Ujungnegoro, Pesona Wisata Pantai Utara


Kota Batang - Jawa Tengah, semakin berkibar dengan banyaknya spot yang populer di dunia maya. Istilah kekiniannya, instagramable. Dan salah satu spot yang instagramable ini ada tak jauh dari rumah orangtua saya, yaitu Pantai Ujungnegoro. Makanya setiap pulang kampung selalu saya sempatkan berkunjung ke pantai Ujungnegoro. Sekedar menikmati udara pantai yang sejuk, bisa jadi alternatif wisata yang murah meriah namun menyegarkan.

Lokasi Pantai Ujungnegoro cukup dekat dari rumah Bapak. Tepatnya di desa Ujungnegoro, kecamatan Kandeman, kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Perjalanan ke Pantai Ujungnegoro dari rumah Akungnya anak-anak ini sekitar 6 km atau ditempuh kurang lebih  20 menit perjalanan dengan mobil.  Akses jalan menuju lokasi sudah sangat bagus. Berbeda dengan beberapa dengan beberapa tahun silam, ketika saya SMP, sering bersepeda bersama teman-teman ke sana. Waktu itu jalanan masih berbatu dan penuh tanjakan turunan  Perekonomian masyarakat sekitar meningkat pesat dua tahun terakhir ini dengan adanya pembangunan PLTU Batang yang berlokasi di  desa yang sama, disusul dengan pembangunan jalur tol yang melewati daerah tersebut. Lahan penduduk yang termasuk di lokasi pembangunan PLTU dibeli dengan harga tinggi. Hal ini tentu saja menjadi ladang rezeki bagi penduduk setempat. Belum lagi dengan adanya kebutuhan tempat tinggal, pangan dan kebutuhan konsumtif lainnya dari para pekerja yang menetap sementara di lokasi tersebut, semakin menggairahkan perekonomian setempat. Bapak sempat cerita, tentang adanya ramalan dari para tetua  zaman dahulu, bahwa suatu saat nanti akan ada pasar yang sangat ramai di Ujungnegoro. Wallahu a’lam, faktanya di zaman now desa Ujungnegoro menjadi sangat ramai dengan adanya pembangunan PLTU dan jalan tol. Sepanjang jalan, saya melihat ada dua mesin ATM dari dua bank yang berbeda. Ini wow lho, karena box mesin ATM masih merupakan pemandangan yang langka di daerah saya.

Suasana pagi di pantai Ujungnegoro masih lengang


Tidak terasa sampai juga kami ke pantai. Tiket masuk ke Pantai sebesar  Rp. 5000,- / orang. Rombongan saya yang berisi 3 orang dewasa dan  4 anak-anak, hanya dikenai 4 tiket saja atau sebesar Rp 20.000,-  plus Rp. 3.000,- sebagai tarif parkir.  Kami tiba di pantai sekitar pukul 8.30 pagi. Suasana masih sepi, tapi sudah agak panas. Jika kami bisa berangkat lebih pagi mungkin bisa mendapatkan suasana pantai yang lebih sejuk. Aroma ikan asin cukup menyengat begitu kami memasuki area wisata. Selain lapak-lapak yang menjual makanan dan minuman ringan, memang ada beberapa lapak yang menjual ikan asin dan terasi. Pantas saja aroma nya menyengat. Tapi jangan khawatir, aroma ini lama-lama akan menghilang dengan sendirinya. Sementara anak-anak bermain di bibir pantai, saya melipir mencari tempat yang teduh untuk membuka bekal nasi megono. Wah, sarapan nasi megono di pantai.. nikmatnya..



Di wisata Pantai Ujungnegoro ini fasilitas umumnya cukup nyaman. Ada mushola, kamar mandi dan toilet yang cukup bersih. Untuk bilas mandi setelah bermain pasir di pantai, cukup membayar Rp. 2.000,- saja per orang. Setelah anak-anak mandi dan ganti baju, kami masih melanjutkan menikmati suasana pantai. Anak-anak bisa bermain ayunan, sementara kami bersantai di gazebo sambil menikmati makanan ringan. 

Sinar matahari semakin panas. Pukul 11 siang kami bersiap pulang. Sebenarnya banyak yang belum di explore di Pantai Ujungnegoro ini. Menurut yang saya baca di www.mBatang.com ada gua Aswatama di pantai ini. In syaa Allah jadi agenda jika berkunjung ke pantai Ujungnegoro selanjutnya.
Secara keseluruhan, puas. Lokasi bagus, akses mudah. Sayangnya, kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan di area wisata ini masih kurang. Di beberapa sudut menumpuk sampah bahkan diaper bekas. Sayang sekali bukan?

Saya berharap wisata Ujungnegoro semakin bisa dimaksimalkan sebagai aset wisata di jalur pantura. Bukan hanya wisatawan setempat tetapi juga dari luar daerah. Atau bahkan luar negeri. 
11 komentar on "Ujungnegoro, Pesona Wisata Pantai Utara"
  1. Kelihatan masih alami yah pantainya.. Semoga ada waktu dan rezeki sehingga bisa main ke jawa tengah...

    BalasHapus
  2. Sudah lama nggak rekreasi ke Pantai, baca ini jadi kangen rekreasi hehe,tapi masih belum bisa karena ada si bayi. Btw view pantai ujungnegoro-nya bagus ya. Keliatan asri juga karena banyak pepohonannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantainya banyak batu2 besar dan agak kotor mba. Butuh extra perhatian dari pemerintah untuk ningkatin kebersihannya nih. Harus ada denda bagi yang buat sampah sembarangan. Gemes saya disana liat banyak sampah .. Kesadaran wisatawan disana susyah banget

      Hapus
  3. Ternyata nasi megono juga terkenal di Batam ya
    Saya pikir cuma Pekalongan
    Pantainya pun sama, bau ikan asin 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. Batang, teteh sayang.. Batang kan masih sepupunya Pekalongan. Adat, budaya, dan kuliner masih sama. Satu jalur pantura jawa tengah

      Hapus
  4. Murah meriah banget tuh Mba, jujur saya baru tahu dong ujungnegoro ini, banyak banget ya tempat wisata zaman now :D
    Apalagi tempat wisatanya terjangkau gini :D

    BalasHapus
  5. Ouwww, dirimu asli JaTeng tho Mbaaa
    pantesan kok alusss nan priyayi gitu :)
    Pantainya OK banget untuk keluarga yaaa
    kayake ombaknya tenang ya?

    BalasHapus
  6. Pantai Ujungnegoro kerennn
    Pantai nya berpasir coklat yaaa
    Moga kelak saya bisa kesini yaa

    BalasHapus
  7. Lumayan dekat ini. Masih tetanggaan lah ya Pemalang-Batang.

    Iya sih, salah satu tantangan yang tak ada habisnya dalam pengelolaan pariwisata alam, salah satunya adalah kurangnya kesadaran pengunjung menjaga kebersihan. Pe er untuk kita semua sebenarnya, bukan hanya pengelola.

    BalasHapus
  8. Duh, lihat pantai gini bikin penyakit kekurangan vitamin sea jadi kambuh. Huhuhu... kangen mantai deh ih. Udah lama gak main ke pantai indah kayak Pantai Ujungnegoro begini.

    BalasHapus
  9. Enak Mbak rumah deket pantai, kapan oun pengen main di pantai tinggal jalan. Seafood juga murah ya klo ada pantai.

    Ah iya, putihnputih di atas pasir apa ya Mbak?

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca. Jika kalian mempunyai pertanyaan terkait artikel ini, silakan drop pertanyaan di kolom komentar, bukan melalui private chat atau media sosial.
Thank you!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature