi.

"Memperbolehkan si Kecil bereksplorasi merupakan salah satu wujud cinta Bunda dan Ayah. Kepercayaan diri orang tua untuk berkata “IYA BOLEH” dan melepas si Kecil akan dapat mendorong si Kecil untuk berani dan mandiri untuk menemukan hal-hal baru dan mengembangkan dirinya"

Suasana talkshow yang diramaikan oleh anak-anak berlarian diatas panggung tidak membuat para narasumber terganggu. Bunda Ratih Ibrahim  justru ikut bermain bersama anak-anak dan duduk di tangga panggung diikuti narasumber yang lain. Panggung  pun berubah menjadi lesehan sehingga  suasana terasa lebih akrab.


Kurang lebih pukul tiga sore talkshow pun usai. Tidak terlalu lama, tapi materinya ‘daging’ semua. Tinggal dikunyah pelan-pelan dan dipraktekkan pastinya!  Tengok kanan kiri depan belakang, belum terlihat penampakan anak-anak dan Abinya. Wah, pasti keasikan bermain. Akhirnya saya menemukan mereka di Art Center. Haha, rupanya si Abi kecapekan mengikuti duo krucils ini kesana kemari. Saya melanjutkan menemani anak-anak bermain sementara Abi istirahat, ngedeprok di salah satu pojokan area bermain. Sebagian besar area sudah mereka jelajahi  ( yang artinya tiket sudah distempel dan tidak boleh masuk lagi, hehe ) saya hanya kebagian masuk ke Photo Booth. Bagi saya ini area wajib, sudah keliling-keliling kalau belum foto rasanya gimana yaa.. ? Walau antrian cukup panjang, dibelain deh !

Taraa..! ini hasil ngantri panjang di photo booth

Sambil menunggu foto jadi, kami sempat keliling lagi. Saya menanyakan ke Icha dan Faisya, bagaimana kesan-kesan mereka bermain tadi. Jawabannya kompak, seru !

Jadi, inilah area bermain yang sempat mereka jelajah :

Central Park
Ini area pertama yang sempat dijelajah sebelum talkshow dimulai, saya masih sempat menemani mereka bermain. Central Park  di desain seperti  sebuah taman, dengan bunga-bunga dan hujan. Iya hujan! Begitu masuk anak-anak dipakaikan mantel dan dipinjami tablet yang sudah dibungkus pelindung air. Oww, ternyata central park ini dilengkapi dengan teknologi AR atau Augment Reality. Gambar virtual akan muncul jika layar tablet diarahkan ke objek tertentu. Faisya kegirangan ketika seekor kelinci virtual meloncat-loncat saat dia mengarahkan tablet ke foto kelinci. Juga ketika ada kupu-kupu virtual  yang beterbangan ketika tablet diarahkan ke gambar sebuah kepompong. Di tengah taman cuaca berubah hujan, mereka sempat terguyur hujan (buatan). Untung sudah pakai jas hujan.
siap menjelajah Central Park

diajarin dulu sama kakak dari Dancow
ehh ada kupu-kupunyaa...

Smart City
Menampilkan nuansa perkotaan masa depan. Di sekeliling kota disediakan permainan lego yang mengasah keterampilan dan kecerdasan. Mereka bersemangat merancang kreasinya masing-masing.

area smart city

si Kecil bereksplorasi merancang desain untuk smart city

aku buat es krim ajaa.. hehehe


Play Park
Ini wahana yang paling disukai Faisya. Minta bolak-balik masuk. Beruntung kami mendapat satu tiket tambahan di goodie bag, akhirnya keturutan masuk play park lagi. Yang paling disukai adalah menaiki monkey bar dan memerah susu sapi. Keseluruhan di area ini ada trampolin, wall climbing, dan perosotan. Permainan-permainan di play park ini sangat bagus untuk mengasah kemampuan motorik anak.

dua kali masuk Play Park buat naik monkey bar
"susunya boleh diminum ngga?", tanya Faisya

Art Center
Di Art Center ada aktivitas menggambar dan hand painting, hehe, makanya Faisya juga betah. Jarang-jarang dirumah boleh belepotan main cat di tangan kan..? (tapi setelah ini boleh kok, hehehe). Oiya tak hanya menggambar dan hand painting, di sini juga ada story telling. Kak Haris sang story teller, membawakan kisah Dani dan Raisa melawan bakteri jahat. Anak-anak juga bisa menyaksikan ceritanya pada giant book yang muncul di monitor raksasa.

hand painting hasil karya si Kecil

Kak Haris sedang bercerita

Tidak hanya untuk anak-anak, ada juga Consultation Booth untuk Bunda dan Ayah. Didukung para dokter dan nutrisionist berpengalaman mereka siap melayani Bunda dan Ayah yang ingin berkonsultasi.

Consultation Booth

Sayang keseruan di acara Dancow Explore Your World harus segera kami akhiri, sudah hampir jam 5 sore. Waktunya pulang. Meskipun terlihat berat meninggalkan area, duo kecil nan shalihah ini menurut juga.. hehe. Di perjalanan pulang mereka tidak henti-hentinya bercerita petualangan mereka di area-area yang mereka jelajahi.

Acara Dancow Explore Your World ini diadakan selama dua hari, yaitu tanggal 1-2 April 2017. Jadi Bunda dan Ayah yang belum sempat datang di hari pertama masih ada kesempatan untuk datang di hari kedua. 

Untuk Bunda dan Ayah di kota lain, jangan khawatir Dancow Explore Your World juga diadakan di beberapa kota besar lainnya. Yaitu, Jakarta 29-30 April 2017, Semarang 5-6 Agustus 2017, Solo 9-10 September dan Makassar 7-8 Oktober 2017. Sementara untuk Medan sudah diadakan pada tanggal 4-5 Maret 2017 kemarin. 

Untuk Bunda dan Ayah yang masih ingin berkonsultasi dan mendapatkan informasi terbaru seputar tumbuh kembang dan gizi anak, Bunda dan Ayah bisa mengunjungi website Dancow Parenting Club

Kalau anak-anak pulang membawa pengalaman serunya bermain, saya pulang membawa kepercayaan diri yang baru. Saya jadi semakin percaya diri untuk lebih memberikan ruang eksplorasi kepada Icha dan Faisya, tentu saja dengan tetap memperhatikan asupan nutrisi salah satunya dengan memberikan Nestle DANCOW Advanced Excelnutri+ sesuai tahapan usianya. [Novri.Nh]

Sabtu, 01 April 2017

Bunga Cantik Dari Karton Telur

April 01, 2017 0 Comments

Sudah lama saya ingin mengajak Icha dan Faisya membuat hiasan dinding bunga cantik dari karton telur ini, tapi nyari-nyari karton telurnya ngga dapet-dapet. Sampai suatu hari, di onggokan sampah pinggir jalan saya melihat dua buah karton telur tergeletak begitu saja.. hehe. Beberapa bagian agak basah, tapi untungnya masih bersih dan tidak berbau. Jadi saya bawa pulang dan saya jemur dulu sampai karton-karton itu kering sempurna.

Sambil menunggu karton kering, saya dan Icha menyiapkan alat-alat yang diperlukan yaitu :

1. Gunting
2. Cat air, kuas, palet dan air
3. Lem UHU

Untuk bahan-bahannya :
1. Karton telur
2. Kanvas ukuran 20 x 30 cm
3. Kawat tangkai bunga
4. Daun
5. Selotip tangkai
6. Glitter ( ngga pakai glitter juga ngga apa-apa )

alat dan bahan
Setelah karton kering sempurna dan alat / bahan lengkap yuk kita mulai membuat. Begini caranya :

1.  Pertama-tama, gunting karton telur menjadi bentuk bunga. Karena karton telur lumayan keras, Icha agak kesulitan juga. Saya bantu dengan menggunting karton telur satu per satu setiap cekungan, kemudian Icha yang membentuk kelopaknya. Saya tinggal finishing untuk merapikan bentuk kelopaknya. Buat kurang lebih 8-10 buah. ( saya buat 9 ). Setelah itu buat juga bulatan-bulatan kecil, dari sisa karton telur, dengan diameter kira-kira 1 cm. Jumlah bulatan menyesuaikam jumlah bunga yang kita buat.


2. Kemudian warnai kelopak kelopak bunga tersebut dengan menggunakan cat air. Bagian ini yang paling disukai anak-anak. Faisya pun semangat ikut mengoleskan kuas. Kita bisa mulai dari satu sisi dulu, misalnya bagian bawah, lakukan untuk semua kelopak. Biarkan kering dan lanjutkan dengan bagian atasnya. Taburi glitter secukupnya di bagian dalam kelopak. Jemur atau angin-anginkan sampai kelopak-kelopak tersebut kering. Warnai juga bulatan bulatan yang telah kita buat tadi, dengan warna yang sama dengan kelopak.


3. Sambil menunggu kelopak kering, kita warnai kanvas dulu yaa.. lagi-lagi anak-anak berebutan mewarnai dan memilh warna.Akhirnya kami memilh warna biru muda


4, Masih sambil menunggu kelopak dan kanvas kering, kita  siapkan kawat tangkai bunga. potong sekitar 15-20 centimeter sebanyak kelopak bunga. Lilit dengan selotip tangkai sampai semua bagian tertutup. Jangan lupa sisipkan beberapa daun pada tangkai tersebut. Bagian ini agak sulit, jadi anak-anak merelakan saya yang mengerjakannya, hehe..

5. Jika kanvas dan kelopak bunga sudah kering, kami bersama-sama mulai menyusun bunga pada kanvas. Susun se natural mungkin. Bayangkan kita sedang menyusun rangkaian bunga. Kemudian lekatkan dengan lem UHU. Setelah bunga menempel pada kanvas, tempelkan bulatan bulatan kecil tadi pada bagian tengah bunga. Pilih warna yang berbeda antara bunga dengan bulatan ya..
oiya, sebenarnya dari resep aslinya bulatan kecil ini pakai kancing plastik. tapi untuk kesan natural saya menghindari bahan plastik, jadi saya akalin seperti ini.

6, Susun tangkai dibawah kelopak bunga. lekatkan dengan lem. atur supaya tangkai tampak terhubung dengan bunga ya.. 


 7. Nah.. jadi deh, hiasan bunga cantik dari bahan karton telur. Lucu dan unik kan?


Cara membuat hiasan bunga dari karton telur ini saya adopsi dari sini . Saya modifikasi di beberapa  karena menyesuaikan bahan yang tersedia. Kerajinan ini juga pernah dimuat di majalah Sakinah

Semoga bisa menjadi inspirasi berkreasi di akhir pekan bersama anak-anak [Novri.nh]

Follow Us @soratemplates