Image Slider

Ngobrol Seru Bareng Indari Mastuti, 13 Tahun Indscript Creative 3000% Perempuan Banget!



Assalamu'alaikum Sahabat Diarynovri..

Apakah pernah mendengar tentang  Indscript Creative ?
Bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia tulis menulis, pasti tidak asing dengan Indscript  Creative. Pun saya yang notabene hanya seorang penulis blog.

Perkenalan saya dengan Indscript Creative, bisa dibilang unik. 
 
Dulu, waktu masih rajin baca koran, rubrik yang saya gemari adalah tulisan dari pembaca. Suatu hari, saya membaca tulisan pembaca di sebuah koran lokal Jawa Timur, tulisan dari seorang ibu dengan keterangan di bawah namanya Anggota Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis.  

"Unik banget nih, namanya.." batin saya. Ibu-Ibu Doyan Nulis, hihhi.. biasanya kan ibu-ibu doyan makan, gitu.. #Eh..itu saya, hehe..

Kekepoan itu akhirnya membawa saya bergabung dengan Facebook Group Ibu-Ibu Doyan Nulis sekitar tahun 2018 yang lalu. Bergabung di IIDN, sedikit banyak saya mengenal sosok yang ada di balik IIDN yaitu Ibu Indari Mastuti. Saya baru ngeh juga jika ternyata beliau adalah orang yang sama yang pernah saya jumpai ketika bergabung dengan komunitas Emak Pintar pada tahun 2016 silam. Ternyata, komunitas IIDN dan Emak Pintar merupakan sister community karena berada dibawah satu bendera yang sama yaitu Indscript Creative

Tidak hanya IIDN dan Emak Pintar, Indscript juga masih punya banyak komunitas lainnya yang semuanya bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga. She's so inspiring! Makanya, saya sangat excited ketika mendapat kesempatan ngobrol bareng Teh Indari meski hanya online melalui event kumpul blogger IIDN.

Tentang INDSCRIPT CREATIVE

Indscript Creative berdiri tahun 2007. Bermula dari keinginan seorang Indari Mastuti sang founder, atau yang akrab disapa Teh Indari, untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Setelah menikah, beliau memutuskan untuk total berkarir sebagai penulis dan melepaskan karir pekerjaannya di dunia telekomunikasi.


Indari Mastuti


Kala itu Teh Indari menawarkan jasa penulisan seorang diri. Sampai kemudian penerbit menawarkan beliau untuk menulis lebih banyak buku dengan berbagai latar belakang yang tidak beliau kuasai. Kemudian beliau mengajak penulis lain untuk bergabung di Indscript, yaitu Bang Aswi seorang blogger Bandung , kemudian Mas Anton dan Mbak Tati.

Jika biasanya penulis menawarkan naskah penuh kepada penerbit, Indscript hanya menawarkan ratusan judul buku. Tentu saja hal tersebut dipandang aneh, tidak lazim, bahkan sempat ada anggapan akan menjerumuskan penerbit ke dalam transaksi seperti membeli kucing dalam karung. 

Padahal, pola ini justru berhasil membangun agensi naskah menjadi cepat melesat. Dari judul buku yang ditawarkan, penerbit bisa memilih judul buku yang dikehendaki, kemudian agensi akan memberikan outline sesuai judul buku yang dipilih lengkap dengan contoh penulisannya. 

Konsep yang awalnya dipandang sebelah mata ini menjadi sangat menarik untuk penerbit.Sebab meskipun mereka tidak memiliki SDM dalam jumlah besar untuk membuat pracetak buku hingga terbit, Indscript bisa mengakomodir semua kebutuhan itu karena hadir dengan konsep all in one. 

Konsep yang digagas ini membawa Indscript booming sampai kebanjiran order dengan rata-rata pesanan 60-100 buku per bulannya. Namun, konsep ini pun memiliki celah yang akhirnya membuat quality control menurun, hingga akhirnya Indscript harus menangguk kebangkrutan dengan kehilangan banyak pelanggannya. So sad..

Belajar dari kegagalan yang dialami Indscript, Teh Indari mulai menyusun kebijakan-kebijakan untuk menyelamatkan perusahaan. Salah satunya dengan melakukan pemberhentian karyawan dan memilih mereka yang benar-benar qualified untuk bergerak bersama di Indscript Creative

Hal lain yang dilakukan adalah dengan berusaha meraih kembali kepercayaan pelanggan, dengan cara memperbaiki kualitas pelayanan, mengirim permohonan maaf dan memberikan tambahan diskon. Hingga akhirnya Indscript kembali dapat meraih kepercayaan pelanggannya.

Lahirnya Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis

Kualitas seorang Indari semakin teruji. Dalam kondisi keterpurukanpun beliau masih mampu berbuat sesuatu yang positif untuk pemberdayaan kaum perempuan, dengan membidani lahirnya komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis. Berbekal keyakinan, bahwa jika dia mampu sebagai seorang ibu rumah tangga yang produktif menulis, maka ibu-ibu rumah tangga lainnya juga bisa melakukannya. Tanggal 24 mei 2010, menjadi titik awal kiprah IIDN di dunia penulisan. Dengan visi menelurkan penulis-penulis baru di kalangan ibu rumah tangga.

Lahirnya IIDN terasa sebagai pelengkap bagi Teh Indari yang kala itu sedang berusaha bangkit dari keterpurukan. Jiwanya terasa semakin terisi ketika bertemu sesama ibu rumah tangga dengan passion yang sama yaitu menulis. 

Ibu Ibu Doyan Nulis
Salah satu buku jebolan member IIDN yang nangkring di rak buku saya  

Kini, lebih dari 4000 karya penulis IIDN tersebar di berbagai penerbit besar di Indonesia seperti Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Penebar dan berbagai penerbit lainnya.


Makna Kegagalan Bagi Seorang Indari Mastuti


Salah satu hal positif yang bisa saya petik dari kisah hidup Teh Indari adalah bagaimana caranya menyikapi kebangkrutan yang dialaminya. Kehidupan berkecukupan materi dengan bisnis yan meroket di tahun 2007-2009, tak terasa mengubah gaya hidupnya. Merasa memiliki banyak uang, sanggup membeli atau menyicil apa saja. 

Kondisi seketika berbalik ketika perusahaan yang dikelolanya oleng tanpa ampun. Tidak ada yang beliau sesali dari dari masa kebangkrutan itu, justru merasa berterima kasih karena Allah menyelamatkannya untuk kembali ke jalan yang lurus. 

Sebesar apapun bisnis yang dimiliki, gaya hidup tak perlu makin meninggi, gaya hidup sederhana adalah pilihan yang tepat ~ Indari Mastuti
Bukan Teh Indari namanya jika tidak segera melakukan inovasi.Untuk segera bangkit dari kegagalan, Teh Indari segera melakukan manuver bisnisnya dengan cara : 

Mulai Membangun Branding


Kebangkitan Indscript diawali penawaran dari Penerbit Mizan untuk menulis biografi pengusaha Brownies Amanda, Teh Indari merasa tertantang untuk menerima tawaran tersebut. Meskipun pada waktu itu beliau belum berpengalaman untuk menulis buku.

Kini, Indscript menjadi salah satu perusahaan yang mempimpin di bidang penulisan biografi. Saat ini beliau sudah  menuliskan berbagai tokoh, pengusaha, hingga public figure seperti teh Ninih, Ibu Atalia Praratya, Ibu Siti Oded dan lainnya.


Mengikuti Kompetisi


Manuver lainnya yang dilakukan Teh Indari adalah dengan mengikuti kompetisi. Dengan menggali potensinya dan tidaklupa dukungan suami, Teh Indari berhasil memenangkan 10 penghargaan dalam kurun waktu tersebut.

Kompetisi pertama yang diikuti adalah Perempuan Inspiratif Nova 2010 dari kemenangan-kemenangan yang didapatkannya, semakin kuat pula branding yang melekat pada dirinya dan Indscript Creative. Jumlah klien meningkat bukan saja dari dunia penerbitan, tetapi sampai ke perusahaan swasta hingga BUMN


Mencari Mentor Bisnis


Siapa sangka, pengalaman mengikuti berbagai kompetisi semakin menguatkan skill bisnis Teh Indari. Karena dari kompetisi-kompetisi tersebut beliau mulai mengenal yang namanya mentor bisnis. 

Dari hasil belajar dari mentor bisnis, semakin tumbuh ide-ide baru untuk melakukan  perbaikan dan melejitkan Indscript dengan inovasi-inovasi baru

Melakukan Beragam Inovasi

Dari awal berdiri hingga sekarang, Indscript Creative yang awalnya merupakan agensi penulisan naskah kemudian menjadi jasa penulisan biografi, dan kemudian bergerak ke bisnis-bisnis lainnya, selalu menelurkan inovasi-inovasi yang membuatnya eksis hingga tahun ke 13 ini. 



Milestone inovasi dari tahun ke tahun Indscript Creative antara lain :

  • Tahun 2013, mendirikan Sekolah Perempuan sekaligus meresmikan Indscript Personal Branding, yaitu layanan membranding diri para pengusaha di berbagai media. Klien Indscript Personal Branding mulai dari pengusaha muda sampai pengusaha senior.  
  • Tahun 2014, mengeluarkan Indscript Direct Selling. Yaitu lini perusahaan yang mengeluarkan produk baru penulisan. Produk ini berupa alat bantu konsistensi di bidang apa saja, dinamakan METRIK dan DREAMBOARD. Produk ini laku keras di pasaran.
  • Tahun 2015, menggabungkan Indscript Direct Selling dengan dunia mengajar, dan berubah menjadi Indscript Training Center.  Training pertama yang dibuat adalah kelas Reparasi Bisnis.  Kelas ini sangat diminati, tercatat total alumni Indscript Training Center sekitar 10.000an hingga saat ini. Misi dari kelas Reparasi Bisnis adalah berbagi ilmu agar ibu-ibu pebisnis dapat menyelesaikan masalah denga baik, karena dengan ilmu akan memudahkan setiap langkah. Dengan adanya Indscript Training Center, Teh Indari resmi menutup layanan Indscript Personal Branding, sehingga kegiatan Indscript bisa fokus pada kelas Reparasi Bisnis
  • Masih di tahun 2015, Indscript Creative juga membentuk komunitas Emak Pintar, yang awalnya diharapkan sebagai komunitas yang akan menyatukan sister community yang sudah terbentuk sebelumnya ( Ibu Ibu Doyan Nulis di tahun 2010 dan Ibu Ibu Doyan Bisnis di tahun 2011 ). Namun  dalam perjalanannya Emak Pintar  menjadi komunitas tersendiri yang memiliki kekhasan berbeda dengan komunitas sebelumnya.
  • Tahun 2017 atau masuk ke usia 10 tahun,  Indscript mulai melebarkan sayap di bidang fashion dengan label Indblack dan menjadi produsen handmade design handsock.  Melalui Indblack, Indscript Creative memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah untuk menjadi pengrajin handsock. Namun di tahun 2020 tepatnya 1 April 2020, Indblack ditutup agar Indscript dapat kembali fokus ke bidang awalnya yaitu penulisan.
  • Tahun 2018,  Indscript  melakukan inovasi di bidang penulisan dengan merombak mindset bahwa menulis itu harus berbentuk buku. Teh Indari melalui Indscript menciptakan hasil penulisan dalam banyak versi, mulai dari workbook, agenda, minibook, hingga di tahun 2019 menelurkan rangkaian guidance book.  Inovasi ini mendapat sambutan pasar yang luar bisa. 
  • Di tahun 2018, Teh Indari juga mencatat prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan dari Walikota Bandung sebagai Perempuan Penggerak Perempuan dan Penulis Perempuan
  • Tahun 2019,  mengubah nama Indscript Training Center menjadi Indscript Businesswomen University hal ini dimaksudkan untuk lebih menekankan bahwa program - program Indscript adalah 3000% untuk perempuan.
Menjadi Founder KUNIKITA

Kelas Reparasi Bisnis yang diadakan membuka jalan Teh Indari menjadi co-founder KUNIKITA.

Kunikita adalah bisnis ritel yang menjual berbagai kebutuhan Muslimah. Memiliki lebih dari 4.000 jaringan pemasaran di Indonesia dengan produk unggulannya CIOMY, bakso aci khas Garut yang bisa terjual ribuan pcs per hari.

Pada awalnya, founder Kunikita mengikuti kelas Reparasi Bisnis, hingga berlanjut konsultasi private yang akhirnya mendaulat beliau untuk menjadi co founder Kunikita. Setelah itu Kunikita mengalami pergerakan yang cepat, dari hanya memiliki 5 orang karyawan hingga saat ini memiliki sekitar 50 orang dalam tim nya.

Launching program BUKUIN AJA !

Sebuah program penerbitan indie yang dilengkapi dengan training sebelum menerbitkan buku. Sudah ada 4 angkatan buku antologi dengan grup khusus lainnya dengan total penerbitan buku indie sekitar hampir 40 judul buku!

13 Tahun INDSCRIPT CREATIVE !

Tahun ini, Indscript Creative menuju usia 13 tahun,  Indscript bertekad di usia 13 tahun ini semakin dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada msyarakat luas. Salah satu program yang terus dilakukan secara berkesinambungan sejak tahun ke 10 adalah membangun Corporate Social Responsibility dengan program-program antara lain pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia dan berbagai kegiatan donasi lainnya yang diambil dari 10% dari omzet.



Tidak hanya itu,salah satu bentuk kepedulian Teh Indari di era stay at home ini adalah dengan mengadakan program live setiap jam 7 pagi di komunitas Ibu Ibu Doyan Bisnis, yang bertujuan untuk menguatkan satu sama lain ditengah situasi sulit yang imbasnya mengena di semua sektor ini. Sedangkan untuk sharing kepenulisan beliau menjadwalkan live setiap pukul 16.00 wib

WHAT NEXT...?

Dengan begitu banyaknya pencapaian, masih ada harapan yang ingin dicapai oleh teh Indari. Beliau berharap dengan Kunikita dan Indscript ini, akan semakin  banyak peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya baik dalam sisi kepenulisan ataupun dalam sisi bisnis.

Target di tahun 2024, Teh Indari berharap  berharap memiliki 15.000 jaringan pemasaran yang mereka itu berasal dari para perempuan khususnya ibu rumah tangga dan mereka bisa menghasilkan dan sangat produktif hanya dari rumah saja


Project Truckee, Menilai Iklan di Instagram



Cara kerja di appen
Pic source : UnSplash via PicsArt


Assalamu'alaikum,

Semoga belum bosan membaca postingan saya tentang kerja online ya ! 😁

Alhamdulillah banget, setelah kontrak dengan project Sentiment Tagging di Supahands habis, saya nyangkut di project Truckee. 

Awalnya sempat khawatir kalau harus nganggur lama. Karena begitulah  resiko pekerjaan sebagai freelancer. Jalan di satu project, sambil harap-harap cemas jika sewaktu-waktu project berakhir. Atau jika kontrak kita di terminate karena satu dan lain hal.  Harus siap segala kemungkinan bahkan yang terburuk sekalipun. 


Di project Sentiment Tagging, saya biasa bekerja 7-8 jam per hari. Pokoknya begitu anak-anak sekolah, suami kerja , saya juga "kerja". Nah, begitu beralih ke Truckee, agak syok juga karena di S&K yang saya terima, project ini hanya bisa dikerjakan maksimal satu jam per hari. Dalam hati saya protes, kalau sehari hanya kerja sejam, trus selebihnya ngapain.. ?

Qadarullah, setelah jalan Truckee beberapa hari, wabah COVID 19 merebak. Mendadak anak-anak libur eh belajar dirumah, suami juga kadang dapat jadwal bekerja dari rumah. Meskipun kenyataannya doi lebih suka tidur atau ngurusin tanaman, hehe. ( Orangnya anti banget bawa kerjaan ke rumah)


Ilustrasi work from home ( pic source : UnSplash )

Nggak kebayang jika saya masih harus kerja remote 7-8 jam per hari. Masih pula harus nemenin anak-anak belajar, masak 3-4x sehari karena anggota pasukan full stay at home, bikin cemilan ( ga deng, seringnya beli), belum lagi pas suami di rumah, masa iya saya nguplek depan gadget. 

Oiya, balik lagi ke topik, tadi  kan mau cerita tentang project Truckee. 

Truckee ini project dari Appen, tugasnya melakukan rating / penilaian iklan di Instagram. 

 Dari catatan saya, saya mendaftar project Truckee Mei 2019 kemudian baru mendapat 'panggilan' sekitar awal  Februari 2020.

Weww.. 9 bulan ?!

Iya, lama banget. Saya sempat hopeless menanti panggilan kerja dari Appen. Memang ada baiknya ketika kita apply ke sebuah project di crowdsourcing company, jangan menaruh harapan terlalu tinggi. Just apply and forget. Sambil tetap cari peluang di tempat lain. 

Darimana bisa dapat project Truckee ?

Jika teman-teman sudah mendaftar di Appen, maka rajin-rajinlah mengecek beranda halaman website Appen untuk mengetahui project yang tersedia. Kalau saya, asal kualifikasinya mampu saya penuhi langsung daftar. Boleh kok kita daftar banyak project bersamaan. 

Sebelum  mulai bekerja, pertama-tama kita akan mendapat konfirmasi melalui email bahwa kita resmi bergabung di project Truckee. Alhamdulillah, yang bikin lega.. untuk project Truckee ini tidak harus melewati asessment lagi. ( Masih trauma sama yang namanya asessment, karena sering gagal hehe )


Tahapan Proses Project Truckee

Step pertama kita diminta menyerahkan data nama lengkap, akun Instagram dan jumlah follower serta followingnya. Oiya, untuk project Truckee ada syarat minimal follower 30 akun dan minimal following 60 akun. 

Selanjutnya, setelah data akun Instagram kita daftarkan, Appen  memasukkan tools penilaian ke akun yang kita daftarkan. 

Prosesnya pendataan dan penambahan tools kurang lebih satu bulan. Selama proses menunggu calon rater wajib mempelajari guidelines yang diberikan. 

Guidelines yang diberikan sudah sangat lengkap, termasuk diantaranya ada latihan soal. Kita bisa mengerjakan dan mendapat review dari pihak Appen poin-poin apa saja yang kurang dari penilaian kita terhadap sebuah iklan. 


Fitur "Start Rating" akan muncul setelah akun Instagram kita terdaftar di sistem Appen untuk project Truckee

Last step, setelah tools penilaian iklan ditambahkan di akun Instagram kita, kita bisa mulai kerja sebagai rater. Ada 20 iklan yang akan muncul setiap harinya untuk kita nilai.

Ada 20 iklan yang siap dinilai setiap harinya


Berapa "Gaji" untuk Project Truckee ?

Gaji rater untuk project Truckee ini USD 5 / jam. Awalnya saya pikir jika kita mampu kerja lebih dari sejam, gaji nya bisa lebih dari USD 5 per hari, hehe. Ternyata tidak permirsah...! Pada project Truckee ini rater dibatasi hanya maksimal bekerja 1 jam per hari. Meskipun jika ternyata pengerjaan tugas yang diberikan memakan waktu lebih dari satu jam, hanya 1 jam yang bisa ditagihkan ke dalam invoice. 

Rugi dong Mba ..?

Ya nggak juga sih.. Sebab hitungan satu jam itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan waktu pengerjaan untuk menilai iklan. Gampangnya gini, setiap hari kita ditugasi menilai 20 iklan, dengan waktu 60 menit. Artinya untuk menilai satu iklan kita diberi waktu 3 menit. 

Jika ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama, karena si rater bingung mau nulis penilaian apa, itu nggak bisa dianggap masuk 'lembur' hehehe. Cukup fair kan ya?

Jadi sebulan dapat berapa kira-kira ?

Tinggal dihitung berapa jumlah iklan yang bisa dikerjakan dikalikan 3 menit. Hasilnya kan masih dalam satuan menit tuh, lalu diubah ke satuan jam, dan dikalikan 5 USD. 

Sebenarnya untuk penghitungannya sudah akan terhitung secara otomatis saat kita mengisi invoice.  

Karenanya penting banget untuk menginput invoice setiap hari guna mencatat jumlah iklan yang kita kerjakan setiap harinya. Hal itu akan memudahkan kita menagihkan gaji di awal bulan berikutnya. 

Next, insyaAllah saya buatkan postingan tentang pengisian invoice. 

Buat kalian yang ingin coba apply di Appen, silakan masuk lewat sini.




Terima kasih sudah membaca,

Wassalam..

Cara Mudah Dapat Euro Lewat Clickworker

Clickworker

Assalamu'alaikum..

Semoga kabar baik semuanya 😍


Kali ini saya akan mengulas tentang Clickworker, perusahaan crowdsourcing asal Jerman. Jadi ceritanya, kemarin saya nyobain job-job di Clickworker. Seru juga ternyata, nggak sampai seminggu sudah mengumpulkan saldo rekening sekitar 60 euro. Tapi saldonya masih 'nyangkut' rekening akun Clickworker ya, belum masuk rekening tabungan. He he.. 


Untuk bisa dipindah ke rekening tabungan, para worker harus bersabar dulu menunggu review dari pihak Clickworker. Jadi jangan senang dulu, belum tentu hasil kerja kita lolos review semua. 



Sebenarnya saya sudah membuat akun di Clickworker sejak Agustus 2018. Cuma karena tidak tahu cara mainnya, ya saya cuekin saja akunnya. Baru kemarin selintas lalu baca notifikasi melalui email dari Clikworker yang menginformasikan ada job voice recording for female saya penasaran dan langsung membuka lagi akun Clickworker saya. Untung passwordnya masih ingat. 


Berbeda dengan perusahaan crowdsourcing lainnya, untuk 'bekerja' di Clickworker relatif lebih mudah. Kita tinggal membuat akun, mengisi profil lengkap kemudian berbagai pilihan job akan muncul di beranda akun Clickworker kita. Pilih saja yang sesuai kapabilitas kita, atau yang kira-kira kita  mampu melakukannya. 


Job - job yang ditawarkan biasanya seputar aktivitas untuk kebutuhan Artificial Intelligent ( AI ) atau learning machine. Misalnya, diminta membuat foto selfi dengan berbagai background, atau membuat video gerakan wajah, menunduk, tengok kanan, tengok kiri, memutar kepala. Atau merekam suara berupa perintah pendek untuk mesin virtual assistant ( contohnya, Oke Google, cari tahu tentang  bla bla.. tahu kan ya..?) 


Untuk mengingatkan tentang apa itu crowdsourcing, saya ulas lagi sedikit ya,


Crowdsourcing  memiliki padan kata  'urun daya' dalam Bahasa Indonesia, yang artinya adalah proses untuk memperoleh layanan ( ide maupun konten tertentu) dengan cara meminta bantuan dari orang lain secara massal, secara khusus melalui komunitas daring - sumber : Wikipedia


Perusahaan crowdsourcing ini mendapat order dari klien mereka, kemudian mereka akan membayar orang yang bisa melakukan tugas-tugas tersebut. Pekerja tidak berhubungan dengan klien, tetapi hanya kepada perusahaan crowdsourcing.


Beberapa perusahaan crowdsourcing pernah saya ulas di artikel saya sebelumnya. Klik blog ini di kategori Work From Home, atau melalui tautan ini ya..


Untuk mendaftar di Clickworker cukup mudah. Berikut tahapan cara mendaftar di Clickworker :

  1. Masuk ke web Clickworker
  2. Pilih REGISTER
  3. Pilih lokasi negara 
  4. Mengisi biodata lengkap
  5. Mengonfirmasi tautan verifikasi yang dikirimkan melalui email
  6. Melengkapi profile 

Setelah tahapan-tahapan diatas dilakukan, di beranda akun Clickworker kita akan terpampang job-job yang bisa kita ambil. Seperti yang sudah saya tulis diatas, kita bisa langsung eksekusi tugas-tugas yang ada sesuai kemampuan kita. 


pilihan job di Clickworker


Karena Clickworker berkantor di Jerman, mata uang yang digunakan adalah euro. Fee tiap job berbeda-beda dan nominal fee ini sudah tercantum di daftar 'Job Available ' . Tentu saja, nominal tersebut hanya akan dibayarkan jika kita mengerjakan tugas dengan benar.  Jika sudah di review oleh pihak Clikworker saldo di rekening akan berubah dari 'Account Balance'  ke bagian ' Payable '


Saldo 'payable' ini bisa kita transfer ke media pembayaran yang kita gunakan. Oiya sependek yang saya tahu, Clickworker hanya menyediakan akses pembayaran melalui rekening Paypal. Jadi, untuk bisa memproses saldo 'payable' pastikan kita sudah mengisi bagian Payment Details dengan akun Paypal kita. 


Berikut langkah pengisian bagian Payment Detail di akun Clickworker :

1. Login ke akun Clickworker kemudian pilih Payment Detail ( dibawah menu Account )





2. Masukkan alamat email akun PayPal kita  --> save


3. Mengisi data Tax Details


Pada pertanyaan " I am commercial and / or freelance " ada pilihan "yes" atau "no" 


Disini saya memilih pilih Yes dan mengisi nomor NPWP pada kolom tax number. Jika tidak memiliki NPWP, kolom ini bisa diisi No. Kemudian --> save



Fyi, kolom ini tidak terlalu relevan untuk pekerja berasal dari luar Jerman. Sebab informasi ini tidak akan memengaruhi nominal pembayaran yang kita terima. Nomor apapun yang kita tulis, hanya akan tercantum pada invoice kita. Kewajiban pajak kita sendiri yang melaporkan.

Namun untuk pekerja Jerman, informasi yang diinput disini cukup relevan karena perlakuan pajak kepada pekerja tergantung status yang diisi pada pilihan pertanyaan tersebut.


4. Konfirmasi PayPal Account


Langkah selanjutnya adalah mengkonfirmasi akun Paypal kita. Sebelumnya harus dipastikan terlebih dahulu bahwa akun PayPal kita statusnya sudah TERVERIFIKASI. Jika belum, Clikworker tidak akan melakukan pembayaran melalui akun PayPal kita, alias fee kita akan ngendon saja di akun Clickworker.




Nah, begitu kurang lebihnya proses pendaftaran sampai pengisian Payment Detail di akun Clickworker. 


Baca juga yuk : Hasilkan  5 Dolar Per Hari Dari Rumah Lewat Project Truckee, Begini Caranya

Semoga bermanfaat ya

5 Alasan Harus Buktikan Cintamu Dengan #PRUCinta, Nomor 5 Bikin Hati Gerimis

Foto dari Unsplash

Hari itu, untuk kedua kalinya dalam satu bulan anak-anak pulang sekolah dengan membawa kitir berita duka. Isinya serupa dengan minggu sebelumnya, yaitu informasi meninggalnya ayah dari salah seorang siswa di sekolah mereka. Seperti biasa, setiap menerima berita duka saya harus bersiap menerima pertanyaan dari si bungsu. Pertanyaan yang polos tapi terkadang jawabannya bisa membuat airmata menetes saking terharunya.

"Mama, kenapa orang harus meninggal..?"
"Kenapa ayah-ayah sering meninggal duluan...?"

Meskipun saya berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah, tapi pemahaman anak seumur Fay sepertinya belum bisa sepenuhnya mengerti apa itu hakikat hidup dan kematian.

"Aku nggak mau, Mama sama Abi meninggal...."  ujarnya sambil memeluk saya. "Janji ya, Ma.. jangan meninggal...?"

Duh, mau jawab apalagi coba?

Pikiran saya lantas berkelana, teringat materi pada acara kajian parenting sekolah beberapa waktu silam. Kala itu Ustadz membahas makna Surat An Nisa ayat 9 yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut:

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang - orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap ( kesejahteraan ) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa suatu ketika setiap orang akan meninggalkan generasinya. Dengan kata lain  kematian adalah sebuah keniscayaan yang pasti akan terjadi pada semua makhluk yang berjiwa.

Di ayat tersebut juga termaktub dengan jelas, agar ketika kita meninggalkan dunia fana jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah. Lemah iman, lemah ibadah, lemah ilmu dan juga lemah ekonominya.

Deg !

Saya terhenyak. Sebuah pertanyaan besar mengisi pikiran saya. Sudah siapkah saya meninggalkan atau ditinggalkan ?

Iman, ibadah, ilmu untuk anak-anak.. insyaa Allah sudah kami siapkan sebaik mungkin dengan berusaha menerapkan pola pengasuhan yang tepat sesuai tuntunan agama. Juga dengan bantuan lembaga sekolah berbasis keagamaan yang kualitas pendidikannya tidak kami ragukan.

Namun ketika dihadapkan pada pertanyaan, bagaimana dengan ketahanan ekonominya kelak? Lalu hening.

Menurut survei inklusi keuangan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan )* hanya 1,5 % saja dari orang di Indonesia yang mempersiapkan dana darurat bila terjadi risiko. Hemm, berarti saya termasuk kelompok yang 98,5 % dong ?

Masih dari survey inklusi OJK sekitar 96,7 % responden mengaku memiliki tujuan keuangan untuk 'memenuhi kebutuhan sehari - hari'. Dengan kata lain, kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan dana darurat terbilang masih sangat rendah.


Prudential Indonesia
dari kiri ke kanan : Mas Arie MC, Bp. Ari Purnomo dan Bp. Himawan Purnama
Hal ini disampaikan oleh Bapak Ari Purnomo, Head of Sharia Business Prudential Indonesia di Visma Coffee Art & Co Surabaya ketika peluncuran produk terbaru Prudential, PRUCinta, tanggal 11 Maret 2020 kemarin. Alhamdulillah, saya bersama beberapa teman blogger dan awak media berkesempatan meliput momen berfaedah ini.

Selain Pak Ari, dalam acara ini juga hadir Bapak Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia. Menurut pemaparan Pak Himawan, berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, salah satunya yaitu kondisi meninggalnya si pencari nafkah yang notabene adalah sumber penghasilan utama. Dana ini harus mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah selama satu tahun. Have you ?

PRUCINTA
Bapak Ari Purnomo dan Bapak Himawan Purnama
seusai peluncuran PRUCinta di Visma Coffee Art & CO

Tentang Prudential Indonesia

Nama Prudential tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan asuransi yang memiliki nama lengkap  PT. Prudential Life Assurance ini sudah berdiri sejak tahun 1995. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA) yang kantornya ada di Hongkong.

Tahun 1999, Prudential Indonesia telah menjadi pemimpin pasar untuk produk asuransi berbasis investasi ( unit link ). Kemudian Prudential juga sukses memimpin pasar asuransi syariah sejak mendirikan Unit Usaha Syariah di tahun 2007.

Sampai dengan akhir desember 2018, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 6 kantor pemasaran ( Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan dan Batam )  dan 404 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia. Saat ini tercatat ada 250.000 lebih tenaga pemasar berlisensi yang melayani kurang lebih 2,1 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Prudential Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK )

Kata Public Figure Tentang PRUCinta

Salah satu public figure yang menjadi nasabah setia Prudential adalah Ibrahim Imran, musisi yang akrab disapa Baim. Suami Artika Sari Dewi ini menyambut baik peluncuran PRUCinta. Baginya, Artika dan kedua buah hatinya Abbey dan Zoe adalah yang terpenting.

prudential syariah
Foto Baim bersama keluarga ( sumber : Google )

Sebagai seorang kepala keluarga, terlebih dengan resiko pekerjaan yang mengharuskannya sering travelling dan sangat mobile,  sewaktu - waktu bisa saja mendahului mereka. Oleh karena itu perlu persiapan maksimal untuk memastikan kesejahteraan hidup keluarga jika harus ditinggalkan nantinya. Baim sepakat bahwa mencintai adalah melindungi, dan menurutnya  PRUCinta sejalan dengan  bentuk perlindungan yang ingin dia berikan kepada keluarganya.

Keputusan memiliki polis asuransi PRUCinta, sudah menjadi langkah kecil Baim dalam mempersiapkan solusi perlindungan besar bagi orang - orang yang dicintainya.


Kenapa Harus PRUCinta ?

Pemaparan panjang lebar pak Ari dan Pak Himawan, banyak membuka pikiran saya akan pentingnya sebuah 'persiapan perlindungan' untuk orang tercinta. To love is to protect, bukti cinta terbaik untuk keluarga adalah perlindungan yang maksimal. Setuju ?

Asuransi Syariah PRUCinta merupakan produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah. Konsep sharia for all menjadikan produk ini dapat memberikan perlindungan secara maksimal yang dapat dinikmati oleh siapapun, bukan hanya kalangan tertentu. Selain itu, ada 5 alasan utama kenapa harus memilih PRUCinta

1. Simple dan terjangkau

Dengan kontribusi Rp. 300.000/bulan, kita sudah dapat memiliki perlindungan maksimal untuk keluarga tercinta. Bahkan, masih ada keuntungan tambahan jika dibayarkan per tahun, nasabah HANYA membayar 11 bulan kontribusi, atau hanya senilai Rp. 3.300.000 / tahun.

Prudential


2. Memberikan Manfaat Perlindungan Yang Menenangkan Pikiran

Manfaat perlindungan yang diberikan PRUCinta antara lain :
  • Santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru' yang lebih optimal selama 20 tahun dengan masa pembayaran kontribusi hanya 10 tahun 
  • Manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan
  • Manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan serta 4x santunan asuransi meninggal dari Dana Tabarru' dan sesuai ketentuan polis, jika insiden terjadi dalam periode 6 ( enam ) minggu sejak tangal 1 Ramadhan ( penentuan 1 Ramadhan menurut ketetapan Pemerintah )

Masih ada manfaat tambahan berupa tambahan 10 % nilai tunai dari total kontribusi*) dan dibayarkan saat jatuh tempo, apabila nasabah melakukan hal-hal sesuai ketentuan berikut:

  • e-Submission / pendaftaran online
  • e-Policy / menerima polis secara online
  • e-Transaction Statement / menerima pernyataan transaksi melalui email
  • Pembayaran melalui autodebit rekening / kartu kredit
  • Tidak pernah lapsed 
*) promo ini berlaku s.d 30 Desember 2020


3. Jangka Waktu Maksimal 20 tahun, dapat diperpanjang tanpa medical check up

4. Produk ini termasuk dalam Program Wakaf Prudential, sehingga dapat dijadikan Wakaf Hidup dan Wakaf Wasiat.
  • Wakaf Hidup dilakukan saat manfaat jatuh tempo di akhir tahun ke 20 dibayarkan
  • Wakaf Wasiat dilakukan saat santunan asuransi atau nilai tunai dibayarkan.
Ketentuan Wakaf mengikuti program Wakaf Prudential yang sudah berjalan.

5. Karena hanya CINTA yang dapat hidup selamanya, kita tidak.

Perlindungan untuk keluarga merupakan bentuk cinta yang tak lekang oleh waktu. Sebab kehidupan tidaklah kekal,  tetapi cinta abadi untuk keluarga dapat diwujudkan dengan memberikan perlindungan yang maksimal melalui PRUCinta.

Prudential Indonesia
Ngicipin duduk di kursi narsum sebelum narsum yang asli datang, hihi :D

PRUCinta dihadirkan sebagai solusi yang relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi syariah yang simple, terjangkau dan mudah dipahami.

Hidup,mati, jodoh, rejeki memang hak mutlak dari Sang Pemberi Kehidupan. Namun, tidak ada salahnya kita berikhtiar memberikan yang terbaik bagi orang-orang tercinta.


Catatan :

Artikel ini hanya bersifat informasi. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Asuransi Syariah PRUCinta, silakan mengunjungi website resminya, atau menghubungi agen pemasar Prudential terdekat ( Niswa 0812 3553 1944 )

Tutorial Membuat Clutch Satin, Kolaborasi Workshop Bersama Vin's Collection


cara membuat clutch
Assalamu'alaikum..

Awal Februari kemarin saya bahagia banget mendapat kesempatan mengisi workshop bersama Vin's Collection. Kebetulan sebelumnya  baru saja kopdaran bikin clutch satin bareng teman-teman Rumbel Craft DIY Komunitas Ibu Profesional, sekalian saya tawarkan materi DIY Clutch ke mbak Vivin, owner nya Vin's Collection. Alhamdulillah, setuju.

Sebenarnya ada perasaan ragu mau menyampaikan materi DIY clutch ini. Ada nggak ya, yang ikutan ? Karena clutch itu kan banyak banget di pasaran. Mulai harga yang miring sampai harga selangit, mau yang sederhana sampai yang mevvah bertabur kristal swarovsky, ada! Tinggal pilih sesuai selera dan budget. Tapi balik lagi, saya kembalikan ke niatan hati ingin berbagi ilmu. Dan memang hanya yang benar-benar DIY lovers yang paham serunya bebikinan. Rasa puas membuat sesuatu yang bisa dipakai sendiri, itulah yang tidak bisa dinilai dengan uang. Iya kaan.... ( iyain aja lah )

By the way, saya cek di google, clutch ternyata artinya kopling. Tapi ada beberapa makna lain salah satunya yaitu 'genggaman' . Mungkin dari sinilah istilah clutch digunakan untuk menyebut tas tangan.

Sebenarnya clutch satin ini pada awalnya saya buat untuk melengkapi kreasi sospeso batik  yang saya buat sebelumnya. Tapi pada dasarnya plain clutch bisa dikombinasikan apa saja, sih. Dihias sulam pita atau cuma ditempelin aplikasi mawar dari pita satin juga kece. Jadi untuk workshop DIY Clutch ini, saya ambil yang paling sederhana yaitu dihias bunga mawar dari pita satin.

Yuk baca juga : Cara Membuat Kerajinan Sospeso

Singkat cerita, alhamdulillah, workshop berjalan lancar. Seneng banget melihat para peserta excited dengan hasil karya masing-masing.

tutorial clutch tas tangan pesta
Berfoto bersama peserta dan Vin's Collection

tutorial clutch
Sebagian clutcth hasil karya peserta workshop

Sekilas Tentang Vin's Collection

Vin's Collection merupakan 'bendera' dari usaha craft yang dikelola oleh Vivin Sulistyani. Tidak hanya menyelenggarakan workshop, Vin's Collection juga menyediakan bahan dan menjual produk berbagai hasil karya kerajinan, seperti decoupage, macrame, sospeso dan lain-lain.

Vin's Collection pada DIY Fest di SuTos ( dokumentasi Vin's Collection )

Vin's Collection bersama Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur ( foto dokumentasi Vin's Collection)

Vin's Collection juga turut memeriahkan DIY Festival 2020 di Surabaya Town Square pada 8-9 Februari lalu.

Buat teman -teman yang ingin belajar craft, atau sekadar ingin melihat - lihat hasil karya dari Vin's Collection, silakan kunjungi akun instagram @vinscollection1 dan @vins_jar atau langsung kontak nomor WA 0856 4678 8480


Nah, buat teman-teman yang ingin mencoba membuat clutch satin, seperti biasa akan saya akan bagi tutorialnya disini.

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

tutorial clutch

  • Kain satin uk. 50 x 50cm warna bebas. Saya memakai warna hitam.
  • Kain vuring uk. 30 x 50 cm. Warna menyesuaikan kain satin.
  • Busa angin uk 26 x 43 cm
  • Kertas karton untuk lapisan sebanyak 2 lembar, lapisan dalam ukuran 25 x 42 cm dan lapisan luar dilebihkan 0,5 - 1,5 cm.Gunting oval di salah satu sisinya ( lihat foto ya..)
  • Kertas karton untuk penutup samping, sebanyak 2 lembar, ukuran 8 x 11 cm, digunting oval di salah satu sisinya (lihat foto)
  • Renda, Bunga mawar pita satin, atau hiasan lainnya
  • Kancing magnet 1 pasang

Alat yang dibutuhkan :

  • Lem  ( bisa menggunakan lem tembak, atau lem kuning: merk Fox atau Castoll)
  • Gunting

Cara Pembuatan :

1. Rekatkan busa angin pada karton luar, kemudian rapikan

cara membuat tas pesta

2. Tutup karton dan busa angin dengan kain satin

cara membuat tas pesta


3. Rekatkan kain vuring ke pola karton bagian dalam. Rapikan.

clutch tutorial

Setelah semua karton utama ditutup kain satin, kita mempunyai 2 lembar seperti ini. yang berlapis busa angin dan kain satin untuk bagian luar, sementara karton yang berlapis kain vuring untuk bagian dalam.

cara membuat tas pesta


4. Tutup karton penutup samping dengan kain satin. Sisakan kain agak lebar di sekelilingnya agar mudah disambung dengan pola 'badan' clutch.

cara membuat tas pesta



5. Pasang bagian penutup samping dengan karton lapisan dalam, terlebih dahulu

cara membuat tas pesta


6. Pasang kancing magnet. Pastikan posisi kancing simetris ya.



7. Rekatkan lapisan luar clutch dengan lapisan dalam. Pemakaian lem harus hati-hati agar tidak belepotan. Sedikit tips, untuk lem kuning seperti Fox atau Castoll, oleskan kedua sisi yang akan dilem, kemudian tunggu hingga olesan lem agak kering ( jangan terlalu kering juga yaa ..) Kemudian rekatkan. Dengan cara seperti itu biasanya hasil rekatan akan lebih kuat.



Sampai disini, plain clutch sudah jadi. Tinggal memberikan sentuhan akhir dengan menambahkan hiasan.

Hasil akhir setelah ditambah hiasan menjadi seperti ini.
cara membuat tas pesta
Hiasan mawar artifisial bisa dibuat sendiri dari pita satin. Kalau nggak sempat, cari yang sudah jadi di toko craft juga banyak. Tambahkan renda-renda dan manik mutiara untuk pemanis.

Clutch ini bisa dibuat dari bahan apa saja. Saya memilih satin warna hitam karena terlihat lebih elegan, dan cocok dipadu dengan busana warna apa saja.

Kain yang dibutuhkan untuk membuat clutch ini tidak terlalu besar, bisa juga kita buat jika ada sisa kain ketika menjahit baju kondangan atau baju pesta. Aturable lah pokoknya, bisa di match kan dengan penampilan kita.

Semoga cukup jelas tutorialnya ya, jika ada pertanyaan jangan ragu drop di kolom komentar.

Semoga bermanfaat,
Salam ^^ 

Mencoba Peluang Kerja Remote, Cara Dapat Penghasilan Dari Rumah

pic source : UnSplash


Mendengar kata 'kerja online' biasanya yang terbayang di pikiran kita adalah jualan online, atau bisnis jaringan. Sebenarnya lahan kerja online tidak hanya itu. Karena sekarang ini banyak perusahaan yang menerapkan sistem crowdsourcing. Artinya, kita bisa bekerja di perusahaan tersebut secara remote ( jarak jauh ). Sistem ini dianggap lebih murah. Dan bagi pekerja, tentunya sistem ini lebih memudahkan karena bisa bekerja dari mana saja.

Yes.. artinya bisa dong kita ngerasain gajian tanpa harus keluar rumah.

Cucok banget buat emak-emak mager hobi rebahan kayak kita, eh kayak saya :D

Kerja remote tuh, ngapain aja sih ?

"Mbak Nop, daftar workshop yuk.. hari H bla bla...
"Duh, maaf.. Ga bisa mba.. aku ada kerjaan...."
"Oo, kerja dimana ?"
"Kerja online, mba.."
"Oh, olshop ?"
"Bukan, kerja remote..."
"Eh gimana tuh, remote nya diapain ?"

Bingung kalau ada yang tanya. Seriusan, susah ngejelasinnya. Mungkin karena belum terlalu familiar ya. Meskipun di Indonesia, jumlah remote worker sekitar 34% dari jumlah pekerja yang ada. Ini merupakan negara terbesar kedua setelah India yaitu 56%   ( sumber : logique.com 2018 ) 

Well, sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya teman-teman tahu apa itu definisi kerja remote.

Bekerja remote adalah sistem bekerja dimana para pegawai tidak diwajibkan datang ke kantor untuk melakukan suatu pekerjaan. Pegawai bisa bekerja dari mana saja, asalkan terhubung dengan jaringan sistem kerja yang disediakan oleh perusahaan ( online workplace )

Job yang tersedia sesuai dengan projectnya. Ada content moderator, data management, rater, translator dan transcriber. Itu hanya sedikit yang saya tahu, masih banyak bidang lainnya.

Saya memulai jadi pekerja remote sekitar 2 tahun yang lalu. Tapi selama 2 tahun itu nggak full job ya. Karena saya  memang mencari job yang sifatnya freelance agar lebih mudah mengatur jam kerjanya. Maklum, emak-emak, banyak tugas negara yang tidak  bisa ditinggalkan.

Di tahun pertama, saya hanya mengerjakan short term project berupa survey-survey pendek. Fee nya kisaran USD 2 per survey. Kecil tapi lumayan lah, daripada nggak ada.

Di tahun kedua, alhamdulillah, sempat ngerasain long term project. Kontinyu sekitar 3 bulan. Setelah project selesai, ya nganggur lagi. Hunting project lagi.. Nganggur lagi dan seterusnya.

Cara kerjanya bagaimana ?

Sama seperti orang bekerja pada umumnya, pertama kita masukkan lamaran dulu ke perusahaan crowdsourcing. Kebijakan tiap perusahaan bisa berbeda-beda. Ada yang diawal hanya kirim data, resume atau CV, ada juga yang diawal masuk harus bisa melewati  tes yang lumayan sulit.

Setelah apply, kita harus rajin memantau setiap peluang yang ada di perusahaan tersebut. Jika ada project yang menurut kita bisa kita penuhi kualifikasinya jangan ragu untuk mendaftar. Dari situ perusahaan akan mereview data dan menghubungi kita. Tapi jangan senang dulu, karena beberapa project masih ada exam qualification untuk benar-benar masuk ke projectnya. Harus sabar yah..

Setelah kita benar-benar lolos dan resmi terdaftar di project tersebut, kita akan mendapatkan akses untuk login ke project.

Jadi, Apa Yang Perlu Disiapkan Untuk Memulai Kerja Remote ?


Sebelum memulai hunting pekerjaan remote, ada baiknya kita menyiapkan hal-hal berikut ini :

1. Bikin Email Khusus

Email untuk apply kerja remote sebaiknya terpisah dari email pribadi, apalagi email notifikasi media sosial. Hal ini penting, agar info-info seputar pekerjaan tidak kita lewatkan.

2. Membuat CV Standard Internasional

CV merupakan media branding kita ke perusahaan.  Tentunya kita ingin perusahaan bakalan 'jatuh cinta' dengan profil kita. Lalu bagaimana standard CV internasional yang sesuai untuk lamaran kerja remote ?

Awalnya saya searching di google dan nyontek CV versi Harvard University, tapi koq lumayan rumit menurut saya.

Iseng-iseng saya coba pakai template CV dari Canva, yang lebih simpel.

Silakan, terserah kalian aja cocok yang mana. Mau pakai template dari Canva atau nyontek yang versi Harvard, intinya bagaimana menyampaikan profil kalian dengan lengkap.

3. Bisa Berkomunikasi Dalam Bahasa Inggris

Bekerja secara remote mau nggak mau, harus bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Bukan berarti harus jago-jago banget sih, sayapun masih sering ngintip google translate. Minimal bisa writing dan text chat dalam bahasa Inggris. Karena sebagian besar komunikasi dilakukan secara tertulis.

Tapi ada beberapa perusahaan yang menerapkan 1-1 call. Secara berkala mereka menelepon untuk mendapat feedback dari para freelancernya.

Dalam lingkaran remote working, bisa jadi kita akan bertemu sesama pekerja dari Indonesia. Tetapi teteup aja jika di forum kerja ngobrolnya wajib pakai bahasa Inggris. Atau bakalan disemprit sama project officer jika nekat chat  pakai bahasa negara asal.

4. Siapin Buku Catatan

Selama proses kita apply ke beberapa perusahaan, catat tanggal kita mengirim lamaran, email yang kita gunakan, user id dan password yang kita buat.

Pic Source:Unsplash via PicsArt

Berhubung saya orangnya suka mencatat, jadi buku catatan wajib buat saya. Jika kalian lebih suka paperless, boleh koq skip poin ini.

5. Punya Gadget dan Koneksi Internet Yang Dapat Diandalkan

Pic Source:Unsplash via PicsArt

Gadget dan internet merupakan tool wajib bagi pekerja online. Minimal ada laptop dan smartphone ya. Beberapa perusahaan ada yang mewajibkan spek tertentu. Saya sendiri masih setia dengan laptop HP jadul dan smartphone andromax.  ( Curcol, pengen cepetan ganti nih.. aaminin yaa.. )

6. Rajin Cek Email

Last, jangan lupa aktifkan notifikasi email di smartphone kamu supaya nggak terlewat jika sewaktu-waktu dapat balasan email panggilan kerja.

Trus, apply lamaran kemana, kakaa?

Good question!

Ini dia beberapa perusahaan crowdsourcing yang bisa kamu coba untuk mendapatkan remote job.

1. Appen

Perusahaan ini berkantor di Australia. Untuk masuknya, nggak pakai tes tetapi cukup isi formulir lengkap dengan CV. Tes kualifikasi baru setelah kita dapat 'panggilan kerja'.

Masuknya lewat link berikut ini


2. Lionbridge

Lionbridge berkantor di Navi Mumbai, India. Sama dengan Appen, untuk masuk ke Lionbridge tidak harus melewati tes. Cukup mengikuti panduan isian form dan CV. Mekanisme lainnya, hampir sama dengan Appen.

Daftar Lionbridge lewat sini, ya

3. Supahands

Dari yang pernah saya coba, Supahands paling susah masuknya. Jika yang lain cukup isi form dan kirim CV, untuk masuk Supahands kita harus melewati asessment test yang cukup menantang. Ada 20 soal olah data yang harus kita kerjakan dengan cepat dan benar. Baru bisa masuk sebagai Supaagent ( sebutan bagi freelancer di Supahands ).

Daftar Supahands melalui web Supaagents kemudian link asessment test akan dikirim melalui email. Tapi jangan khawatir, kita bisa mengerjakan  berulang kali. Coba terus, sampai lolos.

Jika mendapat email seperti ini dari Supahands, tandanya kamu lolos, yayyy!!

Supahands berkantor di Kuala Lumpur, Malaysia.


4. Upwork

Untuk mendaftar Upwork, silakan dicoba melalui link ini.

Ekcuelli, (Agnezmo mode ON) untuk Upwork, saya belum bisa cerita banyak karena akun saya di Upwork masih pasif. Hehe.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang Upwork, boleh deh main-main ke blognya mbak Indriyas Wahyuni, banyak artikel tentang Upwork disana.


5. Clickworker



Perusahaan crowdwork yang satu ini berbasis di Jerman. Job - job di Clickworker ada yang bisa diakses tanpa assesment dan ada yang melalui assesment. Jenis pekerjaannya ( yang sudah pernah saya coba ) kebanyakan untuk keperluan pengembangan learning machine atau artificial intelligent. Semisal, video pergerakan tubuh, foto diri selama beberapa periode dan sejenisnya. 

Jika ingin coba mendaftar di Clickworker, silakan melalui link berikut ini 

Fyi, nama- nama yang saya sebut diatas belum semua ya. Masih banyak lagi daftar perusahaan yang menawarkan remote job. Mungkin akan saya tulis jika saya sudah coba, hehe.

Ternyata lumayan panjang juga artikel saya kali ini. Semoga bermanfaat ya. Jika ada feedback atau pertanyaan, jangan ragu drop di kolom komentar.

Salam,

Hal-hal Yang Bikin Saya Kapok Ketika Mengisi Workshop


Sekali-kali pengen curhat di blog, boleh kan ?

Daripada dipendam dalam hati atau diobrolin kemana-mana malah jadi bahan gibah.. hehe.

( mudah-mudahan ditulis disini nggak termasuk gibah, ya.. Writing is healing, right? )

Buat saya, dipinang untuk mengisi workshop craft itu, sesuatu banget. Kadang sampai nggak mikirin fee segala macem. Niatnya murni pengen berbagi, walau ilmu masih cetek kek got perumahan yang sering bikin banjir ( ehh!). Bisa ketemu orang + orang yang antusias dengan craft itu bahagia rasanya.


Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya diminta mengisi acara di kegiatan arisan sebuah komunitas ibu-ibu. Senang dong saya.

Ternyata eh ternyata ngisi workshop craft di forum berbayar, dengan ngisi di arisan memang beda. Di workshop para peserta membayar sendiri-sendiri, jadi bisa dipastikan antusiasme peserta bakalan tinggi. Nggak mau dong, udah bayar tapi nggak dapet apa-apa.

Tetapi jika workshop craft hanya dijadikan pengisi acara di arisan yang notabene pesertanya nggak bayar, akan terasa banget bedanya. Alat bahan dan honor pemateri ( kalau ada :P) dibayarin duit kas biasanya. Dari 30 an orang yang datang di arisan, bisa dapat 5 peserta yang antusias memperhatikan sudah alhamdulillah. Tapi nggak asik banget kan, kita udah capek-capek nyiapin alat bahan sampai nggak tidur, cuma segelintir orang saja yang nyimak.

Kalau boleh milih sih, mendingan ngisi workshop berbayar meski pesertanya cuma 3, daripada disuruh ngisi di arisan yang pesertanya 30 atau 300 orang. ( hehe, emangnya ada arisan 300 orang ?)

Baca yuk : Workshop Clutch Satin

Daaann dari sedikit pengalaman saya mengisi workshop, beberapa hal yang bikin nggak nyaman diantaranya adalah..

Jreng.. Jreeeng...


1. Durasi Mepet

She : "Eh mbak, tapi nanti jangan lama-lama, sekitar setengah jam an aja, bisa ya?"

Me : "Hwaduh, lha bikin-bikin craft itu paling nggak dua jam, jeh ...!
Kalau mau cepet ya beli jadi aja" :P

Tapi dialog diatas hanya imajinasi saya saja. Saya orangnya baik hati dan tidak sombong nggak tegaan mau nylathu.

Akhirnya mencoba menawarkan win-win solution, gimana caranya supaya proses craft yang minimal 2 jam bisa dikepras jadi 30-45 menit saja. Bisa? Ya di bisa-bisa in! Akhirnya sebagian proses sudah saya kerjakan di rumah. Lembur pastinya, hehe..

Begitulah, dibela-belain segitunya. Eh ternyata...

2. Sedikit Yang Antusias

Nah, hal kedua yang bikin kapok adalah sedikit yang antusias. Beda ya dengan workshop berbayar yang saya ceritain diatas. Peserta sedikit tapi full antusiasm, feel nya beda dengan forum ramai tapi yang merhatiin cuma segelintir orang. Yang lainnya, pada ngerumpi sambil makan.

( Aku yo podo luwene, rek! wkwkkw...)


3. Acara Ditutup Sebelum Workshop Dimulai

Aneh tapi nyata.
Emang ada ??? Adaaaa..

Entah salah koordinasi antara panitia dengan MC atau gimana, saya nggak paham. Tetiba pas di acara mbak MC bilang, ada isian acara craft, tetapi acara kami tutup dulu. Masih ditambah lagi, hadirin dipersilakan makan siang. Hemm..


 Otomatis pesertanya ambyar, gaes... Hehe..

Disitu rasanya saya gimanaa,gitu. Sudah nyiapin printilan craft yang jumlahnya nggak sedikit, bawa alat dan bahan.. hemm.. lelah hayati digituin bang..., hahahaa...

4. Pengurangan Jumlah Alat Bahan Dadakan

Ini yang bikin speechless lagi. Di awal minta 10 paket, mendekati hari H menysut jadi 2 saja. Padahal bahan craft sudah dibeli sejumlah permintaan awal. Bismillah, positive thinking aja, pasti kepakai.

 ( Dan alhamdulillah memang kepakai koq )

5. Pembayaran ( Jauuuh ) di Belakang Hari

Ini yang membedakan banget workshop dengan ngisi acara arisan.Workshop berbayar, bisa dipastikan peserta membayar HTM di depan. Kalau ngisi di arisan sudahlah nggak pakai harga workshop ( cuma ngganti bahan, sewa alat dan jasa sekedarnya ) bayarnya ( jauuuuh ) beberapa hari kemudian.


Sedih juga kalau diingat-ingat.

Memang harus diniati  lillahi ta'ala berbagi ilmu, supaya bisa ikhlas. Ini bukan mau gibahin siapa-siapa, hanya sekadar catatan buat saya agar tidak terulang lagi. Kata seorang motivator di sebuah seminar NLP yang pernah saya ikuti, harus bisa memaafkan, tapi jangan ijinkan hal yang tidak nyaman bagi kita terjadi lagi.

Bagaimana dengan kalian ? Pernah nggak punya pengalaman yang bikin kapok atau cegek kalau bahasa Suroboyoannya. Cerita-cerita yuuk, siapa tahu bisa meringankan perasaan hati :D

Custom Post Signature

Custom Post  Signature