Sabtu, 24 November 2018

5 Jurus Anti Baper di Media Sosial

November 24, 2018 5 Comments


Biasanya apa sih, yang bikin teman - teman baper ketika bermain medsos ?

✔️ postingan nggak ada yang nge like or comment?
✔️ lihat postingan artis atau teman yang menurut kita hidupnya sempurna ?
✔️ debat / pro kontra menanggapi sesuatu ?

atau apa ? he he he
Dulu saya termasuk yang baper an dengan medsos. Pernah autoleft grup wa gegara teman saya candaannya kelewatan. Nyesel setelah itu ? Nggak juga sih, sekali - sekali emang perlu. Tapi kadang - kadang kebaperan kita juga bisa ditanggapi lucu oleh orang lain (baca = diketawain). 

Contohnya yang ini, beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang antri belanja di warung, tidak sengaja terlibat obrolan ibu - ibu tentang grup whatsapp mereka. Ibu - ibu ini lagi ngobrolin teman mereka yang baper gegara postingannya nggak ada yang respon. Rupa - rupanya teman si ibu ini memposting  berita duka tentang meninggalnya seorang da'i kondang yang mantan rocker. Karena kesal postingannya tidak direspon beberapa menit kemudian si ibu marah - marah.

"Yo opo ngunu iku, wa ne nggak direken ngamuk..." 
(Bagaimana kalau seperti itu, wa nya nggak direspon marah)

"Posting e lho jam pitu, yahmono aku jek uplek nang dapur, gak kiro nyekel hp.." sahut ibu yang satunya ( postingnya jam tujuh, jam segitu aku masih sibuk di dapur, nggak mungkin pegang hp )

Saya senyum - senyum sendiri mendengarnya. Tuh kan, kalau kita kelewat baperan di medsos bisa- bisa diketawain yang lain. Jadi baiknya bagaimana ? Kalau menurut saya sih begini

1. Positif Thinking
Jika kita memutuskan menggunakan medsos, artinya kita siap menerima segala resikonya. Keseringan negatif thinking akan membuat sakit hati. Jadi belajarlah selalu positif thinking menyikapi setiap postingan orang lain.Begitu juga ketika postingan kita minim respon, akui mungkin postingan kita kurang menarik, atau bisa jadi belum ada yang menanggapi karena sibuk.

2. Skip Jika Perlu
Bete lihat teman posting foto dan kepsyen mesra - mesraan mulu dengan suaminya? Atau keki lihat do'i upload foto jalan - jalan ke luar negrinya ? hehehee...
Media sosial sudah ada antisipasi kok untuk kenyamanan kita. Ada menu unfollow di facebook dan mute/senyapkan di instagram. Manfaatkan itu aja, daripada nahan baper.

3. Bersikap pro choice
ibu bekerja vs ibu dirumah ?
melahirkan normal vs operasi sesar ?
vaksin vs no vaksin ?
sekolah negeri vs sekolah full day ?

masih banyak lagi daftar pro dan kontra yang ujung - ujungnya menjadi perdebatan tanpa ujung pangkal di media sosial. Setiap orang memiliki kondisi dan pertimbangan masing - masing. Jadi, bersikap pro choice terhadap pilihan orang lain merupakan hal yang terbaik menurut saya.

4. Saring sebelum sharing
jargon ini sudah populer banget untuk mengingatkan kita pentinganya menjaga jempol dan telunjuk sebelum menyentuh tombol 'share'. Pastikan hanya yang bermanfaat yang kita share dari akun medsos kita

5. Introspeksi Diri
Sebelum menyalahkan orang lain, mengkritik hidup orang lain, coba deh kita introspeksi diri sendiri. Sebab belum tentu kita lebih baik dari yang kita kritik.

Tapi dipikir - pikir, kalau semuanya bisa nerapin jurus anti baper, nanti di media sosial nggak ada yang nyinyir bin julid nggak seru dong ? hahaha... Biarlah, media sosial boleh panas, tapi hati kita harus tetap adem kayak ubin mesjid. Setuju tak ?


day 5
BPN 30 Day Blog Challenge

Jumat, 23 November 2018

Belum Sah Jadi Blogger Perempuan Jika Belum Gabung BPN

November 23, 2018 0 Comments

"Mbak, kenapa bergabung dengan Blogger Perempuan Network ?"
"Tentunya karena saya blogger dan karena saya perempuan dong... selain itu saya juga ingin menambah pertemanan dengan blogger - blogger perempuan lainnya. Juga ingin update info - info terkini seputar dunia blogging..

Itu dialog imajinatif.
Kira - kira, jika ada yang mewawancarai saya akan jawab seperti itu. Haha.. ( siapa juga yang mau wawancara?)

Blogger Perempuan Network, salah satu komunitas blogger di Indonesia. Dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa komunitas ini hanya menerima anggota perempuan. Sudah lama saya mengenal BPN daan..  off the record nya, saya baru 'berani' bergabung dengan BPN  ketika BPN mengadakan 30 Day Blog Challenge kemarin ini. Hah ?? Serius mbak'e? Jadi kemana aja selama ini mbaaak...? Tak bisikin ya.. tapi jangan bilang- bilang. Aslinya saya nge per alias minder mau gabung BPN. Bayangan saya isinya blogger - blogger kelas profesional semua. Sedangkan saya apalah. Jadi selama ini hanya berani jadi silent reader BPN, follow twitter, instagram dan facebooknya. Tapi belum berani isi formulir pendaftaran bergabung sebagai member. Berhubung syarat 30 Day Blog Challenge ini harus member, dan harus pasang banner BPN di blog, jadi saya ngga punya alasan buat minder lagi. Hari itu juga saya isi form pendaftaran lanjut pasang banner. Alhamdulillah, sudah resmi  jadi member Blogger Perempuan Network. Dan, setelah jadi member BPN, apakah yang saya rasakan ? Nyesel ! iya nyesel, kenapa nggak dari dulu – dulu.

Ketika BPN mengadakan program, seperti 30 day Blog Challenge kali ini, sering saya lihat komentar blogger – blogger laki – laki begini,

“Min, cowok boleh ikutan..”

Hehe.. bersyukur saya perempuan dan blogger, jadi bisa bergabung di Blogger Perempuan Network.

Jadi, setelah gabung di BPN gimana rasanya mbak ?
Yang pertama, nambah ilmu, pasti..! di web BPN banyak sekali artikel yang bermanfaat banget untuk menambah skill maupun pengetahuan di bidang blogging

Yang kedua, traffic blog meningkat, insya Allah..
Dengan mengikuti 30 day Blog Challenge ini, saya bisa lebih sering blogwalking ke sesama peserta tantangan, mudah – mudahan di bw balik ^^V

Yang ketiga, follower medsos meningkat
Sejak awal share banner 30 day blog challenge, saya mulai banyak berinteraksi dengan sesama peserta dan saling follow.

logo Blogger Perempuan Network


Asyique khan..?
Buat yang belum gabung BPN, buruan gabung sekarang. Belum sah jadi blogger perempuan kalau belum gabung dengan BPN.

#day4
#30DayBlogChallenge



Artikel ini diikutkan dalam program 30 Day Blog Challenge dari Blogger Perempuan Network

Kamis, 22 November 2018

Tentang Kenapa Harus Diary Novri

November 22, 2018 2 Comments

Duh, susahnya menjelaskan mengapa saya memakai nama blog 'diarynovri' dalam 300 kata. Karena dalam 5 kata saja selesai sudah. Sebab 'diarynovri' ya diary nya Novri. Hehe.. Tapi karena ini merupakan tema hari ketiga dalam 30 Day Blog Challenge yang diadakan Blogger Perempuan Network, baiklaah saya coba uraikan mengapa saya memakai nama 'diarynovri' di blog ini kepada pemirsa semua.

Awal nge blog, blog ini berjudul www.mama-sibuk.blogspot.com belum TLD.

Baca yuk : tema day 1 - kenapa menulis blog

Setelah kurang lebih 6 tahun nebeng domain di blogspot, akhirnya saya mendapat hidayah untuk membeli domain sendiri. Sempat bingung juga sih, mau pakai nama apa ya ?

Beberapa calon nama yang masuk dalam daftar saya antara lain:

www.mamasibuk.com
Emm, jangan deh.. Ntar sibuk terus.

www.novrihartanto.com
Eciyee.. Ini gabungan nama saya dengan nama pak suami. Tapi, koq jadi macho banget ya. Karena nama 'novri' sendiri sudah sering dikira nama cowok. Jika ditambah 'hartanto' fix makin terdengar seperti nama cowok. Ya nggak ?

Ngobrol-ngobrol dengan mbak Rahmah si empunya www.chemistrahmah.com saya diajari tentang pentingnya personal branding dalam membuat nama blog. Nama blog harus bermakna positif dan mencerminkan diri kita. Sehingga ketika orang mendengar nama blog kita, akan nge link ke personal kita sebagai pengelola blog nya.

Akhirnya saya putuskan membuat nama www.diarynovri.com

Kenapa bukan novriyanti.com ? ( pengen pasang emot smiley ngempet ketawa tapi nggak ada). Entahlah, berasa ada yg kurang. Dari segi rima dan pengucapan menurut saya diarynovri lebih mudah diucapkan.
terjemahan kata 'diary' dari google

Secara harfiah diary artinya buku catatan harian. Bisa di analogikan, blog ini merupakan catatan harian saya. Apa saja yang ingin saya tulis bisa saya tulis disini. Namanya juga diary, ye kaan?


day 3
Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge
tema : kenapa menggunakan nama blog yang sekarang




artikel ini diikutkan dalam 30 day blog challenge Blogger Perempuan Network



Rabu, 21 November 2018

Curhatan Crafter Blogger ( Wannabe )

November 21, 2018 0 Comments


"Apa tema blog kamu ?"
"Hmm, apa ya ?"

Pertanyaan itu sering muncul ketika saya mengisi form pendaftaran di komunitas blogger. Mikir keras dulu sebelum jawab. Apa ya ? Awal – awal nge blog memang belum terpikirkan tema apa yang akan saya tulis. Boro – boro tema, postingannya aja suka - suka. Kadang – kadang cuma satu paragraf, atau bahkan hanya posting foto sebiji sama tulisan beberapa kata. He he, malu kalau ingat.

Tapi semakin kesini, kecenderungan tema yang saya tulis mengerucut pada tema craft dan DIY. Karena aslinya memang suka bikin – bikin. Cumaa… almost all crafter kayaknya setuju, membuat foto dan narasi tutorial itu lebih susyaah beribu kali daripada bebikinannya sendiri.(  Haha, ini alasan yang butuh pembenaran ). jadi, ya monmaap meskipun sudah menasbihkan diri ( ingin ) menjadi crafter blogger, postingan craft saya masih bisa dihitung dengan jari.

Anyway, tema craft konon merupakan tema yang kurang populer untuk dijadikan niche blog. Orang cenderung akan mencari tema – tema populer seperti traveling, health atau lifestyle. Mbak Lusi, seorang crafter blogger yang mengelola www(dot)beyourselfwoman(dot)com pernah bilang di salah satu postingannya, bahwa ketika dia memutuskan untuk fokus pada niche craft & DIY DA blog sempat merosot tajam. Jadi agak deg – deg an juga ketika ingin memutuskan focus tema blog di craft. Tapi ketika saya iseng – iseng cek data statistik blog, ternyata postingan saya yang paling sering  dibaca dan ditemukan melalui mesin pencari  adalah postingan tutorial craft. Postingan lain nyaris nggak ada yang nyangkut di mesin pencari (  nyesek nggak sih…. Hahaa.. PR.. belajar SEO nih ! )


Ya sudahlah, mungkin memang jodoh  saya di craft. Lagipula, kalau dipikir - pikir, saya mendingan bikin postingan tutorial craft daripada disuruh bikin review gincu dan foto bibir beraneka warna. Nggak bakat, hahaha..

Eh, kalau kamu, suka bikin postingan yang sesuai passion atau yang populer ?

#day2
#BPN30DayBlog Challenge


Tulisan ini diikutkan dalam Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge





Selasa, 20 November 2018

5 Alasan Saya Jatuh Hati Pada Dunia Blogging

November 20, 2018 4 Comments


Jauh sebelum saya tahu bahwa di dunia ini ada profesi yang bergelar "blogger" saya sudah mempunyai sebuah blog. Haa.. Kok bisa ya ?

Jadi dulu, mamak -mamak ini kerja di sebuah bank syariah swasta ( di Indonesia lah pastinya. ). Lagi seneng - senengnya punya anak satu, hobi cekrek upload foto anaknya di sosmed yang kala itu saya tahunya hanya facebook. Kemudian disarankan oleh seorang teman yang baik hati dan tidak sombong untuk menulis portofolio tumbuh kembang anak di blog.

"Blog ?? apa ituh..?" tanya saya dengan polosnya.

Sama si teman dijelasin blog adalah bla bla bla. Masih tetap belum paham. Mau bikin blog sendiri alasan tidak punya modem lah, sibuk lah. Jadi sama teman baik hati ini kemudian si mamak dibuatkan sebuah blog yang berjudul www(dot)mama-sibuk(dot)blogspot(com). Panjang beneer ya.. Tapi pas lah buat si mamak yang waktu itu sibuk kerja pergi pagi pulang malam demi mencari seember berlian.

Postingan pertama di blog di isi oleh si teman baik hati. Kemudian saya diajarin cara membuat postingan, upload foto, mengubah tema dan lain - lain. Selanjutnya saya ketagihan nge blog. Nabung untuk beli modem, yang waktu itu harganya kurang lebih sejutaan. Setelah itu rajin ke kantor bawa laptop dan modem, bukan untuk kerjaan tapi untuk nge blog ( sstt, jangan bilang - bilang ya...). Proses awal nge blog itu terjadi sekitar pertengahan tahun 2010.

Dari awal sampai beberapa tahun kemudian postingan di blog masih seputar celotehan anak. Meskipun sempat gabung di sebuah komunitas blogger, tapi hanya silent reader. Tapi dari komunitas blogger itu saya mulai berinteraksi dengan blogger - blogger lain dan mengenal istilah blogwalking. Menginjak tahun ke enam, barulah ada keinginan untuk menata blog lebih rapi. Mulai dari penggunaan domain berbayar, perubahan tema dan merapikan isinya. Kalau dibilang puas sih belum ya, masih sering mupeng lihat blog yang keren - keren gitu, baik dari segi lay out maupun isi.

Seiring waktu, nge blog menjadi bagian dari hidup saya. Mulai pede menyandang predikat blogger ( walau selalu merasa newbie ). Saya semakin menemukan keasyikan tersendiri menulis di blog. Dan jika saya rasakan lebih dalam, 5 alasan ini yang membuat saya makin jatuh hati pada dunia blogging

Pertama, menulis di blog itu bebas berekspresi

Bebas menulis topik apapun yang saya sukai, Meskipun sebuah topik yang ujung - ujungnya cuma curhatan nggak jelas. Tulisan di blog bisa langsung tayang tanpa melalui seleksi ketat dewan redaksi. Ya iyalah, blog blog kita sendiri kan? Haha.. tapi disini saya menyadari perlunya self editing dan self sensoring. Nggak mau juga kan kalau blognya absurd kebanyakan curhatan gaje..?

Kedua, blog sebagai sarana berbagi

Jika ada amalan yang terus akan mengalir setelah kita tiada, salah satunya adalah dari manfaat ilmu yang kita sebarkan kepada orang lain. Hal ini yang selalu menjadi motivasi saya untuk berbagi hal- hal baik yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain. Karena cita - cita saya menjadi guru sudah kandas, menulis di blog menjadi sarana saya berbagi. Dan saya berharap ada manfaat dari apa yang saya tulis di blog ini

Ketiga, blog sebagai media aktualisasi diri

Sebagai mamak - mamak anggota tim ex working mom yang rawan sekali  mengalami sindrom galau pasca resign, blog ini sangat penting bagi saya sebagai media aktualisasi diri. Bagi saya menulis di blog ampuh sebagai terapi jiwa untuk menangkal perasaan inferior karena seringnya ketemu panci dan cucian kotor, wkwkk...
life as a blogger, kadang - kadang liputan event sampai malam

Keempat, menulis di blog bisa menambah teman

Saling mengunjungi blog bisa menjadi ajang silaturahmi para blogger, dan biasanya menjadi sangat excited ketika bertemu di dunia nyata. Apalagi  jika semakin sering bertemu di event blogger. Alhamdulillah, jaringan pertemanan saya bertambah setelah saya menulis di blog.

bertemu teman - teman sesama blogger di sebuah event
selalu menyenangkan

Kelima, menulis di blog bisa menjadi sumber penghasilan

Jujur kalau tentang monetize blog saya merasa belum maksimal.Tapi sejauh yang saya lakukan dengan blog, alhamdulillah pernah merasakan mendapatkan penghasilan melalui blog ini. Mulai dari free product dari goodie bag event, voucher - voucher belanja atau makan, fee untuk review produk dan bahkan yang nilainya menembus angka tujuh digit ketika menang lomba blog.  Jadi bagi saya, menulis di blog juga merupakan salah satu upaya menjaga kesinambungan hidup agar tetap bisa belanja di olshop favorit tanpa mengurangi jatah belanja bulanan yang sudah pas pasan.
salah satu berkah dari nge blog


Ya, inilah 5 alasan yang rasa rasakan dari lubuk hati yang paling dalam mengapa saya menulis blog. Di blog ini saya menemukan diri saya dan menemukan komunitas yang 'gue banget' dimana saya banyak belajar dan mengambil hikmah didalamnya.


#day1
#BPN30DayBlogChallenge


tulisan ini diikutkan dalam Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge 

Jumat, 16 November 2018

Behind The Scene Mengadakan Event Workshop Craft Pertama Kalinya

November 16, 2018 4 Comments


Sudah lama ditagih mama - mama school mate ( anaknya yang sekolah, maksudnya ) buat bebikinan decoupage, akhirnya saya beranikan diri membuat event workshop kecil - kecilan. Rencana awalnya hanya untuk teman - teman arisan saja, ternyata alhamdulillah banyak peserta dari luar ( temannya teman ) yang ikut mendaftar. Total peserta terdaftar 12 orang, karena satu dan lain hal 2 orang cancel. Jadi ada 10 orang. Alhamdulillah.. masih diatas harapan.

Ya, jadi Kamis 15 November 2018 kemarin, pertama kalinya saya membuat event workshop craft. Deg-deg an pastinya. Biasanya jadi peserta, eh kali ini jadi mentor hehe. Persiapannya kurang lebih 2 minggu sejak flyer disebar. Eh pakai flyer juga? Iya dong, biar terkesan event profesional.. hahaha... Sejak jauh - jauh hari saya membuat list persiapan. Maklumlah, pernik craft kan banyak ya, khawatir aja  jika ditengah jalan ada printhilan yang ketinggalan. Jadi saya susun daftar mulai dari alat dan bahan inti, peralatan pendukung seperti wadah dan air bersih buat nyuci kuas, konsumsi sampai susunan acara. Dan daftar ini kayaknya saya cek setiap 3 menit sekali ( haha, lebay ) untuk memastikan tidak ada yang terlewat.


Kalau ditanya tentang profit ya belum lah.. Jujur untuk menyiapkan event ini, 'modal' untuk operasional persiapan alat dan bahan lebih banyak daripada HTM yang masuk dari peserta. 

Trus, rugi dong mbak ?
Insya Allah enggak..

Ada benefit berupa pengalaman dan silaturahmi yang nilainya tidak dapat dihitung dengan materi. Melihat peserta yang sangat antusias, sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Beberapa peserta ternyata sudah ada yang bisa, tapi sebagian juga ada yang baru tahu tentang kerajinan decoupage ini.

beberapa karya peserta yang sempat difoto




Oiya, ada cerita behind the scene seru dibalik penyelenggaraan workshop ini. Jadi ceritanya, saya hunting napkin decou via online shop, supaya dapat harga lebih murah. Olshop pertama lokasi di Bogor. Sejak verifikasi pembayaran, status orderan masih anteng aja ngga diapa-apain sama sellernya. Saya coba kontak lewat inbox. Ternyata, napkin yang saya order kosong. Ya sudah, ganti toko. Dapatnya di Depok. Behubung waktu sudah semakin dekat, saya pilih ekspedisi yang menjanjikan waktu 1 hari. Di pilihan ada JNE Yes dan TIKI ONS ( over night service ). Biaya pengiriman terpaut 10.000 lebih mahal JNE, jadi saya pilih TIKI ONS. 24 jam menunggu, tidak ada tanda - tanda penampakan napkin mendarat dari pak kurir. H-1 saya cek di web tracking, eh lhadalah.. ternyata paketan saya dikirim menggunakan paket reguler. Bukan salah sellernya sih, karena menurut mereka di agen TIKI tidak ada fasilitas ONS ke Sidoarjo. Ya ya ya... 

Akhirnya saya mencari alamat dan nomor telepon TIKI Waru ( menurut info di web tracking, posisi paket sudah di TIKI Waru, tapi estimasi pengiriman baru besoknya, tanggal 15 November ). Hyaa.... apa nggak gemeteran tuh. Tambah lagi, lihat komentar - komentar dari pengguna jasa TIKI di google, subhanallah.. banyak yang mengeluhkan lamanya waktu pengiriman. makin gemeteran kan..?

Biidznillah, dari seorang teman baik, saya mendapat nomor WA manajer TIKI Sidoarjo. Dari ibu manajer ini saya dibantu pengecekan posisi barang dan alamat pengambilan barang. Dibantu babang go send, ahamdulillah pengambilan barang ke agen / pool TIKI lancar jaya. Barang saya terima dari go send sekitar 45 menit kemudian. Alhamdulillah terus pokoknya.. Allah mudahkan semuanya. 

Kamis paginya, saya mulai usung - usung semua perlengkapan ke lokasi. Iya, lokasi workshop bukan dirumah saya, alhamdulillah ada sponsor tempat dari teman yang punya rumah lebih luas. Untuk konsumsi juga ada sponsor dari teman, harga snack box miring bangeet, plus dibonusin air mineral cup. Tuh kan.. alhamdulillah ajaa pokoknya.. Masyaa Allah..

Finally, workshop berjalan lancar sesuai harapan. Awalnya deg- deg an, nggak PD karena ilmu tentang per decoupage an masih seuprit. Tapi senang bisa berbagi. Semoga workshop decoupage ini dapat membawa manfaat bagi semuanya.




Sabtu, 20 Oktober 2018

Sst.., Ini Rahasia Keluarga Harmonis ala HIJUP dan Resik-V Yang Wajib Istri Ketahui

Oktober 20, 2018 24 Comments

Pekan lalu, tepatnya 6 Oktober 2018 saya datang ke acara #HIJUPBloggersMeetUp X #ArisanResik di Yello Hotel Jemursari Surabaya. Acara ini disponsori oleh Resik V Manjakani Whitening, produk yang sudah akrab sekali dengan urusan kewanitaan dan sebuah brand hijab fashion  terkemuka di Indonesia, apa lagi kalau bukan HIJUP. Sesuai temanya "Istri Resik Keluarga Harmonis" acara ini mengupas tuntas seputar  keharmonisan rumah tangga. Narasumber yang dihadirkan yaitu Sarah Sofyan, seorang mompreneur  dan influencer , dr. Muhammad Ilham Aldika Akbar, SpOG  yang biasa disapa dr. Aldi dan Yuna Eka Christina, brand representative Resik V.

hijup resik v
dari kiri ke kanan, Yuna Eka Christina, Wina (MC), dr. Aldi, Sarah Sofyan

Berhubung dresscode acara adalah nuansa putih dan coklat, saya sudah menyiapkan atasan blouse coklat untuk dipadukan dengan kerudung coklat muda dan long skirt putih. Tak disangka, waktu mau dipakai blouse coklat saya ternyata 'teriak-teriak' karena nggak bisa masuk, maklum blouse lama yang jarang dipakai.  Alhasil blouse itu sobek di bagian pinggang. Alamaak... kenapa nggak saya coba sebelumnya? Beruntung, ada kemeja coklat muda milik suami.( body saya dan suami nggak jauh beda, menang tinggi aja dia). Ahaay, kok jadi maskulin gini ya? Nggak papa, deh sekali - sekali tampil maskulin..
Berfoto di photo booth Yello Hotel
sebelum acara dimulai
Ngomong - ngomong soal keharmonisan rumah tangga, pastinya nggak jauh- jauh dari ( ehemm ) hubungan suami istri. Menurut dr. Aldi  selain komunikasi, faktor biologis juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, beberapa perubahan akan terjadi pada organ intim wanita, salah satunya organ intim yang tidak kencang lagi. Hal ini terjadi karena faktor usia, persalinan, pola hidup dan kebersihan. Sebisa mungkin hindari pakaian ketat dan pakaian dari bahan yang tidak tembus udara, karena akan menyebabkan area intim menjadi lembab. Kondisi lembab ini dapat mengakibatkan perubahan warna di area intim menjadi lebih gelap. Secara umum kesehatan organ intim dipengaruhi oleh kesehatan badan, Oleh karena itu, dr. Aldi mengingatkan pentingnya para istri untuk menjaga kesehatan sekaligus menjaga area intim dengan baik dan sehat.
dr. Aldi cukup tabah
dikerumuni ibu-ibu :D
Senada dengan dr. Aldi, mbak Yuna juga menyampaikan bahwa hubungan suami istri adalah hal penting yang tidak boleh ditinggalkan dalam sebuah rumah tangga. Untuk mengatasi kekhawatiran para istri terhadap masalah - masalah kewanitaan, Resik V menghadirkan produk Resik V Manjakani Whitening, yang mengandung bengkoang dan manjakani. Kenapa bengkoang dan manjakani ? Bengkoang dipercaya dari jaman kakek nenek kita berkhasiat mencerahkan kulit sedangkan manjakani sendiri memiliki kandungan tanin yang berkhasiat sebagai anti inflamasi dan mampu mengencangkan otot kewanitaan, serta kandungan astringent sebagai anti bakteri untuk mencegah keputihan dan berbagai masalah kewanitaan lainnya yang disebabkan oleh bakteri. 

Mungkin ada yang nanya, aman nggak sih memakai cairan pembersih kewanitaan ?
#ResikVManjakaniWhitening ini sudah melalui uji klinis laboratorium, dan mengandung ph 3,5 - 4 sehingga aman untuk organ intim wanita. Kandungan bahan lainnya yaitu bengkoang dan manjakani, menjadikan Resik V Manjakani Whitening tidak hanya aman, namun juga berkhasiat 2x mencerahkan dan 2x mengencangkan organ kewanitaan.

Pertanyaan lainnya, produk ini halal nggak sih ?
Jangan khawatir, Resik V Manjakani Whitening sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia, jadi insya Allah HALAL
Resik V Manjakani Whitening sudah ber SH MUI
Oiya, selain dr. Aldi dan mbak Yuna masih ada juga sharing dari mbak Sarah Sofyan. Ibu satu anak yang mengelola usaha fashion Rumah Ayu ini banyak berbagi tips seputar komunikasi dengan suami. Mompreneur cantik ini juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi untuk selalu menumbuhkan percikan - percikan asmara dalam rumah tangga. Bagaimana caranya ? Dating dengan suami atau menyempatkan hangout berdua tanpa anak. Intinya, jangan lupakan suami setelah mempunyai anak. Hayolo, siapa yang suka ketiduran setelah menidurkan anak-anak ? Padahal suami sudah kode - kode dan menunggu di kamar sebelah, wkwkwk... Insyaf ya buk, karena ini penting banget.

Sebenarnya saya ingin tanya, gimana tips supaya penampilan jadi kece, syukur - syukur bisa gorjes seperti mbak Sarsof, ( ahaha. kalau itu sudah dari sononya kali ya.. ) Tapi satu hal yang juga penting,  untuk menjadi istri tidak hanya resik di dalam tetapi juga perlu menjaga penampilan luar. Sekarang ini penampilan berhijab bukan alasan untuk tidak trendy . Beragam model busana yang yang santun dan kekinian bisa kita temukan  di HIJUP(dot)com. Tidak hanya busana wanita, tetapi juga busana pria dan asesoris lainnya. Wah, kayaknya saya perlu cari blouse coklat nih, buat gantiin blouse saya yang sobek. Supaya nggak pinjam kemeja suami lagi. hehehe. Mumpung ada voucher diskon sebesar Rp. 50.000 dengan minimal belanja RP. 250.000. Mau diskon juga ? Silakan pakai kode voucher ini HIJUPRVMSURABAYA. Bisa dipakai sampai dengan tanggal 30 November 2018. Untuk berbelanja di HIJUP(dot)com, langsung saja klik banner dibawah ini.



Oiya, hampir lupa! Di akhir sesi, acara ini juga menghadirkan Pramieta Fitriarini, mompreneur yang menekuni bidang craft dan dekorasi. Mbak Mieta berbagi cara membuat frame foto cantik dengan paduan teknik scrapbookdecoupage dan lettering menggunakan modelling paste. Cantik banget hasilnya. Buat yang penasaran dengan karya - karya mbak Mieta, bisa kepoin akun instagram beliau di @mietaheartwork ya..

Foto saya dengan mbak Mieta, pamer hasil karya nih.. :D

foto bersama di akhir acara, hmm  saya yang mana ya.. ?
Jadi kesimpulannya,  untuk menjadi #istriresik dalam rangka mewujudkan keluarga yang harmonis, jangan lupakan hal - hal berikut :

  • Jaga kebersihan organ kewanitaan
  • Percantik penampilan luar
  • Lakukan komunikasi yang baik dengan suami
Insya Allah keluarga harmonis, sakinah mawaddah wa rahmah bukan hanya impian. Bagaimana, siap mempraktekkan ?

Semoga bermanfaat. 

#ArisanResik #ResikVManjakaniWhitening #IstriResik #HIJUPBloggersMeetUp







Jumat, 05 Oktober 2018

Membuat Kreasi Dari Tutup Botol

Oktober 05, 2018 1 Comments

Siapa yang suka berkreasi dengan si kecil dirumah? ( Saya tunjuk tangan duluan :D) Yups, berkreasi bersama anak - anak memang seru. Bisa meningkatkan bonding dengan anak, mengurangi intensitas anak bermain gadget daan.. syukur - syukur jika menghasilkan. Itu bonusnya. Kali ini, saya ingin berbagi cara kreasi dari tutup botol. Selain bisa jadi pernik lucu, kreasi tutup botol juga sekaligus sebagai sarana belajar si kecil untuk mengolah sampah menjadi benda yang bermanfaat. Setuju ya Ma? ( harus setuju, hehe..)

Tutup botol ini akan saya kreasikan menjadi topi lucu. Caranya mudah banget kok, alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain :

1. kain perca kurang lebih 20 x 10 cm
2. benang dan jarum
3. tutup botol standar ( jangan yang terlalu tipis ya )
4. flanel dibentuk lingkarann diameter kurang lebih 5 cm
5. ring gantungan kunci
6. tali ( bisa menggunakan tali kur, tali kulit atau benang rajut, apa aja yang ada deh..)
7. pola dasar topi, berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 6 cm, bisa menggunakan kardus bekas atau  kertas tebal ( minimal setebal kertas buffalo )
8. pita lebar  0,5 cm, warna bebas. Saya menggunakan pita emas
9. bunga hiasan kecil, maksimal diameter 1 cm. 
10. lem tembak ( alat dan refill )
alat dan bahan membuat kreasi tutup botol

Cara membuatnya seperti ini,

1. Gunting perca untuk melapisi tutup botol, jahit jelujur sekelilingnya, kemudian serut, rapikan. Lakukan hal yang sama untuk pola dasar. Kemudian tempelkan tutup botol dan pola dasar yang sudah dibungkus kain perca menggunakan lem tembak. Nah, sudah terlihat seperti topi bukan?


2. Tempelkan pita di sekeliling sambungan, Gunakan sisa pita untuk membentuk pita dan ekor. Kemudian tempelkan aplikasi bunga hiasan untuk mempercantik topi


3. Tinggal merapikan bagian belakang topi. Ambil kain flanel yang sudah kita siapkan. Sisipkan ring gantungan kunci pada tali, tempelkan dibelakang topi, tutup dengan kain flanel dan lekatkan menggunakan lem tembak. Yayy, sudah jadi.. ! Mudah bukan ?

Selain menjadi gantungan kunci, kreasi ini dapat juga kita jadikan jepit rambut atau bros. Tinggal dikreasikan sesuka hati. Mudah bukan ? Semoga bisa menjadi inspirasi kegiatan bersama si kecil ya Ma.. ^^





Minggu, 30 September 2018

7 Fakta Seru Tentang Batang Yang Sebaiknya Kamu Tahu

September 30, 2018 4 Comments
salah satu pemandangan
di kabupaten Batang
( foto milik @mr.ajiprasetio)

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan seseorang tentang kota asalnya, Batang, yang dianggap kurang dikenal. Saya juga asli Batang lho... !   Bener nggak sih kalau kabupaten Batang itu kurang dikenal ? Katanya warga Batang seringkali terpaksa mengaku sebagai warga Pekalongan jika berkenalan dengan orang lain dari luar daerah

Iya juga sih, sayapun sering mengalami hal itu. Kadang-kadang disangka Batam atau  Batanghari. Setelah dijelaskan, bahwa Batang itu dekat Pekalongan si penanya baru ngeh. Secara geografis, Batang memang terletak bersebelahan dengan Pekalongan, namun sejatinya mereka adalah dua wilayah yang berbeda. Padahal kabupaten Batang terletak di jalur pantura yang cukup ramai. Yang bepergian menggunakan mobil atau bus malam dari Jawa Timur ke barat (arah Jakarta atau Jawa Barat) biasanya melewati Batang. Kotanya ya nggak kecil – kecil amat, setidaknya tercantum jelas di atlas Indonesia, he he. 

Dan berikut ini saya coba merangkum 7 ( tujuh ) fakta seru tentang Kabupaten Batang agar teman-teman lebih kenal. Apa saja itu? Yuk disimak..

Kabupaten Batang itu...

1. Sudah berusia lebih dari 400 tahun
Kabupaten Batang secara resmi dibentuk pada tanggal 8 April 1966 tepat pada hari Jumat Kliwon. ( sumber Wikipedia ). Namun. ada sumber yang menyebutkan bahwa pada Senin Pon 8 September 1614, Sultan Agung melantik Pangeran Mandurorejo sebagai Adipati Batang yang pertama. Meskipun setelah itu, yaitu pada tanggal 1 Januari 1936 kabupaten Batang dihapus dan digabung ke Pekalongan oleh Belanda karena pertimbangan ekonomi. Jadi secara historis usia kabupaten Batang adalah 404 tahun.. Wow.. 

2. Punya Tradisi Unik Kliwonan
Sebuah tradisi unik yang dimiliki kabupaten Batang yaitu kliwonan. Jika kamu kebetulan berada di Batang pada hari Kamis Wage, yang artinya adalah malam Jumat Kliwon, jangan lewatkan acara ini. Datang saja ke alun – alun Batang. Kliwonan menjadi ajang ‘ngalap berkah’  bagi masyarakat Batang dan sekitarnya, tentu saja bagi yang mempercayainya. Ngalap berkah (mencari berkah) yang dimaksud mulai dari berkah jodoh, pengobatan, atau rejeki dalam hal ini berdagang. Tradisi kliwonan berkembang menjadi momen pasar malam rutin bulanan, yang juga sebagai sarana hiburan dan wisata domestik bagi masyarakat setempat.
Keramaian kliwonan Batang ( foto dari www.portalbatang.id )

3. Punya Kuliner Khas Sego Megono
Kuliner khas daerah Batang yaitu sego megono. Sego megono sendiri sebenarnya makanan khas pantura, bisa dijumpai di daerah pantura lain yang sejalur dengan Batang. Sarapan sego megono sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat Batang . Sudah tahu sego megono belum ? Megono yaitu cacahan gori (nangka muda) dengan bumbu kelapa bercita rasa agak pedas dan cenderung asin, dimakan dengan nasi hangat plus tempe goreng. Apalagi ditambah secangkir teh hangat. Hmm… sedapnya..! jangan lewatkan sarapan sego megono jika berkunjung ke Batang.
foto dari www.kabarkuliner.com

4. Merupakan Daerah Pertama di Jawa Tengah Yang Mencanangkan Zona Integritas Bebas Korupsi.
Dibawah kepemimpinan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo (tahun 2012-2017) Kabupaten Batang menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang mencanangkan zona integritas bebas korupsi. Dengan menggandeng ICW dan KPK, Yoyok meminta seluruh jajaran birokrasi menandatangani pakta integritas tidak korupsi untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Pada tahun 2015   Yoyok  Riyo Sudibyo berhasil meraih penghargaan BHACA atau Bung Hatta Anti Corruption Award. (sumber www.bunghattaaward.org)
Yoyok Riyo Sudibyo ketika menerima penghargaan BHACA
bersama walikota Surabaya Tri Rismaharini ( foto dari www.satuharapan.com)

5. Ada Tempat Penangkaran / Konservasi Satwa Milik Taman Safari Group
Taman Safari Indonesia (TSI) mendirikan tempat penangkaran atau konservasi satwa di Batang, tepatnya di kawasan pantai Sigandu. Tempat penangkaran ini diberi nama Batang Dolphin Center (BDC). Dalam pengelolaan BDC ini, Taman Safari Indonesia  bekerja sama dengan BKSDA atau Badan Konservasi Sumber Daya Alam. BDC bukan hanya tempat konservasi satwa tetapi juga dibuka sebagai tempat wisata keluarga bagi masyarakat Batang dan sekitarnya. Meskipun namanya Dolphin Center, namun BDC tidak hanya menangkarkan lumba-lumba. Tercatat BDC sudah berhasil menangkarkan lamma, gnu (gnou/hewan kambing wildebeest),  emu (sejenis burung berukuran besar asli dari Australia) dan beberapa satwa lainnya.
  ( foto milik www.jalanwisata.id )
6. Ada Jalur Tol, lho..!
Di Batang, telah dibangun jalur tol yang menghubungkan Batang dengan Semarang. Jalur tol sepanjang kurang lebih 75 km ini merupakan bagian dari jalur tol trans Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi Jawa Timur. Proyek pembangunan jalan tol telah dimulai awal 2017 dan diperkirakan selesai November 2018, sehingga ditargetkan bisa beroperasi pada awal 2019. 
tol Batang - Semarang dalam proses pembangunan ( foto www.tribunnews.com)

7. Sedang Dibangun Proyek PLTU 
PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang dibangun di kabupaten Batang ini terletak di Desa Ujungnegoro kecamatan Tulis. Konon, PLTU Batang ini merupakan PLTU terbesar se Asia Tenggara. Dibangun diatas lahan seluas 226 hektar, kapasitas listrik yang dihasilkan 2 x 1000 MW. Proyek pembangungannya diperkirakan selesai dalam waktu 5 tahun, mulai dari tahun 2015 dan direncanakan selesai tahun 2020. 
PLTU Batang ( sumber foto www.mBatang.com )

Nah, ternyata banyak juga kan, fakta seru tentang kabupaten Batang. Bahkan diantaranya sudah menjadi headline berita nasional. Sebenarnya fakta serunya nggak cuma 7 sih, masih banyak yang menarik lainnya dari kabupaten Batang. Tapi mudah-mudahan yang 7 ini bisa mewakili dan bikin kita lebih kenal  dengan Batang.

Semoga setelah ini tidak ada lagi yang bingung mendengar kata Batang kalau kenalan dengan saya ya.. :D



Jumat, 10 Agustus 2018

Tutorial Recycle Pasmina

Agustus 10, 2018 4 Comments


Punya setumpuk pasmina dan bingung mau dikemanain ? Mungkin ini cocok buat kamu yang tidak terlalu suka menggunakan pasmina. Daripada numpuk menuhin lemari, coba di recycle aja! Pasmina dengan bahan kaos, katun atau jersey bisa kita recycle menjadi baju rumahan ( a.k.a daster ) sedangkan pasmina dengan motif etnik, rajut, satin dan sebangsanya, bisa kita jadikan outer. Tapi pertama-tama pastikan pasmina yang akan kamu recycle sudah tidak ingin kamu gunakan lagi sebagai pasmina, tar nyesel siapa tanggungjawab.. hehhe..


pasmina berbahan kaos yang akan saya recycle

 Untuk first trial ini, saya pakai pasmina saya merk Dhikr yang sudah lama nggak saya pakai. Bahannya adem banget, cuma karena ukuran nya kecil,  sudah kurang nyaman saya pakai. 



Pertama-tama, lipat pasmina menjadi dua bagian. Ukur sisi kanan kiri supaya simetris untuk menentukan kerah (lubang leher )


buat lubang leher, kemudian jahit


Jahit sisi kanan kirinya ( area bawah ketiak ) dan taraaa.... baju santai aka daster sudah ready! Mudah kan? Harap maklum karena ini outfit hanya di dalam rumah untuk saya, jadi tidak ada foto saat dipakai ya... hehehhee.. Kira-kira seperti itulah saat dipakai dipadu dengan legging, Cocok untuk bersantai dirumah. 

Untuk pasmina berbahan kain etnik, rajut, satin dan sebangsanya kreasi ini bisa dijadikan sebagai outer pelengkap ootd kamu. Yuk, siapa mau coba?




Jumat, 27 Juli 2018

Kota Layak Anak (KLA) Kado Istimewa Untuk Anak Indonesia

Juli 27, 2018 3 Comments

Apa hal yang paling diidamkan oleh anak-anak? Tentu saja bermain!

Saya bersyukur, meskipun tempat tinggal kami terbilang di perkotaan, tetapi aktivitas bermain Icha dan Faisya masih cukup 'normal'. Mereka memiliki ruang bermain diluar rumah yang cukup memadai. Ada pos keamanan di ujung gang, biasa menjadi tempat 'rapat' mereka dan geng nya. Bosan ngumpul, bisa bersepeda keliling perumahan. Dan yang paling ekstrim, mencari ikan di sungai ( yang sebenarnya lebih mirip got ) dekat pos keamanan. Honestly, saya lebih senang ketika mereka pulang dengan baju kotor atau tangan belepotan lumpur, alih-alih berdiam dirumah dan bermain gadget. Meskipun tidak seberuntung anak-anak yang tinggal di desa, namun hal tersebut patut saya syukuri. Karena diluar sana, masih banyak anak yang terabaikan hak-haknya.

Seserius itukah?

Tidak semua, tapi nyata ada. Belum lama pemberitaan di media kita dihebohkan dengan berita telantarnya anak-anak dalam satu keluarga, yang padahal orangtuanya berpendidikan tinggi. Kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak, juga seperti tak henti menghiasi laman berita. Maraknya pekerja anak, konten acara televisi yang tidak layak, dan minimnya  taman bermain untuk anak juga merupakan bentuk pengabaian hak anak. Lebih parah lagi, kita dikejutkan dengan pemberitaan di Tulungagung, tentang dua bocah usia sekolah dasar yang terpaksa dinikahkan karena terjadi kehamilan usia dini ( tribunnews.com 23 Mei 2018 ).

Deretan kasus pelanggaran hak dan perlindungan anak tersebut tidak luput dari perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KPPPA. KPPPA dibawah pimpinan Menteri Yohana Yembise tentunya tidak tinggal diam, namun bertekad dan berusaha untuk memenuhi hak-hak anak dengan optimal, agar deretan kasus pelanggaran terhadap hak anak tersebut dapat diminimalkan.

KPPPA mengadakan program KLA atau Kabupaten/Kota Layak Anak yang merupakan predikat untuk kabupaten/kota yang mempunyai  sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program untuk menjamin ‘pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak’

⤷Kenapa sih harus ada KLA?

Anak merupakan amanah internasional dan nasional yang jumlahnya mencapai 1/3 dari total penduduk. Anak juga merupakan tongkat estafet penerus masa depan bangsa. Untuk itu KLA diperlukan sebagai wujud nyata Implementasi Konvensi Hak Anak dan berbagai peraturan dan perundangan dan kebijakan terkait “Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan  Khusus Anak”

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penguatan peran keluarga. Dengan penguatan peran keluarga ini, diharapkan setiap keluarga dapat memiliki komitmen untuk memenuhi hak anak yang notabene adalah tanggung jawab masing-masing keluarga itu sendiri.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Yohana Yembise bersama Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA Ibu Lenny N Rosalin

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Yohana dalam press conference bersama media dan blogger,  bahwa upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat bukan hanya dari ayah dan ibu melainkan dari semua orang dewasa yang ada dalam keluarga.”Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal jika seluruh keluarga di Indonesia memahami dan mendukung  pemenuhan hak anak dalam keluarga masing-masing. Jadikan hak anak sebagai prioritas utama untuk mendukung tumbuh kembangnya.”

⤷Apa saja indikator sebuah kabupaten/kota disebut  KLA ?

Sebuah kota/kabupaten disebut KLA, mengacu kepada 24 indikator pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Secara garis besar dikelompokkan dalam 5 kluster berikut :

  • Kluster I : Hak Sipil Kebebasan
  • Kluster II : Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
  • Kluster III : Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
  • Kluster IV : Pendidikan Pemanfaatan Waktu Luang & Kegiatan Budaya
  • Kluster V : Perlindungan Khusus

24 indikator merupakan penjabaran dari kelima kluster tersebut. Teman-teman bisa lihat di skema berikut:


⤷Apa tujuan KLA?
Secara umum tujuan KLA adalah untuk memenuhi hak dan melindungi anak. Sedangkan secara khusus KLA bertujuan untuk membangun inisiatif pemerintah kabupaten/kota yang mengarah pada upaya transformasi Konvensi Hak Anak dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi dan intervensi pembangunan, dalam bentuk kebijakan program dan kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak pada suatu wilayah kabupaten/kota.

Program ini juga sebagai upaya keras dari Kementerian PPPA untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030. Program-program yang sudah berjalan untuk mewujudkan IDOLA diantaranya :

1.       PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga)
2.       RBRA ( Ruang Bermain Ramah Anak )
3.       Pengembangan KAS ( Kampung Anak Sejahtera )
4.       Fasilitas ruang ASI
5.       Sekolah Ramah Anak ( SRA )
6.       Pusat Kreativitas Anak ( PKA )





Dalam press conference tersebut Menteri Yohana didampingi oleh Deputi  Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N Rosalin yang menyebutkan bahwa penghargaan dan penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian PPPA atas upaya para Gubernur, Bupati,Walikota dan para penerima pernghargaan lainnya dalam upaya memenuhi amanat konstitusi yaitu upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Karena sejak pemerintah merativikasi Konvensi Hak Anak melalui Keppres Nomor 36 Tahun 1990, negara berkewajiban memenuhi hak anak, melindungi anak dan menghargai pandangan anak”.

⤷Siapa saja yang berkompeten melakukan penilaian KLA ?

Tentunya penilaian KLA dilakukan oleh pihak-pihak yang kompeten, yaitu pakar anak profesional dan kementerian/lembaga antara lain : Kemenko PMK, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden (KSP) dan KPAI.

Sedangkan untuk tahap penilaiannya melalui 4 tahapan sebagai berikut :
  1. Penilaian Mandiri
  2. Penilaian Administrasi
  3. Penilaian Lapangan
  4. Finalisasi

Kategori tingkatan KLA sendiri ada 5  , yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. Jadii, Kabupaten/Kota mana saja yang berhasil mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak tahun 2018 ini ? 
jreeeng jreeeng… ini dia datanya. Dicek ya, barangkali kotamu termasuk salah satu penerima KLA




Yayy...! Selamat untuk Surakarta dan Surabaya sebagai
peraih KLA kategori Utama

Selain penghargaan KLA Kementerian KPPPA juga memberikan pernghargaan non KLA yaitu kepada daerah terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina forum anak, merespon pembentukkan UPTDPPA atau Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak, mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), menyelenggarakan pelayanan ramah anak di puskesmas dan melakukan inovasi-inovasi dari kemajuan pembangunan anak di wilayahnya serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.


Dengan penghargaan ini KPPPA berharap bisa mendorong Gubernur sebagai Pembina Wilayah dan Bupati/Walikota untuk lebih memacu diri dan meningkatkan perhatian pada pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus di wilayahnya masing-masing.

Namun, terlepas apakah kota kita mendapat predikat KLA atau tidak, mari kita introspeksi, apakah dalam keluarga kita hak-hak anak sudah terpenuhi?

Anyway, selamat buat kota-kota yang berhasil mendapat penghargaan, semoga program-program yang telah dijalankan tetap konsisten dan berkesinambungan. Sebagai warganegara, saya pribadi berharap program ini akan diikuti lebih banyak kota di Indonesia sehingga anak-anak Indonesia semakin GENIUS ( Gesit, Empati, beraNI, Unggul dan Sehat ) serta tujuan mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) dapat segera tercapai.

Follow Us @soratemplates