Senin, 25 Desember 2017

Ujungnegoro, Pesona Wisata Pantai Utara

Desember 25, 2017 2 Comments

Kota Batang - Jawa Tengah, semakin berkibar dengan banyaknya spot yang populer di dunia maya. Istilah kekiniannya, instagramable. Dan salah satu spot yang instagramable ini ada tak jauh dari rumah orangtua saya, yaitu Pantai Ujungnegoro. Makanya setiap pulang kampung selalu saya sempatkan berkunjung ke pantai Ujungnegoro. Sekedar menikmati udara pantai yang sejuk, bisa jadi alternatif wisata yang murah meriah namun menyegarkan.

Lokasi Pantai Ujungnegoro cukup dekat dari rumah Bapak. Tepatnya di desa Ujungnegoro, kecamatan Kandeman, kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Perjalanan ke Pantai Ujungnegoro dari rumah Akungnya anak-anak ini sekitar 6 km atau ditempuh kurang lebih  20 menit perjalanan dengan mobil.  Akses jalan menuju lokasi sudah sangat bagus. Berbeda dengan beberapa dengan beberapa tahun silam, ketika saya SMP, sering bersepeda bersama teman-teman ke sana. Waktu itu jalanan masih berbatu dan penuh tanjakan turunan  Perekonomian masyarakat sekitar meningkat pesat dua tahun terakhir ini dengan adanya pembangunan PLTU Batang yang berlokasi di  desa yang sama, disusul dengan pembangunan jalur tol yang melewati daerah tersebut. Lahan penduduk yang termasuk di lokasi pembangunan PLTU dibeli dengan harga tinggi. Hal ini tentu saja menjadi ladang rezeki bagi penduduk setempat. Belum lagi dengan adanya kebutuhan tempat tinggal, pangan dan kebutuhan konsumtif lainnya dari para pekerja yang menetap sementara di lokasi tersebut, semakin menggairahkan perekonomian setempat. Bapak sempat cerita, tentang adanya ramalan dari para tetua  zaman dahulu, bahwa suatu saat nanti akan ada pasar yang sangat ramai di Ujungnegoro. Wallahu a’lam, faktanya di zaman now desa Ujungnegoro menjadi sangat ramai dengan adanya pembangunan PLTU dan jalan tol. Sepanjang jalan, saya melihat ada dua mesin ATM dari dua bank yang berbeda. Ini wow lho, karena box mesin ATM masih merupakan pemandangan yang langka di daerah saya.

Suasana pagi di pantai Ujungnegoro masih lengang


Tidak terasa sampai juga kami ke pantai. Tiket masuk ke Pantai sebesar  Rp. 5000,- / orang. Rombongan saya yang berisi 3 orang dewasa dan  4 anak-anak, hanya dikenai 4 tiket saja atau sebesar Rp 20.000,-  plus Rp. 3.000,- sebagai tarif parkir.  Kami tiba di pantai sekitar pukul 8.30 pagi. Suasana masih sepi, tapi sudah agak panas. Jika kami bisa berangkat lebih pagi mungkin bisa mendapatkan suasana pantai yang lebih sejuk. Aroma ikan asin cukup menyengat begitu kami memasuki area wisata. Selain lapak-lapak yang menjual makanan dan minuman ringan, memang ada beberapa lapak yang menjual ikan asin dan terasi. Pantas saja aroma nya menyengat. Tapi jangan khawatir, aroma ini lama-lama akan menghilang dengan sendirinya. Sementara anak-anak bermain di bibir pantai, saya melipir mencari tempat yang teduh untuk membuka bekal nasi megono. Wah, sarapan nasi megono di pantai.. nikmatnya..



Di wisata Pantai Ujungnegoro ini fasilitas umumnya cukup nyaman. Ada mushola, kamar mandi dan toilet yang cukup bersih. Untuk bilas mandi setelah bermain pasir di pantai, cukup membayar Rp. 2.000,- saja per orang. Setelah anak-anak mandi dan ganti baju, kami masih melanjutkan menikmati suasana pantai. Anak-anak bisa bermain ayunan, sementara kami bersantai di gazebo sambil menikmati makanan ringan. 

Sinar matahari semakin panas. Pukul 11 siang kami bersiap pulang. Sebenarnya banyak yang belum di explore di Pantai Ujungnegoro ini. Menurut yang saya baca di www.mBatang.com ada gua Aswatama di pantai ini. In syaa Allah jadi agenda jika berkunjung ke pantai Ujungnegoro selanjutnya.
Secara keseluruhan, puas. Lokasi bagus, akses mudah. Sayangnya, kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan di area wisata ini masih kurang. Di beberapa sudut menumpuk sampah bahkan diaper bekas. Sayang sekali bukan?

Saya berharap wisata Ujungnegoro semakin bisa dimaksimalkan sebagai aset wisata di jalur pantura. Bukan hanya wisatawan setempat tetapi juga dari luar daerah. Atau bahkan luar negeri. 

Sabtu, 23 Desember 2017

Uang Logamku Sayang, Uang Logamku Malang

Desember 23, 2017 1 Comments
Foto dari peruri.co.id
Bagaimana mungkin ada yang tak cinta rupiah? Dalam benak saya, semua orang pasti cinta rupiah. Apalagi  emak-emak macam saya, lebih berbinar menerima seikat rupiah daripada seikat kembang dari suami. Ahaha, jujur banget sik.. Tapi ternyata, banyak juga mereka yang melirik mata uang asing demi keuntungan pribadi.  Dan bisa jadi mereka berpesta pora ketika nilai rupiah turun, sehingga simpanan mata uang asing mereka melambung nilainya. Ah, terlalu panjang  ini kalau dibahas. Kita doakan saja, nilai rupiah terus menguat sehingga tetap menjadi primadona di negeri tercinta ini.

Sedalam apa cinta kita kepada rupiah ? Kalau saya sih, cinta banget sama rupiah. Bukan hanya rupiah lembaran biru dan merah, tapi juga rupiah logam. Ya, uang logam atau koin masih termasuk alat pembayaran yang sah di negeri  ini. Tetapi, diakui atau tidak, banyak orang yang meremehkan nilai kecil dari uang logam. Saya termasuk yang memegang teguh prinsip, uang sejuta nggak akan jadi sejuta kalau kurang uang koin 50 rupiah. Saya paling nggak bisa terima, kalau belanja di toko trus yang empunya toko bikin harga ada buntutnya 50 rupiah, padahal mereka nggak menyiapkan uang kembalian 50 rupiah. Parahnya lagi jika kasirnya langsung membulatkan keatas. Nggak disebut sama sekali si 50 rupiah ini. Duuuh, syedih.. Nggak dihargai sama sekali. Padahal 50 rupiah juga duit loh…

Kembalian uang koin, sering juga digantikan dengan permen. Padahal kalau kita beli, pastinya yang punya toko ogah dibayar dengan permen. Kasus lain, kembalian koin diminta untuk disumbangkan. Ini biasanya di minimarket jaringan. Mau nggak mau terpaksa mau, karena mau bilang ‘jangan’ tengsin juga, kan?  Tapi kalau nggak ikhlas mendingan jangan mau deh, daripada ujung-ujungnya ngamal tapi ngomel. Apakagi  ketika cek struk ternyata sama sekali tidak ada penampakan kemana larinya koin tadi. Jika memang jelas peruntukan donasinya, dan hati benar-benar ikhlas, no problemo.

Di era digital sekarang ini, fungsi  uang koin semakin terpinggirkan dengan adanya e money. Kemudahan bertransaksi dengan e money praktis tidak lagi memerlukan uang koin sebagai kembalian.  Tapi bukan berarti uang koin menjadi tidak berguna. Karena tidak semua sektor transaksi bisa terjangkau dengan layanan e money.  Jadi, selama Bank Indonesia masih mengakui uang logam sebagai alat pembayaran yang sah, uang koin masih tetap berlaku. Ada sanksi pidana bagi yang menolak pembayaran dengan rupiah, termasuk uang logam ini.

Saya biasanya membawa uang logam bernilai kecil jika keluar rumah. Hal ini sangat memudahkan saya dalam bertransaksi. Setidaknya menghindarkan saya menerima kembalian dalam bentuk permen. Keengganan masyarakat bertransaksi menggunakan uang logam, membuat tingkat pengembalian uang koin ke Bank Indonesia cukup rendah, yaitu hanya sekitar 16%. Selebihnya, uang logam tersendat di masyarakat. Jika kita mengaku cinta rupiah, coba deh cek lagi laci-laci, bawah meja, kolong lemari atau kolong tempat tidur. Kumpulkan logam atau koin receh yang tergeletak pasrah selama bertahun-tahun di tempat-tempat tersebut. Putarkan  kembali untuk transaksi. Penggunaan uang secara seimbang baik logam maupun kertas juga merupakan wujud nyata cinta rupiah.

Selasa, 05 Desember 2017

I Love Math #10 ! Menandai Kalender

Desember 05, 2017 2 Comments
Sepulang dari agen ekspedisi, saya membawa oleh-oleh yang sangat berfaedah, kalender 2018 ! Apa pasal sampai menyempatkan membeli kalender? Padahal kalender gratis jatah dari beberapa tempat yang langganan memberi kalender tiap tahun sudah cukup banyak.

Ceritanya, pulang saya dari mengirim barang kemarin, ada sesebapak yang berjalan sambil mendorong kereta bayi, isinya bukan bayi tapi kalender untuk dijual. Setelah saya dekati (untuk membeli) ternyata bapak tersebut tuna wicara. Subhanallah..

Sambil menceritakan hal ihwal kenapa saya membeli kalender tersebut, saya memancing Icha untuk do something di kalender tersebut. Apalagi kalau bukan stimulasi matematika, yaitu menandai tanggal-tanggal penting di kalender.

"Ini kalendernya bagus lho kak, walau murah. Nih, ada tempat untuk catatannya di tiap2 hari.."
"Oiya ya, wah kakak bisa isi untuk memandai tanggal-tanggal lahir kita ya Ma..?"
"Boleh.."

Alhamdulillah, kalender baru sudah ditandai dengan hari-hari penting keluarga.

Oiya hari ini saya juga mendapat setoran hafalan tambah-tambahan dan pengurangan dari Faisya. Tanpa saya minta. Secara logika, dia sudah memahami konsep penambahan dan pengurangan. Saya mencoba untuk menambah dengan memasukkan konsep perkalian. Ternyata belum bisa, hehe. 

Begini responnya.
"Aku belum bisa kalau perkalian.. Kalau tambah, dan kurangi aku tahu. Misalnya gini ya Ma... Aku punya stroberi 10, diminta kakak 4, jadi sisanya ada 6...! Itu namanya pengurangan..!!"

Masyaa Allah berbinar sekali dia menjelaskan itu.
"Ooh gitu ya dek.. ? Waah, adek pintar sekali sudah bisa tambah-tambahan dan pengurangan.." kata saya menyemangati.

Bukan basa-basi, lho! Bagi saya, memang ini sebuah progres yang menggembirakan. Bisa jadi, anak lain seusianya sudah memahami lebih banyak. Tapi, bagi Faisya yang agak tertunda kemampuan baca tulis huruf latinnya, tapi kemudian menunjukan ketertarikan bahkan pemahaman yang bagus pada matematika, itu luar biasa. Benar, setiap anak pintar. Setiap anak istimewa.

Alhamdulillah, cerita ini mengakhiri Tantangan 10 Hari dari game level 6 saya.

#day10
#gamelevel6
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

I Love Math #9 ! Cerdas Mengukur Berat Benda

Desember 05, 2017 0 Comments

Sejak saya punya kitchen scale alias timbangan dapur, ada saja yang dilakukan Faisya. Kadang-kadang semua bahan makanan yang akan dimasak ditimbang terlebih dahulu. Pernah juga menimbang berat boneka-bonekanya. Emaknya belum sadar, bahwa hal tersebut termasuk bagian dari pembelajaran logis matematika.


Di hari ke 9 tantangan saya, saya ingin me review lagi kemampuan Faisya mengukur berat benda. Objeknya tentu saja mainan-mainannya. So far dia paham bahwa berat setiap benda berbeda. Tapi dalam hal membaca berat benda masih sedikit kesulitan, khususnya untuk berat benda di angka ratusan.

#day9
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kelasbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

I Love Math #8 Cerdas Memahami Waktu dan Nama Hari

Desember 05, 2017 0 Comments
"Ma, kalau aku pakai baju ungu, berarti besok libur ya ?"
"Iya, karena baju ungu dipakai hari.... ???" pancing saya.
"Jum'aat !" jawabnya bersemangat.

Begitu biasanya Faisya menandai hari sekolah dan hari liburnya. Seragam sekolah ada tiga. Setelan oranye dipakai hari Senin dan Selasa, rok terusan kuning merah dipakai hari Rabu dan Kamis, kemudian setelan training suit ungu dipakai pada hari Jum'at. Karena sekolahnya 5 hari saja, jadi Sabtu libur. Itulah kenapa, dia menandai setelah memakai baju ungu dia libur. Khusus pekan ini, ada perubahan dalam pemakaian seragam. Seragam ungu dipakai hari Rabu dan Kamis. Sedangkan rok terusan kuning merah dipakai hari Jum'at, karena rencananya pada hari Jum'at pekan ini ada pengambilan foto untuk ijazah TK.


Sejujurnya, bocah TK saya ini belum terlalu hafal urutan hari. Mencocokan dengan seragam adalah salah satu caranya mengingat hari. Makanya, ketika ada perubahan sementara untuk pemakaian seragam perlu ada penjelasan lebih lanjut mengenai itu. Dan itu sudah saya lakukan beberapa hari yang lalu.

"Pekan ini, baju ungu adek dipakai hari Rabu dan Kamis yaa..'' kata saya.
"Trus, setelah itu libur ?" tanyanya.
"Enggak, hari Jum'at masih masuk, tetapi pakai baju kuning merah.."
"Kenapa ?"
"Kata Bunda, hari Jumat anak-anak mau difoto.."
Bunda adalah panggilan untuk guru-guru disekolah. Sengaja saya sisipkan "kata Bunda" supaya bocah TK ini tidak protes dan tidak muncul pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Etapiii, ternyata masih ada pertanyaan lainnya..
"Bunda bilang ke Mama? Kapan ?"
"Nggak, Bunda bilangnya pakai surat aja, semua Mama diberi surat.."
"Oooh pakai surat..." jawabnya manggut-manggut.


Qadarullah, dari semalam badan Faisya agak sumeng.Gejala hidung mampet beberapa hari kemarin, dilanjutkan dengan batuk-batuk, dan akhirnya diikuti demam. Sedikit pusing juga katanya. Jadi hari ini dan mungkin besok, saya mintakan ijin ke Bunda pengajar agak diperbolehkan istirahat dirumah.

Aktifitas memahami waktu dan nama-nama hari seperti ini juga termasuk stimulasi matematika logis lho! Kirain, matematika itu hanya berkutat di angka dan simbol saja. Nggak kan ?

#day8
#gamelevel6
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

Senin, 04 Desember 2017

I love Math #7 ! Cerdas Membandingkan Harga

Desember 04, 2017 3 Comments


Si Mama ini lagi baik hati, dapat hidayah buat traktir anak-anak es krim.  Jadi pulang sekolah tadi kami mampir ke kedai yang jual es krim Aice.

Maunya sih beli yang murah meriah supaya 10.000 dapat 3 biji, tapi ternyata Faisya memilih es krim rasa mangga yang agak mahal, harganya 7000 rupiah. Mungkin karena ada tulisan low fat jadi lebih mahal dibanding teman-temannya . Kakak Icha, sudah lama ingin icip es krim mochi. Harga es krim mochi 3000 rupiah. Sedangkan si Mama, gak bisa move on dari es krim vanilla lapis coklat tabur kacang. Paporit deh.. ! Harganya 3500 rupiah. Total belanja kami 13.500 rupiah.
"Dek, bagi dong..." (foto diambil ketika es krim kakak Icha sudah habis)
Sambil menikmati es krim, Faisya membandingkan harga es krim nya.
"Punyaku harganya 7000 ya Ma? Punya kakak 3000 ?? Jadi lebih mahal punya siapa Ma ?"
"Ya mahalan punyamu dek.." si kakak nyahut
"Kalau 7 dengan 3 banyakan mana dek ?" tanya saya.
"Banyak 7...! Jadi 7000 dengan 3000 lebih mahal 7000 ya Ma ?"
"Pinterrr..." kata saya sambil mengacungkan dua jempol. Eh satu ding, yang satu masih pegang es krim. Hihihi..
"Kalau punyaku, dengan punya mama, mahalan yang mana?" tanya Faisya lagi.
"Es krim mama 3500, es krim mu kan 7000.." jawab saya
"Tetap lebih mahal es krim ku ya.. Yayyy...!!"
"Kalau es krim Mama dengan es krim kakak ?" tanya Faisya.
"Es krim kakak 3000, es krim Mama 3500, es krim adek 7000.. Coba mana yang lebih mahal, trus yang nomer dua lebih mahal ?"
"Ooh, jadi es krim ku paling mahal, terus es krim Mama, terus es krim kakak yang paling tidak mahal.."
"Siiip..."

Dengan media es krim, Faisya dan kakak Icha belajar membandingkan besaran harga. Jika dianalogikan berdasarkan aktifitas sehari-hari Matematika menjadi lebih menyenangkan untuk dipelajari.

#day7
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#mathisaroundus

I Love Math #6 ! Menghitung Jumlah Gambar Pada Film Animasi

Desember 04, 2017 3 Comments

Perjalanan pulang sekolah selalu menjadi salah satu momen quality time saya bersama Icha.  Ngobrol asik sana sini sembari melaju diatas sepeda motor tua kami. Tiba-tiba topik nya menjurus ke matematika logis.

"Mama tahu nggak, berapa gambar yang dibutuhkan untuk membuat film animasi 1 detik ?"
"Hmm.. 5 gambar?" Ini si Mama ngarang
"Salah.."
"10 ??"
"Salah.."
"10 kurang atau lebih?"
"Kurang.."
"20 deh.."
"Iya betul.... 20 !"
"Yayyy... Padahal Mama cuma nebak aja lho, hehehe.."
"Banyak ya Ma, kalau satu detik butuh 20 gambar, berarti film se jam butuh berapa ratus gambar ya Ma ?"
"Coba dihitung.. Satu menit dulu, ada berapa detik.."
"Satu menit 60 detik, jadi kalau satu menit, 60 dikalikan 20 ya ? 6 x 2 = 12, nol nya 2 jadi hasilnya 1200..? Wow banyak sekali yaa..??"
"Iya, jadi kalau film animasi durasi 1 menit aja, membutuhkan sebanyak 1200 gambar. Jadi kalau sejam bagaimana ?"
"Satu jam 60 menit, jadi 1200 dikalikan 60 dong...??
" Iya betul. Hasilnya berapa ?"
"Waaah susah Ma, ribuan .."
"Iya, nol nya disimpan dulu.. 12 dikali 6 aja"
"Hmmmm.... 72..??" jawabnya ragu-ragu.
"Iya, trus nol nya dipasangin lagi, ada berapa td nol nya?"
"Tiga, jadi... 72.000 gambar. Woowww banyaknyaa..." Doi takjub sendiri.
"Iya, tapi gambarnya kan computerize, bukan gambar tangan.."
"Iya juga ya, kalau gambar tangan .. Waah.."

Sambil ngobrol, tidak terasa kami sudah sampai di rumah.

#day6
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kuliahbunsayiip
#matharoundus
#ilovemath

Minggu, 03 Desember 2017

I love Math #5 ! Belajar Tentang Waktu dan Bentuk

Desember 03, 2017 0 Comments


Dulu, sama sekali tidak menyadari bahwa matematika ada di sekitar kita. Setelah belajar di Kelas Bunda Sayang IIP dan menerima materi level 6, baru saya sadar bahwa ternyata banyak sekali hal yang berkaitan erat dengan matematika yang kita temukan sehari-hari. Dan di tantangan game level 6 ini, para bunda belajar jeli dan cerdas, agar bisa menjadikan apa yang ditemui sehari-hari sebagai stimulus bagi anak belajar matematika. Tentunya dengan cara yang menyenangkan.

Hari ini, duo Maisya ikut ke acara kreasi doodle yang diadakan oleh Rumah Belajar Craft DIY IIP Surabaya Sidoarjo. Selepas dari acara, kami berempat, saya, suami dan anak-anak melipir ke Cito Mall. Rencana awalnya sih, kami ingin menonton film Coco. Ternyata eh ternyata, kami sampai di Cito Mall jam 14.30 wib. Padahal pemutaran film Coco hari itu adalah jam 14.15 wib. Pemutaran berikutnya adalah jam 16.45 wib. Sambil menunggu waktu Ashar di Masjid IQRO Cito Mall, saya  berdiskusi dengan anak-anak. Karena jika kami mengambil tiket film yang tayang jam 16.45 wib, dan durasi tayang film sekitar 2 jam, kami akan keluar gedung bioskop sekitar jam 18.45 wib atau menjelang jam 7 malam. Dan perkiraan kami tiba di rumah diatas jam 8 bahkan mungkin jam 9. Padahal besok harus sekolah dan UAS. Akhirnya diputuskan hari ini kami batal nonton Coco. Walau awalnya agak berat, anak-anak akhirnya bisa menerima dengan legowo keputusan ini. Sebagai obat kecewa, mereka memilih bermain pasir kinetis di area permainan yang menyewakan pasir kinetis dan aneka macam cetakannya.

Serius sekali menikmati permainan pasir kinetis

Yayy, sekarang aku tahu, bentuk ini namanya kerucut !

Pada aktifitas hari ini kami berlatih bagaimana bagaimana menghitung waktu, dalam hal ini durasi film. Aktifitas di area permainan pasir kinetis juga kami manfaatkan untuk belajar tentang aneka macam bentuk yang bisa dibuat dari pasir kinetis dan cetakannya.

#day5
#gamelevel6
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#iLoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 02 Desember 2017

I Love Math #4 ! Mencari KPK dan FPB

Desember 02, 2017 0 Comments
Kalau urusan membersamai anak belajar matematika, untuk selevel Faisya cing cai lah.. Mama bisa sambil merem. Hahaha, ya iyalah.. Matematika bocah TK.. ! Tapi kalau  matematikanya kakak Icha yang sekarang kelas 4 SD (9 tahun 8 bulan), Duuh duuh.. Nyerah deh..

Tapi untungnya, alhamdulillah wa biidznillah, anak mbarep ini belajarnya sudah cukup mandiri. Buka buku sebentar.. Bet bet bet... Tutup. Saya tanya
"Bisa kak?"
"In syaa Allah.."
"Bener? Ada yg belum paham ngga ?"
"Kayaknya sih nggak ada.."

Masyaa Allah...

Tapi pernah juga, ada kalanya si kakak merasa kesulitan. Seperti kali ini, ketika nyicil-nyicil belajar buat ulangan umum pekan depan, Icha kesulitan di materi KPK dan FPB. Nah, kalau begini Mama harus siap pasang badan. Sama-sama belajar lagi.

"Ma, kakak masih bingung nentukan KPK dan FPB ?"
"Ha, apaan itu? komisi pemberantasan korupsi ?"
"Bukaan.. Ini matematika...! Kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar.."
"Ooh kirain komisi pemberantasan korupsi, hehe. Tenang kak, kita punya buku bu Rini.. Ayo, kita cari di buku bu Rini tentang KPK dan FPB"

Kami sama-sama mempelajari penjabaran KPK dan FPB di buku Bu Rini. Penjelasan di buku bu Rini cukup jelas dan mudah dipahami.
Buku andalan kami dalam
memahami matematika
Buku "Ringkasan Matematika SD" karangan ibu Koeshartati Saptorini ini merupakan buku andalan saya dalam membantu memahamkan matematika ke Icha. Isinya materi matematika SD dengan rumus-rumus praktis dan cara cepatnya.


#day4
#Tantangan10Hari
#GameLevel6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 01 Desember 2017

I Love Math #3 ! Cerdas Mengelompokkan (Bag 2)

Desember 01, 2017 2 Comments
Math is always around us. Slogan tersebut memang benar. Apapun aktifitas sehari-hari kita, tidak lepas dari matematika.

Hari ini, aktifitas memasakpun bisa menjadi momen aha untuk stimulasi matematika logis.

"Mama ada yg enak-enak?"
"Hmm, apa yaa...?"
Faisya ubek-ubek kulkas.
"Aha, ada cocis..!! Ku goreng yaa.."
"Okee.. "
"Adek yang potong-potong bisa ?"
"Bisa.."
Beberapa menit kemudian,
"Ma, aku motongnya nggak sama.. Nggak apa-apa ya ?"
"Nggak apa-apa.. Memangnya bentuk apa saja, kok nggak sama ?"
"Ada yang bulet-bulet.. Ada yang bunga.."
"Ooh... Oke, yuk kita goreng..!"



Begini penampakan "cocis" setelah digoreng. Untuk stimulasi matematikanya, saya arahkan Faisya memisahkan menurut bentuk yang sama dan menghitung jumlahnya.
Bentuk bunga (anggap saja bentuk bunga yaa..) ada 11  potong, dan bentuk bulat 8 potong.

Nah, setelah masing-masing bentuk dikelompokkan, selanjutnya adalah membagi menjadi dua bagian sama banyak. Untuk kakak Icha dan untuk dia sendiri. Faisya semangat sekali melakukannya. Belajar matematika ternyata bisa dengan cara yang menyenangkan.

Yes, we did it!

#day3
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 30 November 2017

I Love Math #2 ! Cerdas Mengelompokkan

November 30, 2017 0 Comments

Foto dari www(dot)laundrybox(dot)com

Bismillah..
Ojo kalah karo wegah !
Sudah hari kesekian dari periode tantangan, saya masih berada di hari kedua. Sebenarnya tidak sulit tantangan kali ini, cuma masalahnya ya itu tadi, kalah karo wegah. Makanya mantra sakti, ojo kalah karo wegah harus selalu diingat.

Matematika logis, selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dalam interaksi dengan anak-anak. Terlebih anak-anak di usia pra SD seperti Faisya, lagi seneng-senengnya semua dihitung, dibandingkan dan diukur.

Pagi tadi, Faisya ikut terbangun saat saya bangun dinihari. Terus, nggak mau tidur lagi. Saya beri pilihan, menemani saya nyetrika atau mau tidur lagi, dia pilih nemani saya nyetrika.  Aha, ternyata pada aktivitas menyetrika pakaian juga banyak matematika nya loh ! Dari aktifitas ini, saya bisa memberikan stimulasi logis mengenai pengelompokan, berdasarkan ukuran, jenis atau kepemilikan. Begini nih, pertama-tama, saya ajak dia membantu memilah, baju kecil dan baju besar. Untuk menyetrika baju kecil, biasanya lebih cepat, jadi saya dahulukan. Baru baju besar kemudian.  Setelah semua baju disetrika, selanjutnya adalah memasukan baju-baju tersebut ke lemari. Disini perlu dipilah lagi sesuai kepemilikan. Baju kecil dipilah, milik kakak kakak Icha dan baju milik dia. Untuk baju besar, dipilah baju saya dan baju Abinya. Setelah itu baju masuk ke rak lemari masing-masing.

Eh ternyata masih ada sisa, yaitu kategori pakaian dalam dan non baju (handuk, seprei dll).
Belum semua hasil setrikaan masuk ke dalam rak masing-masing dan, ulala.. ternyata dia ketiduran di antara tumpukkan baju-baju itu. Hehe..
#Day2
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 23 November 2017

I Love Math #1 ! Berbagi Kuaci

November 23, 2017 0 Comments
"Mama, aku punya 10 biji kuaci, Mama mau ?"
Kata Faisya tiba-tiba sambil menyodorkan kedua tangannya, yang berisi 10 biji kuaci sudah dikupas. Waah, ini dia momen aha!
"Mau doong...! Mama dapat berapa, nih ?"
"Boleh 2, mama 2 kakak 2 aku 2.."
"Abi? Nggak dibagi ?"
"Oh iya iya.. Semua dapat tiga-tiga.."
"Loh, koq tiga-tiga.. Kuacinya cuma ada sepuluh, kalau masing-masing dapat 3, cukup ta ?"
Spontan jarinya bergerak-gerak menghitung. Saya pancing lagi.
"Kalau mama 3, abi 3, kakak 3 dan adek 3 jumlah kuacinya jadi berapa?"
"6 "
" ?!!?! Hmm, coba dihitung lagi.."
"Aaah, jariku nggak cukuup.." teriaknya.
"Bisaaa.. Ayo mama bantu ?"
"Nggak usah.. Buat aku semua aja kuacinya.."
Dan... hap ! Biji kuaci bunga matahari  itupun berpindah tempat dalam sekejap. Hahaha...
Itulah momen aha kami hari ini. Sengaja anak-anak tidak saya beri tahu tentang tema tantangan di kelas Bunda Sayang kali ini. Saya ingin melihat seberapa besar respon dan ketertarikan mereka terhadap matematika logis.
Oiya, tantangan di kelas Bunda Sayang pada game level 6 ini  adalah " Temukan Matematika Disekitarmu " pada game ini, kami berlatih untuk memberikan stimulus   matematika logis pada anak.
Stimulus matematika logis, tidak selalu dengan pelajaran berhitung seperti yang diajarkan di sekolah. Berhitung hanya merupakan bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang bisa kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Senin, 06 November 2017

Esther House Of Beauty, Kenyamanan Perawatan Dalam Harmoni

November 06, 2017 2 Comments

Menghabiskan waktu di salon perawatan termasuk yang jarang saya lakukan. Walaupun tidak dipungkiri, hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kewarasan menjaga kondisi jiwa raga agar tetap sehat dan segar. Makanya, senang sekali rasanya ketika saya berkesempatan untuk mencoba perawatan di Esther House Of Beauty – Citraland. Esther House of Beauty, merupakan klinik kecantikan yang sudah dikenal luas seantero Indonesia. Sudah berpengalaman lebih dari  20 tahun, dan memiliki layanan perawatan kecantikan yang lengkap dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Selain itu, konsep perawatan herb, advanced, medical dan cosmetic yang diterapkan di Esther House of Beauty menjadikan harmonisasi  yang  sempurna dalam sentuhan perawatan kecantikan. Herbal yang menyeimbangkan, teknologi advanced yang mempercepat, langkah medis untuk mencapai hasil maksimal dan pemakaian kosmetik yang menyempurnakan kecantikan seutuhnya. 

Esther House of Beauty di Villa Sentra Raya – Citraland ini merupakan outlet ketiga yang ada di Surabaya. Lokasinya agak jauh dari pusat kota, tapi cukup strategis. Tenang dan teduh. Memasuki ruangan, aura keramahan sudah terasa. Mbak – mbak front office ramah banget. Saya sempat berbincang – bincang dengan dokter Rani sebelum perawatan. 
Petugas front office siap membantu
Konsultasi dengan dr. Rani sebelum mulai perawatan
Hari ini saya mencoba perawatan Medical Facial dan Masker Herbal. Medical facial adalah facial ringan  yang fungsinya untuk membersihkan kulit dari komedo dan jerawat. Baik jerawat ringan maupun parah. Sebelum proses facial, wajah dibersihkan oleh therapist berpengalaman. Therapyst juga akan melakukan massage bagian kepala, wajah sampai ke dada untuk memberikan efek relaksasi serta menyeimbangkan stimulasi persyarafan area wajah,leher dan telinga. Setelah itu, proses pembersihan komedo dan jerawat dimulai. Sebelumnya wajah dioles krim anestesi untuk mengurangi rasa sakit saat proses pembersihan komedo dan jerawat. 


Setelah proses medical facial selesai, dilanjutkan dengan pemberian masker wajah. Masker yang saya coba kali ini adalah Black Gold Rubber. Warnanya hijau pekat, awalnya saya pikir terbuat dari ekstrak tumbuhan laut karena aromanya agak-agak mirip rumput laut atau ganggang. Proses menunggu masker kering sekitar 30 menit. Kemudian masker sudah bisa dilepas dan dibersihkan. Hmm.. wajah rasanya fresh dan ringan banget..
Wajah terasa segar setelah medical facial dan masker
Di Esther House of Beauty ini perawatannya lengkap, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sudah lengkap,plus canggih. Sabtu kemarin, tanggal 5 November 2017, merupakan grand launching dari pelayanan terbaru dari Esther House of Beauty, yaitu :

Fotona Dynamic – Star Laser
Neo Slimming Face
Nail Art by Grace J Singgih

Eh, berapa sih budget untuk perawatan di Esther House Of Beauty ini ? Untuk perawatan seperti medical facial kamu cukup siapkan budget 200 ribuan saja. Masih banyak juga perawatan yang lain. Daripada penasaran yuk cobain perawatan di Esther House Of Beauty. Alamatnya di Villa Sentra Raya A1/9 Citraland Surabaya. Bisa juga info via telepon dulu melalui nomor telepon (031- 7442683), WA 082233091555 atau pin BBM D9C0B980

Minggu, 29 Oktober 2017

Ada Apa di ADA Store ?

Oktober 29, 2017 4 Comments

Ibu - ibu dan diskon, rasanya dua hal yang tidak bisa dipisahkan, hihi.. Dimana ada diskon, disitu ada ibu - ibu yang siap berburu. Seperti saya ketika mendapat undangan Grand Opening ADA Store di Grand City Surabaya Jumat 27 Oktober 2017 lalu. Jangan sampai nggak datang dong, karena disitu pastinya akan bertabur banyak diskon, bahkan ada free baju untuk pengunjung. Seriuuss..? Iyaa, pada grand openingnya di Grand City kemarin, ADA Store menggelar program “Gratis Ambil Baju Tanpa Bayar”  Wah wah, baju gratis, siapa sih yang nggak mau ?

penampilan traditional dance pada Grand Opening ADA Store

sambutan ibu Fredericka, Manager Marketing ADA Store
Grand opening dimulai pukul 12.30 wib yang dibuka dengan penampilan traditional dancer yang aduhai. Kemudian dilanjutkan dengan seremonial, sambutan dari Ibu Fredericka selalu Marketing Manager dari Ada & Buti Store dan Bapak Rudianto dari manajemen Grand City. Kemudian pengguntingan pita bersama-sama oleh manajemen Ada Store dan Grand City. Setelah prosesi pengguntingan pita selesai dihelat, pengunjung sudah tidak sabar untuk menyerbu ADA Store. Ada total 150 pcs baju bertanda FREE pada labelnya yang disediakan secara GRATIS dalam watu 30 menit bagi  pengunjung yang beruntung. Bagi yang tidak kebagian baju gratisnya, jangan khawatir masih ada diskon mulai 20% - 50% bahkan hingga 70% untuk item-item tertentu. Woww bukan ? Setelah acara seremonial opening dan program baju gratis, pengunjung masih dihibur dengan penampilan accoustic band dan fashion show by ADA collection.

ADA Store di Grand City ini merupakan store ke 3 di Surabaya setelah Tunjungan Plaza dan Marvell City Mall, dan store ke 76 di seluruh Indonesia. Mengusung New Concept Fashion Retail, ADA Store telah melakukan ekspansi besar selama tahun 2016 – 2017 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan kebutuhan fashion terbaru. Koleksinya beragam mulai dari jumpsuit, knitwear, shirt, t’shirt, blouse, short, trousers, tank top, cardigan dan masih banyak lagi. Bandrol yang dipasang relative terjangkau bagi masyarakat umum yaitu mulai Rp. 69.000,00 – Rp. 350.000,00. Cukup aman kan buat dompet ?
suasana ADA Store yang cozy membuat enggan pulang

Begitu keramaian pengunjung yang berburu baju gratis sudah mereda, saya bisa mulai menjelajah ADA Store dengan lebih leluasa. Suasana store yang homey, comfortable dan cozy bikin saya betah berlama-lama. Mbak – mbak nya juga ramah, siap membantu kebutuhan kita. Puas berkeliling dan sudah mendapatkan koleksi  pilihan, saya melipir sejenak untuk istirahat dan sholat di mushola Grand City Mall, aksesnya dekat banget kok karena ADA Store ini lokasinya persis di sebelah lorong menuju mushola excecutive Grand City Mall, tepatnya di lantai 2 unit 30-32.

Keren banget deh pokoknya, buat yang penasaran langsung meluncur saja ke Grand City Mall & Convex yang beralamat  di Jalan Gubeng Pojok Surabaya. Atau kunjungi media sosialnya di FanPage Ada Buti, twitter @AdaButiStore, instagram @adabutistore atau website di www(dot)adabuti(dot)com. 

Rabu, 18 Oktober 2017

A sampai Z Seputar Diare Yang Harus Orangtua Ketahui

Oktober 18, 2017 2 Comments

Bicara tentang diare, mengingatkan saya akan sebuah cerita lucu. Ketika itu, anak pertama saya masih berusia sekitar 4 bulan. Yah namanya mahmud abas –mamah muda anak baru satu-  maunya apa-apa ditungguin ibu. Dan, ibu saya pun semangat 45 menunggui cucunya, maklum cucu pertama kan..

Alkisah suatu hari cucunya ini terkena sakit diare. Saya nggak  lihat apa yang dilakukan ibu, tahu-tahu mulut anak bayik saya sudah gobres hijau-hijau, kena sepahan dedaunan. Apa yang terjadi sodara-sodara? Ternyata ibu mengunyahkan daun jambu klutuk dan memasukkannya ke dalam mulut anak saya. Haa... antara terharu dan geli juga jadinya. Terharu karena membayangkan perjuangan Ibu mencari daun jambu klutuk. Kalau di desa mungkin mudah, ini di kota lho, diperumahan gini jarang-jarang ada orang yang punya pohon jambu klutuk. Tapi ada juga ternyata, buktinya Ibu berhasil mendapatkan daunnya, hehe. Gelinya yaa.. masa iya, anak bayik dikunyahin daun ? Hehehe.. menurut yang dipercaya ibu, daun jambu berkhasiat meredakan diare. Sebenanya mitos  atau fakta ya? 

Kalau saya nanya ke Ibu, dari mana sumber ilmunya, dengan kalem Ibu menjawab, "Jare mbahmu biyen koyo ngono" . Saya manggut-manggut dengan penjelasan Ibu. Kemudian, Ibu saya ajak mencari referensi informasi melalui internet.  Ibupun mulai terbuka dan bisa menerima masukan dari saya. Hingga pada akhirnya, jika kami menemukan suatu 'kasus' biasanya ibu ngendiko "Coba takon internetmu.." Ha ha..

Memang, di jaman digital ini informasi bisa didapat di internet semudah menjentikan jari. Tapi, apa cukup mengandalkan internet? Tentu tidak, selain mencari ilmu lewat dunia maya, kita juga perlu menghadiri forum-forum di dunia nyata, seperti seminar, talkshow atau kegiatan edukasi lainnya.
Beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah saya berkesempatan menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada, yaitu Kampanye Edukasi "Indonesia Merdeka Diare" Pedoman Ibu dalam Atasi Diare Anak. Acaranya keren banget! Siapa sih yang belum tahu Nutricia Sarihusada ? Perusahaan ini memang sangat concern di bidang nutrisi. Banyak sekali kegiatan edukasi yang telah diadakan oleh Nutricia Sarihusada dalam rangka untuk mencerdaskan orangtua di Indonesia.

Acara ini diadakan pada tanggal 14 September 2017 bertempat di Gedung Fairfield by Marriot Surabaya. Narasumber yang diundang nggak main-main, sangat qualified di bidangnya. Beliau adalah dr. Andy Darma, SpA (K) seorang dokter spesialis anak yang menekuni spesialisasi di bidang kesehatan pencernaan anak. Selain itu, ada Mbak Iput, nama sapaan akrab dari bunda Husna Ika Putri Sari, seorang public figure mom. Mahmud yang sering stalking instagram, pasti nggak asing dengan profile beliau. Bunda dua putra yang beken dengan akun instagram @iburakarayi ini memang termasuk selebgram yang banyak di follow karena aktivitas beliau sebagai seorang psikolog pendidikan anak. Tidak ketinggalan ada Ibu Nabhila Chairunnisa, selaku Manager Digestive Care Nutricia Sarihusada.
dari kiri ke kanan : dr. AndyDarma SpA(K), Mbak Iput,
Ibu Nabhila Chairunnisa dan MC mbak Micha Jusuf
Walau berjudul kampanye edukasi dan berdurasi dua jam lebih, tapi acara ini sangat seru dan tidak membosankan. Dipandu oleh mc cantik Micha Jusuf, materipun disampaikan dengan sangat menyenangkan oleh dokter Andy. Apalagi selingan game online kahoot ditengah-tengah acara, membuat audiens semakin betah.

Jadi, setelah mengikuti kampanye edukasi "Indonesia Merdeka Diare" saya bisa menyimpulkan hal-hal penting terkait penanganan diare pada anak ini, mulai dari A sampai Z sebagai berikut :

A – Apa itu diare ?
Diare adalah kondisi dimana penderita mengalami BAB lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yang lembek atau cair

B – Bagaimana terjadinya diare ?
Diare bisa disebabkan virus maupun bakteri. Diare yang disebabkan oleh virus biasanya bersifat cair, tidak disertai lendir maupun darah. Sedangkan diare yang disebabkan oleh bakteri biasanya bersifat cair, dengan disertai lendir maupun darah. Sekitar 60% diare yang terjadi pada anak usia dibawah 2 tahun disebabkan infeksi rotavirus, dan 30% anak yang terinfeksi rotavirus memiliki intoleransi laktosa.

C – Cara pencegahan diare
Diare bisa dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Termasuk menjaga kebersihan makanan yang kita konsumsi.

D – Dimana sumber diare berada
Salah satu sumber penyebab diare adalah Rotavirus, dan si rotavirus ini bisa bertahan hidup di raw surface atau di permukaan selama 3-4 hari. huiik... lama juga ya... Diaper kotor bayi yang terinfeksi rotavirus dapat menjadi tempat hidup rotavirus dan menjadi sebab penularan diare. Penting untuk tidak membuang diaper bekas sembarangan ya Bunda..

E –  Edukasi dari Nutricia Sarihusada
Nutricia Sarihusada secara aktif bekerja sama dengan ibu, dokter dan praktisi kesehatan untuk memberikan edukasi, dukungan dan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia

F – Frekuensi BAB pada anak
Frekuensi BAB normal pada anak berbeda-beda. Bisa 2 hari satu kali, atau 3 kali dalam satu hari. Untuk anak ASI, toleransi frekuensi BAB masih bisa lebih luas lagi. Frekuensi BAB merupakan salah satu dari 3 pola yang harus diperhatikan untuk deteksi dini diare. Segera konsultasikan kepada tenaga medis apabila frekuensi BAB anak diluar normal.

G –  Galau ? No way !
Bunda-bunda nggak perlu galau lagi, informasi edukasi sekarang ini sangat mudah didapat. Jika belum berkesempatan menghadiri event kampanye yang diadakan secara offline, bisa juga mengakses informasinya melalui media sosial Nutrisi Untuk Bangsa.

H – Hal penting yang harus diperhatikan ketika si kecil diare
  1. Jika anak masih ASI, lanjutkan pemberiannya. Karena ASI adalah yang terbaik
  2. Cegah dehidrasi dengan memberikan larutan oralit
  3. Jangan lupa, konsultasikan ke tenaga medis tentang kondisi anak
  4. Jaga selalu kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
  5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi tenaga medis

I – Intoleransi laktosa 
Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi dimana laktosa tidak tercerna dan akhirnya tidak dapat diserap tubuh sehingga menyebabkan diare yang ditandai dengan perut kembung, dan tinja berbau asam. Bagaimana intoleransi laktosa ini bisa terjadi ? Pada saat anak diare, khususnya yang disebabkan rotavirus, akan terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim yang berguna untuk pencernaan berkurang.

J – Jonjot Usus
Jonjot usus atau vili, adalah lipatan atau lekukan yang terdapat di dalam usus penyerapan

K – Kampanye Edukasi "Indonesia Merdeka Diare"
Diadakan oleh Nutricia Sarihusada di beberapa kota besar di Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk penanganan yang tepat terhadap diare

L – Laktase
Laktase merupakan enzim pencernaan yang diproduksi oleh sel-sel khusus yang melapisi lumen usus kecil. Fungsi utama laktase adalah untuk memecah jenis gula yang disebut laktosa. Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya. 

M – Misi kampanye edukasi "Indonesia Merdeka Diare"
Disampaikan oleh Nabhila Chairunnisa - Digestive Care Manager Nutricia Sarihusada,  informasi penting yang disampaikan pada kampanye edukasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman ibu untuk atasi diare pada anak. Dengan pengetahuan yang memadai, ibu dapat pemberikan penanganan yang tepat saat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang yang optimal agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju yang merdeka dari diare.

N - Nutricia Sarihusada 
Berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada tahap awal kehidupan. Nutricia Sarihusada percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1000 hari pertama sejak kandungan hingga tahun ke 2 akan berdampak seumur hidup.

O - Oralit 
Oralit atau cairan rehidrasi oral sangat penting diberikan ketika anak terkena diare.

P – Prevalensi tingkat kejadian diare di Indonesia :
  • Diare merupakan penyebab kematian pada anak nomor 2 tertinggi di Indonesia
  • Rata-rata anak di Indonesia mengalami diare  2 - 6 kali per tahun
  • 60 % diare di Indonesia disebabkan oleh infeksi rotavirus, dan 30% anak yang terkena infeksi rotavirus memiliki intoleransi laktosa
Q – Quality of Life
Pencegahan diare salah satunya adalah dengan membiasakan diri dengan pola hidup yang bersih dan sehat. Selain terhindar dari diare, pola hidup bersih dan sehat juga akan meningkatkan kualitas hidup kita.

R – Resiko yang ditimbulkan oleh diare
Anak yang sering terkena diare, rentan terhadap resiko berikut ini:
  • kekurangan gizi 
  • bisa lebih pendek 3,6 cm ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya
  • memiliki IQ lebih rendah
S – Susu, bolehkah diberikan ketika anak terkena diare ?
Stop susu jika anak diare ? Sebenarnnya itu mitos atau fakta ya? Jadi begini,  laktosa pada susu, bisa menyebabkan diare bertambah parah. Karena ketika anak mengalami diare yang disebabkan virus biasanya akan disertai dengan kondisi intoleransi laktosa. Padahal asupan nutrisi sangat penting untuk membantu pemulihan anak dari diare. Jadi Bunda bisa memberikan nutrisi pengganti bebas laktosa yang nutrisinya sama baiknya dengan susu ketika anak terkena diare. Berikan nutrisi bebas laktosa yang sesuai dengan rekomendasi tenaga medis.

T –  Tiga hal pada pola BAB si kecil yang harus dipantau untuk deteksi dini diare :
  1. Frekuensi ; frekuensi normal BAB setiap anak berbeda-beda. Ada yang 2 hari sekali dan ada juga yang 3x dalam satu hari
  2. Warna ; warna normal BAB adalah kecoklatan, kekuningan dan kehijauan
  3. Bentuk ; bentuk yang normal pada BAB adalah menggumpal, lunak dan mudah dikeluarkan. 
Segera konsultasikan kepada dokter atau tenaga medis lainnya, jika terjadi hal-hal yang diluar pola normal BAB anak.

U – Utamakan asupan nutrisi.
Menurut dr. Andy Darma, SpA(K) asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normal, termasuk kemampuan untuk menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat pemulihan. Jadi ketika anak terkena diare dan tidak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima oleh anak.

V – Vaksinasi untuk pencegahan diare
Vaksin rotavirus bisa diberikan untuk memberikan kekebalan tubuh pada anak terhadap resiko penyakit diare. Jangan lupa, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak mengenai pemberian vaksin ini.

W – Warna BAB
Warna normal pada BAB si kecil adalah kecoklatan, kekuningan dan kehijauan. Segera konsultasikan kepada tenaga medis jika terdapat hal diluar pola normal pada BAB si kecil.

X – Xcellent knowledge
Setelah mengikuti kampanye edukasi ini, diharapkan Bunda - bunda memiliki pengetahuan yang excellent tentang bagaimana penanganan yang tepat jika anak terkena diare. Video edukasi dari Nutricia Sarihusada dengan tajuk Profesor Nutri Bicara Diare ini juga bisa melengkapi pengetahuan Bunda.

Y – Yuk, wujudkan “Indonesia Merdeka Diare”
Dengan melaksanakan tata laksana penanganan yang tepat, ayo kita wujudkan bersama "Indonesia Merdeka Diare !"

Z – Zero mistakes
Setelah mengetahui langkah tepat penanganan diare, diharapkan tidak ada lagi kesalahan dalam tata laksana penanganan diare pada anak.




Sumber Informasi : 
-Gathering Media dan Blogger,  Kampanye Edukasi "Indonesia Merdeka Diare" Nutricia Sarihusada tanggal 14 September 2017 di Fairfield by Marriot Surabaya
-Akun Youtube Nutrisi Untuk Bangsa



Catatan : 
Alhamdulillah, tulisan ini memenangkan juara 1 dalam Writing Competition Blogger and Journalist, 
yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada 







Sabtu, 30 September 2017

Gizidat Madu Kaya Nutrisi Untuk Anak Hebat

September 30, 2017 2 Comments

Namanya bocah TK ya, kalau dapat pengumuman jadwal berenang... wuuiih, senang sekali. Begitupun anak saya Faisya (6th) yang sekarang duduk di kelas TK B. Biasanya nih, sehabis acara berenang, tingkat kehadiran siswa di kelas cenderung menurun. Saya perhatikan di grup WA guru dan wali murid, jumlah yang ijin tidak masuk sekolah pasca berenang semakin banyak. Ya, maklum saja, berenang di kolam umum,bercampur segitu banyak pengunjung. Pasti tempatnya bakteri dan virus berkeliaran. Anak-anak usia pra sekolah dasar biasanya masih rentan terkena bakteri dan virus, utamanya flu dan teman-temannya alias batuk pilek pusing. Tapi, apa iya anak mau dikekepin aja ,dirumah ? Tentu enggak kan..? 

Dan, surprise..! Hari - hari pasca berenang si bocah tetep tahes.. lincah dan gembira ria. Eh saya terus terang kaget loh, biasanya paling ngga sehari atau dua hari ijin istirahat di rumah, supaya gejala awal flu nya nggak nambah parah. Alhamdulillah, ini mah anaknya sehat-sehat saja. Saya ingat, beberapa minggu terakhir ini saya memberikan Gizidat ke Faisya. Apa iya ya, Gizidat bisa meningkatkan daya tahan tubuh alias bikin anak nggak gampang sakit ? Saya cek di komposisinya. Wah, pantesan ternyata komposisi Gizidat segitu ciamiknya, selain kandungan Curcumin atau temulawak Gizidat juga mengandung ekstrak ikan sidat. Apa itu ikan sidat ? Kenapa ikan sidat yang dipilih dalam kompposisi Gizidat ?  Wes, nggak usah nanya mbah gugel, saya kasih bocoran kandungan lengkap Gizidat ya..
  • Madu Hutan : Madu hutan merupakan kandungan utama Gizidat. Madu hutan memiliki nutrisi yang lebih kaya daripada madu ternak. Khusus untuk ini, Gizidat memilih madu hutan dengan karakter rasa yang disukai anak-anak. Hemm, pantesan rasa gizidat ini enak ya.. Ditambahkan ke susu atau minuman dingin juga makin enak.
  • Probiotik : Probiotik juga merupakan unsur penting dalam Gizidat. Tahu kan fungsi probiotik Bun?  Jaman sekarang, makanan dan jajanan tidak sehat bersliweran setiap hari di sekitar kita. Junk food, pengawet, pewarna makanan dan sebagainya akan membuat sistem pencernaan anak yang masih rentan tidak berjalan secara optimal. Probiotik berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem bakteri di usus anak, meningkatkan kemampuan pencernaan. Jadi probiotik pada akhirnya juga berfungsi untuk mendukung tumbuh kembang dan ketahanan tubuh anak.
  • Ikan Sidat : Konsumsi ikan sidat bagi anak akan menyempurnakan proses pertumbuhan. Meningkatkan perkembangan otak, organ sensitif seperti mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ikan Sidat juga terbukti mengandung nutrisi yang jumlahnya lebih tinggi daripada susu sapi, yaitu Vitamin B1 sebanyak 25x susu sapi, Vitamin B2 sebanyak 5x susu sapi, Vitamin A sebanyak 45x susu sapi dan kandungan Zinc sebanyak 9x susu sapi. Selain itu ikan Sidat juga kaya akan Omega 3, Omega 6, Omega 6m dan DHA yang dapat membantu meningkatkan KECERDASAN OTAK. Kandungan anti oksidannya dapat menambah imunitas,menghilangkan racun dan membuat lebih sehat. 
  • Temulawak : Temulawak dipercaya bisa meningkatkan nafsu makan,  sudah  turun temurun dari jaman nenek moyang. Curcuma dalam temulawak merupakan zat aktif yang memiliki fungsi kekebalan bagi tubuh, menekan tumbuhnya parasit dan mencegah hepatitis anak.

Ohoho.. pantesan yak, alhamdulillah wa biidznillah.. setelah rutin konsumsi Gizidat,  Faisya makin sehat. Dengan formulasi yang diramu dari bahan-bahan bermutu tersebut, Gizidat memberikan 5 (lima) manfaat sebagai berikut :
  1. Meningkatkan nafsu makan 
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh 
  3. Meningkatkan kemampuan pencernaan anak
  4. Memberikan nutrisi untuk perkembangan otak anak
  5. Meningkatkan pertumbuhan anak
Kalau nafsu makan bagus daya tahan tubuh pastinya semakin oke. Jadi kita tak perlu risau anak beraktivitas diluar. Biarkan mereka bebas beraktivitas, agar semakin menikmati ceria dunianya. Kita para bunda, yuk semakin cerdas dalam memilih suplemen untuk membantu meningkatkan kesehatan dan daya tubuh anak. Kalau anak sehat ceria, Bunda juga bahagia. Ya kan..?

Jumat, 15 September 2017

5 Hal Penting Yang Harus Bunda Lakukan Ketika Si Kecil Terkena Diare

September 15, 2017 13 Comments


Bunda mana yang tak sedih ketika si kecil terkena diare ? Biasanya lincah kesana kemari, si kecil menjadi lemas tak berdaya. Ya, meskipun diare merupakan penyakit yang umum diderita oleh anak, tapi kehadirannya tak pelak membuat hati para Bunda gegana, alias gelisah galau gundah gulana. Lengkap deh ! Beragam cara dilakukan agar si diare ini segera mampet. Mulai dari minum teh sepet, makan pisang kepok, minum air tajin,  ngunyah daun jambu.. hemm apa lagi ya? Sebenarnya, hal-hal diatas mitos atau fakta sih ? Katanya juga, kalau anak diare jangan diberi susu dulu, trus dibuatin larutan gula garam, gulanya seberapa garamnya seberapa... aduuh... makin galau ya Bun..?

dari kiri ke kanan dr Andy Darma, SpA(K), Bunda Husna Ika Putri Sari,
Bunda Nabhila Chairunnisa dan Mbak Micha Jusuf
Untuk menjawab kegalauan para Bunda, Kamis 14 September 2017 kemarin, Nutricia Sarihusada menggelar kampanye edukasi "Indonesia Merdeka Diare" di Gedung FairField by Marriot Surabaya. Acara ini menampilkan pembicara dr. Andi Darma, SpA (K), Bunda Husna Ika Putri Sari seorang public figure mom, Bunda Nabhila Chairunnisa, Digestive Care Manager - Nutricia Sarihusada dan dipandu oleh MC cantik mbak Micha Jusuf. Acara ini mengupas tuntas seputar permasalahan diare pada anak. Mulai dari fakta-fakta tentang diare,  resiko diare dan yang paling penting apa yang harus Bunda lakukan jika si kecil terkena diare. 

Diare adalah kondisi dimana penderita mengalami BAB lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses lembek atau cair. Penyebab diare bermacam-macam, namun 60% diare yang terjadi pada anak usia dibawah 2 tahun disebabkan infeksi rotavirus, dan 30% anak yang terinfeksi rotavirus memiliki intoleransi laktosa.  Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi dimana laktosa tidak tercerna dan akhirnya tidak dapat diserap tubuh sehingga menyebabkan diare yang ditandai dengan perut kembung, dan tinja berbau asam. Bagaimana intoleransi laktosa ini bisa terjadi ? Pada saat anak diare, khususnya yang disebabkan rotavirus, akan terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim yang berguna untuk pencernaan berkurang. Termasuk enzim laktase, padahal enzim laktase ini berguna untuk mencerna gula alami atau laktosa yang terdapat pada susu. 

Biasanya nih, kondisi diare dibarengi dengan menurunnya nafsu makan. Padahal peran nutrisi sangat penting dalam menghadapi diare. Selain untuk mencegah dehidrasi juga untuk menjaga asupan energi. Jadi usahakan untuk tetap memberikan anak cairan rumahtangga seperti air putih, kuah sop, susu dan lain-lain. Menurut dr. Andy Darma, SpA (K) "Apabila anak tidak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima anak. ASI dan oralit adalah yang utama selain tambahan zinc. Asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan usus normal, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan"
dr. Andy Darma, SpA (K)
Kenapa diare perlu ditangani dengan serius? Menurut data WHO tahun 2012 diare adalah penyebab kematian pada anak tertinggi nomor 2 di Indonesia. Sejalan dengan data RISKESDAS 2013 mengenai prevalensi kejadian diare pada anak di Indonesia sebesar 17%. Kok serem ya? Masih menurut data RISKESDAS 2013 nih, rata-rata anak di Indonesia mengalami diare 2-6 kali per tahun. Anak - anak yang sering terkena diare, rentan dengan resiko - resiko seperti berikut :
  • kekurangan gizi 
  • bisa lebih pendek 3,6 cm ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya
  • bisa memiliki IQ lebih rendah
Naudzubillah... jangan sampai buah hati kita berresiko seperti itu kan Bun ? Untuk itu kita sebagai orang tua harus tahu cara penanganan yang tepat jika anak terkena diare. Apa saja yang harus diperhatikan ? Berikut 5 hal yang penting untuk dilakukan ketika si kecil terkena diare :
  1. Untuk yang masih ASI, tetap berikan ASI,  karena ASI adalah yang terbaik. 
  2. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit.
  3. Konsultasikan ke tenaga medis
  4. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
  5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa sesuai rekomendasi tenaga medis
Nabhila Chairunnisa
Ditegaskan oleh Bunda Nabhila Chairunnisa, Digestive Care Manager - Nuticia Sarihusada, bahwa kampanye "Indonesia Merdeka Diare" ini adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa  agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. "Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak. Dengan pengetahuan yang memadai, ibu dapat memberikan penanganan yang tepat saaat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang yang optimal agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju yang merdeka dari diare" tambahnya.
Husna Ika Putri Sari ( @iburakarayi)
Pada kesempatan ini, hadir juga Bunda Husna Ika Putri Sari atau yang akrab disapa Mbak Iput. Mamah - mamah muda yang rajin stalking instagram pasti tahu public figure mom yang satu ini nih, beliau seorang psikolog pendidikan, yang beken dengan akun instagram @iburakarayi. Mbak Iput banyak berbagi pengalamannya seputar menangani diare pada kedua putranya Raka dan Rayi.

Sudahkah Anda menonton video Prof Nutri ?
Kampanye edukasi tentang diare ini juga bisa  Bunda-bunda saksikan  melalui video. Profesor Nutri menjelaskan hal-hal penting tentang diare melalui video animasi yang sangat menarik dan mudah dipahami. Video ini bisa Bunda tonton di channel You Tube Nutrisi Bangsa pada link berikut ini  Profesor Nutri Bicara Diare . Jangan lupa di tonton ya.. ^^

Setelah kampanye edukasi dilakukan di segala penjuru, baik offline maupun online, diharapkan setiap orangtua memahami penanganan yang tepat terhadap diare, sehingga program #IndonesiaMerdekaDiare akan bisa tercapai


Tulisan ini diikutkan dalam Writing Competition Blogger and Journalist, yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada 
GSumber Informasi : Gathering Media dan Blogger,  Kampanye Edukasi "Indonesia Merdeka Diare" Nutricia Sarihusada tanggal 14 September 2017 di Fairfield by Marriot Surabaya

Selasa, 12 September 2017

[Level 4] Mengamati Gaya Belajar Anak (Hari #5)

September 12, 2017 2 Comments


Sampai di hari ke 5 ini, saya masih bingung menentukan gaya belajar Wecha yang paling dominan. Tapi kemungkinan besar lebih ke gaya belajar visual. Dia lebih bisa menangkap ketika melihat, bukan mendengarkan.

Salah satu aktivitas yang disukai, adalah menirukan menggambar bersama Mr.Hand di acara Fun Time RTV. Melalui acara tersebut, dia bisa menggambar sambil menirukan langsung gambar yang dibuat mR. Hand.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Harike#5


Minggu, 10 September 2017

[Level 4] StoryTelling ala Wecha (Mengamati Gaya Belajar Anak Hari ke 4)

September 10, 2017 0 Comments


Nhaa, bener kan..! Kalau weekend jam berputar lebih cepat. Hehee. Tau-tau sudah malam aja. Padahal seharian ini belum ada ngelakuin T10H game level 4. Anak-anak sudah mulai mengantuk, jadi saya gunakan aktifitas sehari-hari saja untuk aplikasi T10H hari ke 4 ini, yaitu membaca buku.

Sebelum tidur, biasanya memang saya rutin membacakan buku untuk anak-anak.  Karena buku yang dipilih Wecha termasuk yang sudah beberapa kali kami baca, maka saya memancingnya agar dia yang bercerita. Kakak icha jadi "juri" yang sekali sekali membenarkan jika ada cerita atau nama karakter yang salah. Lumayan juga, dari kebiasaan mendengar saya bercerita dan melihat bukunya secara langsung, sekitar 70% dia sudah bisa menceritakan kembali isi cerita. Alhamdulillah, saya berkesimpulan, tidak ada masalah dengan kemampuan belajarnya. Baik Auditory (mendengarkan) atau Visual nya (melihat). Sejauh ini saya belum melihat kecenderungan Kinestetiknya.


#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day4

Follow Us @soratemplates