Jumat, 11 Agustus 2017

# inspirasi # Institut Ibu Profesional

Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Dus Duk Duk


Apa yang terpikir di benak kita jika melihat atau mendengar kata kardus ? Sebagai pembungkus ? produk daur ulang ? atau, lelaki kardus ? Ahaha, yang terakhir ini beneran saya nggak tahu apa maksudnya. Tapi konon, ada lagu dangdut berjudul lelaki kardus yang cukup populer di kalangan pencintanya.

Oke, lupakan lelaki kardus  ( eh ), kali ini saya ingin cerita tentang sebuah industri kreatif anak muda dari Surabaya yang sukses bermain-main dengan kardus. Dus Duk Duk ! Unik ya namanya. Alhamdulillah, saya dan teman-teman dari Institut Ibu Profesional ( IIP ), berkesempatan untuk meet up dengan mas Angger Diri Wiranata dan mbak  Renny dari Dus Duk Duk.

Apa komentar Dus Duk Duk ketika diundang oleh IIP ?
"Ini baru pertama kalinya kami diundang oleh (komunitas) ibu-ibu, biasanya yang undang kami itu instansi,'' kata mas Angger, konseptor Dus Duk Duk. 

Wow.... aplaus buat IIP, sebagai komunitas ibu-ibu pertama yang mengundang Dus Duk Duk..!

Acara yang bertajuk Meet The Talent, Cardboard Creation With Dus Duk Duk  ini diselenggarakan tanggal 5 Agustus 2017 bertempat di Fasum Delta  Anthurium 3, Perumahan Grand Delta Sari Sidoarjo. Acara ini merupakan kolaborasi antara Rumah Belajar ( RumBel ) Craft DIY dan RumBel Playdate IIP Surabaya Raya. Diikuti kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Peserta terlihat sangat antusias sekali menyimak penjelasan dari mas Angger. 

Pada awal sesi, mas Angger menjelaskan aneka jenis kardus yang digunakan Dus Duk Duk. Pada awalnya mereka menggunakan kardus bekas, namun karena sulit untuk menemukan jenis dan kriteria yang sesuai dengan standar yang mereka butuhkan, akhirnya Dus Duk Duk memesan kardus khusus dari pabrik untuk bahan baku pembuatan produknya.


Dus Duk Duk berasal dari kata dus ( kardus ) untuk duduk. Bermula dari tugas kuliah dasar desain yang diberikan oleh kampusnya, mas Angger yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa ITS bersama teman-temannya berusaha untuk mencari ide kreatif desain yang 'out of the box' . Terbersitlah ide membuat kursi dari kardus. Jika mahasiswa lain, sibuk berkutat dengan pernak pernik khas anak desain, mas Angger pun sibuk mengumpulkan kardus-kardus bekas untuk mencari kardus yang sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Hal ini cukup membuat prihatin orangtuanya, dan tidak mengira jika mas Angger sedang menyiapkan sebuah produk yang spektakuler. 
sebagian hasil desain dari Dus Duk Duk - foto milik dusdukduk(dot)com
Setelah berhasil menciptakan desain kursi -yang beneran bisa diduduki dan bahkan dinaiki dengan kedua kaki- dari kardus, Dus Duk Duk pun resmi di launching bersamaan dengan pameran Ide Art tahun 2013 lalu.  Setelah itu, berbagai respon positif mengalir bak air sungai, dibarengi dengan mengalirnya berbagai pesanan. Salah satunya dari butik artis cantik Luna Maya, yang terdapat di lima pusat perbelanjaan di Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Undangan dari media pun datang silih berganti. Tercatat, Dus Duk Duk pernah tampil di acara Indonesia Morning Show Net TV, The Roof Top Trans 7 (yang akhirnya semua properti yang dibawa Dus Duk Duk diborong oleh Gilang Dirga sang pembawa acara ), Tonight Show dan masih banyak lagi.

Belum lagi respon dari para pejabat pemerintah, yang memberikan apresiasi positif bagi mereka. Salah satunya Bapak Soekarwo, Gubernur Jawa Timur yang akrab dipanggil Pakde Karwo. Testimoni berstempel resmi kantor gubernuran pun menjadi salah satu koleksi penghargaan yang mereka terima. Set furniture dari Dus Duk Duk menghias dengan manis salah satu ruangan dikantor Gubernur. Kiprah Dus Duk Duk pun menarik perhatian Noa Haim, seorang cardboard artist  dari Belanda dan mengajak mereka bergabung dalam Paper Batik Workshop di Creative Room at Historia Food and Bar pada Agustus 2015. Apresiasi yang datang dari luar negeri lainnya yaitu dari Konsulat Jendral RI di Penang Malaysia. Dus Duk Duk diundang untuk mengisi pameran di Festival George Town di Penang pada Juli 2016. Stan Dus Duk Duk yang unik menarik perhatian pengunjung pameran, awalnya pengunjung tidak percaya jika kursi kardus itu bisa diduduki seperti kursi pada umunya.

nhaa,ajaib kan.. dinaikin ngga penyok loh.. (foto dokumentasi IIP)
Saat ini, produk Dus Duk Duk sudah banyak di kenal di masyarakat. Peminatnya mulai dari instansi, toko/butik, dan para pehobi craft. Dus Duk Duk tidak hanya membuat furniture meja kursi, mereka juga bisa membuat aneka bentuk seperti hiasan dinding, plakat, rak , miniatur alat transportasi, miniatur hewan, dan berbagai bentuk lainnya sesuai keinginan pemesan. Dus Duk Duk juga mewadahi orang-orang yang suka mainan kardus (ini istilah mas Angger untuk pehobi cardboard creation) ke dalam sebuah grup FB Dunia Kardus. Di grup ini, semua member dari berbagai kota bisa sharing kreasi mereka dari kardus. Dengan adanya grup ini, juga selain menambah silaturahmi juga memudahkan Dus Duk Duk memperoleh bahan baku ketika ada event di luar kota. Untuk bahan-bahan yang bisa diperoleh dari rekan sesama pecinta cardboard creation, mereka tidak perlu membawa dari Surabaya.

Antusiasme peserta sangat luar biasa pada acara tersebut, banyak sekali pertanyaan yang masuk. Mas Angger pun cukup tabah dikerumuni ibu-ibu menjawab keingintahuan dari ibu-ibu tersebut. Beberapa pertanyaan yang masuk dari audiens antara lain,
  • berapa harga produk Dus Duk Duk ?
Harga produk Dus Duk Duk mulai dari kisaran Rp. 100.000,- untuk pajangan dan mulai Rp. 300.000,- untuk furniture
  • apakah produk Dus Duk Duk tahan air ? 
Ada semacam cairan khusus untuk melapisi produk, sehingga produk lebih aman terhadap air. Segera dibersihkan dengan kain kering jika terpercik / tertumpah air
  • berapa lama daya tahan produk?
Produk bisa tahan hingga dua tahun, tergantung perawatan. Asalkan tidak tersiram air dan dekat dengan api, produk bisa lebih awet.
  • bagaimana pengangkutan properti jika pameran keluar kota bahkan keluar negeri?
Semua produk Dus Duk Duk menggunakan teknik saling terkait, seperti membuat puzzle. Jadi produk dibawa dalam bentuk belum jadi , dan baru dirakit di lokasi tujuan. Pengangkutan dalam jumlah besar menggunakan truk yang disewa khusus. Untuk meminimalisir resiko produk rusak di jalan, mereka juga menggunakan jasa cargo tercepat untuk keluar kota. 
  • bagaimana penyaluran limbah kardus sisa produksi ?
Saat ini, kardus sisa produksi disalurkan ke pengepul barang bekas untuk didaur ulang. 
  • berapa maksimal beban untuk kursi ?
maksimal beban muatan untuk kursi yaitu 160 kg. Saat ini Dus Duk Duk sedang berinovasi untuk mengembangkan produknya sehingga bisa mencapai maksimal beban 180 kg. 
  • apa harapan Dus Duk Duk kedepannya ?
Dus Duk Duk berharap, suatu saat bisa menyelenggarakan event festival kardus di Indonesia. Festival kardus yaitu event pameran / semacam karnaval dengan menggunakan semua barang yang terbuat dari kardus.
  • apa pesan mas Angger untuk kami,  orang tua dan anak-anak disini ?
Tidak harus HEBAT saat START, tapi untuk menjadi HEBAT harus ada START. Indeed ! Keren sekali quote dari mas Angger ini. Tidak akan ada sesuatu yang hebat jika tidak dimulai. Semua bisa jadi besar jika ditekuni, apalagi jika dikerjakan dengan bahagia. 

Tidak terasa, waktu sudah beranjak siang. Anak-anak sudah tidak sabar menantikan sesi kreasi bersama Dus Duk Duk. Kit  kreasi bentuk pesawat terbang segera dibagikan kepada para peserta. Ssst, untuk kit kreasi ini kami hanya membayar Rp. 50.000,- saja  lho, padahal harga normal nya diatas Rp. 100.000,- uwow banget kan..?



yayy, sudah jadi pesawat terbangnya..
Cara pembuatan pajangan bentuk pesawat terbang ini tidak terlalu sulit. Setiap bagian sudah di desain agar bisa menyatu kuat dengan bagian yang lain. Tanpa ribet mengelem, tanpa harus menggunting. Mudah bukan ? Dan, taraa.. jadilah pesawat terbang kardus !

penyerahan bingkisan dari IIP untuk Dus Duk Duk  (foto dokumentasi IIP)
sesi foto bersama panitia acara ( foto dokumentasi IIP)
Menjelang pukul 12.00 wib, acara Meet The Talent bersama Dus Duk Duk pun berakhir. Penyerahan bingkisan untuk Dus Duk Duk dan sesi foto-foto menjadi agenda terakhir dari rangkaian acara tersebut. Alhamdulillah, acara berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Sukses selalu untuk Dus Duk Duk dan Institut Ibu Profesional, khususnya Rumah Belajar Craft DIY dan Playdate sebagai penyelenggara acara. Kami tunggu event berkesan selanjutnya !













10 komentar:

  1. Wah sayangnya bertepatan dengan acara kemarin.
    Semoga segera ada lagi kegiatan ini...

    BalasHapus
  2. aamiin mbak,semoga ketemu di even berikutnya ya..

    BalasHapus
  3. Kreatif banget ya mbak. Kreativitas ternyata juga bisa datang dari kardus. Saya beberapakali pernah baca artikelnya sih dan nonton di acara tv. keren ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, gak nyangka kardus bisa jadi produk yg 'diperhitungkan' ya.. makasii uda mampir^^

      Hapus
  4. Wow! Bisa kuat nahan beban sampai 160 kg? Keren banget. Padahal dari kardus, ya. Kalo liat anak muda kayak gini, rasanya cerah deh masa depan Indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, emang dilihat juga cerah mas nya #eh hihihi, salam kenal mbak Triani, makasih sdh mampir ya

      Hapus
  5. Nggak nyangka ada Dus Duk Duk ini bisa dua tahun dipakenya dan diduduki pula..Anak-anak muda yang keren ini :) Makasih sudah berbagi cerita Mbak..baru tahu saya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak Dian, makasih ya sudah mampir ^^

      Hapus
  6. Suka tulisan ini jd makin nambah informasi, sukses utk mas Angger eeh Sukses utk blognya sis��

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasii mbakku sayang, sudah mampir, hayuk aktivkan lg dinist dot blogspot dot co dot id nya

      Hapus

Terima kasih sudah membaca, yuk tinggalkan jejak dengan komentar yang santun

Follow Us @soratemplates