Image Slider

Ini Dia, 3 Layanan Purna Jual OPPO Yang Bakal Bikin Penggunanya Makin Sayang



Sejak meluncurkan smartphone pertamanya "Smiley Face" pada tahun 2008, OPPO tak henti-hentinya memanjakan konsumen melalui produk-produknya yang inovatif. Tak heran, jika pada kuartal kedua 2019 OPPO memimpin pasar smartphone Indonesia dengan prosentase 26%. ( sumber : laporan Canalys )

Suasana di Service Center OPPO Jl. Sulawesi Surabaya, nggak kalah lho sama layanan kantor bank

Sebagai brand pemimpin pasar, salah satu strategi yang dilakukan OPPO adalah dengan menjaga dan meningkatkan layanan purna jual kepada penggunanya. Nah, dikuartal keempat tahun 2019 ini OPPO meluncurkan 3 layanan purna jual yang dijamin bakal bikin penggunanya makin cinta sama OPPO. Layanan purna jual yang diluncurkan adalah

✔ Layanan 1 Hour Flash Fix
✔ Layanan Premium Garansi Internasional Untuk Perangkat Reno 10x Zoom
✔ Aplikasi OPPO Service

Apa saja fitur unggulan dari layanan tersebut? Mari kita kulik satu per satu.

1. Layanan 1 Hour Flash Fix


Program 1 Hour Flash Fix memungkinkan pengguna OPPO menerima perbaikan dan konsultasi perangkat dari teknisi bersertifikat dalam waktu kurang dari satu jam. Serius ? Bagaimana jika proses perbaikan ternyata lebih dari satu jam? Jangan khawatir, jika proses perbaikan memakan waktu lebih dari satu jam, pengguna akan menerima hadiah cuma-cuma melalui permainan roulette freebie lewat komputer dan bisa menerima hadiah berupa aksesoris seperti earphone, pengisi daya USB, jam alarm, pena, notebook dan masih banyak lagi. Seru ya? Jangan-jangan kalian yang pakai OPPO malah berharap perbaikan lebih dari satu jam, supaya dapat hadiah ? Hehe, tidak semudah itu Fernando ! Sebab teknisi di service center OPPO sangat berpengalaman. Seperti mas teknisi ini contohnya, dalam demo yang disaksikan awak media dan blogger pada Kamis 29 Agustus 2019 kemarin, beliau bisa menyelesaikan perbaikan dari kondisi awal HP yang matot alias mati total dalam waktu 13 menit 47 detik saja.



Teknisi bersertifikat mengerjakan perbaikan dalam waktu 13 menit 47 detik saja
Serunya lagi, layanan 1 Hour Flash Fix ini tidak dikenai biaya, kecuali jika perangkat kalian memerlukan suku cadang. Jika masih ada garansi, dan kerusakannya bukan karena faktor kelalaian, maka perbaikan tidak dikenakan biaya alias gratis..tis..!


2. Layanan Premium Garansi Internasional Untuk Perangkat Reno 10x Zoom


Layanan purna jual yang kedua adalah garansi internasional untuk perangkat Reno 10x Zoom, Reno FC Barcelona dan Reno 10x Zoom Artist Edition.

Wow, garansi internesyenal loh ya! Nggak tanggung-tanggung.. ! Layanan premium ini memungkinkan pengguna memperbaiki hp OPPO nya saat berada di luar negeri. Langsung saja menghubungi pusat layanan OPPO resmi untuk menerima layanan perbaikan dan garansi yang sama dari negara asal tempat perangkat dibeli.

"Kami menyadari, saat ini banyak orang yang bekerja, bepergian, dan belajar di luar negeri. Untuk itu kami memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan kami yang berada di luar negeri, OPPO meluncurkan layanan garansi internasiona.l. Untuk perangkat premium seperti Reno 10x Zoom dan edisi Reno FC Barcelona, di negara-negara dimana perangkat ini dijual secara resmi, pengguna akan memiliki akses mudah ke layanan perbaikan, garansi dan peningkatan yang disediakan oleh pusat layanan resmi OPPO," ujar Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia

Aplikasi OPPO Service Aryo Meidianto
Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia

3. Aplikasi OPPO Service


Andy Lie OPPO Surabaya
Aryo Meidianto dan Andy Lie, Operational Manager OPPO Surabaya menunjukkan aplikasi OPPO Service dari ponselnya

Layanan purna jual yang ketiga, adalah Aplikasi OPPO Service. Aplikasi khusus untuk pengguna OPPO ini memiliki 9 fitur keren yaitu,

✔  Informasi Harga Sparepart

Pada aplikasi ini, pengguna OPPO bisa mengecek langsung harga sparepart yang dibutuhkan untuk perbaikan perangkatnya. Fitur ini diberikan agar pengguna OPPO mendapatkan informasi yang transparan mengenai harga sparepart sehingga bisa memprediksi kisaran biaya perbaikan jika membutuhkan penggantian sparepart.

Status Perbaikan

Fitur status perbaikan ini bisa diakses dengan cara memasukkan email dan nomor Repair Order ( RO )

Informasi Lokasi Service Center

Fitur lokasi service center memudahkan pengguna untuk mengetahui lokasi service center terdekat.

✔  Status Garansi

Sering lupa status atau masa berlaku garansi dari perangkat yang kita miliki ? Bagi pengguna OPPO, tidak perlu galau jika lupa status garansi perangkatnya. Tinggal cek saja melalui fitur ini.

Pengumuman, Info Program atau Event

Fitur ini berisi informasi program marketing atau event yang diselenggarakan oleh OPPO.

Diagnosa Kerusakan

Melalui fitur ini, pengguna bisa mendapatkan diagnosa kerusakan pada perangkatnya dengan memberikan informasi keluhan yang dialami.

Layanan Prioritas

Tidak ingin antri di Service Center ? Gampang, pilih dulu jam pelayanan yang kita kehendaki dan datang sesuai jam tersebut. Keren kan? Fasilitas ini ada pada fitur layanan prioritas.

Layanan Antar Jemput

Nah, ini buat yang super sibuk coba deh manfaatkan fitur ini. Perangkat kamu yang rusak akan diberikan layanan antar jemput. Untuk layanan ini OPPO bekerja sama dengan JNE Express, sehingga cakupan wilayahnya mengikuti ketentuan layanan dari JNE, ya..

Percakapan / Chat

Pada fitur percakapan kita bisa menyampaikan permasalahan perangkat pada petugas yang online di live chat sesuai kategori permasalahan yang dihadapi. Ingat, hanya untuk permasalahan perangkat ya, bukan permasalahan idup lo , Eh :D :D :D

OPPO service
Tampilan aplikasi OPPO Service

Untuk saat ini aplikasi ini bisa diunduh melalui website resmi OPPO atau ketik di browser kamu bit.ly/AplikasiOPPOService

Gimana, keren-keren kan fiturnya.. ?Dengan layanan purna jual yang ciamik kayak gini, pastinya OPPO akan terus bisa merajai pasar smartphone di Indonesia.  Dijamin penggunanya makin sayang sama OPPO. 

[ Film ] So B It, Perjuangan Heidi Mencari Identitas Diri


Kisah perjalanan seseorang mencari keluarganya selalu menarik untuk diangkat menjadi sebuah film. Sebut saja film Lion, Finding Nemo, Finding Dory dan So B It. Mungkin masih banyak lainnya, karena saya bukan film addicted, itu hanya beberapa judul yang kebetulan saya tonton. Walaupun biasanya ending cerita hampir pasti bisa ditebak, tema pencarian keluarga yang hilang selalu berhasil menguras emosi penonton.

Kenapa suka dengan film So B It ? Ceritanya mengharukan banget. Kalau di Indonesia kita tahu ada cerita Batu Menangis, tentang seorang anak yang malu mengakui ibu kandungnya karena menurut dia ibunya buruk rupa, Heidi tokoh utama di film So B It ini sangat menyayangi ibunya walaupun sang ibu adalah seorang berkebutuhan khusus yang menderita mentally disabled atau kelainan mental.

Heidi senang sekali bisa mengajak Mamanya keluar rumah. 

So B It sendiri bukan film baru. Film ini dirilis tahun 2016, yang ternyata diangkat dari novel karya Sarah Weeks dengan judul yang sama. Heidi diperankan oleh aktris muda Thalita Bateman, sedangkan Mama Heidi diperankan oleh Jessica Collins.

Sarah weeks
Cover novel So B It 

Film ini diputar di saluran Fox Family sekitar bulan Juli kemarin. Alur cerita yang maju mundur, membuat saya agak sulit memahami jalan ceritanya. Mungkin juga karena saya belum pernah membaca novelnya, kali ya? Untungnya, Fox Family memutar ulang film ini pada jam - jam berbeda sehingga saya bisa menontonnya beberapa kali.  Cerita yang awalnya seperti kepingan-kepingan puzzle akhirnya dapat saya pahami secara utuh.

Film ini berkisah tentang Heidi, seorang gadis kecil umur 12 tahun. Heidi tinggal bersama ibunya yang berkebutuhan khusus dan Bernadette (Bernie) tetangga yang menemukan mereka ketika Heidi berusia satu minggu.

Heidi dan Bernie, yang mengidap agoraphobia

Bernie yang baik hati dan juga sebatang kara akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama mereka. Sayangnya Bernie mengidap agoraphobia, yaitu fobia terhadap lingkungan luar rumah. Fobia ini membuat Bernie tidak berani keluar rumah meskipun hanya satu langkah dari pintu. Tidak diceritakan bagaimana mereka bertiga, -bayi,  orang dewasa gangguan mental dan orang dewasa pengidap agoraphobia- melewati hari demi hari dalam keterbatasan itu. Film hanya menceritakan mulai Heidi berusia 12 tahun. Untuk menopang kebutuhan ekonomi mereka, Heidi didandani bak gadis dewasa dan pergi ke kasino untuk bermain mesin jackpot. Dengan bakat extremely lucky -nya, Heidi selalu bisa menebak angka pada mesin jackpot dan membawa pulang uang koin dari mesin tersebut.

Mama Heidi, hanya bisa mengucapkan 23 kata. So B It salah satunya. So B It adalah kata yang diucapkan Mama Heidi untuk menyebut dirinya. Karenanya Heidi mengira It adalah nama keluarga mereka. Meskipun terdengar aneh, Heidi pun memakainya sebagai nama belakang. Sedangkan Bernie memanggil Mama Heidi dengan sebutan Precious.

Semakin lama, keingintahuan Heidi akan asal usul keluarganya semakin besar. Bernie semakin kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menyangkut asal-usul dia dan mamanya. Bernie hanya bisa menjawab sebatas yang dia tahu. Hingga suatu ketika, mereka menemukan beberapa buah foto masa lalu. Dalam foto tersebut, nampak nenek dan Mama Heidi berada di sebuah rumah yang bertuliskan " Hill ". Setiap melihat foto tersebut, Precious memgatakan sebuah kata 'Soof' . Heidi -tanpa sepengetahuan Bernie dan mamanya- memutuskan untuk mendatangi rumah Hill yang ada di dalam foto. Lokasi rumah tersebut di kota Liberty, sementara Heidi, tnggal di Reno, Nevada. Entah, berapa kilo jauhnya. Yang pasti jauh banget untuk ukuran anak 12 tahun bepergian sendiri.

Setelah melalui banyak peristiwa, singkat cerita, sampailah Heidi di rumah Thurmann Hill dan mulai terkuak rahasia asal usul dirinya. Mama Heidi, ternyata bernama Sophia. Dulu Sophia dan ibunya (nenek Heidi) tinggal di rumah keluarga Hill, karena keluarga ini mendirikan semacam rumah singgah untuk penderita mentally disabled seperti Sophia.
Putra keluarga Hill, Elliot yang juga mengalami gangguan mental merupakan sahabat baik Sophia. Soof, ternyata adalah panggilan Elliot untuk Sophia. Kedekatan Sophia dan Elliot -yang dimata keluarganya dianggap persahabatan kanak-kanak- ternyata membuahkan kehamilan pada Sophia. Demi nama baik keluarga, pak Hill meminta Sophia dan ibunya meninggalkan Liberty ( Huuehueu.. Jahat ya pak Hill ).

Mereka pergi ke Reno, sampai Sophia melahirkan Heidi. Naasnya, ketika Heidi berusia satu minggu, neneknya meninggal dunia ditabrak bus kota. Sophia kebingungan karena Heidi menangis terus. Dan saat itulah, Bernie menemukan mereka.
Heidi dan Om Roy, Sherif yang ingin mengadopsi Heidi

Selama di Liberty, Heidi banyak dibantu oleh Ruby dan Roy Franklin. Ruby adalah perawat yang bekerja di rumah Hill untuk menjaga Elliot. Sedangkan Roy suami Ruby merupakan sherif setempat. Sedihnya, saat Heidi masih berada di Liberty, Sophia mendapat serangan jantung dan meninggal dunia. Tak terbayangkan sedih hati Heidi mendengar kabar tersebut. Beruntung ada Roy dan Ruby yang memberi dukungan dan kasih sayang selama Heidi berada di Liberty. Ruby dan Roy juga mengutarakan keinginan mereka untuk mengadopsi Heidi. Heidi menghubungi Bernie melalui telepon, tetapi Bernie menyerahkan keputusannya kepada Heidi.

Heidi bersama Pak Hill, kakeknya

Pak Hill, Ruby dan Roy kemudian mengantar Heidi kembali ke Reno. Pak Hill sudah mengakui kekhilafannya dan mengakui Heidi sebagai cucunya. Diakhir cerita, Heidi nampak ceria bermain bersama teman-teman sepulang sekolah. Saya sempat mengira, Heidi menerima tawaran Ruby dan Roy untuk diadopsi. Ternyata, Heidi tetap tinggal di Reno bersama Bernie yang sudah sembuh dari agoraphobia. Mereka sudah bisa  menjalani kehidupan yang normal.  Sementara Ruby dan Roy dikisahkan sudah dikaruniai seorang bayi.

Ending yang bahagia yekaan? Senangnya di film ini tidak ada tokoh antagonis selain kang copet yang mengambil tas Heidi ketika baru saja tiba di Liberty.

Meskipun sudah saya ceritakan endingnya, tapi film ini tetap asyik ditonton koq. Banyak scene mengharukan antara Heidi dan Mama yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata. Kisah perjalanan Heidi menuju Liberty, dimana diperjalanan itu Heidi bertemu nenek Alice Wallinsky, juga alur cerita maju mundur yang membuat kita lumayan berfikir untuk memahami jalan cerita yang disuguhkan.

Heidi dan nenek Alice Wallinsky, wanita yang ditemuinya dalam perjalanan ke Liberty

Buat saya pribadi, film So B It mengandung pesan moral yang dalam. Cinta Heidi kepada mamanya meskipun sang mama adalah seorang special needs,  mengingatkan kita untuk saling menyayangi keluarga kita, apapun dan bagaimanapun kondisinya.

Semoga tulisan ini bisa jadi referensi film yang bisa ditonton sekeluarga.

Salam,

Custom Post Signature

Custom Post  Signature