Follow Me @diarynovri

Jumat, 08 Maret 2019

Review Ozora Serum Vitamin C

Maret 08, 2019 22 Comments

Ngomongin tentang skincare, pasti nggak lepas dari ngomongin tentang serum. Buat sebagian orang, si mungil yang kerap mendapat julukan beauty hero ini merupakan step wajib dalam daily routine skincare. Begitu pentingkah sebuah serum? Penasaran dong saya. Dan ibarat pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba, alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk mencoba dan mereview Serum Vitamin C dari Ozora Skincare.




Isi paket dari Ozora Skincare

Paket dari Ozora saya terima kurang lebih 3 minggu yang lalu. Isinya botol kecil serum vitamin C isi 20 ml. Harganya di kisaran Rp. 125.000,- Produk ini didistribusikan oleh CV. Naturel Care Global dan diproduksi oleh CV. Nosin Indonesia. Keduanya berlokasi di Yogyakarta

Ozora Vitamin C Serum ini, diklaim memiliki kandungan vitamin C murni yang bermanfaat menstimulasi kolagen sekaligus sebagai antioksidan yang mampu mengurangi kerutan dan membuat wajah lebih cerah. 

Packaging
Ozora Vitamin C Serum dikemas dalam box putih, dengan tulisan dominan warna hijau. Keterangan manfaat dan cara pemakaian dicantumkan jelas pada box dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terdapat juga stiker hologram bertuliskan NOSIN, untuk menjamin keaslian produk.


Sedangkan cairan serumnya diwadahi botol kaca dengan tutup pipet. Isinya 20 ml atau 0,67oz. Mungil banget yak..! Tentu saja, karena serum merupakan cairan konsentrat jadi pemakaiannya pun cukup beberapa tetes sudah bisa meng cover seluruh area wajah dan leher. Material botol yang terbuat dari kaca membuat saya sedikit was - was, kalau sampai jatuh, weww berabe nih. Yang pasti, saya amankan dulu dari jangkauan anak-anak, hehe..^^

Ingredients :
Aqua, Methylsilanol Acorbate, Butylene Glycol, Cyclopentasiloxane, Propylene Glycol, Citric Acid, Diazolidinyl Urea, Xanthan Gum, Dmdm Hydantoin, Tetrasodium Edta, Sodium Hyaluronate

Cara Pemakaian :
Saya memakai serum ini sesuai petunjuk  pemakaian yang tertera pada kemasan, yaitu diusapkan pada wajah pagi dan malam. Tentunya melengkapi skincare yang sedang saya pakai saat ini. Untungnya, Ozora Serum Vitamin C ini aman-aman saja digunakan dengan produk skincare lain. Jadi urut-urutan tahapannya seperti ini nih, setelah membersihkan wajah saya gunakan toner, kemudian tunggu sampai toner terasa meresap dan kering di wajah, baru usapkan Ozora Serum Vitamin C. Kemudian tunggu lagi sampai serum meresap, baru lanjutkan dengan treatment lainnya, yaitu sunblock atau day cream untuk aktivitas pagi sampai siang, atau night cream untuk malam hari.

Oiya, di awal-awal pemakaian saya merasakan ada efek pedih di mata ketika di aplikasikan di sekitar area mata. Tapi ketika pemakaian selanjutnya sudah tidak terasa lagi. Untuk respon kulit, nyaman-nyaman saja, tidak terasa pedih atau gatal.

Hasil :
Setelah pemakaian kurang lebih 2 minggu, manfaat yang di klaim oleh produk ini cukup terasa. Kerutan-kerutan halus di wajah mulai berkurang. Maklum lah, di usia saya yang 30++ ( atau lebih tepatnya 40-  haha..) kerutan-kerutan halus mulai banyak bermunculan. Jadi, menurut saya produk ini recommended untuk mengurangi kerutan. Efek lain, kulit terasa lebih segar dan lebih kenyal. Ketika produk diaplikasikan ke wajah, tercium aroma vitamin C nya ( seperti jeruk, atau lemon gitu deh..) yang memberikan efek aromatherapy membuat pikiran lebih fresh
Foto setelah pemakaian Ozora serum vit. c 
kurang lebih 2 minggu (tanpa krim wajah, tanpa bedak, tanpa edit/filter)

Untuk efek brightens nya di saya masih belum terlalu terlihat. Mungkin efek brightens ini akan lebih terlihat setelah pemakaian lebih dari 2 minggu. Atau jika dibarengi dengan pemakaian krim pencerah dari brand yang sama.

Plus :
- tidak lengket
- cepat meresap
- aromanya segar
- sudah ada nomor BPOM
- bebas alkohol
- bebas pewangi
- bebas pewarna tambahan
- no animal testing

Minus :
- Botol kaca, bikin was-was. Bisa jadi botol berbahan kaca untuk mempertahankan kandungan serum, (mungkin lho ya.. ) Tapi seandainya bisa dikemas dalam botol plastik akan lebih aman.
- Harga cukup mahal. Emm, relatif sebenarnya kalau masalah harga ya. Kalau untuk saya, lumayan pricey lah. 

Dimana bisa dibeli ?
Produk ini bisa dibeli di marketplace atau langsung ke web resminya di www(dot)ozoraskincare(dot)com 

Ok, that's my honest review tentang Ozora Serum Vitamin C. Info lebih lanjut kalian bisa kepoin akun instagram @ozoraskincare

Terima kasih sudah membaca ya.. 
Punya pengalaman dengan Ozora serum Vitamin C juga ? Atau pernah pakai serum lainnya? Lanjut ngobrol di kolom komentar yuk ^^













Sabtu, 02 Maret 2019

Cara Membuat Kerajinan Sospeso Trasparente

Maret 02, 2019 21 Comments

Hai semua.. Selamat weekend ya^^
Sebenarnya saya punya resolusi, mulai tahun 2019 ini ingin menertibkan postingan di blog. Jadi terjadwal gitu, kayak blog - blog mastah.. haha. Tapi apa daya, keriweuhan emak-emak ini membuatku tak berdaya ( Tuh kan, lagi - lagi alesan..). Etapi, kali ini nggak pakai alasan lagi, mulai pekan ini saya (berusaha) posting satu artikel kategori Craft & DIY di blog. Semoga kalian suka ya..

Kali ini, saya ingin berbagi tentang teknik sospeso trasparente. Apa itu sospeso trasparente ? Dilihat dari namanya seperti berbau-bau dari negeri pizza and lasagna. Yup, Italia !

Sospeso trasparente (ada juga yang bilang sospeso transparante)  merupakan sebuah teknik crafting yang dipopulerkan oleh Monica Allegro dari Italia. Teknik dasarnya hampir sama dengan decoupage, yaitu memotong dan menempel motif ke suatu permukaan. Namun bedanya, pada teknik sospeso motif yang dipotong dan ditempel ke media akan memiliki tampilan 3 dimensi. Sampai disini kebayang kan, cantiknya kayak apa ?

Hasil dari kerajinan sospeso ini dapat diaplikasikan pada berbagai media seperti clutch / dompet, sebagai hiasan pada pigura, wall decor, kalung etnik,  atau yang paling sederhana sebagai bros.

Daaan, setelah lama terpendam akhirnya hasrat saya belajar sospeso kesampaian juga. Yayyy...! Saya ikutan workshop membuat bros batik teknik sospeso yang diadakan oleh Rumah Belajar Craft & DIY Ibu Profesional Surabaya Sidoarjo. 

Ternyata mengerjakan teknik sospeso tidak terlalu sulit. Ada alat khususnya, namanya burin. Stik dengan ujung tumpul berbagai ukuran. Jadi ujung bulatan yang besar, itu untuk membentuk kelopak bunga yang besar, demikian seterusnya. Tinggal menyesuaikan ukuran kelopak bunga yang akan kita bentuk. Sedangkan ujung burin yang agak panjang, fungsinya untuk membentuk volume pada daun. Begini nih, penampakan burin.

Harga sepasang burin ini sekitar 50 ribuan.
Dari hasil googling saya menemukan bentuk burin selain dari bentuk yang saya pakai. Tapi saya belum tahu kegunaannya, mungkin untuk sospeso yang sudah teknik advance kali yah..

Selain burin sebagai tool utamanya, sospeso membutuhkan bahan-bahan antara lain sebagai berikut :

Kain batik, gunting, emboss pad, burin
dan contoh bros sospeso

1. Motif yang akan dibuat sospeso
Motif ini bisa diambil dari motif bunga pada kain batik, brokat atau bahan katun. Karena workshop kali ini membuat bros batik, jadi saya menggunakan kain batik sebagai medianya

2. Neutral Film / Mika transparante (mika khusus sospeso)
Sekilas mirip mika untuk jilid fotokopian, hehe.. Tapi beda lho! Mika transparante ini teksturnya lebih tebal, lebih kuat dan lebih lentur dari mika jilid. Kemarin saya menggunakan mika yang polos.

Ada juga yang sudah bermotif, harganya sekitar 80 ribuan per pack.

3. Emboss pad
Emboss pad ini digunakan sebagai alas meng embos. Atau saat membentuk motif menjadi 3 dimensi menggunakan burin. Bisa menggunakan spon kira - kira tebalnya 0,5 atau 1 cm.

4. Lem Sospeso
Lem khusus untuk mengerjakan sospeso atau decoupage.

Bahan lainnya adalah bahan craft umum seperti manik – manik, peniti bros, kain keras/flannel sebagai alas bros, lem tembak + refill, gunting craft, lilin dan alat pengering.

Tahapan pembuatan sospeso dari bahan batik kayak gini, nih :

1. Kain batik digunting mengikuti motif bunga yang ingin dikreasikan

Kain batik yang sudah
digunting motifnya
2. Rekatkan guntingan motif tersebut pada mika trasparente dengan menggunakan lem, olesi lagi dengan lem pada bagian atasnya. Tunggu hingga kering sempurna


3. Setelah motif melekat pada mika dan kering sempurna, gunting motif tersebut secara presisi mengikuti polanya


4. Layukan ( lumerkan ) mika yang sudah ditempeli motif tersebut dengan menggunakan api pada lilin

5. Ketika mika pada posisi layu, segera lakukan proses emboss menggunakan burin. Dengan cara ditekan ( seperti menguleg ) sehingga terbentuk kelopak bunga yang natural. Lakukan embossing pada semua motif yang sudah tertempel pada mika. Caranya bisa cek seperti pada video berikut:


6. Rangkai motif yang sudah di emboss sehingga membentuk rangkaian bunga yang cantik


7. Jika ingin dijadikan bros, tempelkan alas dari kain keras atau flanel pada bagian belakang rangkaian bunga , kemudian tempelkan peniti bros

Bagaimana, ingin mencoba ? Hasil kerajinan sospeso ini termasuk memiliki nilai jual yang tinggi. Tetapi kembali lagi pada tingkat kesulitan dan kerapiannya juga, sih. Semakin rumit motif sospeso harga jual bisa semakin mahal. Tapi, tak jarang crafter yang lebih suka membuat untuk dipakai sendiri. Namanya juga passion, kan ?

Sekadar catatan aja sih, teknik sospeso untuk bros ini bisa dibilang teknik yang dasar atau pemula.Selanjutnya masih ada teknik sospeso yang lain, yang (kayaknya) lebih sulit. Do'ain yaa, semoga ada rejekinya saya buat belajar sospeso yang lebih advance. Ntar diceritain lagi di blog, hehehe...

Well, sampai disini dulu postingan craft untuk mengisi akhir pekan. Sampai ketemu di blog post berikutnya. Cheers ^^


Kamis, 28 Februari 2019

Review Serundeng Bandeng dan Terasi Bubuk Bunda Sugi

Februari 28, 2019 6 Comments

"Maa.. baju putihku mana?"
"Mamaa.. kaos dalam dimana ?"
"Kaos kaki yang sebelah mana Ma..??"

Begitulah huru - hara pagi hari. Kebayang kan serunya? Padahal saya masih sibuk di dapur. Dua princess itu sudah jumpalitan mencari seragamnya. Dan, hasilnya.. tumpukan baju di lemari ikut jumpalitan juga. Hahaha..

Setelah huru - hara berangsur reda, tibalah waktunya sarapan. Jam di dinding menunjukkan pukul 06.30 wib. Padahal sarapan pagi baru kelar nasinya doang. Lauknya belum ada! Panik dong... senjata andalan adalah telur dengan 3 pilihan olahan. Ceplok, dadar atau orak - arik. Hahaha.. Biasanya anak - anak nurut aja, tapi kali ini koq ndilalah, mereka protes.

"Emoh, telur lagi.." kata si adek
"Eh, aku mau sarapan sama ini aja...." kata si kakak.
Ternyata dia menemukan Serundeng Bandeng Bunda Sugi di meja makan.
"Ooo iyaa, Mama lupa kalau punya Serundeng Bandeng Bunda Sugi, ya udah sarapan pakai ini aja ya ?"
Saya langsung tabur - tabur serundeng bandeng di nasi putih yang masih hangat. Hmm, aromanya sangat menggoda.
"Enak kak?"
"Enaak Ma, nambah lagi serundengnya..."

Wah, senengnya kayak nemu berlian. Sebab selama ini susah banget membiasakan anak - anak makan ikan, terutama ikan bandeng. Alasannya tentu saja, banyak duri ! Padahal ikan bandeng adalah asupan gizi yang baik. Di dalam ikan bandeng ada kandungan asam lemak omega-3,omega-6, fosfor, kalsium, protein dan masih banyak lagi, Konon, rajin mengkonsumsi ikan bandeng akan  membantu anak lebih cerdas, mudah fokus, lebih sehat untuk mata dan meningkatkan imunitas anak. Hamdallah, saya menemukan Serundeng Bandeng Bunda Sugi, jadi nggak bingung - bingung lagi. Praktisnya dapat, manfaatnya juga dapat.

Serundeng Bandeng Bunda Sugi

Eh, ternyata Serundeng Bandeng Bunda Sugi ini produk lokal Sidoarjo loh! Pemiliknya, Bunda Sugi Hartati, selain seorang blogger dan penulis buku juga merupakan pegiat UKM di wilayah Sidoarjo. Komposisi serundeng bandeng ini terdiri dari ikan bandeng segar, kelapa dan bumbu-bumbu tradisional yang diolah secara higienis. Harga jual yang dipatok untuk ukuran 95 gram adalah Rp 27.000 sedangkan untuk ukuran 200 gram sebesar Rp. 50.000.


Serundeng Bandeng Bunda Sugi ini dibuat oleh Dapur Bunda Sugi dan merupakan produk home industry. Saat ini Serundeng Bandeng Bunda Sugi  mempunyai 3 varian yaitu : manis, asin gurih dan pedas. Jangan khawatir, serundeng bandeng ini dibuat dengan bahan berkualitas dan halal, jadi tidak perlu ragu menyantapnya. Kabar baiknya lagi, Serundeng Bandeng Bunda Sugi juga sudah mengantongi ijin PIRT.

Selain serundeng bandeng, Dapur Bunda Sugi juga mempunyai produk lain yaitu terasi bubuk. Hmm, seperti apa ya penampakannya? Penasaran kan, yuk kepoin terus reviewnya.


Terasi Bubuk Premium Bunda Sugi


Saya termasuk yang agak 'anti' dengan produk terasi. Meskipun dipercaya memberikan rasa sedap pada aneka makanan, menurut saya terasi itu baunya ... busuk. Iya nggak sih?



Makanya waktu tahu ada produk Terasi Bubuk Bunda Sugi ini, saya penasaran banget mencoba. Apakah aromanya sama dengan terasi 'konvensional' ? Ternyata tidak, terasi bubuk Bunda Sugi ini beraroma lebih harum karena proses pengolahannya dibuat dari udang segar dan ditambahkan bumbu. Apalagi, terasi bubuk ini dikemas dalam botol yang tertutup rapat, sehingga tidak perlu khawatir jika harus dibawa kemana-mana meskipun tercampur dengan pakaian nggak bakalan deh tercium bau terasinya.



Terasi Bubuk Bunda Sugi ini nggak cuma untuk tambahan sambal lho, bisa juga langsung ditaburkan pada masakan sebagai penyedap rasa. Saya biasanya menambahkan terasi bubuk ini di tumis sawi atau daun ginseng kesukaan suami. Eh, mau dimakan langsung sebagai taburan nasi juga bisa lho! Karena terasi bubuk ini sudah matang dan juga satu - satunya terasi udang yang sudah berbumbu. Hmm, maknyus...! Harganya berapa? Hanya Rp. 35.000 saja untuk kemasan 85 gram. Lumayan awet saya pakainya, karena cukup sedikit ditambahkan pada sambal atau masakan sudah terasa. Sama seperti serundeng bandeng, Terasi Bubuk Bunda Sugi juga sudah mempunyai ijin PIRT.

Ternyata banyak produk UKM yang kualitasnya nggak kalah dengan produk pabrikan nasional. Dan jika bukan kita yang memajukan UKM di daerah, siapa lagi ?

Teman-teman pastinya ingin tahu dong, dimana bisa membeli Serundeng Bandeng dan Terasi Bubuk Bunda Sugi ? Langsung saja kepoin akun instagram @dapurbundasugi atau bisa juga langsung melalui chat whatsapp ke nomor 085100013093

Dapur Bunda Sugi juga bisa  melayani pengiriman ke seluruh Indonesia. 


*disclaimer:
Harga yang dicantumkan adalah harga jual yang berlaku saat ini




Selasa, 19 Februari 2019

Paxel, Idola Baru Dunia Jasa Pengiriman

Februari 19, 2019 17 Comments
What..? Perusahaan ekspedisi baru lagi?
Ah, paling gitu - gitu aja..

Begitulah respon saya ketika mendengar tentang Paxel. Menjamurnya bisnis pengiriman dewasa ini membuat saya kurang antusias menanggapi hadirnya Paxel. Tapi ternyata anggapan itu sirna begitu saya menghadiri Paxel Blogger Gathering di Satu Atap Coworking Space Surabaya 14 Februari 2019 kemarin.


Alhamdulillah, banyak insight positif yang saya dapat dari acara tersebut. Apa dan bagaimana Paxel ? Apa yang membuat Paxel berbeda dengan yang lain? Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan Paxel.


Siapa di Balik Paxel ?

Beliau adalah Bapak H Djohari Zein sebagai co founder, seorang pengusaha yang sudah sangat kampiun menangani bisnis jasa pengiriman. Sebelumnya, beliau juga membawahi sebuah perusahaan ekspedisi nasional yang cukup ternama di Indonesia. Selain Pak Djohari, ada juga Bapak Bryant Cristanto yang juga merupakan co founder Paxel dan Bapak Alexander Zulkarnain sebagai Brand Happiness Hero.
Bapak H. Djohari Zein pada opening Paxel Surabaya

Dalam pemaparannya, Bapak Djohari Zein banyak bercerita kisah inspiratifnya dalam berbisnis. Dimana beliau selalu menjadikan bisnis sebagai ibadah dan melandasi setiap nafas usaha dengan spirit AL Qur'an. Seperti halnya 'kebaikan' yang dijadikan sebagai landasan kerja Paxel, bersumber dari QS Al Hud ayat 117 yang artinya "Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang - orang yang berbuat kebaikan."

Semangat inilah yang menjadi tagline Paxel yaitu #antarkankebaikan . 

Kenapa tarif Paxel bisa flat dan relatif murah ? Secara teknis hal ini disampaikan oleh Bapak Bryant Christanto. Paxel menggunakan sistem smartlocker, dimana paket di jemput dan diantar oleh kurir yang berbeda. Tiga tahapan sistem pengiriman di Paxel meliputi : Pengumpulan ( Pick Up/Collecting), Penyortiran ( Sorting ) dan Pengiriman ( Delivery ). Sistem loker ini, membuat proses pengiriman lebih hemat waktu, biaya dan juga lebih efisien.

Nah, jika di ekspedisi lain kita ketemu dengan mas - mas kurir, di Paxel kita akan dibantu oleh mas - mas Happines Hero. Ya, itu istilah Paxel untuk petugas kurirnya. Tidak hanya diberi 'label' hero tapi mereka juga dibekali attitude yang baik untuk menularkan semangat #antarkankebaikan dan mengantarkan barang dengan ikhlas . Tidak lupa juga yang utama adalah semangat kejujuran yang selalu ditekankan dalam ritme kerja para happiness hero. Oiya, mas - mas hero ini dalam tugasnya mengenakan kaos kuning, atau jaket dengan nuansa kuning dan ungu. Menurut Pak Alex, warna kuning adalah warna yang melambangkan kehangatan tanpa jarak sedangkan warna ungu melambangkan kemewahan. Lalu, warna merah pada logo Paxel kira - kira apa ya artinya ? Nah, seperti yang sudah umum kita ketahui warna merah melambangkan keberanian. Keren, kaan ?
Logo Paxel

Sudah Menjajal Paxel, Mbak?

Sudah dong !
Berhubung tempat tinggal saya belum termasuk coverage area Paxel, saya mencoba aplikasi ini ketika berada lokasi gathering Paxel kemarin. Pantang pulang sebelum mencoba, ha ha ha..
Karena Paxel ini berbasis aplikasi, pastinya pertama-tama kita harus unduh dan pasang dulu aplikasinya di smartphone. Tampilannya cukup sederhana koq, ada panduan navigasi yang mudah dipahami. Oiya, saya mendapat gratis saldo Rp. 100.000 karena memasukkan kode referal dari teman saya. Kalian juga bisa dapatkan saldo gratisnya, caranya cukup masukkan kode referal  NOVV  diaplikasi. Selanjutnya kalian juga bisa memberikan kode referal kalian kepada teman lainnya agar dapat tambahan saldo dari Paxel. Lumayan kan?

Mencoba layanan Paxel
Cara melakukan order melalui aplikasi Paxel sangat mudah. Pilih menu 'Buat Pengiriman' di pojok bawah tampilan aplikasi, selanjutnya Paxel akan mendeteksi lokasi kamu. Order bisa dilanjutkan jika lokasi pengambilan dan tujuan berada dalam coverage area.

Setelah lokasi pengambilan dan lokasi tujuan diinput, kita bisa memilih jenis dimensi paket yang akan kita kirim. Pilihan dimensi paket sebagai berikut :
  • Small dengan ukuran 20x11x7 cm, biaya Rp 18.000
  • Medium dengan ukuran 30x20x12 cm, biaya Rp. 21.000
  • Large dengan ukuran 35x30x25 cm, biaya Rp. 25.000
  • Custom, ukuran di cek langsung oleh hero Paxel saat mengambil barang
Karena tarif Paxel ini flat, jadi biaya paket ditentukan berdasarkan dimensinya, bukan jarak antaran. Berat maksimal untuk semua dimensi adalah 10 kg. Bagaimana jika salah menentukan dimensi ? Jangan khawatir, mas happiness hero akan mengubah inputan yang sudah kita buat dan menyesuaikannya ke jalan yang benar dengan data yang benar. 

Setelah order pengiriman ini terbentuk, kalian tinggal duduk manis menunggu karena mas - mas happines hero Paxel akan mengambil paket kalian. 

Mudah bukan ?

Kelebihan dan Kekurangan Paxel

Dari sekian banyak fitur yang ditawarkan Paxel, saya mencatat beberapa kelebihan Paxel antara lain adalah :
  1. Hemat waktu, kita tidak perlu membawa paket ke agen atau konter jasa pengiriman. Buat emak - emak yang nyambi jualan online sambil momong anak, tentunya fasilitas ini berguna banget, kan ? Otomatis akan lebih banyak sisa waktu yang bisa digunakan untuk me time atau aktivitas lainnya
  2.  Nggak perlu ribet packing karena Paxel memberikan fasilitas packaging. Gratis ? Iya, selama masa promosi
  3. Paket sampai lebih cepat, sameday atau bahkan dalam hitungan jam. Dengan fitur ini, teman-teman yang punya usaha kuliner seperti frozen food dapat mengirim paket dengan aman.
  4. Tarif terbilang murah, karena flat berdasarkan ukuran paket, tidak dihitung berdasarkan jaraknya.
  5. Fleksibel dalam berbagai hal, antara lain lokasi pengiriman bisa disesuaikan dengan lokasi kita pada saat itu, juga estimasi barang di tujuan bisa disesuaikan sesuai keinginan kita. Semisal pada saat estimasi barang tiba di tujuan si penerima sedang tidak di tempat, kita bisa ubah waktu penyerahan ke hari lain.
  6. Jaminan uang kembali jika barang rusak atau waktu pengantaran yang sangat lama ( melebihi 8 jam )
  7. Tercatat. Kita bisa tahu progres pengantaran paket kita. Siapa nama kurir yang bertugas. Bahkan foto dan tanda tangan penerima juga akan terpantau pada aplikasi. 



Meski mengusung banyak fitur-fitur unggulan, namun untuk saat ini Paxel masih terkendala dalam hal jangkauan pelayanan. Coverage area saat ini masih terbatas pada kota-kota besar saja. Selain Bandung dan Jabodetabek, Paxel baru melayani Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta dan Denpasar.


Semoga dalam waktu dekat, jangkauan pelayanan Paxel bisa menjangkau lebih banyak kota dan semakin banyak yang bisa merasakan kebaikan layanan Paxel.








Kamis, 20 Desember 2018

Geliat Bisnis Craft Menembus Era Ekonomi Digital

Desember 20, 2018 0 Comments

Perkembangan dan pertumbuhan dunia digital yang terus menerus, membuat perubahan semua bidang menjadi digitalize. Tak terkecuali bidang usaha industri kreatif, seperti bisnis craft. Bisnis craft yang mayoritas bermain di ranah UKM ( Usaha Kecil Menengah ) ini termasuk sektor yang tahan banting menghadapi era ekonomi digital.

Beberapa teman crafter yang saya hubungi dalam rangka survey kecil – kecilan tentang ekonomi digital, menyatakan bahwa transaksi penjualan online mereka lebih besar jika dibandingkan dengan transaksi offline. Bahkan dengan kemudahan teknologi mereka lebih dapat mengoptimalkan kreativitas mereka di bidang craft. Meskipun kebanyakan sudah akrab dengan media internet untuk transaksi online, namun tidak sedikit crafter yang masih bingung, tentang apa itu definisi ekonomi digital.
Menurut Amir Hartman, ekonomi digital didefinisikan sebagai “the virtual arena in which business actually is conducted, value is created and exchanged, transactions occur, and one-to-one relationship mature by using any internet initiative as medium of exchange” (Hartman, 2000). Ringkasnya dapat diartikan bahwa ekonomi digital adalah sebuah kondisi ketika hubungan bisnis atau transaksi terjadi dengan menggunakan media internet. Tentu konsep ini berbeda sekali dengan ekonomi klasik yang mengharuskan transaksi  secara  face to face.
Meskipun belum sepenuhnya mengandalkan transaksi berbasis internet, namun diakui oleh para pebisnis craft bahwa konsep ekonomi digital ini telah memberikan kemudahan dalam berbisnis. Salah satunya, hilangnya pengaruh faktor geografis. Melalui internet,  pebisnis craft dapat menjangkau calon pelanggan di mana saja di seluruh dunia.

Demikian juga faktor aset fisik dalam hal ini gedung, yang dalam konsep ekonomi klasik merupakan faktor utama, menjadi tidak lagi penting. Calon pelanggan hanya perlu berhadapan dengan sebuah situs internet ( atau akun media sosial atau e commerce ). Bahkan, hubungan antara pebisnis dan calon pelanggan tidak lagi terbatas waktu 8 jam per hari namun bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja selama 24 jam secara online. Proses yang terjadi lebih pada transaksi adalah pertukaran data dan informasi secara virtual, tanpa kehadiran fisik antara pihak-pihak atau individu yang melakukan transaksi.
Namun tentunya ada beberapa hal  yang wajib diperhatikan oleh pebisnis craft sebagai konsekuensi agar bisa bertahan dalam menghadapi persaingan di era ekonomi digital ini, antara lain yaitu :
  1. Harus melek internet

Sekarang ini banyak sekali workshop yang diadakan oleh pemerintah atau lembaga terkait tentang internet untuk bisnis, khususnya bagi pebisnis level start up. Dengan memanfaatkan event-event  tersebut pebisnis akan lebih mengerti dan paham tentang pemanfaat internet bagi sektor usaha.

  1. Memiliki dukungan transaksi perbankan online realtime

Hampir semua bank telah didukung dengan layanan e-banking, mulai dari sms banking, internet banking bahkan layanan transaksi online menggunakan aplikasi berbasis android. Pebisnis di era ekonomi digital hendaknya paham cara bertransaksi elektronik, sehingga dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman menggunakan fasilitas e-banking.

  1. Jaringan internet yang berkualitas

Dukungan jaringan internet merupakan faktor penting dalam berbisnis di era ekonomi digital. Apa jadinya bisnis online tanpa dukungan jaringan internet yang berkualitas? Oleh karena itu pilihlah jaringan internet yang baik agar aktivitas online dalam berbisnis selalu lancar.

  1. Memperluas jangkauan koneksi digital

Optimasi media sosial perlu dilakukan untuk memperluas jangkauan koneksi digital. Media sosial juga harus dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan business branding.

Selain keempat faktor di atas, tentu saja pebisnis craft juga harus memperhatikan faktor kreasi dan inovasi dalam pengembangan produk. Hal ini penting agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan sukses bertahan. Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka kompetisi di era ekonomi digital ini akan menjadi bagian dari kehidupan kita.




Sabtu, 24 November 2018

5 Jurus Anti Baper di Media Sosial

November 24, 2018 8 Comments


Biasanya apa sih, yang bikin teman - teman baper ketika bermain medsos ?

✔️ postingan nggak ada yang nge like or comment?
✔️ lihat postingan artis atau teman yang menurut kita hidupnya sempurna ?
✔️ debat / pro kontra menanggapi sesuatu ?

atau apa ? he he he
Dulu saya termasuk yang baper an dengan medsos. Pernah autoleft grup wa gegara teman saya candaannya kelewatan. Nyesel setelah itu ? Nggak juga sih, sekali - sekali emang perlu. Tapi kadang - kadang kebaperan kita juga bisa ditanggapi lucu oleh orang lain (baca = diketawain). 

Contohnya yang ini, beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang antri belanja di warung, tidak sengaja terlibat obrolan ibu - ibu tentang grup whatsapp mereka. Ibu - ibu ini lagi ngobrolin teman mereka yang baper gegara postingannya nggak ada yang respon. Rupa - rupanya teman si ibu ini memposting  berita duka tentang meninggalnya seorang da'i kondang yang mantan rocker. Karena kesal postingannya tidak direspon beberapa menit kemudian si ibu marah - marah.

"Yo opo ngunu iku, wa ne nggak direken ngamuk..." 
(Bagaimana kalau seperti itu, wa nya nggak direspon marah)

"Posting e lho jam pitu, yahmono aku jek uplek nang dapur, gak kiro nyekel hp.." sahut ibu yang satunya ( postingnya jam tujuh, jam segitu aku masih sibuk di dapur, nggak mungkin pegang hp )

Saya senyum - senyum sendiri mendengarnya. Tuh kan, kalau kita kelewat baperan di medsos bisa- bisa diketawain yang lain. Jadi baiknya bagaimana ? Kalau menurut saya sih begini

1. Positif Thinking
Jika kita memutuskan menggunakan medsos, artinya kita siap menerima segala resikonya. Keseringan negatif thinking akan membuat sakit hati. Jadi belajarlah selalu positif thinking menyikapi setiap postingan orang lain.Begitu juga ketika postingan kita minim respon, akui mungkin postingan kita kurang menarik, atau bisa jadi belum ada yang menanggapi karena sibuk.

2. Skip Jika Perlu
Bete lihat teman posting foto dan kepsyen mesra - mesraan mulu dengan suaminya? Atau keki lihat do'i upload foto jalan - jalan ke luar negrinya ? hehehee...
Media sosial sudah ada antisipasi kok untuk kenyamanan kita. Ada menu unfollow di facebook dan mute/senyapkan di instagram. Manfaatkan itu aja, daripada nahan baper.

3. Bersikap pro choice
ibu bekerja vs ibu dirumah ?
melahirkan normal vs operasi sesar ?
vaksin vs no vaksin ?
sekolah negeri vs sekolah full day ?

masih banyak lagi daftar pro dan kontra yang ujung - ujungnya menjadi perdebatan tanpa ujung pangkal di media sosial. Setiap orang memiliki kondisi dan pertimbangan masing - masing. Jadi, bersikap pro choice terhadap pilihan orang lain merupakan hal yang terbaik menurut saya.

4. Saring sebelum sharing
jargon ini sudah populer banget untuk mengingatkan kita pentinganya menjaga jempol dan telunjuk sebelum menyentuh tombol 'share'. Pastikan hanya yang bermanfaat yang kita share dari akun medsos kita

5. Introspeksi Diri
Sebelum menyalahkan orang lain, mengkritik hidup orang lain, coba deh kita introspeksi diri sendiri. Sebab belum tentu kita lebih baik dari yang kita kritik.

Tapi dipikir - pikir, kalau semuanya bisa nerapin jurus anti baper, nanti di media sosial nggak ada yang nyinyir bin julid nggak seru dong ? hahaha... Biarlah, media sosial boleh panas, tapi hati kita harus tetap adem kayak ubin mesjid. Setuju tak ?


day 5
BPN 30 Day Blog Challenge

Jumat, 23 November 2018

Belum Sah Jadi Blogger Perempuan Jika Belum Gabung BPN

November 23, 2018 2 Comments

"Mbak, kenapa bergabung dengan Blogger Perempuan Network ?"
"Tentunya karena saya blogger dan karena saya perempuan dong... selain itu saya juga ingin menambah pertemanan dengan blogger - blogger perempuan lainnya. Juga ingin update info - info terkini seputar dunia blogging..

Itu dialog imajinatif.
Kira - kira, jika ada yang mewawancarai saya akan jawab seperti itu. Haha.. ( siapa juga yang mau wawancara?)

Blogger Perempuan Network, salah satu komunitas blogger di Indonesia. Dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa komunitas ini hanya menerima anggota perempuan. Sudah lama saya mengenal BPN daan..  off the record nya, saya baru 'berani' bergabung dengan BPN  ketika BPN mengadakan 30 Day Blog Challenge kemarin ini. Hah ?? Serius mbak'e? Jadi kemana aja selama ini mbaaak...? Tak bisikin ya.. tapi jangan bilang- bilang. Aslinya saya nge per alias minder mau gabung BPN. Bayangan saya isinya blogger - blogger kelas profesional semua. Sedangkan saya apalah. Jadi selama ini hanya berani jadi silent reader BPN, follow twitter, instagram dan facebooknya. Tapi belum berani isi formulir pendaftaran bergabung sebagai member. Berhubung syarat 30 Day Blog Challenge ini harus member, dan harus pasang banner BPN di blog, jadi saya ngga punya alasan buat minder lagi. Hari itu juga saya isi form pendaftaran lanjut pasang banner. Alhamdulillah, sudah resmi  jadi member Blogger Perempuan Network. Dan, setelah jadi member BPN, apakah yang saya rasakan ? Nyesel ! iya nyesel, kenapa nggak dari dulu – dulu.

Ketika BPN mengadakan program, seperti 30 day Blog Challenge kali ini, sering saya lihat komentar blogger – blogger laki – laki begini,

“Min, cowok boleh ikutan..”

Hehe.. bersyukur saya perempuan dan blogger, jadi bisa bergabung di Blogger Perempuan Network.

Jadi, setelah gabung di BPN gimana rasanya mbak ?
Yang pertama, nambah ilmu, pasti..! di web BPN banyak sekali artikel yang bermanfaat banget untuk menambah skill maupun pengetahuan di bidang blogging

Yang kedua, traffic blog meningkat, insya Allah..
Dengan mengikuti 30 day Blog Challenge ini, saya bisa lebih sering blogwalking ke sesama peserta tantangan, mudah – mudahan di bw balik ^^V

Yang ketiga, follower medsos meningkat
Sejak awal share banner 30 day blog challenge, saya mulai banyak berinteraksi dengan sesama peserta dan saling follow.

logo Blogger Perempuan Network


Asyique khan..?
Buat yang belum gabung BPN, buruan gabung sekarang. Belum sah jadi blogger perempuan kalau belum gabung dengan BPN.

#day4
#30DayBlogChallenge



Artikel ini diikutkan dalam program 30 Day Blog Challenge dari Blogger Perempuan Network

Kamis, 22 November 2018

Tentang Kenapa Harus Diary Novri

November 22, 2018 2 Comments

Duh, susahnya menjelaskan mengapa saya memakai nama blog 'diarynovri' dalam 300 kata. Karena dalam 5 kata saja selesai sudah. Sebab 'diarynovri' ya diary nya Novri. Hehe.. Tapi karena ini merupakan tema hari ketiga dalam 30 Day Blog Challenge yang diadakan Blogger Perempuan Network, baiklaah saya coba uraikan mengapa saya memakai nama 'diarynovri' di blog ini kepada pemirsa semua.

Awal nge blog, blog ini berjudul www.mama-sibuk.blogspot.com belum TLD.

Baca yuk : tema day 1 - kenapa menulis blog

Setelah kurang lebih 6 tahun nebeng domain di blogspot, akhirnya saya mendapat hidayah untuk membeli domain sendiri. Sempat bingung juga sih, mau pakai nama apa ya ?

Beberapa calon nama yang masuk dalam daftar saya antara lain:

www.mamasibuk.com
Emm, jangan deh.. Ntar sibuk terus.

www.novrihartanto.com
Eciyee.. Ini gabungan nama saya dengan nama pak suami. Tapi, koq jadi macho banget ya. Karena nama 'novri' sendiri sudah sering dikira nama cowok. Jika ditambah 'hartanto' fix makin terdengar seperti nama cowok. Ya nggak ?

Ngobrol-ngobrol dengan mbak Rahmah si empunya www.chemistrahmah.com saya diajari tentang pentingnya personal branding dalam membuat nama blog. Nama blog harus bermakna positif dan mencerminkan diri kita. Sehingga ketika orang mendengar nama blog kita, akan nge link ke personal kita sebagai pengelola blog nya.

Akhirnya saya putuskan membuat nama www.diarynovri.com

Kenapa bukan novriyanti.com ? ( pengen pasang emot smiley ngempet ketawa tapi nggak ada). Entahlah, berasa ada yg kurang. Dari segi rima dan pengucapan menurut saya diarynovri lebih mudah diucapkan.
terjemahan kata 'diary' dari google

Secara harfiah diary artinya buku catatan harian. Bisa di analogikan, blog ini merupakan catatan harian saya. Apa saja yang ingin saya tulis bisa saya tulis disini. Namanya juga diary, ye kaan?


day 3
Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge
tema : kenapa menggunakan nama blog yang sekarang




artikel ini diikutkan dalam 30 day blog challenge Blogger Perempuan Network



Rabu, 21 November 2018

Curhatan Crafter Blogger ( Wannabe )

November 21, 2018 0 Comments


"Apa tema blog kamu ?"
"Hmm, apa ya ?"

Pertanyaan itu sering muncul ketika saya mengisi form pendaftaran di komunitas blogger. Mikir keras dulu sebelum jawab. Apa ya ? Awal – awal nge blog memang belum terpikirkan tema apa yang akan saya tulis. Boro – boro tema, postingannya aja suka - suka. Kadang – kadang cuma satu paragraf, atau bahkan hanya posting foto sebiji sama tulisan beberapa kata. He he, malu kalau ingat.

Tapi semakin kesini, kecenderungan tema yang saya tulis mengerucut pada tema craft dan DIY. Karena aslinya memang suka bikin – bikin. Cumaa… almost all crafter kayaknya setuju, membuat foto dan narasi tutorial itu lebih susyaah beribu kali daripada bebikinannya sendiri.(  Haha, ini alasan yang butuh pembenaran ). jadi, ya monmaap meskipun sudah menasbihkan diri ( ingin ) menjadi crafter blogger, postingan craft saya masih bisa dihitung dengan jari.

Anyway, tema craft konon merupakan tema yang kurang populer untuk dijadikan niche blog. Orang cenderung akan mencari tema – tema populer seperti traveling, health atau lifestyle. Mbak Lusi, seorang crafter blogger yang mengelola www(dot)beyourselfwoman(dot)com pernah bilang di salah satu postingannya, bahwa ketika dia memutuskan untuk fokus pada niche craft & DIY DA blog sempat merosot tajam. Jadi agak deg – deg an juga ketika ingin memutuskan focus tema blog di craft. Tapi ketika saya iseng – iseng cek data statistik blog, ternyata postingan saya yang paling sering  dibaca dan ditemukan melalui mesin pencari  adalah postingan tutorial craft. Postingan lain nyaris nggak ada yang nyangkut di mesin pencari (  nyesek nggak sih…. Hahaa.. PR.. belajar SEO nih ! )


Ya sudahlah, mungkin memang jodoh  saya di craft. Lagipula, kalau dipikir - pikir, saya mendingan bikin postingan tutorial craft daripada disuruh bikin review gincu dan foto bibir beraneka warna. Nggak bakat, hahaha..

Eh, kalau kamu, suka bikin postingan yang sesuai passion atau yang populer ?

#day2
#BPN30DayBlog Challenge


Tulisan ini diikutkan dalam Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge





Selasa, 20 November 2018

5 Alasan Saya Jatuh Hati Pada Dunia Blogging

November 20, 2018 4 Comments


Jauh sebelum saya tahu bahwa di dunia ini ada profesi yang bergelar "blogger" saya sudah mempunyai sebuah blog. Haa.. Kok bisa ya ?

Jadi dulu, mamak -mamak ini kerja di sebuah bank syariah swasta ( di Indonesia lah pastinya. ). Lagi seneng - senengnya punya anak satu, hobi cekrek upload foto anaknya di sosmed yang kala itu saya tahunya hanya facebook. Kemudian disarankan oleh seorang teman yang baik hati dan tidak sombong untuk menulis portofolio tumbuh kembang anak di blog.

"Blog ?? apa ituh..?" tanya saya dengan polosnya.

Sama si teman dijelasin blog adalah bla bla bla. Masih tetap belum paham. Mau bikin blog sendiri alasan tidak punya modem lah, sibuk lah. Jadi sama teman baik hati ini kemudian si mamak dibuatkan sebuah blog yang berjudul www(dot)mama-sibuk(dot)blogspot(com). Panjang beneer ya.. Tapi pas lah buat si mamak yang waktu itu sibuk kerja pergi pagi pulang malam demi mencari seember berlian.

Postingan pertama di blog di isi oleh si teman baik hati. Kemudian saya diajarin cara membuat postingan, upload foto, mengubah tema dan lain - lain. Selanjutnya saya ketagihan nge blog. Nabung untuk beli modem, yang waktu itu harganya kurang lebih sejutaan. Setelah itu rajin ke kantor bawa laptop dan modem, bukan untuk kerjaan tapi untuk nge blog ( sstt, jangan bilang - bilang ya...). Proses awal nge blog itu terjadi sekitar pertengahan tahun 2010.

Dari awal sampai beberapa tahun kemudian postingan di blog masih seputar celotehan anak. Meskipun sempat gabung di sebuah komunitas blogger, tapi hanya silent reader. Tapi dari komunitas blogger itu saya mulai berinteraksi dengan blogger - blogger lain dan mengenal istilah blogwalking. Menginjak tahun ke enam, barulah ada keinginan untuk menata blog lebih rapi. Mulai dari penggunaan domain berbayar, perubahan tema dan merapikan isinya. Kalau dibilang puas sih belum ya, masih sering mupeng lihat blog yang keren - keren gitu, baik dari segi lay out maupun isi.

Seiring waktu, nge blog menjadi bagian dari hidup saya. Mulai pede menyandang predikat blogger ( walau selalu merasa newbie ). Saya semakin menemukan keasyikan tersendiri menulis di blog. Dan jika saya rasakan lebih dalam, 5 alasan ini yang membuat saya makin jatuh hati pada dunia blogging

Pertama, menulis di blog itu bebas berekspresi

Bebas menulis topik apapun yang saya sukai, Meskipun sebuah topik yang ujung - ujungnya cuma curhatan nggak jelas. Tulisan di blog bisa langsung tayang tanpa melalui seleksi ketat dewan redaksi. Ya iyalah, blog blog kita sendiri kan? Haha.. tapi disini saya menyadari perlunya self editing dan self sensoring. Nggak mau juga kan kalau blognya absurd kebanyakan curhatan gaje..?

Kedua, blog sebagai sarana berbagi

Jika ada amalan yang terus akan mengalir setelah kita tiada, salah satunya adalah dari manfaat ilmu yang kita sebarkan kepada orang lain. Hal ini yang selalu menjadi motivasi saya untuk berbagi hal- hal baik yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain. Karena cita - cita saya menjadi guru sudah kandas, menulis di blog menjadi sarana saya berbagi. Dan saya berharap ada manfaat dari apa yang saya tulis di blog ini

Ketiga, blog sebagai media aktualisasi diri

Sebagai mamak - mamak anggota tim ex working mom yang rawan sekali  mengalami sindrom galau pasca resign, blog ini sangat penting bagi saya sebagai media aktualisasi diri. Bagi saya menulis di blog ampuh sebagai terapi jiwa untuk menangkal perasaan inferior karena seringnya ketemu panci dan cucian kotor, wkwkk...
life as a blogger, kadang - kadang liputan event sampai malam

Keempat, menulis di blog bisa menambah teman

Saling mengunjungi blog bisa menjadi ajang silaturahmi para blogger, dan biasanya menjadi sangat excited ketika bertemu di dunia nyata. Apalagi  jika semakin sering bertemu di event blogger. Alhamdulillah, jaringan pertemanan saya bertambah setelah saya menulis di blog.

bertemu teman - teman sesama blogger di sebuah event
selalu menyenangkan

Kelima, menulis di blog bisa menjadi sumber penghasilan

Jujur kalau tentang monetize blog saya merasa belum maksimal.Tapi sejauh yang saya lakukan dengan blog, alhamdulillah pernah merasakan mendapatkan penghasilan melalui blog ini. Mulai dari free product dari goodie bag event, voucher - voucher belanja atau makan, fee untuk review produk dan bahkan yang nilainya menembus angka tujuh digit ketika menang lomba blog.  Jadi bagi saya, menulis di blog juga merupakan salah satu upaya menjaga kesinambungan hidup agar tetap bisa belanja di olshop favorit tanpa mengurangi jatah belanja bulanan yang sudah pas pasan.
salah satu berkah dari nge blog


Ya, inilah 5 alasan yang rasa rasakan dari lubuk hati yang paling dalam mengapa saya menulis blog. Di blog ini saya menemukan diri saya dan menemukan komunitas yang 'gue banget' dimana saya banyak belajar dan mengambil hikmah didalamnya.


#day1
#BPN30DayBlogChallenge


tulisan ini diikutkan dalam Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge 

Jumat, 16 November 2018

Behind The Scene Mengadakan Event Workshop Craft Pertama Kalinya

November 16, 2018 4 Comments


Sudah lama ditagih mama - mama school mate ( anaknya yang sekolah, maksudnya ) buat bebikinan decoupage, akhirnya saya beranikan diri membuat event workshop kecil - kecilan. Rencana awalnya hanya untuk teman - teman arisan saja, ternyata alhamdulillah banyak peserta dari luar ( temannya teman ) yang ikut mendaftar. Total peserta terdaftar 12 orang, karena satu dan lain hal 2 orang cancel. Jadi ada 10 orang. Alhamdulillah.. masih diatas harapan.

Ya, jadi Kamis 15 November 2018 kemarin, pertama kalinya saya membuat event workshop craft. Deg-deg an pastinya. Biasanya jadi peserta, eh kali ini jadi mentor hehe. Persiapannya kurang lebih 2 minggu sejak flyer disebar. Eh pakai flyer juga? Iya dong, biar terkesan event profesional.. hahaha... Sejak jauh - jauh hari saya membuat list persiapan. Maklumlah, pernik craft kan banyak ya, khawatir aja  jika ditengah jalan ada printhilan yang ketinggalan. Jadi saya susun daftar mulai dari alat dan bahan inti, peralatan pendukung seperti wadah dan air bersih buat nyuci kuas, konsumsi sampai susunan acara. Dan daftar ini kayaknya saya cek setiap 3 menit sekali ( haha, lebay ) untuk memastikan tidak ada yang terlewat.


Kalau ditanya tentang profit ya belum lah.. Jujur untuk menyiapkan event ini, 'modal' untuk operasional persiapan alat dan bahan lebih banyak daripada HTM yang masuk dari peserta. 

Trus, rugi dong mbak ?
Insya Allah enggak..

Ada benefit berupa pengalaman dan silaturahmi yang nilainya tidak dapat dihitung dengan materi. Melihat peserta yang sangat antusias, sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Beberapa peserta ternyata sudah ada yang bisa, tapi sebagian juga ada yang baru tahu tentang kerajinan decoupage ini.

beberapa karya peserta yang sempat difoto




Oiya, ada cerita behind the scene seru dibalik penyelenggaraan workshop ini. Jadi ceritanya, saya hunting napkin decou via online shop, supaya dapat harga lebih murah. Olshop pertama lokasi di Bogor. Sejak verifikasi pembayaran, status orderan masih anteng aja ngga diapa-apain sama sellernya. Saya coba kontak lewat inbox. Ternyata, napkin yang saya order kosong. Ya sudah, ganti toko. Dapatnya di Depok. Behubung waktu sudah semakin dekat, saya pilih ekspedisi yang menjanjikan waktu 1 hari. Di pilihan ada JNE Yes dan TIKI ONS ( over night service ). Biaya pengiriman terpaut 10.000 lebih mahal JNE, jadi saya pilih TIKI ONS. 24 jam menunggu, tidak ada tanda - tanda penampakan napkin mendarat dari pak kurir. H-1 saya cek di web tracking, eh lhadalah.. ternyata paketan saya dikirim menggunakan paket reguler. Bukan salah sellernya sih, karena menurut mereka di agen TIKI tidak ada fasilitas ONS ke Sidoarjo. Ya ya ya... 

Akhirnya saya mencari alamat dan nomor telepon TIKI Waru ( menurut info di web tracking, posisi paket sudah di TIKI Waru, tapi estimasi pengiriman baru besoknya, tanggal 15 November ). Hyaa.... apa nggak gemeteran tuh. Tambah lagi, lihat komentar - komentar dari pengguna jasa TIKI di google, subhanallah.. banyak yang mengeluhkan lamanya waktu pengiriman. makin gemeteran kan..?

Biidznillah, dari seorang teman baik, saya mendapat nomor WA manajer TIKI Sidoarjo. Dari ibu manajer ini saya dibantu pengecekan posisi barang dan alamat pengambilan barang. Dibantu babang go send, ahamdulillah pengambilan barang ke agen / pool TIKI lancar jaya. Barang saya terima dari go send sekitar 45 menit kemudian. Alhamdulillah terus pokoknya.. Allah mudahkan semuanya. 

Kamis paginya, saya mulai usung - usung semua perlengkapan ke lokasi. Iya, lokasi workshop bukan dirumah saya, alhamdulillah ada sponsor tempat dari teman yang punya rumah lebih luas. Untuk konsumsi juga ada sponsor dari teman, harga snack box miring bangeet, plus dibonusin air mineral cup. Tuh kan.. alhamdulillah ajaa pokoknya.. Masyaa Allah..

Finally, workshop berjalan lancar sesuai harapan. Awalnya deg- deg an, nggak PD karena ilmu tentang per decoupage an masih seuprit. Tapi senang bisa berbagi. Semoga workshop decoupage ini dapat membawa manfaat bagi semuanya.




Sabtu, 20 Oktober 2018

Sst.., Ini Rahasia Keluarga Harmonis ala HIJUP dan Resik-V Yang Wajib Istri Ketahui

Oktober 20, 2018 24 Comments

Pekan lalu, tepatnya 6 Oktober 2018 saya datang ke acara #HIJUPBloggersMeetUp X #ArisanResik di Yello Hotel Jemursari Surabaya. Acara ini disponsori oleh Resik V Manjakani Whitening, produk yang sudah akrab sekali dengan urusan kewanitaan dan sebuah brand hijab fashion  terkemuka di Indonesia, apa lagi kalau bukan HIJUP. Sesuai temanya "Istri Resik Keluarga Harmonis" acara ini mengupas tuntas seputar  keharmonisan rumah tangga. Narasumber yang dihadirkan yaitu Sarah Sofyan, seorang mompreneur  dan influencer , dr. Muhammad Ilham Aldika Akbar, SpOG  yang biasa disapa dr. Aldi dan Yuna Eka Christina, brand representative Resik V.

hijup resik v
dari kiri ke kanan, Yuna Eka Christina, Wina (MC), dr. Aldi, Sarah Sofyan

Berhubung dresscode acara adalah nuansa putih dan coklat, saya sudah menyiapkan atasan blouse coklat untuk dipadukan dengan kerudung coklat muda dan long skirt putih. Tak disangka, waktu mau dipakai blouse coklat saya ternyata 'teriak-teriak' karena nggak bisa masuk, maklum blouse lama yang jarang dipakai.  Alhasil blouse itu sobek di bagian pinggang. Alamaak... kenapa nggak saya coba sebelumnya? Beruntung, ada kemeja coklat muda milik suami.( body saya dan suami nggak jauh beda, menang tinggi aja dia). Ahaay, kok jadi maskulin gini ya? Nggak papa, deh sekali - sekali tampil maskulin..
Berfoto di photo booth Yello Hotel
sebelum acara dimulai
Ngomong - ngomong soal keharmonisan rumah tangga, pastinya nggak jauh- jauh dari ( ehemm ) hubungan suami istri. Menurut dr. Aldi  selain komunikasi, faktor biologis juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, beberapa perubahan akan terjadi pada organ intim wanita, salah satunya organ intim yang tidak kencang lagi. Hal ini terjadi karena faktor usia, persalinan, pola hidup dan kebersihan. Sebisa mungkin hindari pakaian ketat dan pakaian dari bahan yang tidak tembus udara, karena akan menyebabkan area intim menjadi lembab. Kondisi lembab ini dapat mengakibatkan perubahan warna di area intim menjadi lebih gelap. Secara umum kesehatan organ intim dipengaruhi oleh kesehatan badan, Oleh karena itu, dr. Aldi mengingatkan pentingnya para istri untuk menjaga kesehatan sekaligus menjaga area intim dengan baik dan sehat.
dr. Aldi cukup tabah
dikerumuni ibu-ibu :D
Senada dengan dr. Aldi, mbak Yuna juga menyampaikan bahwa hubungan suami istri adalah hal penting yang tidak boleh ditinggalkan dalam sebuah rumah tangga. Untuk mengatasi kekhawatiran para istri terhadap masalah - masalah kewanitaan, Resik V menghadirkan produk Resik V Manjakani Whitening, yang mengandung bengkoang dan manjakani. Kenapa bengkoang dan manjakani ? Bengkoang dipercaya dari jaman kakek nenek kita berkhasiat mencerahkan kulit sedangkan manjakani sendiri memiliki kandungan tanin yang berkhasiat sebagai anti inflamasi dan mampu mengencangkan otot kewanitaan, serta kandungan astringent sebagai anti bakteri untuk mencegah keputihan dan berbagai masalah kewanitaan lainnya yang disebabkan oleh bakteri. 

Mungkin ada yang nanya, aman nggak sih memakai cairan pembersih kewanitaan ?
#ResikVManjakaniWhitening ini sudah melalui uji klinis laboratorium, dan mengandung ph 3,5 - 4 sehingga aman untuk organ intim wanita. Kandungan bahan lainnya yaitu bengkoang dan manjakani, menjadikan Resik V Manjakani Whitening tidak hanya aman, namun juga berkhasiat 2x mencerahkan dan 2x mengencangkan organ kewanitaan.

Pertanyaan lainnya, produk ini halal nggak sih ?
Jangan khawatir, Resik V Manjakani Whitening sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia, jadi insya Allah HALAL
Resik V Manjakani Whitening sudah ber SH MUI
Oiya, selain dr. Aldi dan mbak Yuna masih ada juga sharing dari mbak Sarah Sofyan. Ibu satu anak yang mengelola usaha fashion Rumah Ayu ini banyak berbagi tips seputar komunikasi dengan suami. Mompreneur cantik ini juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi untuk selalu menumbuhkan percikan - percikan asmara dalam rumah tangga. Bagaimana caranya ? Dating dengan suami atau menyempatkan hangout berdua tanpa anak. Intinya, jangan lupakan suami setelah mempunyai anak. Hayolo, siapa yang suka ketiduran setelah menidurkan anak-anak ? Padahal suami sudah kode - kode dan menunggu di kamar sebelah, wkwkwk... Insyaf ya buk, karena ini penting banget.

Sebenarnya saya ingin tanya, gimana tips supaya penampilan jadi kece, syukur - syukur bisa gorjes seperti mbak Sarsof, ( ahaha. kalau itu sudah dari sononya kali ya.. ) Tapi satu hal yang juga penting,  untuk menjadi istri tidak hanya resik di dalam tetapi juga perlu menjaga penampilan luar. Sekarang ini penampilan berhijab bukan alasan untuk tidak trendy . Beragam model busana yang yang santun dan kekinian bisa kita temukan  di HIJUP(dot)com. Tidak hanya busana wanita, tetapi juga busana pria dan asesoris lainnya. Wah, kayaknya saya perlu cari blouse coklat nih, buat gantiin blouse saya yang sobek. Supaya nggak pinjam kemeja suami lagi. hehehe. Mumpung ada voucher diskon sebesar Rp. 50.000 dengan minimal belanja RP. 250.000. Mau diskon juga ? Silakan pakai kode voucher ini HIJUPRVMSURABAYA. Bisa dipakai sampai dengan tanggal 30 November 2018. Untuk berbelanja di HIJUP(dot)com, langsung saja klik banner dibawah ini.



Oiya, hampir lupa! Di akhir sesi, acara ini juga menghadirkan Pramieta Fitriarini, mompreneur yang menekuni bidang craft dan dekorasi. Mbak Mieta berbagi cara membuat frame foto cantik dengan paduan teknik scrapbookdecoupage dan lettering menggunakan modelling paste. Cantik banget hasilnya. Buat yang penasaran dengan karya - karya mbak Mieta, bisa kepoin akun instagram beliau di @mietaheartwork ya..

Foto saya dengan mbak Mieta, pamer hasil karya nih.. :D

foto bersama di akhir acara, hmm  saya yang mana ya.. ?
Jadi kesimpulannya,  untuk menjadi #istriresik dalam rangka mewujudkan keluarga yang harmonis, jangan lupakan hal - hal berikut :

  • Jaga kebersihan organ kewanitaan
  • Percantik penampilan luar
  • Lakukan komunikasi yang baik dengan suami
Insya Allah keluarga harmonis, sakinah mawaddah wa rahmah bukan hanya impian. Bagaimana, siap mempraktekkan ?

Semoga bermanfaat. 

#ArisanResik #ResikVManjakaniWhitening #IstriResik #HIJUPBloggersMeetUp