Hydration talk

Pembaca Diarynovri,

pernah nggak sih, kalian merasa kebingungan di minimarket ketika mau beli air minum ? Ahaha, saya pernah loh ! Stuck di depan barisan botol-botol air minum dalam kemasan, saking banyaknya merk yang terpampang di depan mata. Ada yg tertulis, air mineral, air alkali.+ dan lain-lain. Sebenarnya apa sih bedanya ?

Nhaa, alhamdulillah nih Senin kemarin tanggal 30 September 2019, saya mengikuti Hydration Talk yang diselenggarakan oleh Danone-AQUA. Talkshow nya membahas tentang jenis dan manfaat AMDK serta pentingnya hidrasi sehat. Jadi sedikit banyak nambah ilmu tentang AMDK dan seluk beluk hidrasi sehat.

Pada talkshow yang diadakan di Hotel JW Marriot Surabaya itu, ada 3 narasumber yang dihadirkan. Semuanya pakar dibidangnya. Siapa saja beliau, ini dia

- dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, Sp. GK Ketua Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp. GK Ketua Indonesian Hydration Working Group ( IHWG ) 

- dr. Tria Rosemiarti, Hydration Science Director PT. Tirta Investama ( Danone-AQUA)

Berhubung saya lagi baik hati saya mau bagi-bagi oleh-oleh dari Hydration Talk  disini. Mau kan?

Yuuks..
Yang pertama,

Pentingnya Pemenuhan Hidrasi Sehat Bagi Tubuh

Kurang lebih 2/3 ( dua per tiga ) tubuh manusia tersusun dari air. Bahkan, berbagai organ dalam tubuh seperti ginjal, otak dan otot mengandung 70-80% air. Karena itu air menjadi salah satu zat makro esensial dan berperan penting dam fungsi fisiologis tubuh.

Jika dulu kita mengenal jargon makanan sehat dengan standar 4 Sehat 5 Sempurna, maka yang berlaku sekarang adalah rekomendasi Menteri Kesehatan di Tumpeng Gizi Seimbang dimana selain karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral kita juga harus memenuhi kebutuhan air dengan rekomendasi 8 (delapan) gelas sehari. Hal ini, dikatakan oleh dr. Nurul Ratna, asupan air diperlukan untuk mencegah dehidrasi atau ketidak seimbangan kebutuhan cairan tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Gangguan kesehatan jangka pendek contohnya apa saja sih ? Bisa berupa penurunan konsentrasi, kelelahan dan sembelit. Sedangkan gangguan jangka panjangnya antara lain gangguan ginjal, bisa berupa keluhan batu ginjal atau PGK ( Penyakit Ginjal Kronis ), infeksi saluran kemih atau bahkan kegemukan.

"Penting untuk menerapkan kebiasaan minum air untuk menjaga kecukupan hidrasi agar tubuh tetap sehat," dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, Sp. GK


dr. Nurul Ratna Mutu Manikam
dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, Sp. G

Kenali Jenis dan Manfaat AMDK Yang Kita Konsumsi

Mengonsumsi AMDK sudah menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Dari beragam jenis AMDK yang beredar di pasaran itu ternyata tidak banyak masyarakat yang memahami perbedaan jenis dan manfaatnya. Ada 4 jenis AMDK yang dibahas lebih lanjut dalam talkshow, yaitu air mineral, air demineral, air oksigen dan air alkali. Keempatnya menurut Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp. GK memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ini dia penjelasannya :

✔ Air Mineral

Jenis air mineral merupakan AMDK yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Air Mineral mengandung mineral alami, yang didalamnya terdapat kandungan natrium, kalsium, zinc, florida, magnesium, kalium dan silica. Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh. Natrium berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, magnesium berfungsi menjaga sistem kardiovaskuler, kalsium untuk menjaga kesehatan tulang, kalium untuk sistem saraf dan otot, zinc untuk pembentukan sel dan enzim, florida untuk mencegah karies gigi dan silica untuk membantu memperkokoh jaringan otot.

Air mineral memiliki pH 6.0 - 8.5

✔ Air Demineral

Merupakan AMDK yang diproses melalui destilasi atau reverse osmosis / deionisasi. Air ini memiliki pH 5.0 - 7.5

Karena tidak memiliki kandumgan mineral sama sekali, air ini tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang

✔ Air Oksigen

Merupakan AMDK yang ditambah
oksigen (O2). Bisa berupa air mineral atau demineral.

✔ Air Alkali

Merupakan AMDK yang melalui proses elektrolisis atau ionisasi/penambahan garam. PH air alkali berkisar antara 8.5-9.97. Air ini tetap memiliki kandungan mineral.

Dr. dr. Diana Sunardi
Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp. GK

"Jenis air demineral, air dengan pH tinggi atau air dengan oksigen masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui bahwa jenis air tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan lain selain dari tercukupinya kebutuhan hidrasi", Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp. GK
Dalam kesempatan  tersebut, dr. Tria Rosemiarti selaku Hydration Science Director PT. Tirta Investama juga menyampaikan mengenai komitmen Danone-AQUA untuk terus memberikan edukasi dalam membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di Indonesia. Danone - AQUA menggandeng berbagai pihak seperti IHWG, Universitas Indonesia dan beberapa universitas lain di Indonesia.

Sesuai misinya untuk memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dan visi " One Planet One Health", Danone - AQUA percaya bahwa kesehatan masyarakat ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang sehat juga.

Danone Aqua
Dari kiri ke kanan dr. Tria Rosemiarti, Dr. dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp. GK dan Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp. GK

Lebih lanjut dr. Tria menuturkan, bahwa dalam memproduksi air mineral, Danone AQUA selalu berkomitmen menjaga kemurnian produk mulai dari sumber mata air, proses produksi hingga kontrol kualitas pasar. Danone - AQUA mengajak masyarakat jeli dalam memilih jenis AMDK yang sesuai dengan manfaat yang diharapkan karena AMDK yang berkualitas dapat menjadi pilihan untuk mendukung hidrasi sehat dan aktivitas sehari-hari.

Urusan air minum memang bukan urusan sepele. Setelah paham manfaat hidrasi sehat dan jenis-jenis AMDK, mudah-mudahan teman-teman semua lebih paham bagaimana memilih AMDK yang baik untuk kesehatan.

Semoga oleh-oleh Hydration Talk kali ini bermanfaat ya.

Salam,