Label Halal Untuk Selain Makanan, Perlukah ?


Masih lekat di ingatan saya kejadian beberapa tahun silam. Saat itu saya masih bekerja sebagai Customer Service sebuah bank syariah. Sambil mengerjakan permohonan buka rekening, saya menyilakan nasabah menikmati permen yang ada di meja CS. Nasabah itu mengambil satu permen dari mangkok saji. Diamatinya permen tersebut dengan teliti. Kemudian bertanya,

"Nggak ada (label) halalnya, ya mbak?"
"Eh..." Saya tergagap. Jujur nggak nyangka, nasabah tersebut akan menanyakan kehalalan permen yang saya sajikan. Ah, cuma permen ini, bisik saya dalam hati. Tapi sejurus kemudian, saya merasa malu. Bagaimana mungkin seorang customer service sebuah bank syariah sampai tidak memperhatikan kehalalan makanan yang diberikan kepada nasabahnya. 

Dari situ, hati saya mulai tergugah. Memang sih, tanpa label halal, bukan otomatis makanan tersebut jadi haram. Tetapi, label halal itulah alat bantu bagi kita kaum Muslim untuk menyaring apa yang kita konsumsi. Dan, apakah label halal hanya dipakai untuk makanan ? Ternyata tidak, pemirsaah.. Alhamdulillah sekarang sudah banyak kita jumpai produk berlabel halal. Mulai dari kain, plastik, kemasan makanan, tisu, produk toiletries,  produk kosmetik dan masih banyak lainnya.
Label halal pada produk kapas
Eh, tapi kenapa ya label halal juga perlu diberikan untuk produk selain makanan? Padahal kan nggak kita makan. Ada yang tau sebabnya? Ternyata begini penjelasannya. Dalam proses produksinya, setiap produk memiliki titik kritis kehalalan. Yaitu tahapan produksi dimana suatu produk bisa menjadi haram. Sebuah produk tisu misalnya, titik kritis kehalalannya terletak pada bahan pewarna, pelarut dan pewanginya. Ada tisu yang prosesnya  menggunakan alkohol atau zat kimia lain yang belum terjamin kehalalannya.

Walaupun tidak kita makan, produk - produk tersebut akan bersinggungan dengan kita setiap harinya. Jika kehalalannya diragukan, tentu akan membuat kita was-was. Apalagi saat kita akan melakukan ibadah harian. Misalnya, mau sholat eh waktu mandi ternyata sabunnya ada kandungan yang tidak halal. Nggak mau, kaan? Untuk itu, label halal menjadi hal yang sangat diperhatikan terutama jika produk tersebut dipasarkan di negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia. Kesadaran produsen untuk memasarkan produk halal saat ini sudah sangat tinggi. Sebagai customer, kitapun diuntungkan dengan hal ini. Pilihannya kembali kepada kita.



Posting Komentar

0 Komentar