Foto dari Unsplash

Hari itu, untuk kedua kalinya dalam satu bulan anak-anak pulang sekolah dengan membawa kitir berita duka. Isinya serupa dengan minggu sebelumnya, yaitu informasi meninggalnya ayah dari salah seorang siswa di sekolah mereka. Seperti biasa, setiap menerima berita duka saya harus bersiap menerima pertanyaan dari si bungsu. Pertanyaan yang polos tapi terkadang jawabannya bisa membuat airmata menetes saking terharunya.

"Mama, kenapa orang harus meninggal..?"
"Kenapa ayah-ayah sering meninggal duluan...?"

Meskipun saya berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah, tapi pemahaman anak seumur Fay sepertinya belum bisa sepenuhnya mengerti apa itu hakikat hidup dan kematian.

"Aku nggak mau, Mama sama Abi meninggal...."  ujarnya sambil memeluk saya. "Janji ya, Ma.. jangan meninggal...?"

Duh, mau jawab apalagi coba?

Pikiran saya lantas berkelana, teringat materi pada acara kajian parenting sekolah beberapa waktu silam. Kala itu Ustadz membahas makna Surat An Nisa ayat 9 yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut:

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang - orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap ( kesejahteraan ) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa suatu ketika setiap orang akan meninggalkan generasinya. Dengan kata lain  kematian adalah sebuah keniscayaan yang pasti akan terjadi pada semua makhluk yang berjiwa.

Di ayat tersebut juga termaktub dengan jelas, agar ketika kita meninggalkan dunia fana jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah. Lemah iman, lemah ibadah, lemah ilmu dan juga lemah ekonominya.

Deg !

Saya terhenyak. Sebuah pertanyaan besar mengisi pikiran saya. Sudah siapkah saya meninggalkan atau ditinggalkan ?

Iman, ibadah, ilmu untuk anak-anak.. insyaa Allah sudah kami siapkan sebaik mungkin dengan berusaha menerapkan pola pengasuhan yang tepat sesuai tuntunan agama. Juga dengan bantuan lembaga sekolah berbasis keagamaan yang kualitas pendidikannya tidak kami ragukan.

Namun ketika dihadapkan pada pertanyaan, bagaimana dengan ketahanan ekonominya kelak? Lalu hening.

Menurut survei inklusi keuangan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan )* hanya 1,5 % saja dari orang di Indonesia yang mempersiapkan dana darurat bila terjadi risiko. Hemm, berarti saya termasuk kelompok yang 98,5 % dong ?

Masih dari survey inklusi OJK sekitar 96,7 % responden mengaku memiliki tujuan keuangan untuk 'memenuhi kebutuhan sehari - hari'. Dengan kata lain, kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan dana darurat terbilang masih sangat rendah.


Prudential Indonesia
dari kiri ke kanan : Mas Arie MC, Bp. Ari Purnomo dan Bp. Himawan Purnama
Hal ini disampaikan oleh Bapak Ari Purnomo, Head of Sharia Business Prudential Indonesia di Visma Coffee Art & Co Surabaya ketika peluncuran produk terbaru Prudential, PRUCinta, tanggal 11 Maret 2020 kemarin. Alhamdulillah, saya bersama beberapa teman blogger dan awak media berkesempatan meliput momen berfaedah ini.

Selain Pak Ari, dalam acara ini juga hadir Bapak Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia. Menurut pemaparan Pak Himawan, berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, salah satunya yaitu kondisi meninggalnya si pencari nafkah yang notabene adalah sumber penghasilan utama. Dana ini harus mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah selama satu tahun. Have you ?

PRUCINTA
Bapak Ari Purnomo dan Bapak Himawan Purnama
seusai peluncuran PRUCinta di Visma Coffee Art & CO

Tentang Prudential Indonesia

Nama Prudential tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan asuransi yang memiliki nama lengkap  PT. Prudential Life Assurance ini sudah berdiri sejak tahun 1995. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA) yang kantornya ada di Hongkong.

Tahun 1999, Prudential Indonesia telah menjadi pemimpin pasar untuk produk asuransi berbasis investasi ( unit link ). Kemudian Prudential juga sukses memimpin pasar asuransi syariah sejak mendirikan Unit Usaha Syariah di tahun 2007.

Sampai dengan akhir desember 2018, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 6 kantor pemasaran ( Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan dan Batam )  dan 404 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia. Saat ini tercatat ada 250.000 lebih tenaga pemasar berlisensi yang melayani kurang lebih 2,1 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Prudential Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK )

Kata Public Figure Tentang PRUCinta

Salah satu public figure yang menjadi nasabah setia Prudential adalah Ibrahim Imran, musisi yang akrab disapa Baim. Suami Artika Sari Dewi ini menyambut baik peluncuran PRUCinta. Baginya, Artika dan kedua buah hatinya Abbey dan Zoe adalah yang terpenting.

prudential syariah
Foto Baim bersama keluarga ( sumber : Google )

Sebagai seorang kepala keluarga, terlebih dengan resiko pekerjaan yang mengharuskannya sering travelling dan sangat mobile,  sewaktu - waktu bisa saja mendahului mereka. Oleh karena itu perlu persiapan maksimal untuk memastikan kesejahteraan hidup keluarga jika harus ditinggalkan nantinya. Baim sepakat bahwa mencintai adalah melindungi, dan menurutnya  PRUCinta sejalan dengan  bentuk perlindungan yang ingin dia berikan kepada keluarganya.

Keputusan memiliki polis asuransi PRUCinta, sudah menjadi langkah kecil Baim dalam mempersiapkan solusi perlindungan besar bagi orang - orang yang dicintainya.


Kenapa Harus PRUCinta ?

Pemaparan panjang lebar pak Ari dan Pak Himawan, banyak membuka pikiran saya akan pentingnya sebuah 'persiapan perlindungan' untuk orang tercinta. To love is to protect, bukti cinta terbaik untuk keluarga adalah perlindungan yang maksimal. Setuju ?

Asuransi Syariah PRUCinta merupakan produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah. Konsep sharia for all menjadikan produk ini dapat memberikan perlindungan secara maksimal yang dapat dinikmati oleh siapapun, bukan hanya kalangan tertentu. Selain itu, ada 5 alasan utama kenapa harus memilih PRUCinta

1. Simple dan terjangkau

Dengan kontribusi Rp. 300.000/bulan, kita sudah dapat memiliki perlindungan maksimal untuk keluarga tercinta. Bahkan, masih ada keuntungan tambahan jika dibayarkan per tahun, nasabah HANYA membayar 11 bulan kontribusi, atau hanya senilai Rp. 3.300.000 / tahun.

Prudential


2. Memberikan Manfaat Perlindungan Yang Menenangkan Pikiran

Manfaat perlindungan yang diberikan PRUCinta antara lain :
  • Santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru' yang lebih optimal selama 20 tahun dengan masa pembayaran kontribusi hanya 10 tahun 
  • Manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan
  • Manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan serta 4x santunan asuransi meninggal dari Dana Tabarru' dan sesuai ketentuan polis, jika insiden terjadi dalam periode 6 ( enam ) minggu sejak tangal 1 Ramadhan ( penentuan 1 Ramadhan menurut ketetapan Pemerintah )

Masih ada manfaat tambahan berupa tambahan 10 % nilai tunai dari total kontribusi*) dan dibayarkan saat jatuh tempo, apabila nasabah melakukan hal-hal sesuai ketentuan berikut:

  • e-Submission / pendaftaran online
  • e-Policy / menerima polis secara online
  • e-Transaction Statement / menerima pernyataan transaksi melalui email
  • Pembayaran melalui autodebit rekening / kartu kredit
  • Tidak pernah lapsed 
*) promo ini berlaku s.d 30 Desember 2020


3. Jangka Waktu Maksimal 20 tahun, dapat diperpanjang tanpa medical check up

4. Produk ini termasuk dalam Program Wakaf Prudential, sehingga dapat dijadikan Wakaf Hidup dan Wakaf Wasiat.
  • Wakaf Hidup dilakukan saat manfaat jatuh tempo di akhir tahun ke 20 dibayarkan
  • Wakaf Wasiat dilakukan saat santunan asuransi atau nilai tunai dibayarkan.
Ketentuan Wakaf mengikuti program Wakaf Prudential yang sudah berjalan.

5. Karena hanya CINTA yang dapat hidup selamanya, kita tidak.

Perlindungan untuk keluarga merupakan bentuk cinta yang tak lekang oleh waktu. Sebab kehidupan tidaklah kekal,  tetapi cinta abadi untuk keluarga dapat diwujudkan dengan memberikan perlindungan yang maksimal melalui PRUCinta.

Prudential Indonesia
Ngicipin duduk di kursi narsum sebelum narsum yang asli datang, hihi :D

PRUCinta dihadirkan sebagai solusi yang relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi syariah yang simple, terjangkau dan mudah dipahami.

Hidup,mati, jodoh, rejeki memang hak mutlak dari Sang Pemberi Kehidupan. Namun, tidak ada salahnya kita berikhtiar memberikan yang terbaik bagi orang-orang tercinta.


Catatan :

Artikel ini hanya bersifat informasi. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Asuransi Syariah PRUCinta, silakan mengunjungi website resminya, atau menghubungi agen pemasar Prudential terdekat ( Niswa 0812 3553 1944 )