Image Slider

Cara Membuat Hoop Art Sederhana ( Bagi Pemula )


Assalamu'alaikum,

Rasa penasaran ingin mempraktekkan cara membuat hoop art akhirnya kesampaian juga. Meskipun masih level pemula, hehehe. Bahan-bahannya pun seadanya, senemunya di kotak harta karun craft saya. Alhamdulillah, masih punya pemidangan dan beberapa printilan lainnya. Oke deh, mari kita praktekkan cara membuat hoop art !

Baca juga yuk : Mengenal Kreasi Hoop Art

Alat dan bahan hoop art
1. Midangan, saya pakai ukuran diameter 15 cm
2. Kain goni
3. Benang rajut + jarum besar
4. Beberapa bunga mawar dan pita

Hoop art
Alat & bahan membuat hoop art sederhana

Cara Membuat Hoop Art Sederhana

Seperti judulnya, ini hoop art sederhana ya, saya akan membuat tulisan favorit saya 'home sweet home' pada media kain goni, yang nantinya dihias bunga dan pita. InsyaAllah mudah banget

1. Buat pola tulisan untuk nge blat, supaya sulaman tulisan bisa rapi


2. Gunakan tusuk tikam jejak untuk membuat tulisan mengikuti pola yang sudah kita buat

Cara Membuat Hoop art untuk pemula
Tampak depan

Cara membuat hoop art untuk pemula
Tampak belakang

3. Tambahkan hiasan bunga dan pita, sesuai selera

Tutorial membuat hoop art untuk pemula

Ini dia hasilnya. Lumayan lah, bisa nambah wall decor dirumah. Bagaimana, tutorial cara membuat hoop art sederhana ini apakah mudah dipahami ? InsyaAllah mudah banget kan ? Jika ada yang ingin ditanyakan silakan drop di kolom komentar.

Yuk dicoba, semoga bermanfaat yaa...^^

Cerita Tentang Kunjungan PT. Indofood ke Rumah Saya ( True Fact About Indomie )


Assalamu'alaikum..

Seperti janji saya di postingan instagram, saya mau ngasih bocoran cerita tentang kunjungan PT. Indofood ke rumah saya. Kemarin, Selasa, 6 Agustus 2019, ada Ibu Laila Nurdiana PR Assistant dari Indofood Pasuruan yang datang ke rumah saya untuk  follow up keluhan pelanggan yang saya kirimkan melalui email.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya dalam hati, keluhan apa sih yang saya sampaikan koq sampai - sampai Indofood mengadakan kunjungan ke rumah ? Jadi ceritanya begini, saya membeli 2 bungkus Indomie Rasa Kari Ayam di warung dekat rumah. Ndilalah bubuk cabenya kosong, di sasetnya nggak ada isi bubuk cabe sama sekali. Kemudian, saya mengirim keluhan pelanggan melalui alamat email yang tertera di kemasan.

Saset bubuk cabe kosong

Kenapa 'hanya' karena nggak ada bubuk cabe aja komplain sih ? Sebagai konsumen yang baik ( eciee..) , saya ingin memberikan feedback ke perusahaan. Meskipun kelihatannya sepele tapi idealnya produk diterima consumer dalam kondisi lengkap, kan..? Bayangkan jika produk yang gagal packing ini terproduksi (tidak sengaja diproduksi) dalam skala besar dan perusahaan tidak tahu karena tidak ada feedback dari konsumen. Berapa ratus consumer yang kecewa ? Nah, dengan adanya feedback dari consumer, minimal perusahaan bisa menelusuri dimana missed nya dan mungkin memperbaiki jika ada kesalahan proses. Alhamdulillah, pihak PT. Indofood menanggapi keluhan saya dengan sangat baik. Email saya langsung mendapat balasan yang kemudian ditindaklanjuti dengan home visit.

Sebelumnya, saya diminta untuk melengkapi informasi seputar keluhan yang saya sampaikan. Diantaranya, detil varian produk yang dikeluhkan, jumlah produk bermasalah, kode produksi dan tanggal kadaluarsa produk, mengirim foto produk yang bermasalah dan diminta menyimpan kemasan yang bermasalah. ( Harusnya kemasan dan isi, tapi isinya sudah habis, hehehe )

Setelah data lengkap saya kirimkan, akhirnya saya dihubungi oleh ibu Laila Nurdiana, Public Relation Assistant Indofood Kantor Pasuruan. Oiya, kenapa yang menghubungi saya dari Pasuruan, saya pikir karena cabang terdekat karena saya tinggal di Sidoarjo. Ternyata dari kode produksi yang tertera di kemasan tertulis kode PSRxxx yang artinya produk yang saya terima merupakan produksi dari Indofood Pasuruan. Karena itu, Indofood Pasuruan yang menanggapi keluhan saya lebih lanjut.

Setelah beberapa kali telponan, singkat cerita sampailah Ibu Laila ke rumah saya. Dan, ternyata masih muda dong orangnya, hehee.. ( makanya saya panggil mbak aja ). Pertama - tama mbak Laila menyampaikan permohonan maaf dan menyerahkan complimentary product sebagai permohonan maaf atas kejadian yang saya alami.

Complimentary product dari Indofood

Sebagai konsumen saya senang karena Indofood aware dengan keluhan pelanggan. Seperti yang mbak Laila sampaikan bahwa the real quality control is in customers hands. Sebuah perusahaan besar pastinya memang tidak akan mengesampingkan keluhan dari pelanggannya.

Dari ngobrol - ngobrol dengan Mbak Laila, saya sedikit banyak jadi tahu tentang proses produksi mulai dari proses pembuatan mie nya sampai pengepakan. Dan ternyata banyak informasi keliru yang selama ini saya (dan mungkin kalian juga) ketahui selama ini. Ini beberapa diantaranya,

1. Indomie TIDAK mengandung zat lilin

Pernah dengar informasi bahwa Indomie mengandung zat lilin ? Trus, katanya nih kalau masak mi, air rebusan pertama harus dibuang, diganti air yang baru. Konon hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan lapisan lilin ( ada juga yang bilang untuk ngilangin zat-zat pengawetnya ). Saya termasuk yang percaya itu , hehe..

Zat - zat yang ditambahkan di Indomie semuanya tercantum dalam ingredients yang disebutkan pada kemasan. Dan daftar itu telah melalui pengawasan BPOM dan Depkes RI.  Lilin sendiri bukan merupakan zat tambahan pangan. Jadi tidak mungkin jika ditambahkan ke dalam makanan. Air rebusan pertama, memang biasanya berwarna kuning keruh, hal itu bukan karena adanya zat lilin, tetapi karena mie nya sendiri yang berbahan tepung pastinya akan luruh ketika direbus. Dan jika air rebusan pertama ini dibuang, rasa mi yang kita buat jadi beda, lho..

Perhatikan juga saran penyajian yang tertulis pada kemasan agar citarasa produk bisa kita nikmati dengan maksimal.

2. Indomie TIDAK mengandung pengawet

Jujur, saya pribadi sudah beranggapan mi instan ( apapun merknya) itu sarangnya pengawet. Ternyata kunci pengawetan Indomie ada pada proses pengeringan mie nya yang dikeringkan dan digoreng dalam minyak panas suhu 140 derajat celsius. Karena tidak mengandung pengawet, umur produk Indomie tidak lama, yaitu sekitar 8 ( delapan ) bulan dari tanggal produksi. Untuk itu penting ya, selalu perhatikan tanggal kadaluarsa produk sebelum mengkonsumsi Indomie.

3. Indomie AMAN dikonsumsi tanpa direbus

Karena mie instan pada produk Indomie diproses dengan digoreng dalam suhu dan waktu tertentu, Indomie aman dikonsumsi sebelum direbus. Jadi ingat jaman SD dulu, saya suka makan mi instan diremuk langsung dari bungkusnya hehehe.. Alhamdulillah, aman ternyata.

4. Apakah Indomie Bisa Memenuhi Kebutuhan Gizi ?

Tahu kan kandungan mi itu apa  ? Yup, karbohidrat.  Karbohidrat saja tanpa tambahan bahan lain tentu belum mencukupi kebutuhan gizi sehari - hari. Untuk itu, disarankan mengkonsumsi Indomie bersama bahan pelengkap lainnya, ayam telur, sayur untuk mencukupi keutuhan gizi tubuh.

Jadi, kalau ada yang nanyain ini di bungkus Indomie ada gambar ayam telur dan lain - lain, tapi di isi nya kok ngga ada, hehe.. Jangan dicariin dimana ayamnya ya, gambar yang ditampilkan di bungkus itu merupakan cara penyajian yang disarankan agar Indomie bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari -hari.

5. Kandungan MSG Dalam Bumbu, Amankah?

Penambahan MSG pada produk Indomie sudah mengikuti standar komsumsi yang diijinkan. Jadi insyaAllah aman dikonsumsi.

Sekedar perbandingan, bisa jadi kadar MSG pada semangkok bakso atau mi ayam lebih banyak daripada sebungkus mi instan.

Setelah tahu true fact tentang Indomie, kekhawatiran saya jadi berkurang. Buat saya Indomie itu penolong banget saat lagi malas masak. Malahan kadang-kadang bisa jadi moodbooster kalau lagi suntuk.

Tapi tetap diingat ya, konsumsi apapun dalam jumlah berlebihan juga nggak baik.

Oiya, di akhir obrolan mb Laila juga menginformasikan bahwa pabrik Indofood terbuka kunjungan untuk umum lho. Pesertanya bisa mulai anak-anak TK sampai dewasa. Dengan minimal peserta 30 orang. Pihak Indofood akan menyediakan fasilitas transportasi termasuk antar jemput dari lokasi peserta ke pabrik Indofood. Kegiatan ini bisa jadi sarana wisata edukasi buat teman-teman yang punya komunitas di lingkungannya. Atau untuk kegiatan sekolah. Bagaimana, tertarik ?


Disclaimer:

Artikel ini bukan sponsored post. Isi berdasarkan hasil bincang-bincang dengan Ibu Laila Nurdiana, PR Assistant Indofood Pasuruan. Informasi dan pertanyaan lebih lanjut mengenai produk bisa menghubungi nomor atau email Layanan Pelanggan yang tertera pada kemasan .

Wassalamu'alaikum...

Bye Pinguecula Berkat Insto Dry Eyes !

insto dry eyes mata sepet mata kering

Mata yang jernih cerah bercahaya, pastinya dambaan setiap insan tak terkecuali saya. Tapi apa mau dikata, kondisi mata saya ini cukup spesial. Mudah merah, perih dan kering. Terkena angin sedikit langsung merah. Apalagi jika kena debu atau paparan AC dalam waktu yang cukup lama. Bisa dibilang kondisi mata kering dan gejala-gejala lainnya seperti mata sepet, mata pegel atau mata lelah sudah jadi langganan sehari-hari. Jika sudah begitu, biasanya saya anggap sebagai 'alarm'  untuk menghentikan aktivitas yang berlebihan agar bisa memberi ruang istirahat yang lebih lama bagi mata.

Belum lama kemarin, saya dibuat gundah oleh jendela hati saya ini. Rasanya seperti ada pasir yang tersangkut di bola mata. Seperti kelilipen parah.  Mata rasanya perih seperti terbakar, tiap berkedip seperti ada yang tersayat-sayat... (Duh sedihnya kalau ingat...). Sudah beberapa kali saya merimbang mata, agar pasir atau debu yang nyangkut di mata bisa keluar.

Oiya, rimbang ini cara tradisional yang diajarkan ibu saya kalau saya kelilipan. Yaitu dengan meletakkan air bersih penuh di baskom atau gayung , kemudian celupkan wajah khususnya di bagian mata agar mata bisa terkena air seluruhnya. Buka dan kedip-kedipkan beberapa kali. (Jangan ditanya kek apa pedesnyaa.. )

Biasanya rimbang ini efektif untuk mengatasi kelilipan. Tapi kali ini tetap tidak ada perubahan, mata saya tetap seperti keselipan pasir. Yang ada malahan mata semakin pegel, merah dan perih. Setelah saya amati, ternyata bukan pasir yang ada di mata saya, melainkan ada sebuah bintik putih kekuningan di bagian putih (sklera) mata, di posisi dekat hidung. Lalu saya mencoba googling dengan kata kunci 'bintik putih pada sklera mata' Daan, apa hasilnya pemirsaa.. Ternyata yang muncul adalah beberapa artikel tentang jerawat mata. Ya Salam.. kok yo bisa-bisanya jerawat nyempil di mata, wong muka juga masih lebar.

Jadi si biang kerok mata perih dan mata kering saya selama ini adalah si jerawat mata, atau nama kerennya Pinguecula. Tapi si Pinguecula ini bukan jerawat biasa seperti yang sering muncul di kulit.

Pinguecula adalah benjolan atau bintik berwarna kuning yang tumbuh pada konjungtiva lapisan bening di sepanjang kelopak mata dan menutupi bagian putih mata / sklera ( sumber : alodokter.com )
contoh kasus pinguecula ( sumber : medicoapps.org )

Menurut alodokter.com gejala pinguecula ini antara lain, mata kering, gatal, terasa  terbakar dan seperti ada pasir yang tersangkut di dalam mata. Kondisi ini bisa membuat mata merah, nyeri bahkan bengkak. Persis seperti yang saya alami.

Kenapa Bisa Muncul Pinguecula ?


Masih menurut alodokter.com, pinguecula ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Tetapi ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan kemunculan pinguecula antara lain terlalu sering kena matahari, debu atau angin. Pinguecula berasal dari jaringan pada konjungtiva yang berubah, sehingga membentuk benjolan atau bintik kecil. Dalam benjolan atau bintik pinguecula terdapat kandungan lemak, kalsium atau keduanya.

Satu hal yang melegakan saya, bintik pinguecula ini tergolong jinak dan bukan kanker. Alhamdulillaaaah.. Pada umumnya pinguecula bisa pulih dengan sendirinya, jadi penanganannya dilakukan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang ditimbulkan yaitu mata kering, mata sepet, mata pegel dan mata lelah. Salah satunya dengan cara memberikan obat tetes mata yang tepat agar mata terasa lembab dan mengurangi nyeri yang ditimbulkan.

Untuk mengatasi keluhan-keluhan yang saya rasakan diatas, saya teringat Insto Dry Eyes dan segera membelinya di apotek terdekat.

Insto Dry Eyes kemasan 7,5 ml


Kenapa Harus Insto Dry Eyes ?


Meskipun pada beberapa kasus pinguecula dapat sembuh sendiri, namun keluhan yang ditimbulkan oleh pinguecula sungguh bukan keluhan yang ringan. Mata akan terasa kering disertai rasa sepet, pegel, perih bahkan bengkak. Pada kondisi ini mata kita memerlukan obat tetes mata yang dapat mengatasi gejala yang muncul yaitu mata kering. Dan saya memilih Insto Dry Eyes karena beberapa faktor berikut ini :

1. Mengandung Bahan Aktif Yang Memberikan Efek Pelumas Pada Mata.

Insto Dry Eyes mengandung bahan aktif hidroxyprophylmethyl Cellulose 3,0 mg dan Benzalkonium Chloride 0,1 mg untuk mengatasi gejala kekeringan pada mata  dengan memberikan efek pelumas seperti air mata. Bahan aktif tersebut juga mampu membunuh bakteri  yang rentan menyerang mata.

2. Mudah Didapat dan Terjangkau Harganya

Insto Dry Eyes cukup mudah didapatkan, karena telah tersedia di hampir semua apotek, minimarket atau toserba. harganyapun cukup terjangkau. Saya mendapatkan Insto Dry Eyes di apotek Viva Generik tidak jauh dari rumah. Kemasan 7,5 ml dengan harga 15 ribu rupiah saja.



3. Sudah Memiliki Sertifikat Halal Dari Majelis Ulama Indonesia

Satu hal yang membuat kita semakin nyaman menggunakan produk obat - obatan adalah jaminan kehalalannya. Jangan khawatir Insto Dry Eyes sudah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia yang bernomor 00140094950419

insto dry eyes halal tidak

4. Kualitas Terpercaya

Siapa sih yang tidak kenal Insto? Di Indonesia brand Insto sudah sangat dikenal masyarakat untuk kategori obat tetes mata. Terbukti Insto telah mendapatkan beberapa  penghargaan  sejak tahun 2015. Penghargaan yang telah diterima antara lain,

- Penghargaan WOW Brand yang diadakan oleh Majalah Marketers dan Mark Plus Insight pada tahun 2014 dan 2019.

- Penghargaan Superbrand Indonesia's Choice melalui survey  consumer seluruh Indonesia oleh Nielsen Company pada tahun 2015

- Penghargaan Social Media Award untuk kategori Eye Drops pada Oktober 2015

5. Kemasan Praktis Anti Tumpah dan Mudah Dibawa

Kemasan praktis Insto Dry Eyes dalam botol plastik kecil berisi 7,5 ml sangat mudah dibawa. Kemasannya yang mungil nggak akan banyak menyita ruang dalam tas atau pouch kosmetik kita, deh.. Tutup ulirnya juga menutup produk dengan rapat sehingga menjaga produk tetap higienis selama batas pemakaian yang disarankan yaitu 1 ( satu ) bulan setelah kemasan dibuka.


Aturan Penggunaan Insto Dry Eyes


Saya menggunakan Insto Dry Eyes sesuai aturan penggunaan yaitu 1 - 2 tetes pada setiap mata 3x sehari. Sesuai informasi yang tercantum pada kemasan, Insto Dry Eyes ini tidak diperuntukan bagi penggunaan jangka panjang. Jadi penggunaan Insto Dry Eyes ini saya hentikan ketika keluhan mata kering telah hilang.


Tips Mencegah Pinguecula Muncul Kembali :


Ya, pinguecula ini bisa muncul kembali. Meskipun bukan kategori penyakit berbahaya, dan umumnya bisa pulih sendiri, saya mah jangan sampai si Pingue balik lagi. Jadi selain menjaga kesehatan mata dengan nutrisi yang baik, saya memperhatikan beberapa tips ini  agar si pinguecula ini tidak muncul kembali,

1. Menggunakan kacamata hitam ketika beraktivitas di luar rumah. Selain melindungi mata dari angin dan debu, hal ini juga bertujuan menghalangi mata dari paparan radiasi sinar ultraviolet A dan B ( UV A dan UV B )

2. Menggunakan alat pelindung mata ketika bekerja dengan zat kimia atau membersihkan ruangan yang berdebu.

3. Jangan merokok. Nikotin dan zat kimia dalam rokok dapat memperburuk gejala pinguecula.

4. Last and most important, selalu sedia Insto Dry Eyes dirumah ataupun saat bepergian, gunakan jika mengalami gejala mata kering.

Alhamdulillah, berkat Insto Dry Eyes saya bisa melewati gejala mata kering yang disebabkan oleh pinguecula. Ada yang punya pengalaman dengan keluhan mata kering ? Boleh yuk berbagi kisahnya di kolom komentar.

Salam,

Mengenal Seni Kerajinan Decoupage

Pic source : RB Craft & DIY Sujo
Halo semua, semoga nggak bosen dengan postingan EnsiklopediArt saya ya? Kali ini saya ingin mengulas tentang decoupage. Sudah tahu decoupage  ?

Decoupage adalah seni kerajinan dengan cara memotong / menggunting dan menempel objek gambar pada media tertentu. Objek gambar biasanya berasal dari tisu khusus decoupage yang disebut servietten.

Decoupage berasal dari bahasa perancis yaitu decouper , yang artinya memotong. Meskipun sudah lama populer, namun masih banyak yang kurang tepat dalam pengucapan kata decoupage. Pengucapannya bukan 'dekaupej' melainkan 'dei-koo-paazh' (deikupaazh)

Sejarah Decoupage


Konon, decoupage memiliki sejarah yang panjang. Sejumlah tokoh ternama seperti Marie Antoinette, Madame de Pompadour, Lord Byron, Beau Brummel hingga Picasso pernah mempraktikan seni kerajinan ini.

Dilansir Decoupage.org, pada abad ke 12 para petani Cina menggunting kertas warna-warni dan menempelkannya untuk menghias jendela, lentera, kotak hadiah dan benda lainnya.

Namun, sumber lain juga menyebutkan seni gaya decoupage berasal dari Siberia Timur, di mana banyak makam di sana dihias dengan seni gaya decoupage.

Selain itu para pengrajin Jerman dan Polandia juga telah menggunakan seni potongan kertas ini untuk melakukan dekorasi selama beberapa abad. Para wanita dan anak-anak di Polandia, mengembangkan keterampilan melipat kertas berwarna dan memotongnya menjadi bentuk geografis, burung, hewan hingga bunga-bungaan sebelum menempelnya pada media tertentu.

Pada akhir abad 17, di Timur Jauh, sebagian besar furniturnya dihias dengan seni decoupage. Banyaknya permintaan akan benda pernis oriental di Eropa membuat kabinet Venetian menghasilkan karya palsu dengan teknik decoupage ini untuk memenuhi permintaan.

Berkembangnya decoupage di Eropa juga tak terlepas dari tren kelas menengah atas yang gemar meminta para pelukis ternama melukis furnitur hingga dinding dan langit-langit mereka. Bagi mereka yang tak mampu membayar karya para pelukis master akhirnya menggunakan teknik decoupage ini sebagai alternatif. Mereka memotong gambar seniman dan menempelkannya kembali menyerupai lukisan asli. Selama Abad ke-18 hingga 19, seni ini berkembang di Eropa.

Di Inggris pada Abad ke 19 era Victoria, teknik pemotongan dan pewarnaan rumit ini menjadi lebih sentimental. Ini bertepatan dengan pengenalan kartu Valentine, dekorasi timbul pada kertas, dan menghiasi permukaan, layar, lampu, kotak linen dan lainnya.

Nah, di Indonesia sendiri seni decoupage juga berkembang pesat dan digemari banyak kalangan. 

Bahan Utama Kerajinan Decoupage

Decoupage
Alat & bahan membuat decoupage (pic source : RB Craft DIY Sujo)

Umtuk membuat kerajinan decoupage, yang kita wajib mempunyai bahan-bahan sebagai berikut :

- Media

Ada banyak media yang bisa digunakan untuk membuat kerajinan decoupage. Bisa dari kayu, kaca, kaleng, produk anyaman pandan atau berbagai produk hasil olahan papan MDF.
Media decoupage dari kayu (pic source: tokopedia)

Media decoupage dari papan MDF (pic source : tokopedia)
Media decoupage dari anyaman pandan (pic source : tokopedia)

- Servietten / Napkin / Tisu Decoupage

Di pasaran, ada dua jenis tisu decoupage yang beredar. Yaitu tisu made in China yang biasanya dijual dengan harga yang lebih murah antara kisaran 7000 per lembar. Dan tisu made in Europe, yang harga pasarannya lebih mahal, biasanya berkisar antara 10.000 - 12.000 per lembar

Tisu decoupage ini berukuran 30 x 30 cm, memiliki 4 sisi dengan gambar yang sama/simetris.

Sejauh yang saya amati, perbedaan tisu China dengan tisu Eropa juga terletak pada teksturnya. Tisu made in China biasanya rangkap 2 cenderung bertekstur lebih kasar dan tebal. Tisu made in Eropa memiliki rangkap 3, tekstur lebih lembut. Dari segi warna tisu made in China lebih cerah namun warnanya kurang soft, tisu made in Eropa memiliki warna yang lebih lembut.

Tisu decoupage made in China (pic source : Tokopedia)

Tisu decoupage made in Europe (pic source : Tokopedia)

- Cat acrylic

Cat acrylic untuk decoupage tidak terbatas pada merk tertentu. Kita bisa menggunakan cat acrylic apa saja. Jika menginginkan kualitas warna dan hasil yang bagus, tidak ada salahnya menggunakan cat acrylic yang mahal. Di banyak toko bahan craft, cat acrylic untuk decoupage biasanya dijual dalam kemasan berisi 100 ml dengan berbagai pilihan warna.
Decoupage
Cat decoupage (pic source : Tokopedia)

- Gesso


Gesso adalah lapisan yang berbentuk semi liquid (lebih pasta) dan bertujuan untuk menutup pori-pori pada media.


Gesso dalam kemasan besar. Untuk kebutuhan craft biasanya dijual dalam kemasan kecil (pic source : google.com/tokoanekawarna)

Selain membantu menghemat penggunaan cat, gesso juga bisa melapisi bagian atas kayu menjadi putih, sehingga warna cat  yang akan digunakan lebih nampak cerah, dan sesuai dengan warna aslinya .

Ibarat kalau kita memakai bedak, gesso ini semacam foundationnya. Namun dalam pembuatan decoupage, Gesso tidak selalu digunakan atau hanya bersifat opsional jika dibutuhkan saja.

- Lem putih

Lem khusus untuk decoupage adalah lem impor. Namun di Indonesia, crafter banyak yang menggunakan lem putih ( lem craft ). Harga lem khusus decoupage bisa mencapai 125 ribuan, sedangkan untuk lem putih biasanya berkisar antara 15.000-25.000 per botolnya. Hmm, jauh juga selisihnya ya.. Pilihannya kembali kepada kita, tergantung bagaimana kualitas yang ingin dihasilkan.
Lem khusus decoupage (pic source : Tokopedia)

- Vernish

Jenis vernish decoupage berbeda dengan vernish untuk furniture. Vernish furniture biasanya berwarna agak coklat atau kekuningan. Sedangkan vernish decoupage menghasilkan lapisan yang transparan. Ada dua jenis vernish decoupage yaitu jenis doff dan glossy.

Baca Juga : Pengalaman Mengadakan Workshop Decoupage Pertama Kali

Selain bahan wajib diatas, kita juga perlu menyiapkan alat tambahan berikut ini:

1. Kuas ukuran kecil, untuk menyapukan lem, cat dan vernish.

2. Spon, digunakan untuk membantu menekan objek saat ditempel. Spon juga bisa berfungsi sebagai pengganti kuas. Jika ingin mendapatkan tekstur warna cat yang cantik, kita bisa menggunakan sea sponge. Tetapi jika sekedar untuk alat bantu meratakan cat atau menekan objeknke media, kita bisa memakai spon cuci piring, tapi yang baru yaa.. Pastikan kondisi spon kering dan bersih.

3. Alat Pengering, bisa memakai hairdryer. Pengering digunakan untuk mempercepat proses pengeringan. Namun dikeringkan secara alami dibawah sinar matahari akan lebih baik.

4. Amplas, digunakan jika menggunakan media kayu dengan kondisi permukaan yang kurang halus

5. Beberapa cup atau wadah air. Untuk membersihkan kuas agar bekas cat, lem atau vernish tidak mengering.

6. Tali rami/goni, pita atau renda. Digunakan untuk menghias hasil akhirnya nanti.

7. Jangan lupa, siapkan alas agar lantai tidak belepotan cat. Bisa kardus atau koran bekas.

Berikut beberapa contoh karya decoupage sederhana yang pernah saya buat :

Decoupage botol
Decoupage dengan media telenan kayu (foto dokpri)

Decoupage dengan media botol (foto dokpri)

Decoupage dengan media botol (foto dokpri)
Decoupage dengan media anyaman pandan (foto dokpri)

Bagi yang tertarik mencoba, silakan mengikuti tutorial membuat decoupage di postingan saya sebelumnya. Linknya bisa di klik di sini

Semoga bermanfaat ^^


Tutorial Membuat Decoupage Pada Media Botol


Habis lebaran, banyak botol bekas sirup ? Jangan dibuang ya, yuk kita membuat decoupage dari botol sirup. Barang bekas sirna, ruangan pun semakin cantik.

Apa saja yang kita butuhkan untuk membuat decoupage botol sirup?

Bahan utama membuat decoupage botol sirup adalah sebagai berikut :

1. Botol bekas sirup
2. Cat akrilik warna putih
3. Tisu decoupage
4. Lem decoupage
5. Vernish
6. Tali rami/goni

Selain itu, kita membutuhkan peralatan pendukung, antara lain :

1. Kuas kecil
2. Spon bersih

Baca juga : Mengenal Seni Kerajinan Decoupage

Oke, yuk kita mulai membuat decoupage botol sirup

1. Pastikan botol sirup sudah dalam keadaan kering dan bersih ya. Pertama-tama kita warnai dulu botol sirup dengan cat acrylic warna putih. Untuk teknik pewarnaan, saya lebih suka menggunakan spon daripada kuas. Karena cat akan lebih mudah menempel dan rata pada permukaan kaca. Caranya, ambil cat secukupnya dengan spon, kemudian ditotol-totolkan pada permukaan botol. Usahakan aplikasi cat merata. Teknik ini akan menghasilkan tekstur cat seperti kulit jeruk.


2. Setelah cat pada botol kering, lanjutkan proses menempel motif. Oiya, sebelumnya gunting dulu motif yang ada pada tisu,  yang akan ditempel pada botol. Olesi bagian yang akan ditempel dengan lem menggunakan kuas. Tempelkan motif dari tisu decoupage tersebut perlahan-lahan. Proses ini butuh kehati-hatian, agar tisu melekat dengan baik dan tidak keriput.


3. Tunggu sampai lem yang melekatkan tisu pada botol kering, ya. Setelah kering sempurna, olesi permukaan tisu dengan lem. Ingat, lem pada bawah tisu harus kering sempurna, baru boleh dioles lem lagi pada atasnya. Tunggu lagi sampai lem yang diatas kering. Pada proses ini, kita boleh menggunakan alat pengering rambut. Namun, jika cuaca memungkinkan, lebih baik dikeringkan secara alami dibawah sinar marahari.

4. Setelah proses pelapisan dengan kering sempurna, lanjutkan dengan mengoleskan vernish. Saya menggunakan vernish glossy.


5. Tunggu lagi sampai vernish kering dengan sempurna. Setelah itu tinggal menghias botol sirup dengan tali rami atau goni, bisa juga dengan pita atau renda. Sesuai selera. Ini dia hasil membuat decoupage botol sirup


Nah, semoga artikel tutorial cara membuat decoupage botol sirup ini bermanfaat ya. Sampai jumpa di postingan tutorial berikutnya ^^

Review Setrika Maspion Hijab Series


Nggak tau kenapa, saya tuh hobi banget nyetrika. Bisa menyulap setumpuk baju kusut jadi terlipat rapi, licin dan wangi tuh rasanyaa gimanaa gitu. Ada kepuasan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan.. Hahaha.. Makanya jarang saya bawa baju setrikaan ke laundry. Biasanya saya ngandelin jasa laundry, cuma karena beberapa alasan, habis bebergian lama, pas nyeri tulang punggung kambuh atau pas setrikaan di rumah rusak.

Nah, kayak kemarin pas setrikaan rusak. Saya bawa ke servisan, kata kang servisnya udah nggak bisa diperbaiki. Sudah banyak komponen yang keropos. Apa boleh buat, kata orang memang sudah waktunya dilem biru, di lempar trus beli baru wkwkw..

Pic source : instagram

Ubek-ubek tokopedia, saya ketemu setrika Maspion Hijab Series. Setrika khusus untuk hijab.  Wah , zaman now ya..  nggak cuma sampo aja yang mengeluarkan
produk hijab series, setrikaan juga nggak mau kalah.  Bikin penasaran kan yaa.. Spek nya gimana sih? Apa iya hanya bisa buat nyetrika hijab? Trus kalau buat nyetrika bahan lain, jeans misalnya, bisa tidak ?

Karena penasaran, saya order deh itu setrikaan. Hmm, ternyata begini nih rasanya pakai setrika Maspion Hijab Series. Mau tahu ? Baca sampai akhir review jujur Setrika Maspion Hijab Series ini ya.

Unboxing

Setrika Maspion Hijab Series memiliki 4 pilihan warna yaitu hijau ( seperti yang nampak pada box ), ungu, pink ( aslinya agak peach gitu ) dan biru. Keempat warna tersebut ditampilkan dalam kombinasi 2 warna senada yang lembut.
Unboxing : setrikaan, kartu garansi, lembar petunjuk penggunaan

Pada foto produk, yang ditampilkan adalah warna hijau. Saya nggak kepikiran kalau ternyata ada warna lain. Jadi saat order saya nggak pilih warna. Ternyata dapatnya warna pink agak peach gitu. Tahunya baru setelah unboxing. Tapi nggak apa-apa sih, bagus juga kok..
Saya dapat warna peach

Pertama kali mencoba saya agak kewalahan, maklum biasa pakai tipe klasik yang lebih slim. Setrikaan ini juga terasa lebih besar dan berat ketimbang tipe klasik.  Overallbody Maspion Hijab Series ini lebih gemuk dari tipe klasik.
Philips Classic yang saya pakai sebelumnya, dengan Maspion Hijab Series (pic source : tokopedia)

Body setrika terbuat dari plastik dengan desain yang cukup stylish. Ada segitiga di bagian belakang yang fungsinya sebagai sandaran ketika ditegakkan, dan dapat juga digunakan sebagai tempat menggulung kabel ketika setrika tidak digunakan.

Desain bagian belakang berbentuk segitiga


Tombol pengaturan suhu terdapat di bawah handle. Jika kita lihat dari tabel pengaturan suhu, panas maksimal memang hanya pada kain jenis katun, so setrika ini memang tidak ideal untuk menyetrika bahan jeans. Untuk penggunaan pada jenis kain lainnya seperti kaos, atau soft jeans masih aman lah.

Beneran Enak Nggak Buat Nyetrika Hijab ?


Iya, enak banget
Karena setrika ini memang spesialisasinya untuk menyetrika bahan lembut hijab seperti ceruti, sifon, dan wolfis ( heuheuu maafkan jika penulisan jenis bahannya salah yaa..). Nggak cuma hijab, gamis atau blouse. Intinya semua pakaian yang berbahan tipis atau lembut.

Pengaturan panasnya pas sehingga mengurangi resiko kain terbakar karena suhu yang terlalu panas. Jika menggunakan setrika biasa, kadang - kadang suhu terlalu panas bisa bikin kainnya katut  ( terbawa ) atau  nempel di setrikaan saking panasnya, Malah kadang - kadang sampai membuat bekas di kain. Sepanjang pengalaman pribadi saya pakai setrika Maspion Hijab Series ini aman banget untuk nyetrika bahan halus.
Soleplate Ceralon
Salah satu yang saya suka dari setrika maspion hijab series ini adalah soleplate atau alas setrika yang dilapisi Ceralon, yaitu semacam lapisan keramik anti lengket. Ceralon ini membuat permukaan alas setrikaan lebih licin, sehingga setrika mudah meluncur di atas kain hijab. Juga anti gores.

Minusnya Apa Aja ?


  • Body besar, terasa agak berat ketika dipakai
  • Material 80% terbuat dari plastik, membuat body setrikaan ini terlihat kurang kokoh. Bahkan di bagian pegangan terasa agak goyang dan bunyi kriet kriet ketika dipakai. 
  • Kurang ideal untuk kebutuhan rumah tangga, karena kurang cocok untuk menyetrika bahan jeans. ( Bisa sih, dipakai nyetrika jeans, hanya saja butuh waktu lebih lama agar kain jeans licin. Jadi gerakannya agak slow motion gitu..) Jika budget mencukupi, sebaiknya punya satu lagi setrika yang all purpose.

Dimana Belinya dan Berapa Harganya ?



Setrika Maspion Hijab Series ini saya beli online melalui toko CV. Sukses Abadi ( ditulisnya disambung ya.. cvsuksesabadi ) di Tokopedia. Harganya Rp. 125.000 dan kayaknya itu harga termurah yang ada. Beruntung pula lokasi tokonya di Surabaya jadi cuma kena ongkir 5000 ke rumah saya. Di beberapa toko offline yang sempat saya survey poduk ini belum tersedia. kalaupun ada, harga di toko offline biasanya lebih mahal terpaut 25 - 75 ribuan.

Meskipun dibeli secara online, fasilitas garansi produk tetap bisa digunakan. Di dalam box ada kartu garansi dan panduan cara mengaktifkannya. Jadi nggak usah khawatir ya. Tinggal kita daftarkan melalui SMS dengan format sesuai petunjuk di kartu garansi.

Review ini saya tulis setelah pemakaian Setrika Maspion Hijab Series sekitar 3 bulan. Sampai saat tulisan ini diterbitkan produk masih berfungsi dengan baik.


Kreasi Hoop Art, Seni Menghias Pemidangan

pic source : www.amazon.com
Bismillahirrahmannirrahim..

Sudah lama saya vakum bebikinan. Efek libur sekolah panjaaaang banget, konon niatnya mau dipakai buat ngerjakan project bebikinan yang list nya sudah nggak cukup satu halaman agenda. Tapi ternyata rencana tinggal rencana. Apa daya, anak-anak libur sekolah kerjaan emaknya malah nambah.

Pfiiuuhhh... *elap keringet..*

Di daftar pending project saya, salah satunya adalah membuat hoop art. Lihat foto - foto hoop art yang kece - kece di instagram dan pinterest, membuat darah saya mendidih ( hahaha, sangar gak tuh..) sudah nggak sabar ingin bebikinan hoop art.

Oke buat pemanasan, kita ngobrol- ngobrol dulu tentang hoop art yuuk....

Hoop art merupakan seni kerajinan menghias hoop atau pemidangan. Pemidangan, atau ada juga yang menyebut midangan atau widangan pasti sudah banyak yang tahu dong.. Ini alat craft yang termasuk old school, dari jaman kakek nenek buyut sudah ada. Midangan biasanya dipakai untuk menyulam.  Bentuknya berupa dua buah lingkaran yang dipasangkan dengan uliran diatasnya.

pemidangan ( pic source ; www.tokopedia.com )
Saya  belum menemukan sumber kapan dan siapa yang mulai mempopulerkan hoop art. Tetapi di Indonesia sendiri, hoop art masih populer sampai dengan tahun 2019 ini. Seni kerajinan hoop art memiliki tingkat kesulitan yang beragam, mulai dari sederhana, menengah dan sulit. Tergantung media dan teknik apa yang digunakan untuk menghiasnya. Hiasan yang diaplikasikan di hoop art macem - macem, bisa menggunakan flanel, kreasi kancing atau yang agak sulit biasanya dengan teknik embroideryEtapi,  kalau sudah hobi sih nggak ada yang sulit ya ?

Baca juga yuk : Cara Membuat Hoop Art


Media Hoop Art


Pada dasarnya, hoop art dibuat dengan media hoop ( pemidangan ) tetapi bisa juga hoop art dibuat dengan media lain yang juga berbentuk lingkaran. Misalnya, compact disc bekas, kawat atau hula hop. Hula hoop digunakan untuk membuat hoop art dalam ukuran yang cukup besar, tanpa kain ditengahnya.

Untuk hoop art yang menggunakan midangan, ditengah-tengahnya dipasang kain. Kain yang dipakai bisa bervariasi seperti kain perca, kai. crosstitch ( kristik ), blacu, kanvas, atau goni.

hoop art
hoop art berbahan kawat ( pic source : pinterest )

Hoop art dari CD bekas ( pic source : youtube )
Hoop art dengan media hula hoop ( pic source : media-rooang.com)

Fungsi Hoop Art


Secara umum hoop art berfungsi sebagai wall decoration, namun dengan kreatifitas seni yang tidak terbatas hoop art bisa dibuat agar memiliki daya fungsi lebih dari sekadar pemanis ruangan, contohnya untuk jam dinding, papan nomor rumah, room name, juga sebagai souvenir atau ucapan hari istimewa. Di marketplace Indonesia harga pasaran hoop art mulai dari 60 ribu rupiah. Sedangkan di markerplace luar negeri seperti etsy.com harga hoop art dipatok kisaran 17 USD


Pic source www.etsy.com

Contoh hoop art untuk souvenir wisuda (Pic source Instagram)

Cantik - cantik kan..
Bagaimana, tertarik untuk membuat hoop art?

Salam,




Custom Post Signature

Custom Post  Signature