Lifestyle | Craft & DIY | Crowdwork

Image Slider

Biaya Masuk Sekolah Raudlatul Jannah Sidoarjo ( Terbaru Desember 2019 )



Assalamu'alaikum..

Tak terasa, tahun ajaran 2020/2021 sudah di depan mata. Waktunya daftar-daftar sekolah ya Bu ? Bagi yang sedang mencari sekolah Islam di area Sidoarjo, mungkin artikel tentang biaya masuk sekolah Raudlatul Jannah ini bisa membantu memberikan informasi yang Ayah / Bunda butuhkan.

Perguruan Islam Raudlatul Jannah atau biasa disingkat RJ merupakan sekolah berbasis pendidikan Islam yang berlokasi di Jl. Jatisari Permai XNo. 2 Pepelegi, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Jenjang pendidikan yang dikelola mulai daei Toddler Class, Play Grup, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Jika Ayah /Bunda ingin tahu berapa biaya masuk masuk sekolah Raudlatul Jannah ( RJ ) Sidoarjo, ini dia informasinya.

1. Toddler Class / TC Raudlatul Jannah Sidoarjo


Pendaftaran  : 450.000
SPP/bulan : 375.000
DPP* : 1.250.000
Buku/Peralatan : 375.000
Seragam  : 475.000
Uang Pangkal : -

Jumlah Total : 2.925.000

Informasi lainnya :
✔️ Syarat usia masuk Toddler Class, kelahiran terakhir September 2018
✔️ Free trial untuk mencoba bagaimana belajar di TC Raudlatul Jannah sekaligus melihat teknik, metode dan lingkungan belajar dibuka bulan Februari 2020 setiap Sabtu pukul 08.00 - 09.30 wib
✔️ *DPP ( Dana Pengembangan Pendidikan ) selama 1 tahun

2. Play Group / PG Raudlatul Jannah Sidoarjo


Pendaftaran  : 450.000
SPP/bulan : 400.000
DPP* : 1.400.000
Buku/Peralatan : 500.000
Seragam  : 500.000
Uang Pangkal : 5.000.000

Jumlah Total : 8.250.000

Informasi lainnya :
✔️ Syarat usia masuk Play Group, kelahiran terakhir September 2017
✔️ Free trial untuk mencoba bagaimana belajar di TC Raudlatul Jannah sekaligus melihat teknik, metode dan lingkungan belajar dibuka bulan Februari 2020 setiap Sabtu pukul 08.00 - 09.30 wib
✔️ *DPP ( Dana Pengembangan Pendidikan ) selama 1 tahun

 3. TK Raudlatul Jannah Sidoarjo

Reguler
Pendaftaran  : 450.000
SPP/bulan* : 575.000
DPP** : 1.850.000
Buku/Peralatan : 975.000
Seragam  : 800.000
Uang Pangkal : 6.000.000

Jumlah Total : 10.650.000

Full Day
Pendaftaran  : 450.000
SPP/bulan* : 1.050.000
DPP** : 2.200.000
Buku/Peralatan : 975.000
Seragam  : 800.000
Uang Pangkal : 6.000.000

Jumlah Total : 11.475.000


Informasi lainnya :
✔️ Syarat usia masuk TK, kelahiran terakhir September 2016
✔️ Free trial untuk mencoba bagaimana belajar di TC Raudlatul Jannah sekaligus melihat teknik, metode dan lingkungan belajar dibuka bulan Februari 2020 setiap Sabtu pukul 08.00 - 09.30 wib
✔️ *SPP/ bulan sudah termasuk fasilitas makan siang untuk TK Full Day
✔️**DPP ( Dana Pengembangan Pendidikan ) selama 1 tahun

4. Sekolah Dasar Islam / SDI Raudlatul Jannah Sidoarjo


Pendaftaran  : 450.000
SPP/bulan* : 1.150.000
DPP** : 2.500.000
Buku/Peralatan : 2.000.000
Seragam  : 1.700.000
Uang Pangkal : 10.500.000

Jumlah Total : 18.300.000


Informasi lainnya :
✔️ Syarat usia masuk SD, kelahiran terakhir September 2014
✔️ *SPP/ bulan sudah termasuk fasilitas makan siang
✔️**DPP ( Dana Pengembangan Pendidikan ) selama 1 tahun


5. SMP Raudlatul Jannah Sidoarjo


Pendaftaran  : 450.000
SPP/bulan* : 1.000.000
DPP** : 2.500.000
Buku/Peralatan : 2.250.000
Seragam  : 2.000.000
Uang Pangkal : 10.750.000

Jumlah Total : 18.950.000


Informasi lainnya :
✔️ *SPP/ bulan sudah termasuk fasilitas makan siang
✔️**DPP ( Dana Pengembangan Pendidikan ) selama 1 tahun


Ingin daftar tapi bingung mulai dari mana ? Berikut saya informasikan juga alur pendaftarannya..

1. Mendaftar
Datang langsung ke Pusat Informasi Pendaftaran dengan membawa berkas fotokopi akta kelahiran, membayar biaya pendaftaran, mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan hasil tes psikologi bagi calon siswa SD yang kurang dari 6 tahun

2. Menerima jadwal observasi dan pengumuman
Setelah mendaftar, ayah bunda akan diberikan jadwal observasi. Ananda wajib hadir sesuai jadwal observasi yang telah diberikan

3. Pengumuman 
Sudah daftar, sudah observasi? Waktunya deg deg an menunggu hasil pengumuman nih.. Jika DITERIMA, siapkan segera pelunasan pembayarannya.

4. Menyerahkan berkas
Alhamdulillah, jika sudah melewati tahapan 1, 2 dan 3 Ayah Bunda tinggal menyerahkan kelengkapan berkas yang diminta

5. Pengambilan Seragam
Jangan lupa, seragam dan peralatan sekolah dapat diambil di Warung Sekolah Raudlatul Jannah

6. Sosialisasi & Parenting Wali Murid
Sebagai forum silaturahmi dengan wali murid sekolah mengadakan acara sosialisasi dan parenting. Acara ini biasanya diadakan di Hotel Utami, Juanda, Sidoarjo. Dengan menghadirkan pembicara yang kompeten di bidang pendidikan Islam.

Berikut infografis alur pendaftaran sekolah Raudlatul Jannah secara ringkasnya:


Jangan lupa, pendaftaran reguler dibuka mulai tanggal 2 Januari 2020 sampai dengan kuota terpenuhi. Sebelumnya telah dibuka sistem inden ( pendaftaran sebelum periode reguler dimulai) yang telah ditutup tanggal 20 Desember 2019.

Jika ada pertanyaan seputar pendaftaran, Ayah Bunda bisa menghubungi Pusat Informasi Pendaftaran Siswa baru PSB Raudlatul Jannah di alamat, Jl. jatisari Permai X/2 Pepelegi Waru Sidoarjo atau menghubungi saluran telepon (031) 8549217 atau melalui website resmi Raudlatul Jannah Sidoarjo.


Sumber Informasi :
Pusat Informasi PSB Raudlatul Jannah Sidoarjo

Rajin Ikut Kompetisi Untuk Menumbuhkan Resiliensi

Setiap mengajak Faisya mengikuti lomba, pasti saya 'briefing' sebelumnya, bahwa dalam lomba nantinya nggak semua akan menang. Ada juga yang kalah dan artinya yang kalah ini nggak dapat piala. Berangkatnya sih iya-iya. Pada prakteknya selesai lomba ada saja drama mewek-mewek minta piala.

resiliensi
Untung bisa dirayu dengan membuat piala dari kertas, gitu aja sudah bahagia 

Kondisi seperti ini memang sering terjadi di usia dini. Ketika anak-anak belum paham bagaimana menerima kegagalan. Beberapa orangtua malah mengusulkan ke sekolah agar semua peserta mendapatkan piala sebagai hadiah hiburan. Lebih ekstrim lagi, ada yang nekat mengambil jalan pintas, pesan piala. Pokoknya menang nggak menang si anak dapat piala. Gimana caranya lah asal anaknya nggak nangis. 

Pernah ada yang nyaranin ke saya begitu. "Belikan piala aja mbak, murah koq..! Timbang anaknya nangis.."

Buat saya, ini bukan sekadar tentang murah atau mahalnya harga sebuah piala. Mendingan anak nangis daripada memberikan piala yang dibeli. Saya ngobrol dengan kepala sekolah TK nya Faisya tentang usulan Mama-mama mengenai pengadaan piala untuk semua murid. Kata beliau piala akan diberikan hanya untuk yang menang saja. Bagaimanapun anak-anak juga harus berlatih berkompetisi dan menerima jika mengalami kegagalan. Saya setuju banget dengan pendapat beliau.

Mental untuk bangkit ketika menemui kegagalan ini sangat penting ditumbuhkan,dimana anak juga harus belajar kecewa ketika menemui kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena tidak selamanya anak akan dihadapkan dalam kondisi yang nyaman. Diakui atau tidak, kondisi saat ini dunia bergerak super cepat dan sangat kompetitif. Kemampuan akademis saja tidak cukup, anak harus diasah agar memiliki ketangguhan. Inilah yang dinamakan karakter resilient.


Akhirnya, dapat piala juga! kalau ini asli, bukan dari kertas

Lebih banyak tentang menumbuhkan karakter resilient, saya kemarin belajar banyak di acara Nutriclub. Menurut Ibu Nadya Pramesrani, M. Psi, Psikolog Keluarga dari Rumah Dandelion yang hadir pada acara tersebut, masa usia dini adalah waktu yang tepat dalam memahami dan mengembangkan resiliensi. Salah satu caranya adalah dengan  melalui pengalaman yang bermakna atau purposeful exposure

Dari kiri ke kanan Ibu Vega Gupta, MC, Mbak Nadia Mulya dan Mbak Nadya Pramesrani
Nah, ngomong-ngomong tentang purposeful exposure kemarin saya juga sempat mampir ke booth Royal Lounge di Pakuwon Mall Surabaya. Booth yang disponsori oleh Nutriclub ini berisikan wahana-wahana yang sarat dengan kegiatan bermakna bagi si kecil. Yang pertama saya lihat, ada lantai digital yang bisa mengajak anak untuk berinteraksi menyelesaikan tantangan yang diberikan. Misalnya, harus menghadapi "ulat-ulat" dengan cara meloncat dan menginjaknya. Wah, kebayang kan.. anak-anak pasti seneng boleh loncat-loncatan. Setelah "ulat-ulat" berhasil dikalahkan, anak-anak "memanen" buah apel.

 Nggak cuma sampai disitu, masih ada tantangan melewati "buaya" di "sungai". Jika ada step yang gagal, konsekuensinya harus mengulang permainan dari awal. Disini anak-anak nggak cuma hore-hore tetapi ada tujuan agar anak-anak berani menghadapi tantangan dan juga memiliki mental yang tangguh untuk bangkit jika menemui kegagalan. 

"..ayo Dek, kita basmi ulatnya...!" kata Kakak di booth Royal Lounge

Tidak hanya wahana untuk anak, para Mama juga bisa berkonsultasi dengan psikolog-psikolog yang dihadirkan di Royal Lounge. Kemarin saya ngobrol-ngobrol dengan mbak Binky, dari Rumah Dandelion. Meskipun Faisya sudah bukan balita lagi, tapi ternyata namanya belajar tuh nggak ada selesainya. Banyak hal yang musti masih saya biasakan lagi ke anak-anak untuk mengasah karakter resiliensinya.  Sebab, saya percaya resiliensi ini bukan bawaan lahir tetapi harus ditumbuhkan. Kita sebagai orang tua wajib banget paham bagaimana menumbuhkannya.

Ngobrol santai dengan mba Binky, Psikolog dari Rumah Dandelion

Kita bisa melakukan tes resiliensi melaluui monitor ini

Selain konsultasi dengan psikolog, disediakan juga tools untuk mengetahui seberapa kuat resiliensi si kecil kita. Mama tinggal mengisi data nama dan usia anak, kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di layar. Nanti akan muncul hasil seberapa resilient si kecil kita.

Apakah resiliensi hanya bisa dideteksi melalui tes ? Tentu tidak, dengan mengamati keseharian anak kita juga dapat mengukur seberapa resilient si kecil kita. Ada 5 ciri yang bisa kita jadikan patokan dalam menilai seberapa kuat resiliensi pada si kecil kita.

  1. Adaptif, yaitu kemampuan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat
  2. Berani, yaitu keberanian anak dalam mencoba dan menghadapi hal baru, juga tantangan-tantangan baru dan mengalahkan rasa takut.
  3. Mandiri, anak bisa mengandalkan diri sendiri dalam mengambil keputusan.
  4. Gigih, anak tak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
  5. Banyak Akal, mampu mencari solusi saat menghadapi tantangan.

Resiliensi Bukan Faktor Bawaan, Melainkan Ditumbuhkan


Pernah nggak kita -entah sengaja atau tidak- mempermudah tantangan dalam proses belajar anak? Misalnya nih, karena nggak sabar lihat anak kelamaan memasang tali sepatu, buru-buru kita ambil alih. Membantunya memakai kaos kaki, hanya supaya cepat selesai padahal sebenarnya si kecil bisa melakukannya sendiri. Atau menyuapinya karena nggak sabar melihat nasi berceceran..? Hayo, siapa pernah ? Sayaa dong..! ( Ngaku )

Faisya belajar mengikat tali sepatu, luwaamaa, gemes pengen bantuin sebenarnya
Hal-hal yang sepertinya remeh temeh seperti contoh-contoh diatas, merupakan proses anak dalam mengasah resiliensinya. Jadi sebaiknya berikan kepercayaan kepada si kecil untuk melakukannya. Karena peran orang tua sebagai orang terdekat untuk mendukung pembentukan karakter resilient sejak dini sangat diperlukan.

Kegiatan lain yang dapat memberikan tantangan bersifat purposeful exposure, misalnya travelling, outbond dan simple family project.

- Kegiatan travelling akan memberikan tantangan bagaimana beradaptasi dengan kondisi di luar rutinitas sehari-hari.

- Kegiatan outbond, menuntut anak bergerak aktif di luar ruangan sehingga dapat mencoba beragam aktivitas baru.

- Simple Family Project, memberikan tantangan kepada anak untuk bekerja sama sesuai tugasnya. Misalnya, membuat rumah-rumahan kardus, berikan tugas sesuai kemampuan anak dan bimbing mereka melaksanakan tugasnya hingga tuntas.

Tantangan dalam aktivitas purposeful exposure ini juga bermaksud agar anak mengetahui batas kemampuan dirinya dan apa yang dia miliki untuk menghadapi masalah.

 Jika hal ini konsisten dilakukan anak akan terbiasa menghadapi tantangan dan ketidakpastian sehingga terbiasa akan fokus pada cara penyelesaian masalah yang paling efektif.


Resiliensi Akan Menambah Percaya Diri


Ketika resiliensi anak sudah terasah dengan baik, rasanya kita nggak khawatir lagi dimanapun si kecil berada. Karena pastinya, dia akan mampu menghadapi tantangan baik di masa sekarang maupun tantangan di masa depan. Jika dulu Faisya mewek setiap lomba kalau nggak dapat piala, sekarang sudah lebih percaya diri, seperti ketika mengikuti kompetisi matematika ini. Meskipun tahun lalu belum berhasil maju ke babak semi final, tahun ini masih semangat untuk mencoba lagi. 

meski pernah gagal di lomba sebelumnya, tetap semangat daan PD aja lagi ! he he..

Buat teman-teman yang kemarin belum sempat datang ke booth Royal Lounge, jangan khawatir karena semua informasi dan pembelajaran yang ada di Royal Lounge juga diinformasikan secara detail di website resmi  Nutriclub

Di website ini, selain full dengan informasi bergizi seputar dunia parenting dan kesehatan anak,  kita juga bisa mengakses tes-tes berikut ini
  • Tes Resiliensi untuk melihat seberapa tangguh si kecil, 
  • Baby Cost Calculator untuk menghitung perencanaan kebutuhan si kecil 
  • Alergi Expert untuk deteksi resiko alergi si kecil sejak dini. 
Semua tes diatas dapat dengan mudah kita akses melalui website. Nutriclub berharap informasi dan fitur yang disajikan pada website dapat diakses lebih banyak orang tua di Indonesia, sehingga dapat bersama-sama mendukung si kecil untuk resilient baik secara mental maupun fisik dan lebih terarah dalam mencapai kesuksesan di masa depan.

Nah, setelah ada gambaran tentang karakter resilient, kira-kira tips apa yang akan teman-teman lakukan untuk mengasah karakter tersebut pada si kecil? Sharing, yuk...


Resep Fish Bites ala Resto Yang Praktis dan Mudah, Gorengan Sehat Favorit Anak


resep fish bites


Urusan masak, saya tuh nggak suka yang ribet-ribet. Untungnya suami dan anak - anak juga nggak terlalu picky soal makanan.  Biasanya saya siapkan makanan siap saji yang praktis, misalnya frozen food. Jadi sewaktu - waktu anak-anak butuh camilan bisa langsung goreng. Sudah enak, praktis dan hemat waktu, pulak !

Tapiiii, biasanya yang cerewet Ibu saya, alias neneknya nak-kanak. Ini nggak boleh lah, itu nggak baik lah.. Jangan sering makan makanan berpengawet lah, Jangan sering makan goreng-gorengan lah, endebra endebre... Hihihi, memang ya kalau nggak cerewet namanya bukan nenek.. Tapi si nenek ini memang lebih telaten dalam urusan masak-memasak. Jika kebetulan beliau sedang ada di rumah kami, biasanya stok frozen food sementara hengkang dulu dari freezer. Diganti makanan-makanan homemade yang dibuat sendiri oleh beliau. 

Makanya anak-anak suka banget kalau ada neneknya. Tahu kalau bakalan dimanjain dengan cemilan kesukaan mereka. Berhubung memang sukanya makanan digoreng, seringnya sihh mereka request cemilan kayak perkedel, bakwan sayur, naget dan sebangsanya. Nah kan, teteup gorengan mulu maunya.. Tapi belakangan ini, Ibu sudah nggak terlalu cerewet lagi perihal makanan digoreng. Kata Ibu saya, boleh makan goreng-gorengan asal goreng sendiri dan pakai minyak goreng yang bagus.

Emangnya, kriteria minyak goreng yang bagus itu kayak apa sih ? Saya jadi penasaran kan.. 

Dari artikel kesehatan yang saya baca di internet, katanya minyak goreng yang bagus itu salah satunya mempunyai kandungan lemak tak jenuh tinggi. Tenyata nih, kandungan lemak tak jenuh tertinggi pada minyak tumbuhan adalah minyak goreng yang dibuat dari kedelai. Wah, baru tahu ya.. Selama ini saya pikir minyak goreng ya dari kelapa sawit aja. 

happy soya oil
yuk kenalan sama Happy Soya Oil

Setahu saya, minyak goreng yang terbuat dari minyak kedelai, ya Happy Soya Oil. Saya pernah lihat di supermarket cuma belum ngeh apa bedanya. Saya baca-baca nih, Happy Soya Oil ini terbuat dari 100%  minyak kedelai murni. Karena kandungannya dari minyak kedelai murni, jadi Happy Soya Oil memiliki kandungan vitamin E yang baik untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini. Aih, saya jadi membayangkan jika konsumsi goreng-gorengan kita digorengnya selalu pakai Happy Soya Oil, kulit bakalan lebih cantik karena terhindar dari penuaan dini. Bisa hemat budget skincare juga dong, hehehe..

Dan ternyata kebaikan Happy Soya Oil nggak cuma kandungan vitamin E aja, minyak ini juga kaya akan antioksidan, omega 3 dan omega 6. Paket lengkap, antioksidan, omega 3 dan 6 kan udah dipercaya banget bisa menangkal radikal bebas. Jika tubuh terhindar dari radikal bebas pastinya kerja tubuh dan organ-organ vital bisa berjalan dengan lebih baik.

Wuih, baru tahu kalau ada minyak goreng plus plus kayak gini...! Kalau pakai Happy Soya Oil, mau makan cemilan goreng - gorengan hayuk aja. Kebetulan nih, anak-anak lagi minta dibuatin Fish Bites. Saya udah pesan fillet ikan kakap di tukang sayur langganan. Iya, musti pesan dulu. Soalnya jarang - jarang kang sayur bawa fillet ikan kakap. Biasanya mah, mujaer, lele dan sebagainya. Membuat fish bites ternyata mudah, saya dapat resepnya dari buku Ibu Sisca Soewitomo. Nyoba sekali langsung sukses. Kata Icha, enak..! Kayak beli di restoran, hehehe..

Iya juga ya, baru ingat kalau Fish Bites ini jadi salah satu menu di restoran fast food kesukaan mereka. Sebenarnya rahasia enaknya Fish Bites ini ada di saus cocolannya. Ada rasa gurih, manis dan segar gimanaa gitu. Ternyata ada campuran kental manis dan air jeruk lemon pada mayonaisnya. Saya baru tahu resep saus cocolannya ya dari buku Ibu Sisca ini.

Buat yang ingin coba, silakan dicontek resepnya ya.. InsyaAllah ini mudah banget dan anti gagal.

Fish Bites Homemade 

Bahan :
300 gram daging / fillet ikan kakap, potong memanjang ukuran 8x1x1cm
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam

Olesan Panir:
1 putih telur, kocok lepas
150 gram tepung roti kasar

Saus :
3 sdm mayonais
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm air jeruk lemon
2 sdm kental manis putih
2 sdm bawang bombay cincang
2 sdm acar mentimun 
2 sdm peterseli cincang

Minyak goreng Happy Soya Oil secukupnya untuk menggoreng

Cara Membuat :

1. Cuci bersih ikan kakap yang sudah dipotong, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit. Kemudian cuci dan tiriskan


2. Buat sausnya, dengan mencampur mayonais, garam, merica. Aduk rata. Tambahkan kental manis dan air lemon, aduk kembali. Kemudian tambahkan bawang bombay cincang. Simpan selama 30 menit dalam lemari es. Bagi yang nggak terlalu suka rasa asin, bisa kurangi takaran garamnya ya. Karena biasanya mayonais sudah mengandung rasa asin.


Oiya, di saus ini seharusnya ada acar dan peterseli, tapi saya skip ya. Karena saya nggak suka acar, dan kebetulan nggak dapat peterseli. Untuk aksen hijau pada saus saya tambahkan daun seledri cincang.

3. Panaskan Happy Soya Oil secukupnya, sambil kita menyiapkan ikan untuk digoreng. Celupkan ikan ke dalam putih telur, kemudian balur / lumuri dengan tepung roti. Goreng sampai kecoklatan.


4. Tadaa, fish bites hangat siap dinikmati. Jangan lupa hidangkan dengan cocolan saus mayonais segarnya. Humm, it's so yummy...!

This is it! Fish Bites dengan cocolan saus mayo lezat..!

Kalau gorengnya pakai Happy Soya Oil, nggak dicerewetin sama nenek lagi, hehehe. Ternyata ingin sehat nggak harus berhenti makan enak. Anak-anak juga lahap makannya. Wajib nih sedia Happy Soya Oil di rumah, agar tetap bisa menyajikan gorengan enak kesukaan keluarga.

#JanganBerhentiMakanEnak
#HappyHealthy

Custom Post Signature

Custom Post  Signature