Bismillahirrahmannirrahim..

Finally, sampai juga kita eh saya di penghujung kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Di materi minggu ke 9 ini para ibu diarahkan untuk menjadi seorang Change Agent atau Agen Perubahan. Apa ya agen perubahan itu, biasanya yang kita sering lihat cuma agen elpiji, agen telur atau agen baju muslim #ehh 
Untuk menjadi seorang agen perubahan, cek kembali ada di ranah apa passion (ketertarikan minat ) kita dan mulailah lihat isu sosial di sekitar kita. Setelah itu kita belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Mari kita perhatikan rumus berikut ini :


Social Venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Untuk membuat perubahan di masyarakat mulailah dari rasa empathy, kemudian merancang sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hmm.. sounds rumit bin puyeeng *kliyengan*

Baiklah.. saya mencoba membuat rancangan untuk menjadi seorang agen perubahan. Dimulai dengan melihat kembali passion saya dari NHW #1 sampai #8 tetap tidak berubah yaitu : crafting  dan blogging

Apa yang bisa saya lakukan dengan ketertarikan saya di bidang crafting dan blogging  ?
Isu sosial apa yang saya temukan di masyarakat ?
Rancangan apa yang bisa saya buat sebagai solusi atas isu sosial yang terjadi?

Saya mencoba menuangkannya ke dalam bagan berikut ini :



-Minat / passion : crafting dan blogging.

-Skill di bidang craft : membuat kreasi kerajinan dari bahan-bahan sederhana.

-Skill di bidang blogging : menulis / menyampaikan ide kreasi, cara pembuatan maupun hasil kreativitas melalui blog pribadi

-Isu sosial yang terjadi di lingkungan sekitar : anak-anak yang lebih asyik bermain gadget daripada permainan-permainan yang mengasah kreativitas, dan ibu-ibu yang lebih sering mengisi waktu luang dengan kegiatan yang kurang bermanfaat

-Masyarakat : anak-anak, remaja, ibu-ibu dan semua yang memiliki minat/ketertarikan di bidang craft

-Ide Sosial : mengadakan kelas pelatihan craft sederhana.

Sebuah rancangan yang (terlihat) sangat sederhana. Memang, tidak harus menyusun rancangan yang sulit, karena dimulai dari yg sederhana kita dapat melakukan sebuah perubahan asalkan dibarengi dengan kemauan, komitmen dan konsistensi yang kuat. 

Catatan penting yang perlu diingat ketika seorang ibu telah melaksanakan misi sosial di masyarakat adalah KELUARGA tetap no 1. Protes dari suami adalah peringatan lampu kuning, berarti ada yang tidak seimbang. Protes dari anak, adalah peringatan LAMPU MERAH yang artinya kita harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.


*abaikan ilustrasi lebay diatas. He he !

Setelah tahapan-tahapan tersebut terlaksana, tercapailah indikator seorang bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya. Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan rasa tentram. In syaa Allah.


*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas perkuliahan Matrikulasi Institut Ibu Profesional

*Sumber bacaan :
-Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional sesi #9
-Nice HomeWork #9