Kamis, 29 Oktober 2015

Untung ada Ojesy !

Oktober 29, 2015 2 Comments
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mencoba Ojesy ( Ojek Syari ). Layanan ojek khusus wanita. Dilihat dari namanya, Ojesy ini memang menyasar kebutuhan mobilitas para muslimah. Seringkali para muslimah terkendala dengan ojek konvensional yang rata-rata dikemudikan oleh laki-laki. Dan akhirnya beralih ke angkutan umum. Padahal, kebutuhan akan transportasi yang cepat, aman, murah dan pastinya memenuhi standar syariat sangat tinggi. Disinilah peluang yang ditangkap Ojesy.
Sebenarnya layanan ojek wanita tidak hanya Ojesy, ada Go-Jek wanita , dan lady jeck. Tapi, berhubung saya baru nyobain Ojesy, ya ceritanya Ojesy dulu yak ^^
Jadi ceritanya waktu itu mau bezuk baby nya teman yang opname di RS Siti Khodijah Sidoarjo. Rute dari rumah ke RS  melewati jalan utama, otomatis membuat saya minder duluan. Hehe.. Dan berhubung pak suami sedang dinas luar kota, jadi terpaksa mencari alternatif lain. Cari barengan, eh ibu-ibu lainnya sudah pada bezuk rombongan. Mau minta antar teman kok sungkan, untungnya ada Ojesy!
Start jam 9.30 saya menghubungi Ojesy melalui sms di nomor 08974565379 . Karena sebelumnya sudah dapat bocoran form order Ojesy dari teman, jadi langsung saja saya isi form ini dengan data saya.
Nama :
No Telpon / SMS :
No WhatsApp :
Tanggal Jemput :
Jam Jemput :
Kota :
Alamat Jemput (lengkap) :
Alamat Tujuan :
Informasi tarif Ojesy untuk saat ini adalah :
Tarif Order : 5.000
Tarif Per KM : 3.000
Tarif Tunggu : 5.000 per 30 menit
Tarif Cancel : 10.000
Tarif Minimal : 5 km (kurang dari 5 km tetap dihitung 5 km)
Berlangganan Bebas Tarif Order
Tidak lama kemudian, saya mendapat balasan sms  balasan yang menginformasikan nama driver dan meminta konfirmasi ulang atas pesanan saya.
Selanjutnya saya tinggal duduk manis menunggu mbak driver menjemput saya. Hmm.. lumayan lama juga saya menunggu. Ternyata mba Oppy, pengemudi Ojesy nya whatsapp ke saya, dia kesulitan mencari alamat saya. Dia nyasar ke perumahan sebelah.  Pukul 10.30 baru mbak Oppy sampai ke rumah. Oiya, untuk keterlambatan ini mbak Oppy bilang ada kesalahan alamat yang diberikan dari operator. Oke lah bisa dimaklumi. Toh gak keburu-buru juga.
Kami segera meluncur. Nggak sampai 15 menit saya sampai ke tujuan. Mba Oppy menunggu di area parkir sementara saya langsung menuju TKP.
Supaya gak terlalu banyak kena tarif menunggu, saya rencanakan sekitar 20 - 25 menit saya sudah pamitan. Tapi ternyata ada sedikit miskom. Saya kesulitan mencari dan menghubungi mba Oppy. Jadi lumayan lama juga kami tunggu-tungguan... akhirnya waktu menunggu terhitung  selama 50 menit.
Total biaya yang saya keluarkan untuk perjalanan ini sebanyak Rp. 45.000,- dengan rincian sebagai berikut
- biaya order Rp. 5.000,-
- dari rumah ke RS angka spedometer menunjukkan 4km jadi biaya nya sebesar Rp. 12.000,- ( 4 km x Rp. 3.000,-)
- tarif menunggu selama 50 menit, terhitung 1 jam yaitu Rp. 10.000,- ( 2 x Rp. 5.000,-)
- perjalanan pulang terhitung Rp. 18.000 (Rp. 3.000 x 6 km ) karena jalur putar balik ke arah Ispatindo lumayan macet kami terpaksa mengambil rute lain.
Kalau dibandingkan dengan taksi masih lebih murah yaa.. Selain itu lebih cepat juga. Dan insyaAllah.. aman! Karena sama-sama perempuan, jadi rasanya kayak bonceng teman aja. Kebetulan mba Oppy, driver yang membantu saya kemarin orangnya juga enak diajak ngobrol. Mba Oppy ini umurnya diatas saya, anaknya sudah SMP. Beliau juga cerita, selain menjadi driver Ojesy, sore atau malamnya beliau mengajar di sebuah bimbingan belajar. Untuk Sabtu - Minggu beliau memilih off duty, dan meluangkan waktu untuk keluarga. Hmm.. luar biasa ya!
Saya sempat bertanya mengenai mekanisme kerjasama driver dengan Ojesy. Jadi mereka, para driver ini, tidak perlu datang ke kantor/pool. Mereka stay at home, dan pihak operator akan menghubungi mereka jika ada orderan. Diutamakan lokasi terdekat dengan pemesan. Untuk wilayah Sidoarjo, masih kata mba Oppy baru ada sekitar 15 orang driver Ojesy. Malah mba oppy ini juga mengajak saya memanfaatkan waktu luang dengan bergabung sebagai driver si Ojesy. Duh mbak, lewat jalan besar saja saya gemeteran, gimana mau jadi driver Ojesy, hehe..^^
Nah, bagi yang ingin menggunakan jasa ojek online, ada baiknya memperhatikan poin-poin berikut :
- siapkan kelengkapan berkendara seperti jaket, masker wajah, dan sunglasses. Minus helm yaa, karena helm sudah disiapkan oleh pengemudi Ojesy.
- perhatikan waktu pesan, jangan mepet-mepet banget dengan kebutuhan kamu. Paling tidak satu jam sebelumnya. Bisa juga pesan hari ini untuk esok hari. Kalau pesen sekarang minta datang sekarang, hehe pesen es teh manis aja deh :P
- mintalah informasi tarif terlebih dahulu. Dan jika argo / tarif mengacu pada jumlah kilometer, minta driver untuk menunjukkan spedometer pada saat awal bertransaksi. Catat jika perlu.
- pesanlah melalui Operator atau Customer Service resmi. Tidak langsung ke driver. Ini penting agar order kita tercatat resmi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Untuk saat ini, layanan Ojesy sudah ada di beberapa kota yaitu Surabaya, Sidoarjo, Malang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta, Bekasi dan Gresik.
Bagi saya, Ojesy sangat membantu kebutuhan saya akan transportasi murah, cepat dan aman. Yang terpenting lagi, sesuai syariat.
Bagaimana tertarik menggunakan jasa Ojesy ? Atau malah tertarik mendaftar sebagai driver Ojesy? Silakaan.. ^^

Senin, 26 Oktober 2015

Pimpinan atau Bawahan ?

Oktober 26, 2015 1 Comments
Catatan kecil..
Ini kali ketiga saya mengajak anak-anak makan di sini. Di kedai ayam goreng lokal murah meriah, sejak openingnya sebelum bulan ramadhan lalu.
Yang menarik, dua kunjungan kami sebelumnya, saya selalu ketemu staf wanita yang sepertinya bukan kasir atau pramusaji, tetapi berdiri di area kasir. Mungkin semacam supervisor gitu.
Kenapa saya menduga dia supervisor? Dari caranya menghadapi pembeli seolah bahasa tubuhnya mengatakan, aku bukan pelayan. Belum selesai saya bilang , mba paket ay... langsung dia potong , sama kasir ya bu..
Saya tolah toleh wong ngga ada lagi yang berada di area kasir selain dia. Akhirnya dia pun melayani pesanan saya, sebelumnya teriak-teriak memanggil kasir  tapi nggak ada yang datang.
Oo rupanya saat itu bertepatan dengan jam pergantian kasir, dan dia sedang cashcount , menghitung uang kasir sebelumnya kemudian di serahterimakan ke kasir yang bertugas selanjutnya.. (hahaa.. ini tebakan saya aja lho, maklum mantan kasir)
Kedatangan saya berikutnya ke kedai itu, masih juga ketemu si mbak itu. Kali ini sedang sibuk dengan arsip dan terlihat beberapa kali mengkonfirmasi jadwal rekan-rekan nya yang lain. Tapi tetap dengan berada di area kasir dan pramusaji. Menurut saya cukup mengganggu pelayanan.
Nah, kalau yang ketiga ini agak berbeda. Ketika kami datang antrian lumayan panjang juga. Pembeli ngantri tak beraturan. Saya pun termasuk yang salah tempat hehe. Saya kira memanjang ke depan ternyata belok menyamping. Seorang pria muda yang berdiri di belakang kasir membantu menertibkan antrian.
"Ibu maaf, antri nya dari sebelah sini.." katanya
"Oh.. salah ya... "
Saya pun dengan cengar cengir berpindah tempat. Hehehe..
Ketika hampir sampai giliran saya, si pria muda itu dengan tersenyum menyapa..
"Ibu pesanannya apa saja saya bantu siapkan.."
Padahal saya belum sampai kasir lho, satu giliran lagi.
Dan setelah saya sampai kasir pesanan saya sudah siap. Kasirnya tinggal ngitung saja.
That's the real supervisor!
Hehe , mau cerita itu aja sih ^^
Catatan buat kita semua, ketika kita berada di belakang meja pelayanan. orang tak peduli kita bos atau staf, orang tahunya kita disitu untuk melayani.
Dan, pesan moral yang ingin saya sampaikan adalah, kita tak perlu berteriak untuk menyampaikan siapa kita. Cukup dengan attitude yang baik, orang akan menilai apakah kita layak disebut apa. Pimpinan atau bawahan.
That's all ^^

Follow Us @soratemplates