Sabtu, 24 November 2018

5 Jurus Anti Baper di Media Sosial

November 24, 2018 5 Comments


Biasanya apa sih, yang bikin teman - teman baper ketika bermain medsos ?

✔️ postingan nggak ada yang nge like or comment?
✔️ lihat postingan artis atau teman yang menurut kita hidupnya sempurna ?
✔️ debat / pro kontra menanggapi sesuatu ?

atau apa ? he he he
Dulu saya termasuk yang baper an dengan medsos. Pernah autoleft grup wa gegara teman saya candaannya kelewatan. Nyesel setelah itu ? Nggak juga sih, sekali - sekali emang perlu. Tapi kadang - kadang kebaperan kita juga bisa ditanggapi lucu oleh orang lain (baca = diketawain). 

Contohnya yang ini, beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang antri belanja di warung, tidak sengaja terlibat obrolan ibu - ibu tentang grup whatsapp mereka. Ibu - ibu ini lagi ngobrolin teman mereka yang baper gegara postingannya nggak ada yang respon. Rupa - rupanya teman si ibu ini memposting  berita duka tentang meninggalnya seorang da'i kondang yang mantan rocker. Karena kesal postingannya tidak direspon beberapa menit kemudian si ibu marah - marah.

"Yo opo ngunu iku, wa ne nggak direken ngamuk..." 
(Bagaimana kalau seperti itu, wa nya nggak direspon marah)

"Posting e lho jam pitu, yahmono aku jek uplek nang dapur, gak kiro nyekel hp.." sahut ibu yang satunya ( postingnya jam tujuh, jam segitu aku masih sibuk di dapur, nggak mungkin pegang hp )

Saya senyum - senyum sendiri mendengarnya. Tuh kan, kalau kita kelewat baperan di medsos bisa- bisa diketawain yang lain. Jadi baiknya bagaimana ? Kalau menurut saya sih begini

1. Positif Thinking
Jika kita memutuskan menggunakan medsos, artinya kita siap menerima segala resikonya. Keseringan negatif thinking akan membuat sakit hati. Jadi belajarlah selalu positif thinking menyikapi setiap postingan orang lain.Begitu juga ketika postingan kita minim respon, akui mungkin postingan kita kurang menarik, atau bisa jadi belum ada yang menanggapi karena sibuk.

2. Skip Jika Perlu
Bete lihat teman posting foto dan kepsyen mesra - mesraan mulu dengan suaminya? Atau keki lihat do'i upload foto jalan - jalan ke luar negrinya ? hehehee...
Media sosial sudah ada antisipasi kok untuk kenyamanan kita. Ada menu unfollow di facebook dan mute/senyapkan di instagram. Manfaatkan itu aja, daripada nahan baper.

3. Bersikap pro choice
ibu bekerja vs ibu dirumah ?
melahirkan normal vs operasi sesar ?
vaksin vs no vaksin ?
sekolah negeri vs sekolah full day ?

masih banyak lagi daftar pro dan kontra yang ujung - ujungnya menjadi perdebatan tanpa ujung pangkal di media sosial. Setiap orang memiliki kondisi dan pertimbangan masing - masing. Jadi, bersikap pro choice terhadap pilihan orang lain merupakan hal yang terbaik menurut saya.

4. Saring sebelum sharing
jargon ini sudah populer banget untuk mengingatkan kita pentinganya menjaga jempol dan telunjuk sebelum menyentuh tombol 'share'. Pastikan hanya yang bermanfaat yang kita share dari akun medsos kita

5. Introspeksi Diri
Sebelum menyalahkan orang lain, mengkritik hidup orang lain, coba deh kita introspeksi diri sendiri. Sebab belum tentu kita lebih baik dari yang kita kritik.

Tapi dipikir - pikir, kalau semuanya bisa nerapin jurus anti baper, nanti di media sosial nggak ada yang nyinyir bin julid nggak seru dong ? hahaha... Biarlah, media sosial boleh panas, tapi hati kita harus tetap adem kayak ubin mesjid. Setuju tak ?


day 5
BPN 30 Day Blog Challenge

Jumat, 23 November 2018

Belum Sah Jadi Blogger Perempuan Jika Belum Gabung BPN

November 23, 2018 0 Comments

"Mbak, kenapa bergabung dengan Blogger Perempuan Network ?"
"Tentunya karena saya blogger dan karena saya perempuan dong... selain itu saya juga ingin menambah pertemanan dengan blogger - blogger perempuan lainnya. Juga ingin update info - info terkini seputar dunia blogging..

Itu dialog imajinatif.
Kira - kira, jika ada yang mewawancarai saya akan jawab seperti itu. Haha.. ( siapa juga yang mau wawancara?)

Blogger Perempuan Network, salah satu komunitas blogger di Indonesia. Dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa komunitas ini hanya menerima anggota perempuan. Sudah lama saya mengenal BPN daan..  off the record nya, saya baru 'berani' bergabung dengan BPN  ketika BPN mengadakan 30 Day Blog Challenge kemarin ini. Hah ?? Serius mbak'e? Jadi kemana aja selama ini mbaaak...? Tak bisikin ya.. tapi jangan bilang- bilang. Aslinya saya nge per alias minder mau gabung BPN. Bayangan saya isinya blogger - blogger kelas profesional semua. Sedangkan saya apalah. Jadi selama ini hanya berani jadi silent reader BPN, follow twitter, instagram dan facebooknya. Tapi belum berani isi formulir pendaftaran bergabung sebagai member. Berhubung syarat 30 Day Blog Challenge ini harus member, dan harus pasang banner BPN di blog, jadi saya ngga punya alasan buat minder lagi. Hari itu juga saya isi form pendaftaran lanjut pasang banner. Alhamdulillah, sudah resmi  jadi member Blogger Perempuan Network. Dan, setelah jadi member BPN, apakah yang saya rasakan ? Nyesel ! iya nyesel, kenapa nggak dari dulu – dulu.

Ketika BPN mengadakan program, seperti 30 day Blog Challenge kali ini, sering saya lihat komentar blogger – blogger laki – laki begini,

“Min, cowok boleh ikutan..”

Hehe.. bersyukur saya perempuan dan blogger, jadi bisa bergabung di Blogger Perempuan Network.

Jadi, setelah gabung di BPN gimana rasanya mbak ?
Yang pertama, nambah ilmu, pasti..! di web BPN banyak sekali artikel yang bermanfaat banget untuk menambah skill maupun pengetahuan di bidang blogging

Yang kedua, traffic blog meningkat, insya Allah..
Dengan mengikuti 30 day Blog Challenge ini, saya bisa lebih sering blogwalking ke sesama peserta tantangan, mudah – mudahan di bw balik ^^V

Yang ketiga, follower medsos meningkat
Sejak awal share banner 30 day blog challenge, saya mulai banyak berinteraksi dengan sesama peserta dan saling follow.

logo Blogger Perempuan Network


Asyique khan..?
Buat yang belum gabung BPN, buruan gabung sekarang. Belum sah jadi blogger perempuan kalau belum gabung dengan BPN.

#day4
#30DayBlogChallenge



Artikel ini diikutkan dalam program 30 Day Blog Challenge dari Blogger Perempuan Network

Kamis, 22 November 2018

Tentang Kenapa Harus Diary Novri

November 22, 2018 2 Comments

Duh, susahnya menjelaskan mengapa saya memakai nama blog 'diarynovri' dalam 300 kata. Karena dalam 5 kata saja selesai sudah. Sebab 'diarynovri' ya diary nya Novri. Hehe.. Tapi karena ini merupakan tema hari ketiga dalam 30 Day Blog Challenge yang diadakan Blogger Perempuan Network, baiklaah saya coba uraikan mengapa saya memakai nama 'diarynovri' di blog ini kepada pemirsa semua.

Awal nge blog, blog ini berjudul www.mama-sibuk.blogspot.com belum TLD.

Baca yuk : tema day 1 - kenapa menulis blog

Setelah kurang lebih 6 tahun nebeng domain di blogspot, akhirnya saya mendapat hidayah untuk membeli domain sendiri. Sempat bingung juga sih, mau pakai nama apa ya ?

Beberapa calon nama yang masuk dalam daftar saya antara lain:

www.mamasibuk.com
Emm, jangan deh.. Ntar sibuk terus.

www.novrihartanto.com
Eciyee.. Ini gabungan nama saya dengan nama pak suami. Tapi, koq jadi macho banget ya. Karena nama 'novri' sendiri sudah sering dikira nama cowok. Jika ditambah 'hartanto' fix makin terdengar seperti nama cowok. Ya nggak ?

Ngobrol-ngobrol dengan mbak Rahmah si empunya www.chemistrahmah.com saya diajari tentang pentingnya personal branding dalam membuat nama blog. Nama blog harus bermakna positif dan mencerminkan diri kita. Sehingga ketika orang mendengar nama blog kita, akan nge link ke personal kita sebagai pengelola blog nya.

Akhirnya saya putuskan membuat nama www.diarynovri.com

Kenapa bukan novriyanti.com ? ( pengen pasang emot smiley ngempet ketawa tapi nggak ada). Entahlah, berasa ada yg kurang. Dari segi rima dan pengucapan menurut saya diarynovri lebih mudah diucapkan.
terjemahan kata 'diary' dari google

Secara harfiah diary artinya buku catatan harian. Bisa di analogikan, blog ini merupakan catatan harian saya. Apa saja yang ingin saya tulis bisa saya tulis disini. Namanya juga diary, ye kaan?


day 3
Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge
tema : kenapa menggunakan nama blog yang sekarang




artikel ini diikutkan dalam 30 day blog challenge Blogger Perempuan Network



Rabu, 21 November 2018

Curhatan Crafter Blogger ( Wannabe )

November 21, 2018 0 Comments


"Apa tema blog kamu ?"
"Hmm, apa ya ?"

Pertanyaan itu sering muncul ketika saya mengisi form pendaftaran di komunitas blogger. Mikir keras dulu sebelum jawab. Apa ya ? Awal – awal nge blog memang belum terpikirkan tema apa yang akan saya tulis. Boro – boro tema, postingannya aja suka - suka. Kadang – kadang cuma satu paragraf, atau bahkan hanya posting foto sebiji sama tulisan beberapa kata. He he, malu kalau ingat.

Tapi semakin kesini, kecenderungan tema yang saya tulis mengerucut pada tema craft dan DIY. Karena aslinya memang suka bikin – bikin. Cumaa… almost all crafter kayaknya setuju, membuat foto dan narasi tutorial itu lebih susyaah beribu kali daripada bebikinannya sendiri.(  Haha, ini alasan yang butuh pembenaran ). jadi, ya monmaap meskipun sudah menasbihkan diri ( ingin ) menjadi crafter blogger, postingan craft saya masih bisa dihitung dengan jari.

Anyway, tema craft konon merupakan tema yang kurang populer untuk dijadikan niche blog. Orang cenderung akan mencari tema – tema populer seperti traveling, health atau lifestyle. Mbak Lusi, seorang crafter blogger yang mengelola www(dot)beyourselfwoman(dot)com pernah bilang di salah satu postingannya, bahwa ketika dia memutuskan untuk fokus pada niche craft & DIY DA blog sempat merosot tajam. Jadi agak deg – deg an juga ketika ingin memutuskan focus tema blog di craft. Tapi ketika saya iseng – iseng cek data statistik blog, ternyata postingan saya yang paling sering  dibaca dan ditemukan melalui mesin pencari  adalah postingan tutorial craft. Postingan lain nyaris nggak ada yang nyangkut di mesin pencari (  nyesek nggak sih…. Hahaa.. PR.. belajar SEO nih ! )


Ya sudahlah, mungkin memang jodoh  saya di craft. Lagipula, kalau dipikir - pikir, saya mendingan bikin postingan tutorial craft daripada disuruh bikin review gincu dan foto bibir beraneka warna. Nggak bakat, hahaha..

Eh, kalau kamu, suka bikin postingan yang sesuai passion atau yang populer ?

#day2
#BPN30DayBlog Challenge


Tulisan ini diikutkan dalam Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge





Selasa, 20 November 2018

5 Alasan Saya Jatuh Hati Pada Dunia Blogging

November 20, 2018 4 Comments


Jauh sebelum saya tahu bahwa di dunia ini ada profesi yang bergelar "blogger" saya sudah mempunyai sebuah blog. Haa.. Kok bisa ya ?

Jadi dulu, mamak -mamak ini kerja di sebuah bank syariah swasta ( di Indonesia lah pastinya. ). Lagi seneng - senengnya punya anak satu, hobi cekrek upload foto anaknya di sosmed yang kala itu saya tahunya hanya facebook. Kemudian disarankan oleh seorang teman yang baik hati dan tidak sombong untuk menulis portofolio tumbuh kembang anak di blog.

"Blog ?? apa ituh..?" tanya saya dengan polosnya.

Sama si teman dijelasin blog adalah bla bla bla. Masih tetap belum paham. Mau bikin blog sendiri alasan tidak punya modem lah, sibuk lah. Jadi sama teman baik hati ini kemudian si mamak dibuatkan sebuah blog yang berjudul www(dot)mama-sibuk(dot)blogspot(com). Panjang beneer ya.. Tapi pas lah buat si mamak yang waktu itu sibuk kerja pergi pagi pulang malam demi mencari seember berlian.

Postingan pertama di blog di isi oleh si teman baik hati. Kemudian saya diajarin cara membuat postingan, upload foto, mengubah tema dan lain - lain. Selanjutnya saya ketagihan nge blog. Nabung untuk beli modem, yang waktu itu harganya kurang lebih sejutaan. Setelah itu rajin ke kantor bawa laptop dan modem, bukan untuk kerjaan tapi untuk nge blog ( sstt, jangan bilang - bilang ya...). Proses awal nge blog itu terjadi sekitar pertengahan tahun 2010.

Dari awal sampai beberapa tahun kemudian postingan di blog masih seputar celotehan anak. Meskipun sempat gabung di sebuah komunitas blogger, tapi hanya silent reader. Tapi dari komunitas blogger itu saya mulai berinteraksi dengan blogger - blogger lain dan mengenal istilah blogwalking. Menginjak tahun ke enam, barulah ada keinginan untuk menata blog lebih rapi. Mulai dari penggunaan domain berbayar, perubahan tema dan merapikan isinya. Kalau dibilang puas sih belum ya, masih sering mupeng lihat blog yang keren - keren gitu, baik dari segi lay out maupun isi.

Seiring waktu, nge blog menjadi bagian dari hidup saya. Mulai pede menyandang predikat blogger ( walau selalu merasa newbie ). Saya semakin menemukan keasyikan tersendiri menulis di blog. Dan jika saya rasakan lebih dalam, 5 alasan ini yang membuat saya makin jatuh hati pada dunia blogging

Pertama, menulis di blog itu bebas berekspresi

Bebas menulis topik apapun yang saya sukai, Meskipun sebuah topik yang ujung - ujungnya cuma curhatan nggak jelas. Tulisan di blog bisa langsung tayang tanpa melalui seleksi ketat dewan redaksi. Ya iyalah, blog blog kita sendiri kan? Haha.. tapi disini saya menyadari perlunya self editing dan self sensoring. Nggak mau juga kan kalau blognya absurd kebanyakan curhatan gaje..?

Kedua, blog sebagai sarana berbagi

Jika ada amalan yang terus akan mengalir setelah kita tiada, salah satunya adalah dari manfaat ilmu yang kita sebarkan kepada orang lain. Hal ini yang selalu menjadi motivasi saya untuk berbagi hal- hal baik yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain. Karena cita - cita saya menjadi guru sudah kandas, menulis di blog menjadi sarana saya berbagi. Dan saya berharap ada manfaat dari apa yang saya tulis di blog ini

Ketiga, blog sebagai media aktualisasi diri

Sebagai mamak - mamak anggota tim ex working mom yang rawan sekali  mengalami sindrom galau pasca resign, blog ini sangat penting bagi saya sebagai media aktualisasi diri. Bagi saya menulis di blog ampuh sebagai terapi jiwa untuk menangkal perasaan inferior karena seringnya ketemu panci dan cucian kotor, wkwkk...
life as a blogger, kadang - kadang liputan event sampai malam

Keempat, menulis di blog bisa menambah teman

Saling mengunjungi blog bisa menjadi ajang silaturahmi para blogger, dan biasanya menjadi sangat excited ketika bertemu di dunia nyata. Apalagi  jika semakin sering bertemu di event blogger. Alhamdulillah, jaringan pertemanan saya bertambah setelah saya menulis di blog.

bertemu teman - teman sesama blogger di sebuah event
selalu menyenangkan

Kelima, menulis di blog bisa menjadi sumber penghasilan

Jujur kalau tentang monetize blog saya merasa belum maksimal.Tapi sejauh yang saya lakukan dengan blog, alhamdulillah pernah merasakan mendapatkan penghasilan melalui blog ini. Mulai dari free product dari goodie bag event, voucher - voucher belanja atau makan, fee untuk review produk dan bahkan yang nilainya menembus angka tujuh digit ketika menang lomba blog.  Jadi bagi saya, menulis di blog juga merupakan salah satu upaya menjaga kesinambungan hidup agar tetap bisa belanja di olshop favorit tanpa mengurangi jatah belanja bulanan yang sudah pas pasan.
salah satu berkah dari nge blog


Ya, inilah 5 alasan yang rasa rasakan dari lubuk hati yang paling dalam mengapa saya menulis blog. Di blog ini saya menemukan diri saya dan menemukan komunitas yang 'gue banget' dimana saya banyak belajar dan mengambil hikmah didalamnya.


#day1
#BPN30DayBlogChallenge


tulisan ini diikutkan dalam Blogger Perempuan Network 30 Day Blog Challenge 

Jumat, 16 November 2018

Behind The Scene Mengadakan Event Workshop Craft Pertama Kalinya

November 16, 2018 4 Comments


Sudah lama ditagih mama - mama school mate ( anaknya yang sekolah, maksudnya ) buat bebikinan decoupage, akhirnya saya beranikan diri membuat event workshop kecil - kecilan. Rencana awalnya hanya untuk teman - teman arisan saja, ternyata alhamdulillah banyak peserta dari luar ( temannya teman ) yang ikut mendaftar. Total peserta terdaftar 12 orang, karena satu dan lain hal 2 orang cancel. Jadi ada 10 orang. Alhamdulillah.. masih diatas harapan.

Ya, jadi Kamis 15 November 2018 kemarin, pertama kalinya saya membuat event workshop craft. Deg-deg an pastinya. Biasanya jadi peserta, eh kali ini jadi mentor hehe. Persiapannya kurang lebih 2 minggu sejak flyer disebar. Eh pakai flyer juga? Iya dong, biar terkesan event profesional.. hahaha... Sejak jauh - jauh hari saya membuat list persiapan. Maklumlah, pernik craft kan banyak ya, khawatir aja  jika ditengah jalan ada printhilan yang ketinggalan. Jadi saya susun daftar mulai dari alat dan bahan inti, peralatan pendukung seperti wadah dan air bersih buat nyuci kuas, konsumsi sampai susunan acara. Dan daftar ini kayaknya saya cek setiap 3 menit sekali ( haha, lebay ) untuk memastikan tidak ada yang terlewat.


Kalau ditanya tentang profit ya belum lah.. Jujur untuk menyiapkan event ini, 'modal' untuk operasional persiapan alat dan bahan lebih banyak daripada HTM yang masuk dari peserta. 

Trus, rugi dong mbak ?
Insya Allah enggak..

Ada benefit berupa pengalaman dan silaturahmi yang nilainya tidak dapat dihitung dengan materi. Melihat peserta yang sangat antusias, sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Beberapa peserta ternyata sudah ada yang bisa, tapi sebagian juga ada yang baru tahu tentang kerajinan decoupage ini.

beberapa karya peserta yang sempat difoto




Oiya, ada cerita behind the scene seru dibalik penyelenggaraan workshop ini. Jadi ceritanya, saya hunting napkin decou via online shop, supaya dapat harga lebih murah. Olshop pertama lokasi di Bogor. Sejak verifikasi pembayaran, status orderan masih anteng aja ngga diapa-apain sama sellernya. Saya coba kontak lewat inbox. Ternyata, napkin yang saya order kosong. Ya sudah, ganti toko. Dapatnya di Depok. Behubung waktu sudah semakin dekat, saya pilih ekspedisi yang menjanjikan waktu 1 hari. Di pilihan ada JNE Yes dan TIKI ONS ( over night service ). Biaya pengiriman terpaut 10.000 lebih mahal JNE, jadi saya pilih TIKI ONS. 24 jam menunggu, tidak ada tanda - tanda penampakan napkin mendarat dari pak kurir. H-1 saya cek di web tracking, eh lhadalah.. ternyata paketan saya dikirim menggunakan paket reguler. Bukan salah sellernya sih, karena menurut mereka di agen TIKI tidak ada fasilitas ONS ke Sidoarjo. Ya ya ya... 

Akhirnya saya mencari alamat dan nomor telepon TIKI Waru ( menurut info di web tracking, posisi paket sudah di TIKI Waru, tapi estimasi pengiriman baru besoknya, tanggal 15 November ). Hyaa.... apa nggak gemeteran tuh. Tambah lagi, lihat komentar - komentar dari pengguna jasa TIKI di google, subhanallah.. banyak yang mengeluhkan lamanya waktu pengiriman. makin gemeteran kan..?

Biidznillah, dari seorang teman baik, saya mendapat nomor WA manajer TIKI Sidoarjo. Dari ibu manajer ini saya dibantu pengecekan posisi barang dan alamat pengambilan barang. Dibantu babang go send, ahamdulillah pengambilan barang ke agen / pool TIKI lancar jaya. Barang saya terima dari go send sekitar 45 menit kemudian. Alhamdulillah terus pokoknya.. Allah mudahkan semuanya. 

Kamis paginya, saya mulai usung - usung semua perlengkapan ke lokasi. Iya, lokasi workshop bukan dirumah saya, alhamdulillah ada sponsor tempat dari teman yang punya rumah lebih luas. Untuk konsumsi juga ada sponsor dari teman, harga snack box miring bangeet, plus dibonusin air mineral cup. Tuh kan.. alhamdulillah ajaa pokoknya.. Masyaa Allah..

Finally, workshop berjalan lancar sesuai harapan. Awalnya deg- deg an, nggak PD karena ilmu tentang per decoupage an masih seuprit. Tapi senang bisa berbagi. Semoga workshop decoupage ini dapat membawa manfaat bagi semuanya.




Follow Us @soratemplates