Minggu, 30 September 2018

7 Fakta Seru Tentang Batang Yang Sebaiknya Kamu Tahu

September 30, 2018 4 Comments
salah satu pemandangan
di kabupaten Batang
( foto milik @mr.ajiprasetio)

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan seseorang tentang kota asalnya, Batang, yang dianggap kurang dikenal. Saya juga asli Batang lho... !   Bener nggak sih kalau kabupaten Batang itu kurang dikenal ? Katanya warga Batang seringkali terpaksa mengaku sebagai warga Pekalongan jika berkenalan dengan orang lain dari luar daerah

Iya juga sih, sayapun sering mengalami hal itu. Kadang-kadang disangka Batam atau  Batanghari. Setelah dijelaskan, bahwa Batang itu dekat Pekalongan si penanya baru ngeh. Secara geografis, Batang memang terletak bersebelahan dengan Pekalongan, namun sejatinya mereka adalah dua wilayah yang berbeda. Padahal kabupaten Batang terletak di jalur pantura yang cukup ramai. Yang bepergian menggunakan mobil atau bus malam dari Jawa Timur ke barat (arah Jakarta atau Jawa Barat) biasanya melewati Batang. Kotanya ya nggak kecil – kecil amat, setidaknya tercantum jelas di atlas Indonesia, he he. 

Dan berikut ini saya coba merangkum 7 ( tujuh ) fakta seru tentang Kabupaten Batang agar teman-teman lebih kenal. Apa saja itu? Yuk disimak..

Kabupaten Batang itu...

1. Sudah berusia lebih dari 400 tahun
Kabupaten Batang secara resmi dibentuk pada tanggal 8 April 1966 tepat pada hari Jumat Kliwon. ( sumber Wikipedia ). Namun. ada sumber yang menyebutkan bahwa pada Senin Pon 8 September 1614, Sultan Agung melantik Pangeran Mandurorejo sebagai Adipati Batang yang pertama. Meskipun setelah itu, yaitu pada tanggal 1 Januari 1936 kabupaten Batang dihapus dan digabung ke Pekalongan oleh Belanda karena pertimbangan ekonomi. Jadi secara historis usia kabupaten Batang adalah 404 tahun.. Wow.. 

2. Punya Tradisi Unik Kliwonan
Sebuah tradisi unik yang dimiliki kabupaten Batang yaitu kliwonan. Jika kamu kebetulan berada di Batang pada hari Kamis Wage, yang artinya adalah malam Jumat Kliwon, jangan lewatkan acara ini. Datang saja ke alun – alun Batang. Kliwonan menjadi ajang ‘ngalap berkah’  bagi masyarakat Batang dan sekitarnya, tentu saja bagi yang mempercayainya. Ngalap berkah (mencari berkah) yang dimaksud mulai dari berkah jodoh, pengobatan, atau rejeki dalam hal ini berdagang. Tradisi kliwonan berkembang menjadi momen pasar malam rutin bulanan, yang juga sebagai sarana hiburan dan wisata domestik bagi masyarakat setempat.
Keramaian kliwonan Batang ( foto dari www.portalbatang.id )

3. Punya Kuliner Khas Sego Megono
Kuliner khas daerah Batang yaitu sego megono. Sego megono sendiri sebenarnya makanan khas pantura, bisa dijumpai di daerah pantura lain yang sejalur dengan Batang. Sarapan sego megono sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat Batang . Sudah tahu sego megono belum ? Megono yaitu cacahan gori (nangka muda) dengan bumbu kelapa bercita rasa agak pedas dan cenderung asin, dimakan dengan nasi hangat plus tempe goreng. Apalagi ditambah secangkir teh hangat. Hmm… sedapnya..! jangan lewatkan sarapan sego megono jika berkunjung ke Batang.
foto dari www.kabarkuliner.com

4. Merupakan Daerah Pertama di Jawa Tengah Yang Mencanangkan Zona Integritas Bebas Korupsi.
Dibawah kepemimpinan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo (tahun 2012-2017) Kabupaten Batang menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang mencanangkan zona integritas bebas korupsi. Dengan menggandeng ICW dan KPK, Yoyok meminta seluruh jajaran birokrasi menandatangani pakta integritas tidak korupsi untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Pada tahun 2015   Yoyok  Riyo Sudibyo berhasil meraih penghargaan BHACA atau Bung Hatta Anti Corruption Award. (sumber www.bunghattaaward.org)
Yoyok Riyo Sudibyo ketika menerima penghargaan BHACA
bersama walikota Surabaya Tri Rismaharini ( foto dari www.satuharapan.com)

5. Ada Tempat Penangkaran / Konservasi Satwa Milik Taman Safari Group
Taman Safari Indonesia (TSI) mendirikan tempat penangkaran atau konservasi satwa di Batang, tepatnya di kawasan pantai Sigandu. Tempat penangkaran ini diberi nama Batang Dolphin Center (BDC). Dalam pengelolaan BDC ini, Taman Safari Indonesia  bekerja sama dengan BKSDA atau Badan Konservasi Sumber Daya Alam. BDC bukan hanya tempat konservasi satwa tetapi juga dibuka sebagai tempat wisata keluarga bagi masyarakat Batang dan sekitarnya. Meskipun namanya Dolphin Center, namun BDC tidak hanya menangkarkan lumba-lumba. Tercatat BDC sudah berhasil menangkarkan lamma, gnu (gnou/hewan kambing wildebeest),  emu (sejenis burung berukuran besar asli dari Australia) dan beberapa satwa lainnya.
  ( foto milik www.jalanwisata.id )
6. Ada Jalur Tol, lho..!
Di Batang, telah dibangun jalur tol yang menghubungkan Batang dengan Semarang. Jalur tol sepanjang kurang lebih 75 km ini merupakan bagian dari jalur tol trans Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi Jawa Timur. Proyek pembangunan jalan tol telah dimulai awal 2017 dan diperkirakan selesai November 2018, sehingga ditargetkan bisa beroperasi pada awal 2019. 
tol Batang - Semarang dalam proses pembangunan ( foto www.tribunnews.com)

7. Sedang Dibangun Proyek PLTU 
PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang dibangun di kabupaten Batang ini terletak di Desa Ujungnegoro kecamatan Tulis. Konon, PLTU Batang ini merupakan PLTU terbesar se Asia Tenggara. Dibangun diatas lahan seluas 226 hektar, kapasitas listrik yang dihasilkan 2 x 1000 MW. Proyek pembangungannya diperkirakan selesai dalam waktu 5 tahun, mulai dari tahun 2015 dan direncanakan selesai tahun 2020. 
PLTU Batang ( sumber foto www.mBatang.com )

Nah, ternyata banyak juga kan, fakta seru tentang kabupaten Batang. Bahkan diantaranya sudah menjadi headline berita nasional. Sebenarnya fakta serunya nggak cuma 7 sih, masih banyak yang menarik lainnya dari kabupaten Batang. Tapi mudah-mudahan yang 7 ini bisa mewakili dan bikin kita lebih kenal  dengan Batang.

Semoga setelah ini tidak ada lagi yang bingung mendengar kata Batang kalau kenalan dengan saya ya.. :D



Follow Us @soratemplates