Salah satu keriuhan ibu-ibu ketika berkumpul, adalah menceritakan pengalaman masing-masing ketika proses persalinan. Meski sudah berlalu sekian tahun, bahkan ada yang usia anaknya sudah kepala 2 alias dua puluh tahunan, tapi kebanyakan kami masih ingat setiap detil proses persalinan yang dialami. 

Masa kehamilan dan melahirkan adalah sebuah momen yang berharga bagi setiap ibu. Sejak pertama merasakan kehadiran janin di rahim, suka-duka 'gembol' bayik kesana kemari selama 9 bulan, segala keluhan yang menyertai proses kehamilan, hingga tiba waktunya si adek bayi hadir di dunia, merupakan sebuah proses spesial yang tidak akan sama antara ibu yang satu dengan lainnya. Setiap Ibu punya cerita unik masing-masing.

Bagi yang mengalami proses kelahiran per vaginam, kebanyakan bercerita tentang robekan yang terjadi di perineum, yang berujung harus dijahit. Malah ada yang bilang, punyaku sampai diobras, nggak cuma dijahit ! Haha.. tentu saja berchandyaaa.. berchandyaa..

To be honest, pembahasan ini buat saya agak 'ngeri-ngeri sedap'. Mendengar kata robekan perineum itu sudah ngilu rasanya. Mungkin karena saya, qadarullah, tidak mengalami proses melahirkan per vaginam tetapi lewat operasi sesar. Namun meskipun tidak mengalaminya, saya penasaran kenapa bisa terjadi robekan pada perineum, dan apakah tidak ada cara untuk mencegahnya ?

Mengenal Perineum dan Fungsinya


Perineum adalah area kulit antara lubang vagina dan anus. Secara umum, panjangnya sekitar 3-5 cm. Jaringan perineum ini harus kokoh untuk menciptakan dasar panggul yang kuat, ini berfungi mengontrol ketika kita batuk atau bersin agar tidak buang air kecil. Namun disatu sisi, perineum juga dituntut harus fleksibel untuk meregang saat melahirkan agar bayi bisa keluar melalui jalan lahir. Ketika jaringan perineum kurang fleksibel untuk meregang, bisa terjadi trauma perineum baik yang disebabkan oleh episiotomi*) ataupun robekan perineum secara spontan.

Ah, itu kan proses alami, nanti juga sembuh setelah dijahit ?!

Ada yang berfikir seperti itu ? Ada, saya ! Awalnya saya berfikir trauma perineum adalah hal lumrah yang terjadi ketika proses persalinan, ternyata robekan perineum itu bisa dihindari dengan melakukan pijat perineum loh !

Walaupun secara medis bisa diatasi dengan jahitan, robekan perineum bisa menyebabkan ketidaknyamanan berupa jaringan parut dan rasa sakit setelah melahirkan, inkontinensia**) gas, urin atau feses, selain itu bisa juga berdampak negatif pada kenyamanan dan fungsi seksual pasca melahirkan. 

Andai dulu teman-teman saya rutin melakukan pijat perineum + selama 5-10 menit setiap hari mulai usia kehamilan pada minggu ke 35-36,  insyaAllah mereka akan terhindar dari robekan perineum yang berujung pada trauma. Pijat perineum terbukti secara klinis bisa membuat jaringan kulit menjadi lentur, fleksibilitas perineum meningkat selama persalinan dan tentu saja, jalan lahir meregang tanpa sobek saat melahirkan dan tidak perlu tindakan episiotomi. 

Pijat Perineum Pakai Minyak ? Big NO !


Upaya antisipasi robekan perineum ini sebenarnya sudah dilakukan oleh emak-emak kita jaman dulu. Saya ingat, sebelum persalinan pertama saya, Ibu jauh-jauh hari sudah mengirim minyak kelapa, katanya sih disuruh minum supaya lancar melahirkan. ( ya kan, dulu masih minim ilmu banget, boro-boro tahu tentang pijat perineum.. hehe )

Memang sih ya, banyak yang beranggapan bahwa minyak murni seperti minyak zaitun atau minyak kelapa bagus untuk melakukan pemijatan, khususnya di area perineum ini. Namun ternyata, kandungan asam oleat dalam minyak tersebut cukup tinggi, sehingga jika digunakan secara tunggal rentan mengiritasi kulit. Ada solusi terbaik yang bisa digunakan untuk melakukan pijat perineum yaitu dengan menggunakan Momtera Perineum Massage Gel.



Momtera Perineum Massage Gel adalah gel pijat perineum berbahan dasar air sehingga mudah diserap kulit. Gel berwarna putih dengan tekstur kental, tapi tidak lengket ya.. ketika dioleskan, gel mudah terserap oleh kulit. 

Momtera Perineum Massage Gel adalah terobosan pertama di Indonesia untuk membantu para Ibu melahirkan tanpa robekan perineum dam bebas stretch mark. Memakai Momtera Perineum Massage gel ini akan membuat pijat perineum lebih nyaman dan membantu menghidrasi jaringan perineum sehingga tetap lembut dan kenyal. Momtera mengandung collagen dan hyaluronic acid, yang dikenal karena manfaat penyembuhannya dan melembabkan. Formula unik ini membantu melembutkan dan menyiapkan area perineum sehingga mengurangi risiko robekan saat melahirkan. Tidak hanya itu, Momtera Perineum Massage Gel juga mengandung almond oil yang dapat mencegah dan memudarkan stretch mark. 

Kandungan Unik Momtera Perineum Massage Gel
( www.pijatperineum.com)



Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Mulai Menggunakan Momtera Massage Gel?


Selain permasalahan robekan pada perineum yang dialami Ibu pada proses persalinan, kehamilan juga bisa menimbulkan keluhan lain yaitu stretch mark. Peregangan kulit ketika hamil mengakibatkan pecahnya jaringan kolagen dan elastin, meninggalkan tanda seperti bekas cakaran biasanya di perut dan paha. Momtera Perineum Massage Gel bisa juga dipakai sejak awal kehamilan untuk mencegah stretch mark. 

Stretch mark ini termasuk keluhan kulit yang bandel alias susah sekali dihilangkan. Makanya, jika bisa ikhtiar mencegah tentunya lebih baik mencegah munculnya stretch mark. Untungnya Momtera Perineum Massage Gel bisa juga dipakai untuk mencegah stretch mark. 

Gunakan Momtera Perineum Massage Gel sejak awal kehamilan, dan mulai minggu ke 35-36 untuk membantu pijat perineum, 




Dimana Mendapatkan Momtera Perineum Massage Gel ?

Teman-teman bisa membeli Momtera Perineum Massage Gel melalui website resmi Momtera atau melalui akun instagram Momtera . Yuk bagikan informasi ini kepada teman atau sahabat kalian yang saat ini sedang hamil ataupun promil. Bantu Ibu hamil mengenal Momtera Perineum Massage Gel agar terbantu untuk melahirkan tanpa robekan serta kulit mulus bebas stretch mark 

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat ^^

-        

Vocabulary :

*) episiotomi : sayatan yang dibuat pada perineum agar bukaan vagina lebih besar sehingga mempermudah proses persalinan.

**) inkontinensia : kondisi dimana seseorang kehilangan kontrol otot kandung kemih

( sumber : alodokter.com )