Selasa, 05 Desember 2017

I Love Math #10 ! Menandai Kalender

Desember 05, 2017 0 Comments
Sepulang dari agen ekspedisi, saya membawa oleh-oleh yang sangat berfaedah, kalender 2018 ! Apa pasal sampai menyempatkan membeli kalender? Padahal kalender gratis jatah dari beberapa tempat yang langganan memberi kalender tiap tahun sudah cukup banyak.

Ceritanya, pulang saya dari mengirim barang kemarin, ada sesebapak yang berjalan sambil mendorong kereta bayi, isinya bukan bayi tapi kalender untuk dijual. Setelah saya dekati (untuk membeli) ternyata bapak tersebut tuna wicara. Subhanallah..

Sambil menceritakan hal ihwal kenapa saya membeli kalender tersebut, saya memancing Icha untuk do something di kalender tersebut. Apalagi kalau bukan stimulasi matematika, yaitu menandai tanggal-tanggal penting di kalender.

"Ini kalendernya bagus lho kak, walau murah. Nih, ada tempat untuk catatannya di tiap2 hari.."
"Oiya ya, wah kakak bisa isi untuk memandai tanggal-tanggal lahir kita ya Ma..?"
"Boleh.."

Alhamdulillah, kalender baru sudah ditandai dengan hari-hari penting keluarga.

Oiya hari ini saya juga mendapat setoran hafalan tambah-tambahan dan pengurangan dari Faisya. Tanpa saya minta. Secara logika, dia sudah memahami konsep penambahan dan pengurangan. Saya mencoba untuk menambah dengan memasukkan konsep perkalian. Ternyata belum bisa, hehe. 

Begini responnya.
"Aku belum bisa kalau perkalian.. Kalau tambah, dan kurangi aku tahu. Misalnya gini ya Ma... Aku punya stroberi 10, diminta kakak 4, jadi sisanya ada 6...! Itu namanya pengurangan..!!"

Masyaa Allah berbinar sekali dia menjelaskan itu.
"Ooh gitu ya dek.. ? Waah, adek pintar sekali sudah bisa tambah-tambahan dan pengurangan.." kata saya menyemangati.

Bukan basa-basi, lho! Bagi saya, memang ini sebuah progres yang menggembirakan. Bisa jadi, anak lain seusianya sudah memahami lebih banyak. Tapi, bagi Faisya yang agak tertunda kemampuan baca tulis huruf latinnya, tapi kemudian menunjukan ketertarikan bahkan pemahaman yang bagus pada matematika, itu luar biasa. Benar, setiap anak pintar. Setiap anak istimewa.

Alhamdulillah, cerita ini mengakhiri Tantangan 10 Hari dari game level 6 saya.

#day10
#gamelevel6
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

I Love Math #9 ! Cerdas Mengukur Berat Benda

Desember 05, 2017 0 Comments

Sejak saya punya kitchen scale alias timbangan dapur, ada saja yang dilakukan Faisya. Kadang-kadang semua bahan makanan yang akan dimasak ditimbang terlebih dahulu. Pernah juga menimbang berat boneka-bonekanya. Emaknya belum sadar, bahwa hal tersebut termasuk bagian dari pembelajaran logis matematika.


Di hari ke 9 tantangan saya, saya ingin me review lagi kemampuan Faisya mengukur berat benda. Objeknya tentu saja mainan-mainannya. So far dia paham bahwa berat setiap benda berbeda. Tapi dalam hal membaca berat benda masih sedikit kesulitan, khususnya untuk berat benda di angka ratusan.

#day9
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kelasbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

I Love Math #8 Cerdas Memahami Waktu dan Nama Hari

Desember 05, 2017 0 Comments
"Ma, kalau aku pakai baju ungu, berarti besok libur ya ?"
"Iya, karena baju ungu dipakai hari.... ???" pancing saya.
"Jum'aat !" jawabnya bersemangat.

Begitu biasanya Faisya menandai hari sekolah dan hari liburnya. Seragam sekolah ada tiga. Setelan oranye dipakai hari Senin dan Selasa, rok terusan kuning merah dipakai hari Rabu dan Kamis, kemudian setelan training suit ungu dipakai pada hari Jum'at. Karena sekolahnya 5 hari saja, jadi Sabtu libur. Itulah kenapa, dia menandai setelah memakai baju ungu dia libur. Khusus pekan ini, ada perubahan dalam pemakaian seragam. Seragam ungu dipakai hari Rabu dan Kamis. Sedangkan rok terusan kuning merah dipakai hari Jum'at, karena rencananya pada hari Jum'at pekan ini ada pengambilan foto untuk ijazah TK.


Sejujurnya, bocah TK saya ini belum terlalu hafal urutan hari. Mencocokan dengan seragam adalah salah satu caranya mengingat hari. Makanya, ketika ada perubahan sementara untuk pemakaian seragam perlu ada penjelasan lebih lanjut mengenai itu. Dan itu sudah saya lakukan beberapa hari yang lalu.

"Pekan ini, baju ungu adek dipakai hari Rabu dan Kamis yaa..'' kata saya.
"Trus, setelah itu libur ?" tanyanya.
"Enggak, hari Jum'at masih masuk, tetapi pakai baju kuning merah.."
"Kenapa ?"
"Kata Bunda, hari Jumat anak-anak mau difoto.."
Bunda adalah panggilan untuk guru-guru disekolah. Sengaja saya sisipkan "kata Bunda" supaya bocah TK ini tidak protes dan tidak muncul pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Etapiii, ternyata masih ada pertanyaan lainnya..
"Bunda bilang ke Mama? Kapan ?"
"Nggak, Bunda bilangnya pakai surat aja, semua Mama diberi surat.."
"Oooh pakai surat..." jawabnya manggut-manggut.


Qadarullah, dari semalam badan Faisya agak sumeng.Gejala hidung mampet beberapa hari kemarin, dilanjutkan dengan batuk-batuk, dan akhirnya diikuti demam. Sedikit pusing juga katanya. Jadi hari ini dan mungkin besok, saya mintakan ijin ke Bunda pengajar agak diperbolehkan istirahat dirumah.

Aktifitas memahami waktu dan nama-nama hari seperti ini juga termasuk stimulasi matematika logis lho! Kirain, matematika itu hanya berkutat di angka dan simbol saja. Nggak kan ?

#day8
#gamelevel6
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

Senin, 04 Desember 2017

I love Math #7 ! Cerdas Membandingkan Harga

Desember 04, 2017 3 Comments


Si Mama ini lagi baik hati, dapat hidayah buat traktir anak-anak es krim.  Jadi pulang sekolah tadi kami mampir ke kedai yang jual es krim Aice.

Maunya sih beli yang murah meriah supaya 10.000 dapat 3 biji, tapi ternyata Faisya memilih es krim rasa mangga yang agak mahal, harganya 7000 rupiah. Mungkin karena ada tulisan low fat jadi lebih mahal dibanding teman-temannya . Kakak Icha, sudah lama ingin icip es krim mochi. Harga es krim mochi 3000 rupiah. Sedangkan si Mama, gak bisa move on dari es krim vanilla lapis coklat tabur kacang. Paporit deh.. ! Harganya 3500 rupiah. Total belanja kami 13.500 rupiah.
"Dek, bagi dong..." (foto diambil ketika es krim kakak Icha sudah habis)
Sambil menikmati es krim, Faisya membandingkan harga es krim nya.
"Punyaku harganya 7000 ya Ma? Punya kakak 3000 ?? Jadi lebih mahal punya siapa Ma ?"
"Ya mahalan punyamu dek.." si kakak nyahut
"Kalau 7 dengan 3 banyakan mana dek ?" tanya saya.
"Banyak 7...! Jadi 7000 dengan 3000 lebih mahal 7000 ya Ma ?"
"Pinterrr..." kata saya sambil mengacungkan dua jempol. Eh satu ding, yang satu masih pegang es krim. Hihihi..
"Kalau punyaku, dengan punya mama, mahalan yang mana?" tanya Faisya lagi.
"Es krim mama 3500, es krim mu kan 7000.." jawab saya
"Tetap lebih mahal es krim ku ya.. Yayyy...!!"
"Kalau es krim Mama dengan es krim kakak ?" tanya Faisya.
"Es krim kakak 3000, es krim Mama 3500, es krim adek 7000.. Coba mana yang lebih mahal, trus yang nomer dua lebih mahal ?"
"Ooh, jadi es krim ku paling mahal, terus es krim Mama, terus es krim kakak yang paling tidak mahal.."
"Siiip..."

Dengan media es krim, Faisya dan kakak Icha belajar membandingkan besaran harga. Jika dianalogikan berdasarkan aktifitas sehari-hari Matematika menjadi lebih menyenangkan untuk dipelajari.

#day7
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

I Love Math #6 ! Menghitung Jumlah Gambar Pada Film Animasi

Desember 04, 2017 3 Comments

Perjalanan pulang sekolah selalu menjadi salah satu momen quality time saya bersama Icha.  Ngobrol asik sana sini sembari melaju diatas sepeda motor tua kami. Tiba-tiba topik nya menjurus ke matematika logis.

"Mama tahu nggak, berapa gambar yang dibutuhkan untuk membuat film animasi 1 detik ?"
"Hmm.. 5 gambar?" Ini si Mama ngarang
"Salah.."
"10 ??"
"Salah.."
"10 kurang atau lebih?"
"Kurang.."
"20 deh.."
"Iya betul.... 20 !"
"Yayyy... Padahal Mama cuma nebak aja lho, hehehe.."
"Banyak ya Ma, kalau satu detik butuh 20 gambar, berarti film se jam butuh berapa ratus gambar ya Ma ?"
"Coba dihitung.. Satu menit dulu, ada berapa detik.."
"Satu menit 60 detik, jadi kalau satu menit, 60 dikalikan 20 ya ? 6 x 2 = 12, nol nya 2 jadi hasilnya 1200..? Wow banyak sekali yaa..??"
"Iya, jadi kalau film animasi durasi 1 menit aja, membutuhkan sebanyak 1200 gambar. Jadi kalau sejam bagaimana ?"
"Satu jam 60 menit, jadi 1200 dikalikan 60 dong...??
" Iya betul. Hasilnya berapa ?"
"Waaah susah Ma, ribuan .."
"Iya, nol nya disimpan dulu.. 12 dikali 6 aja"
"Hmmmm.... 72..??" jawabnya ragu-ragu.
"Iya, trus nol nya dipasangin lagi, ada berapa td nol nya?"
"Tiga, jadi... 72.000 gambar. Woowww banyaknyaa..." Doi takjub sendiri.
"Iya, tapi gambarnya kan computerize, bukan gambar tangan.."
"Iya juga ya, kalau gambar tangan .. Waah.."

Sambil ngobrol, tidak terasa kami sudah sampai di rumah.

#day6
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kuliahbunsayiip
#matharoundus
#ilovemath

Minggu, 03 Desember 2017

I love Math #5 ! Belajar Tentang Waktu dan Bentuk

Desember 03, 2017 0 Comments


Dulu, sama sekali tidak menyadari bahwa matematika ada di sekitar kita. Setelah belajar di Kelas Bunda Sayang IIP dan menerima materi level 6, baru saya sadar bahwa ternyata banyak sekali hal yang berkaitan erat dengan matematika yang kita temukan sehari-hari. Dan di tantangan game level 6 ini, para bunda belajar jeli dan cerdas, agar bisa menjadikan apa yang ditemui sehari-hari sebagai stimulus bagi anak belajar matematika. Tentunya dengan cara yang menyenangkan.

Hari ini, duo Maisya ikut ke acara kreasi doodle yang diadakan oleh Rumah Belajar Craft DIY IIP Surabaya Sidoarjo. Selepas dari acara, kami berempat, saya, suami dan anak-anak melipir ke Cito Mall. Rencana awalnya sih, kami ingin menonton film Coco. Ternyata eh ternyata, kami sampai di Cito Mall jam 14.30 wib. Padahal pemutaran film Coco hari itu adalah jam 14.15 wib. Pemutaran berikutnya adalah jam 16.45 wib. Sambil menunggu waktu Ashar di Masjid IQRO Cito Mall, saya  berdiskusi dengan anak-anak. Karena jika kami mengambil tiket film yang tayang jam 16.45 wib, dan durasi tayang film sekitar 2 jam, kami akan keluar gedung bioskop sekitar jam 18.45 wib atau menjelang jam 7 malam. Dan perkiraan kami tiba di rumah diatas jam 8 bahkan mungkin jam 9. Padahal besok harus sekolah dan UAS. Akhirnya diputuskan hari ini kami batal nonton Coco. Walau awalnya agak berat, anak-anak akhirnya bisa menerima dengan legowo keputusan ini. Sebagai obat kecewa, mereka memilih bermain pasir kinetis di area permainan yang menyewakan pasir kinetis dan aneka macam cetakannya.

Serius sekali menikmati permainan pasir kinetis

Yayy, sekarang aku tahu, bentuk ini namanya kerucut !

Pada aktifitas hari ini kami berlatih bagaimana bagaimana menghitung waktu, dalam hal ini durasi film. Aktifitas di area permainan pasir kinetis juga kami manfaatkan untuk belajar tentang aneka macam bentuk yang bisa dibuat dari pasir kinetis dan cetakannya.

#day5
#gamelevel6
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#iLoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 02 Desember 2017

I Love Math #4 ! Mencari KPK dan FPB

Desember 02, 2017 0 Comments
Kalau urusan membersamai anak belajar matematika, untuk selevel Faisya cing cai lah.. Mama bisa sambil merem. Hahaha, ya iyalah.. Matematika bocah TK.. ! Tapi kalau  matematikanya kakak Icha yang sekarang kelas 4 SD (9 tahun 8 bulan), Duuh duuh.. Nyerah deh..

Tapi untungnya, alhamdulillah wa biidznillah, anak mbarep ini belajarnya sudah cukup mandiri. Buka buku sebentar.. Bet bet bet... Tutup. Saya tanya
"Bisa kak?"
"In syaa Allah.."
"Bener? Ada yg belum paham ngga ?"
"Kayaknya sih nggak ada.."

Masyaa Allah...

Tapi pernah juga, ada kalanya si kakak merasa kesulitan. Seperti kali ini, ketika nyicil-nyicil belajar buat ulangan umum pekan depan, Icha kesulitan di materi KPK dan FPB. Nah, kalau begini Mama harus siap pasang badan. Sama-sama belajar lagi.

"Ma, kakak masih bingung nentukan KPK dan FPB ?"
"Ha, apaan itu? komisi pemberantasan korupsi ?"
"Bukaan.. Ini matematika...! Kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar.."
"Ooh kirain komisi pemberantasan korupsi, hehe. Tenang kak, kita punya buku bu Rini.. Ayo, kita cari di buku bu Rini tentang KPK dan FPB"

Kami sama-sama mempelajari penjabaran KPK dan FPB di buku Bu Rini. Penjelasan di buku bu Rini cukup jelas dan mudah dipahami.
Buku andalan kami dalam
memahami matematika
Buku "Ringkasan Matematika SD" karangan ibu Koeshartati Saptorini ini merupakan buku andalan saya dalam membantu memahamkan matematika ke Icha. Isinya materi matematika SD dengan rumus-rumus praktis dan cara cepatnya.


#day4
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs