Sabtu, 30 September 2017

Gizidat Madu Kaya Nutrisi Untuk Anak Hebat

September 30, 2017 2 Comments

Namanya bocah TK ya, kalau dapat pengumuman jadwal berenang... wuuiih, senang sekali. Begitupun anak saya Faisya (6th) yang sekarang duduk di kelas TK B. Biasanya nih, sehabis acara berenang, tingkat kehadiran siswa di kelas cenderung menurun. Saya perhatikan di grup WA guru dan wali murid, jumlah yang ijin tidak masuk sekolah pasca berenang semakin banyak. Ya, maklum saja, berenang di kolam umum,bercampur segitu banyak pengunjung. Pasti tempatnya bakteri dan virus berkeliaran. Anak-anak usia pra sekolah dasar biasanya masih rentan terkena bakteri dan virus, utamanya flu dan teman-temannya alias batuk pilek pusing. Tapi, apa iya anak mau dikekepin aja ,dirumah ? Tentu enggak kan..? 

Dan, surprise..! Hari - hari pasca berenang si bocah tetep tahes.. lincah dan gembira ria. Eh saya terus terang kaget loh, biasanya paling ngga sehari atau dua hari ijin istirahat di rumah, supaya gejala awal flu nya nggak nambah parah. Alhamdulillah, ini mah anaknya sehat-sehat saja. Saya ingat, beberapa minggu terakhir ini saya memberikan Gizidat ke Faisya. Apa iya ya, Gizidat bisa meningkatkan daya tahan tubuh alias bikin anak nggak gampang sakit ? Saya cek di komposisinya. Wah, pantesan ternyata komposisi Gizidat segitu ciamiknya, selain kandungan Curcumin atau temulawak Gizidat juga mengandung ekstrak ikan sidat. Apa itu ikan sidat ? Kenapa ikan sidat yang dipilih dalam kompposisi Gizidat ?  Wes, nggak usah nanya mbah gugel, saya kasih bocoran kandungan lengkap Gizidat ya..
  • Madu Hutan : Madu hutan merupakan kandungan utama Gizidat. Madu hutan memiliki nutrisi yang lebih kaya daripada madu ternak. Khusus untuk ini, Gizidat memilih madu hutan dengan karakter rasa yang disukai anak-anak. Hemm, pantesan rasa gizidat ini enak ya.. Ditambahkan ke susu atau minuman dingin juga makin enak.
  • Probiotik : Probiotik juga merupakan unsur penting dalam Gizidat. Tahu kan fungsi probiotik Bun?  Jaman sekarang, makanan dan jajanan tidak sehat bersliweran setiap hari di sekitar kita. Junk food, pengawet, pewarna makanan dan sebagainya akan membuat sistem pencernaan anak yang masih rentan tidak berjalan secara optimal. Probiotik berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem bakteri di usus anak, meningkatkan kemampuan pencernaan. Jadi probiotik pada akhirnya juga berfungsi untuk mendukung tumbuh kembang dan ketahanan tubuh anak.
  • Ikan Sidat : Konsumsi ikan sidat bagi anak akan menyempurnakan proses pertumbuhan. Meningkatkan perkembangan otak, organ sensitif seperti mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ikan Sidat juga terbukti mengandung nutrisi yang jumlahnya lebih tinggi daripada susu sapi, yaitu Vitamin B1 sebanyak 25x susu sapi, Vitamin B2 sebanyak 5x susu sapi, Vitamin A sebanyak 45x susu sapi dan kandungan Zinc sebanyak 9x susu sapi. Selain itu ikan Sidat juga kaya akan Omega 3, Omega 6, Omega 6m dan DHA yang dapat membantu meningkatkan KECERDASAN OTAK. Kandungan anti oksidannya dapat menambah imunitas,menghilangkan racun dan membuat lebih sehat. 
  • Temulawak : Temulawak dipercaya bisa meningkatkan nafsu makan,  sudah  turun temurun dari jaman nenek moyang. Curcuma dalam temulawak merupakan zat aktif yang memiliki fungsi kekebalan bagi tubuh, menekan tumbuhnya parasit dan mencegah hepatitis anak.

Ohoho.. pantesan yak, alhamdulillah wa biidznillah.. setelah rutin konsumsi Gizidat,  Faisya makin sehat. Dengan formulasi yang diramu dari bahan-bahan bermutu tersebut, Gizidat memberikan 5 (lima) manfaat sebagai berikut :
  1. Meningkatkan nafsu makan 
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh 
  3. Meningkatkan kemampuan pencernaan anak
  4. Memberikan nutrisi untuk perkembangan otak anak
  5. Meningkatkan pertumbuhan anak
Kalau nafsu makan bagus daya tahan tubuh pastinya semakin oke. Jadi kita tak perlu risau anak beraktivitas diluar. Biarkan mereka bebas beraktivitas, agar semakin menikmati ceria dunianya. Kita para bunda, yuk semakin cerdas dalam memilih suplemen untuk membantu meningkatkan kesehatan dan daya tubuh anak. Kalau anak sehat ceria, Bunda juga bahagia. Ya kan..?

Jumat, 15 September 2017

5 Hal Penting Yang Harus Bunda Lakukan Ketika Si Kecil Terkena Diare

September 15, 2017 13 Comments


Bunda mana yang tak sedih ketika si kecil terkena diare ? Biasanya lincah kesana kemari, si kecil menjadi lemas tak berdaya. Ya, meskipun diare merupakan penyakit yang umum diderita oleh anak, tapi kehadirannya tak pelak membuat hati para Bunda gegana, alias gelisah galau gundah gulana. Lengkap deh ! Beragam cara dilakukan agar si diare ini segera mampet. Mulai dari minum teh sepet, makan pisang kepok, minum air tajin,  ngunyah daun jambu.. hemm apa lagi ya? Sebenarnya, hal-hal diatas mitos atau fakta sih ? Katanya juga, kalau anak diare jangan diberi susu dulu, trus dibuatin larutan gula garam, gulanya seberapa garamnya seberapa... aduuh... makin galau ya Bun..?

dari kiri ke kanan dr Andy Darma, SpA(K), Bunda Husna Ika Putri Sari,
Bunda Nabhila Chairunnisa dan Mbak Micha Jusuf
Untuk menjawab kegalauan para Bunda, Kamis 14 September 2017 kemarin, Nutricia Sarihusada menggelar kampanye edukasi "Indonesia Merdeka Diare" di Gedung FairField by Marriot Surabaya. Acara ini menampilkan pembicara dr. Andi Darma, SpA (K), Bunda Husna Ika Putri Sari seorang public figure mom, Bunda Nabhila Chairunnisa, Digestive Care Manager - Nutricia Sarihusada dan dipandu oleh MC cantik mbak Micha Jusuf. Acara ini mengupas tuntas seputar permasalahan diare pada anak. Mulai dari fakta-fakta tentang diare,  resiko diare dan yang paling penting apa yang harus Bunda lakukan jika si kecil terkena diare. 

Diare adalah kondisi dimana penderita mengalami BAB lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses lembek atau cair. Penyebab diare bermacam-macam, namun 60% diare yang terjadi pada anak usia dibawah 2 tahun disebabkan infeksi rotavirus, dan 30% anak yang terinfeksi rotavirus memiliki intoleransi laktosa.  Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi dimana laktosa tidak tercerna dan akhirnya tidak dapat diserap tubuh sehingga menyebabkan diare yang ditandai dengan perut kembung, dan tinja berbau asam. Bagaimana intoleransi laktosa ini bisa terjadi ? Pada saat anak diare, khususnya yang disebabkan rotavirus, akan terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim yang berguna untuk pencernaan berkurang. Termasuk enzim laktase, padahal enzim laktase ini berguna untuk mencerna gula alami atau laktosa yang terdapat pada susu. 

Biasanya nih, kondisi diare dibarengi dengan menurunnya nafsu makan. Padahal peran nutrisi sangat penting dalam menghadapi diare. Selain untuk mencegah dehidrasi juga untuk menjaga asupan energi. Jadi usahakan untuk tetap memberikan anak cairan rumahtangga seperti air putih, kuah sop, susu dan lain-lain. Menurut dr. Andy Darma, SpA (K) "Apabila anak tidak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima anak. ASI dan oralit adalah yang utama selain tambahan zinc. Asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan usus normal, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan"
dr. Andy Darma, SpA (K)
Kenapa diare perlu ditangani dengan serius? Menurut data WHO tahun 2012 diare adalah penyebab kematian pada anak tertinggi nomor 2 di Indonesia. Sejalan dengan data RISKESDAS 2013 mengenai prevalensi kejadian diare pada anak di Indonesia sebesar 17%. Kok serem ya? Masih menurut data RISKESDAS 2013 nih, rata-rata anak di Indonesia mengalami diare 2-6 kali per tahun. Anak - anak yang sering terkena diare, rentan dengan resiko - resiko seperti berikut :
  • kekurangan gizi 
  • bisa lebih pendek 3,6 cm ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya
  • bisa memiliki IQ lebih rendah
Naudzubillah... jangan sampai buah hati kita berresiko seperti itu kan Bun ? Untuk itu kita sebagai orang tua harus tahu cara penanganan yang tepat jika anak terkena diare. Apa saja yang harus diperhatikan ? Berikut 5 hal yang penting untuk dilakukan ketika si kecil terkena diare :
  1. Untuk yang masih ASI, tetap berikan ASI,  karena ASI adalah yang terbaik. 
  2. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit.
  3. Konsultasikan ke tenaga medis
  4. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
  5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa sesuai rekomendasi tenaga medis
Nabhila Chairunnisa
Ditegaskan oleh Bunda Nabhila Chairunnisa, Digestive Care Manager - Nuticia Sarihusada, bahwa kampanye "Indonesia Merdeka Diare" ini adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa  agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. "Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak. Dengan pengetahuan yang memadai, ibu dapat memberikan penanganan yang tepat saaat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang yang optimal agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju yang merdeka dari diare" tambahnya.
Husna Ika Putri Sari ( @iburakarayi)
Pada kesempatan ini, hadir juga Bunda Husna Ika Putri Sari atau yang akrab disapa Mbak Iput. Mamah - mamah muda yang rajin stalking instagram pasti tahu public figure mom yang satu ini nih, beliau seorang psikolog pendidikan, yang beken dengan akun instagram @iburakarayi. Mbak Iput banyak berbagi pengalamannya seputar menangani diare pada kedua putranya Raka dan Rayi.

Sudahkah Anda menonton video Prof Nutri ?
Kampanye edukasi tentang diare ini juga bisa  Bunda-bunda saksikan  melalui video. Profesor Nutri menjelaskan hal-hal penting tentang diare melalui video animasi yang sangat menarik dan mudah dipahami. Video ini bisa Bunda tonton di channel You Tube Nutrisi Bangsa pada link berikut ini  Profesor Nutri Bicara Diare . Jangan lupa di tonton ya.. ^^

Setelah kampanye edukasi dilakukan di segala penjuru, baik offline maupun online, diharapkan setiap orangtua memahami penanganan yang tepat terhadap diare, sehingga program #IndonesiaMerdekaDiare akan bisa tercapai


Tulisan ini diikutkan dalam Writing Competition Blogger and Journalist, yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada 
GSumber Informasi : Gathering Media dan Blogger,  Kampanye Edukasi "Indonesia Merdeka Diare" Nutricia Sarihusada tanggal 14 September 2017 di Fairfield by Marriot Surabaya

Selasa, 12 September 2017

[Level 4] Mengamati Gaya Belajar Anak (Hari #5)

September 12, 2017 2 Comments


Sampai di hari ke 5 ini, saya masih bingung menentukan gaya belajar Wecha yang paling dominan. Tapi kemungkinan besar lebih ke gaya belajar visual. Dia lebih bisa menangkap ketika melihat, bukan mendengarkan.

Salah satu aktivitas yang disukai, adalah menirukan menggambar bersama Mr.Hand di acara Fun Time RTV. Melalui acara tersebut, dia bisa menggambar sambil menirukan langsung gambar yang dibuat mR. Hand.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Harike#5


Minggu, 10 September 2017

[Level 4] StoryTelling ala Wecha (Mengamati Gaya Belajar Anak Hari ke 4)

September 10, 2017 0 Comments


Nhaa, bener kan..! Kalau weekend jam berputar lebih cepat. Hehee. Tau-tau sudah malam aja. Padahal seharian ini belum ada ngelakuin T10H game level 4. Anak-anak sudah mulai mengantuk, jadi saya gunakan aktifitas sehari-hari saja untuk aplikasi T10H hari ke 4 ini, yaitu membaca buku.

Sebelum tidur, biasanya memang saya rutin membacakan buku untuk anak-anak.  Karena buku yang dipilih Wecha termasuk yang sudah beberapa kali kami baca, maka saya memancingnya agar dia yang bercerita. Kakak icha jadi "juri" yang sekali sekali membenarkan jika ada cerita atau nama karakter yang salah. Lumayan juga, dari kebiasaan mendengar saya bercerita dan melihat bukunya secara langsung, sekitar 70% dia sudah bisa menceritakan kembali isi cerita. Alhamdulillah, saya berkesimpulan, tidak ada masalah dengan kemampuan belajarnya. Baik Auditory (mendengarkan) atau Visual nya (melihat). Sejauh ini saya belum melihat kecenderungan Kinestetiknya.


#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day4

Sabtu, 09 September 2017

[Level 4] Mengamati Gaya Belajar Anak (Hari ke 3)

September 09, 2017 0 Comments


Weekend tlah tiba...
Weekend tlah tiba...
Hore hatiku gembira...

hehehe, kok jadi ingat lagunya Tasya ya. Walaupun belum musim liburan, libur tipis - tipis saat weekend pun tak apa. Dan, ini weekend pertama dalam tantangan 10 hari di game level 4 saya. Kudu kuaattt..! apa nya ? Niat, semangat,konsistensinya. Sebab, saat weekend biasanya jam berputar (seperti) lebih cepat dari biasanya. Ujug-ujug sudah jam 12 malam. tidak terasa lewat sudah deadline setoran laporan tantangan..

Sabtu ini, rencana aktifitas kami cukup padat. Pagi ada acara workshop pembuatan sabun natural bersama teman - teman di rumah belajar Diy IIP Sidoarjo, sore ke acara pentas kreasi seni di sekolah kakak Icha, Jadi saya sempatkan menulis laporan tantangan, sebelum hectic melanda.

Hari ke 3, pengamatan saya untuk gaya belajar Wecha mengambil aktifitas memasak. Pagi ini kami membuat Nutrijel, dan seperti biasa, dia sangat bersemangat untuk ikut membantu. Harus ikut menyentuh pada setiap proses yang saya lakukan. Mulai dari menuang serbuk jelly, menambahkan gula, mengaduk dan menuang pada cetakan.Jadi apa artinya itu juga aspek kinestetik ? Baiklah, kita kumpulkan dulu hasil pengamatan hari ini. Masih ada minimal 7 hari lagi ke depan.


#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak


#KuliahBunsayIIP
#Day3

[ Level 4 ] Mengamati Gaya Belajar Anak ( Hari ke 2 )

September 09, 2017 0 Comments

Setiap anak terlahir cerdas. Hanya saja, perbedaan gaya belajar seringkali membuat anak lambat dalam mempelajari sesuatu. Dengan menemukan gaya belajar yag tepat, anak akan lebih mudah dalam belajar. 

Gaya belajar anak, ada 3 jenis yaitu tipe Auditory, tipe Visual dan tipe Kinestetik. 
Pengamatan gaya belajar, bisa dilakukan dalam aktivitas keseharian. Seperti hari ini, Wecha sedang suka menyanyi. Beberapa lagu sedang senang ditirukannya. Mulai yang dia dengar dari televisi, dari sekolah atau yang secara khusus meminta saya untuk mengajarinya menyanyi, dengan cara mendengarkan saya bernyanyi saja, Tanpa bantuan media berupa video.

"Mama tahu lagu bakso bulat?" tanyanya, Ternyata maksudnya lagu "Abang Tukang Bakso" yang sempat populer jaman kita eh saya kecil. 
"Tahu dong.." jawab saya
"Ayo nyanyi.." pintanya
"..Abang tukang bakso, mari mari sini, aku mau beli..... dst..." 
Satu kali putaran, dari mendengar, dia sudah mulai bisa menyanyikan sendiri. Kemudian, beralih ke lagu lain, yang ini dia dapat dari acara di televisi..

"Aku teko kecil.. " nyanyinya sambil memperagakan bentuk sebuah teko.
Ah, apa lagi tadi syairnya ya. Saya malahan ngga bisa langsung hapal dari hanya mendengar. Kalau saya, selain mendengar harus membaca teks nya dulu, baru bisa hapal. Jadi kalau emaknya ini tipe visual ya. Lho, kok malah gaya belajar emaknya dibahas... hehehe ^^

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day2



Jumat, 08 September 2017

Rahasia Tidur Berkualitas a la Choky Sitohang

September 08, 2017 2 Comments


Bagi kebanyakan orang, tidur merupakan aktifitas untuk mengakhiri hari. Tetapi tidak bagi Choky Sitohang. Menurut hot daddy yang juga presenter beken ini, tidur merupakan aktifitas untuk mengawali hari. Tidur yang berkualitas sangat dibutuhkan agar dapat melanjutkan aktifitas selanjutnya dengan stamina yang prima. Hmm, benar juga ya..? Lalu, apa rahasia Choky untuk mendapatkan tidur yang berkualitas ? Sabtu pekan lalu, Choky Sitohang membeberkan rahasia tidur berkualitas keluarganya. Penasaran kaan...? Yuk kita simak..

dari kiri ke kanan : Mbak Nanda MC, Bp Mukti Argo, Choky Sitohang, Ibu Yessica Dewi
Acara talkshow bertajuk Healthy Sleep Healthy Life yang digelar pada Sabtu 3 September 2017 di Pakuwon Mall tersebut menghadirkan Choky Sitohang sebagai Brand Ambassador Florence, Bapak Mukti Argo dari PT.Duta Abadi Primantara (PT.DAP) dan psikolog ibu Yessica Dewi, S. Psi. M.Psi. Acara ini termasuk salah satu dari rangkaian pameran Healthy Sleep Family Carnival yang disponsori oleh PT. DAP selaku produsen dan distibutor produk - produk beding kenamaan yaitu King Koil, Serta, Tempur dan Florence.

Membuka talkshow, ibu Yessica Dewi menyampaikan pentingnya menjaga kualitas tidur anak agar performa anak dalam aktifitasnya di sekolah selalu prima. Apakah anak - anak harus tidur siang setiap hari? Disampaikan psikolog cantik ini, kebutuhan tidur setiap anak berbeda sesuai usianya. Pada usia play group dan TK, anak membutuhkan tidur siang minimal 30 menit sampai 2 jam setiap harinya. Ketika menginjak usia Sekolah Dasar, tidur siang sudah tidak wajib lagi, namun tetap perlu diperhatikan kecukupan jam tidur antara 10-11 jam per hari. Bagaimana cara menjaga kualitas tidur anak, berikut tips dari Ibu Yessica :
  1. Sediakan ruangan tidur yang nyaman dengan penerangan yang cukup, suhu udara yang sejuk dan ventilasi udara yang cukup.
  2. Berikan matras /kasur yang nyaman, sesuai dengan sensifitas anak. Karena selera setiap anak berbeda, ada yang menyukai matras yang empuk, ada juga yang menyukai matras yang keras.
Bagaimana jika jam tidur anak kurang, karena terbawa oleh aktifitas orangtuanya? Seperti yang dialami Choky Sitohang, kelekatan anak - anak kepada Choky berimbas si anak selalu menunggunya untuk tidur. Hal ini membuat jam tidur anak  menjadi tidak teratur dan dikhawatirkan kualitas tidurnya berkurang. Ibu Yessica menyarankan beberapa tips berikut :
  1. berikan pemahaman yang baik tentang jam tidur
  2. sepakati jam tidur lebih awal dari biasanya, misalnya biasanya jam 12 malam, majukan menjadi jam 10. Tidak perlu langsung 'normal' ke jam 8 atau jam 9. Namun secara bertahap diarahkan untuk tidur sebelum jam 9
  3. berikan reward, jika anak berhasil tidur lebih awal, berikan bonus waktu bermain pada pagi harinya, misalnya sebelum berangkat ke sekolah.
Nah, bagi yang memiliki problem seperti keluarga Choky, boleh tuh dicoba tips dari ibu Yessica. Menurut Choky Sitohang, kualitas tidur merupakan hal yang sangat signifikan untuk dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan baik. Kualitas aktifitas sehari-hari tergantung dari kualitas tidur, tentu dibarengi dengan asupan makanan dan minuman sehat yang cukup, latihan teratur dan meminimalisir stress. Salah satu faktor pendukung kualitas tidur adalah pemilihan matras yeng tepat.

sumber foto  https://www.facebook.com/Florence.Mattress.Indonesia/
Sebelum didapuk menjadi brand ambassador produk tersebut, Choky Sitohang dan keluarga merupakan pengguna setia Florence.Choky merasakan banyak sekali manfaat yang didapat dengan menggunakan Florence. Salah satunya dari sisi estetika, Florence memberikan nilai tambah keindahan rumah karena desainnya sesuai dengan rancang bangun rumah tinggal mereka. Selain itu kenyamanan tidur keluarga lebih terjaga dengan hadirnya Florence. Florence merupakan tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia yang modern dan dinamis. Dengan Florence momen kebersamaan keluarga Choky menjadi lebih berkualitas, karena banyak aktivitas keluarga bisa dilakukan di kasur yang nyaman, sehingga kebersamaan yang sehat terjalin secara dinamis. 

Apakah produk dari PT DAP hanya Florence? Tentu tidak. PT DAP banyak melakukan riset mengenai pola tidur masyarakat modern sekarang ini. Pola hidup masyarakat khususnya di kota besar cenderung mengabaikan kualitas tidur yang baik. Padahal, hal ini akan sangat berpengaruh pada hari tua. Tidur merupakan  investasi, karena sepertiga hidup kita berada diatas tempat tidur. Selain mengkampanyekan pentingnya kualitas tidur sebagai investasi hidup,PT DAP memberikan solusi dengan mengembangkan produk tempat tidur sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Apa saja produk PT DAP ?
  • King Koil, merupakan tempat tidur dengan kualitas tertinggi yang dibuat dengan teknologi terbaru. King Koil hadir memenuhi selera masyarakat yang menyukai tempat tidur bergaya klasik.
  • Serta , dengan tagline nya "always comfortable"  Serta adalah matras nomor 1 yang dipakai oleh masyarakat America. Di desain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tropis, Serta menerapkan teknologi adaptive dynamic system yang membuat suhu matras lebih dingin di malam hari
  • Florence merupakan brand yang hadir untuk memenuhi pangsa pasar menengah di Indonesia. Florence memberikan pilihan produk dengan harga terjangkau namun tetap unggul dalam kualitas
  • Tempur, brand yang satu ini menggunakan teknologi beding yang digunakan para astronot NASA untuk tidur diluar angkasa, dengan material khusus yang nyaman dipakai diluar angkasa tentunya akan memberikan kenyamanan maksimal ketika digunakan di bumi.

Nah nah, mulai bingung mau pilih yang mana kaaan ? Sebelum kamu menentukan pilihan, perlu diingat juga nih tips membeli tempat tidur dari Bapak Mukti Argo :
  • Lihat material dari tempat tidur tersebut. Apakah cukup halus dan lembut.
  • Jangan hanya dipegang, jangan hanya duduk. Karena kasur bukan sofa, hehe.. Cobalah untuk tidur dengan posisi favorit kita.Apakah itu berbaring telentang atau miring. Jangan khawatir, karena sales person produk - produk PT. DAP  akan sabar menunggu. Rasakan dalam posisi berbaring minimal 5 menit. Harus yakin saat memilih, karena tempat tidur tersebut akan menemani sepanjang hari dalam usia kita. Kayak jodoh aja ya.. *eaaa...
Masih disampaikan oleh Bapak Mukti Argo, ada 2 tahapan dalam tidur
  1. REM atau Rapid Eye Movement yaitu proses menjelang tidur. Kalau istilah Jawanya 'liyer-liyer' ( bukan lieur ya.. beda lagi hehe ). Pada proses ini terjadi perbaikan sel - sel tubuh.
  2. NREM atau Non Rapid Eye Movement, yaitu saat kita sudah tidur tenang. Tahap ini juga menentukan kesehatan mental. Jika NREM tidak tercapai, akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada saat bangun. NREM sangat memerlukan situasi yang nyaman. Oleh karena itu pemilihan tempat tidur yang baik sangat penting agar proses tidur ini bisa terjadi dengan baik
Tidak lupa Ibu Yessica juga menyampaikan tips bagaimana untuk menanamkan kebiasaan tidur yang baik pada anak, juga untuk mencegah anak susah tidur :
  • Persiapkan aktifitas sebelum tidur secara rutin, misalnya ganti piyama, cuci tangan dan kaki, dan ke toilet. Lakukan dengan urutan yang sama
  • Hindari gadget ketika diatas tempat tidur
  • Jika anak belum mengantuk, isi dengan aktifitas yang bisa menstimulasi anak agar merasakan kantuk, misalnya membaca cerita, atau bermain puzzle
  • Berikan lampu tidur di kamar jika anak masih takut gelap, matikan setelah anak tertidur
  • Pada proses awal menumbuhkan kemandirian, temani menjelang anak-anak tidur, dan tinggalkan kamar anak setelah mereka tertidur.
photo session bersama Choky Sitohang
Wow, daging semua isi talkshownya ya?  Banyak ilmu dan tips yang bermanfaat. Ternyata urusan tidur bukan hanya sekedar memejamkan mata saja. Seperti judul talkshownya, healthy sleep healthy life. Tidur yang sehat dan berkualitas akan meningkatkan kesehatan raga dan rohani kita. Jadi, apa pilihan tempat tidurmu? Tentukan pilihanmu sekarang..!







Kamis, 07 September 2017

[ Level 4 ] Mengamati Gaya Belajar Anak (Hari #1)

September 07, 2017 0 Comments

Percakapan setelah sholat maghrib, sehabis tilawah..

Kakak : "Dek, jangan naruh Al Qur'an di lantai.."
Adek : "Ini nggak dilantai..ini di sajadah." --ngeyel as usual--
Kakak : "Iyaa.. tapi itu kan rendah.."
Adek : " Ini tinggi kak... kalau buat semut.." 

Si adek ngomongnya pasang tampang serius, ngga senyum sama sekali. Ngeyelnya benar-benar tingkat dewa. Saya yang mendengar percakapan itu mau nggak mau ngempet ketawa. Sambil pura-pura pasang gaya serius, saya bilang

"Dek,sebaiknya Al Qur;an diletakkan di rak yang atas, oke.."

Baru dia beranjak dan meletakkan Al Qur'an ke tempatnya.

Anak-anak,memang semua istimewa. Kecerdasan pada setiap anak, muncul dalam bentuk yang berbeda - beda. Begitu juga setiap saya mengamati perilaku sehari-hari kedua bocah ini, saya akan menemukan perbedaan dari tiap-tiap karakter yang mereka miliki. Masing-masing memiliki plus dan minus. Catat, ini bukan membandingkan ya gaes.. tapi mengamati.

Kakak Icha, cenderung memiliki kecerdasan dengan karakterisik yang menonjol yaitu kecerdasan pembelajaran, sedangkan Wecha lebih kepada kemampuan bahasa lisan, yang ciri-cirinya antara lain punya kosakata yang canggih (cenderung ajaib), kreatif mendongeng dan pintar melucu. 

Untuk kakak Icha, sejauh ini alhamdulillah tidak ada masalah dalam gaya belajar. Dia seorang visual dan juga auditory yang baik. Tapi lemah di kinestetik. Lain dengan Wecha, sampai di usia nya yang ke 6 tahun ini, kemampuan membacanya masih minim. Hal ini sebenarnya cukup membuat saya risau. Beruntung, di game level 4 kelas Bunda Sayang ini,tantangan nya adalah Mengamati Gaya Belajar Anak. Pas banget ya.. (tuuh kan, materi di IIP selalu pas dengan kebutuhan ibu-ibu). Semoga dengan menemukan gaya belajar yang tepat, saya bisa membantunya mengejar ketertinggalan kemampuan membacanya.

Baiklah, berikut catatan saya di hari ke #1 pengamatan saya untuk gaya belajar Wecha (6 tahun) :



Jenis aktivitas yang saya amati adalah menggambar. Dia ingin menggambar jagung. Oke, sret sret.. jadilah jagung raksasa segede gambreng di selembar kertas HVS yang hampir kusut itu. Pilihan warnanya tepat. Saya tanya, darimana tahu kalau jagung warnanya kuning ?
"aku kan pernah lihat jagung, dalamnya kuning dan kulitnya hijau...."
Oke sipp.. jadi kesimpulan pertama saya untuk Wecha di hari pertama ini, kemampuan visualnya lebih menonjol dibandingkan auditory dan kinestetiknya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day1


Sabtu, 02 September 2017

[ Aliran Rasa ] Family Project Agenda Wajib Setiap Keluarga

September 02, 2017 2 Comments

Pertama kali mendengar kata family project, saya membayangkan sebuah aktivitas besar yang mngharuskan setiap keluarga merancang project untuk masyarakat. Ternyata tidak harus begitu. Family project adalah kegiatan yang dilakukan oleh semua atau sebagian anggota keluarga yang secara sadar direncanakan.

Family project, erat hubungannya dengan mantra dasar IIP, yaitu banyak main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng. Bagi sebagian keluarga, hal itu mungkin terlihat sepele, tapi bagi sebagian lagi tidak. Mantra dasar yang sepertinya hal yang remeh temeh itu, belum tentu  bisa dilakukan dengan baik oleh semua keluarga. Apalagi jika sudah tergerus rutinitas sehari-hari. Kebersamaan seluruh anggota keluarga dalam sebuah aktivitas yang direncanakan bersama, bisa jadi sesuatu yang "mahal".
Dengan menjalankan tantangan 10 hari Family Project, saya mau tidak mau harus merancang sebuah kegiatan yang bisa dilakukan semua anggota keluarga secara bersama-sama. Dan hasilnya, bonding menjadi lebih kuat, luar biasa bukan? Jujur, saya ketagihan family project. Setelah tantangan game level 3 ini, family project insyaAllah akan memjadi agenda rutin keluarga kami.


Follow Us @soratemplates