Cerdas Finansial #8 Gemar Berinfaq

Kalau saya berfikir, anak-anak pada fitrahnya adalah pribadi yang dermawan, pola asuh dan pembelajaran dari orangtua yang kadang secara tidak sengaja membentuk anak menjadi kikir atau pelit. Khususnya dalam pemakaian uang. Saya pernah sedikit memarahi Faisya ketika bagi-bagi angpau ke temannya. Enak ae, duit dibagi-bagi.. Haha.. Ini sih pemikiran emak-emak ya, jangan dicontoh. Entah apa yang ada di pikiran Faisya waktu itu, sehingga berbagi "amplop" dengan teman-temannya. Untungnya saya sadar, dan saya netralkan dengan pemahaman bahwa teman-temannya juga sudah dapat angpau dari orangtua atau saudara-saudaranya, jadi tidak perlu dia beri lagi. Lagipula, jika memberi uang ke teman bisa-bisa mamanya teman marah, karena temannya bisa jajan tanpa seijin mamanya.

Tapi lain halnya jika berbagi uang untuk berinfaq. Kegemaran ini yang justru perlu kita pupuk sedari kecil. Untuk membentuk pribadi-pribadi yang dermawan.
Alhamdulillah dari sekolahpun selalu memotivasi agar anak-anak selalu rajin berinfaq. Jadi kami para orangtua tinggal mendukung saja, sambil selalu mengingatkan anak-anak agar menjaga amanah. Jika diberi uang untuk infaq, tidak boleh dipakai untuk jajan. Alhamdulillah, sejauh ini lancar.

Faisya rutin setiap hari membawa uang infaq walaupun hanya 1000 atau 2000 rupiah per hari nya. Syukur-syukur ada kelebihan rizki bisa lebih. Kakak Icha, biasanya hanya membawa uang infaq di hari Jumat, besarannya saya usahakan minimal tidak kurang dari uang saku hariannya. Saya mencoba menanamkan ke anak-anak, bahwa uang infaq tidaklah harus berupa receh-receh atau dari 'sisa-sisa' uang jajan, tetapi sangat baik dipersiapkan tersendiri. Jumlah besarpun boleh, asalkan sesuai kemampuan.

Iseng-iseng, mencoba ngetes sejauh mana pemahaman Faisya tentang infaq.

Saya : Untuk apa kita infaq ?
Faisya : Biar dapat pahala..
Saya : Eh, pahala itu apaan siih?
Si kakaknya bisikin, paha dan kepala.. Ayam guriiing...
Saya : ish ish ish.... Tak betul tu..

Hahaha, seringkali bahasa kami sehari-hari terkontaminasi dengan dialek upin ipin. Lupakan.

Gemar berinfaq, juga merupakan salah satu stimulus mendidik anak cerdas finansial sejak dini. Agar anak-anak senantiasa paham bahwa dalam harta yang kita miliki, juga ada hak orang lain. Dan apa yang kita infaq kan tidaklah hilang, melainkan sebagai tabungan kita kelak untuk bisa ke surga. In syaa Allah..

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Posting Komentar

0 Komentar