Minggu, 01 September 2013

# icha

Binatang Baru

”Mamaaa, kakak menemukan jenis binatang baruu !” kata Icha beberapa hari yang lalu. Woww, gaya nya seperti penemu betulan.
“Oh ya ?!” saya berusaha pasang ekspresi se excited mungkin. “Gimana ciri-cirinya , kak?”
“Bentuknya seperti nyamuk, tapi badannya seperti kecoa. Dia nggak bisa terbang, Ma...”
“Hmmm” tak ayal kening saya berkerut juga mendengar deskripsinya tentang ‘jenis binatang baru’ penemuannya itu.
Seperti nyamuk, badannya besar seperti kecoa dan nggak bisa terbang? Pikiran saya langsung menebak itu tinggi alias kutu busuk. Tapi, mosok kasur spring bed ada tingginya ? Biasanya tinggi hidup dan berkembang biak di kasur kapuk. Di pinggir-pinggirnya, dibagian cekungan-cekungan tempat benang kasur. Disitulah, ibu tinggi beserta anak-anak dan telur-telurnya berada. Secara berkala kami, saya kecil, mbak Dina, Bapak dan Mamak membersihkan kasur –kasur dirumah. Baunya ? jangan ditanya.. busuuuk sekali..
Seandainya benar itu tinggi, bencana bagi kami. Bakalan nggak nyenyak tidur, mereka akan bergerilya selama kami tidur. Menggigiti kulit dan menghisap darah. Rasanya cekit-cekit, gataal sekali. Lebih gatal dari gigitan nyamuk. Dan tinggi itu bisa berkembang biak dengan cepat di setiap lipatan kasur atau bantal. Pikiran saya mulai merancang sebuah program pemberantasan hama tingkat  tinggi, sebelum mereka sempat beranak pinak.
“Mamaaa.. ini dia binatangnya...!!!” dari dalam kamar Icha berteriak. Saya bergegas menuju kamar, tak sabar ingin memastikan jenis binatang baru itu. Diatas seprei saya melihat seekor binatang  merangkak kepayahan. Perutnya menggendut penuh darah. Dia tak bisa bergerak lincah ketika saya berusaha menangkapnya. Hanya berusaha menghindar dengan gerakan slow moving. Sampai akhirnya ujung telunjuk saya berhasil menekan perut gendutnya. Darah kehitaman menodai seprei  Zoo kesayangan anak-anak.
“Kakak, ini bukan binatang jenis baru, ini nyamuk gendut kekenyangan...”
“Oooh...”
Hanya itu yang keluar dari mulut mungilnya. Hmmm, ‘binatang jenis baru’ . Aahh, anak-anak memang selalu polos dan menggembirakan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca, yuk tinggalkan jejak dengan komentar yang santun