Selasa, 27 Maret 2018

# Game Level 9 # Institut Ibu Profesional

Think Creative day #1 Hemat Dengan Siasat



Tidak terasa, kuliah Bunda Sayang telah memasuki catur wulan terakhir. Artinya hanya tinggal 4 tantangan lagi. Dan di level 9 ini tantangannya adalaaaaah.... "Think Creative !!!"

Terdengar mudah ? Ternyata tidak. Meskipun saya sehari-hari biasa bergumul dengan aktivitas crafting, bukan berarti tantangan kali ini mudah. Di level 9 ini, para ibu diajak belajar menjadi ibu yang kreatif karena semua anak pada dasarnya terlahir kreatif.

Kali ini, saya dan Icha sepakat membuat cover sampul Al Qur'an. Sebenarnya, diawal sempat ada negosiasi untuk membeli Al Qur'an baru, dan alhamdulillah negosiasi berakhir dengan win win solution, mengingat bagian dalam Qur'an masih sangat bagus kondisinya, hanya sampul saja yang lecek dan sobek-sobek, kami bersepakat membuat cover cantik supaya Al Qur'an nya cantik kembali. Yess! ((Aman dompet mamak))

Tahap pertama, ubek-ubek kotak ajaib bahan craft saya. Masih ada sisa kain goni, perca kain katun dan renda-renda. Saya tawarkan konsep cover goni kombinasi katun yang bernuansa rustic. Alhamdulillah, bahan lengkap antara lain
- kain goni potong secukupnya sesuai bagian yang akan di cover
- kain perca
- karton tipis, saya gunakan dus bekas susu bubuk
- renda
- lem tembak, lem UHU serbaguna

Langkah-langkahnya:
1. Potong karton tipis dari dus bekas susu sesuai lebar sampul Qur'an
2. Potong kain goni dan perca, seukuran karton (dikombinasi)
3. Rekat dengan lem uhu bagian permukaan cover
4. Lipat ke dalam sisa-sisa kain goni dan, perca, rapikan/rekatkan dengan lem.
5. Jahit sisi-sisi lipatan kain di bagian dalam dengan pinggiran cover.

This is it, cover Qur'an rustic a la Icha dan Mama !

Ilmu meng-cover ini saya dapatkan dari salah satu kegiatan offline Rumah Belajar Craft & DIY IIP Surabaya Sidoarjo yang saya ikuti. Alhamdulillah, Icha puas sekali dengan kreasi cover kami.



#tantangan10hari 
#level9
#kuliahbunsayiip 
#thinkcreative

3 komentar:

  1. Wah kreatif banget. Sampulnya jadi cantik & kesannya etnik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya mbak.. begitulah siasat emak2 menghemat pengeluaran ^^

      Hapus
  2. Jadi inget waktu pesantren dulu. Di sana juga santrinya suka nyampul qur'annya kalau sudah ga karuan cover aslinya. :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca, yuk tinggalkan jejak dengan komentar yang santun